Seharusnya siapapun menginginkan suatu pernikahan yang diawali dengan cinta, dan berakhir dengan kebahagiaan. Kadang pasang surut kehidupan pernikahan begitu rumit, terlebih ada orang ketiga yang hadir. Saat hati mencoba untuk menolak, namun seolah derasnya air menghanyutkan segalanya.
Suatu penyesalan diakhir, akan menjadi bencana yang menghancurkan segalanya. Tapi yang menjadi pertanyaannya adalah, mana yang jauh lebih besar, rasa cinta atau sakitnya dikhianati?
“Tidak, seharusnya aku yang minta maaf. Aku yang terlalu egois, seharusnya aku mengerti, aku tak akan bisa memilikimu sepenuhnya.”
“Siapa yang membuat tanda ini? Tanda dilehermu, siapa yang membuatnya?”
"Jika kau memang ingin selingkuh, tidak bisakah kau mencari yang lain dan bukan sahabatku sendiri? Ini begitu menyakitkan."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dori, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1.29. Don't Hurt My Girl
Matt memandang rumah sederhana dihadapannya, dihadapannya kini telah berdiri rumah keluarga Villegas. Rumah yang tadinya bak istana megah kini hanya sebuah rumah sederhana yang tidak terawat. Matt mengambil napas dalam-dalam, entah apa reaksi keluarga ini mengetahui ia datang kesini. Sudah tiga hari ia mencari kediaman keluarga Villegas, rumah istana mereka telah disita karena terlilit hutang dengan bank. Karena sejujurnya ini semua karena dirinya, Boltom Company menaruh saham kepada Villegas Company 75%, dan setelah itu semua ia berhentikan. Bahkan tidak ada waktu seminggu Villegas Company telah runtuh.
Sebenarnya Matt belum betul-betul menjalankan semua rencananya, ia membatalkan klarifikasi perceraiannya, yang tadinya ia ingin mengungkapkan semuanya mengapa ia bercerai dan menghancurkan reputasi Villegas Company agar semua orang tidak bisa menanamkan modal disana. Tapi dengan penarikan saham darinya saja itu sudah menghancurkan Villegas Company itu.
Dengan hati-hati Matt mulai melangkah memasuki pagar yang telah usang itu. Rumah ini terlihat begitu menyedihkan untuk yang tinggal disini yang dulunya adalah pengusaha kaya. Matt menghela napas dalam dan mengetuk pintu secara perlahan.
Hampir lima menit Matt mengetuk pintu itu namun tidak ada jawaban. Apa ini benar rumah Jessica? Apa Mark tidak salah memberikan informasi? Sekali lagi ia akan mengetuk, jika tidak ada jawaban ia bersumpah akan memarahi Mark.
“Tunggu sebentar.”
Matt tersentak saat suara serak wanita paruh baya terdengar, Matt merasakan jantungnya berdetak kencang. Itu adalah suara Nyonya Villegas. Apa Nyonya Villegas akan mengusirnya karena apa yang telah ia lakukan kepada keluarganya itu?
“Matt, kau datang.”
Sebuah senyuman tipis terlihat di bibir Nyonya Villegas yang pucat. Matt menatap wanita paruh baya itu dari atas sampai bawah. Baru Minggu kemarin ia melihat wanita ini dengan baju mewah dan tas branded miliknya. Kali ini hanya ada wanita paruh baya yang memakai baju seadanya, dengan rambut yang hanya digelung asal dan mata yang terlihat tidak tidur dengan teratur.
“Ada apa Matt datang kesini?” Matt kembali menatap Nyonya Villegas, ia tercengang sebegitu drastisnya perubahan keluarga ini. Memang, ia begitu keterlaluan.
“Boleh aku masuk Ibu?” Matt dapat melihat Nyonya Villegas tersentak. Entah karena ia ingin masuk, atau karena ia masih memanggilnya Ibu.
“Silahkan Matt, tapi sekarang sedang berantakan. Kau pasti tahu, keluarga Villegas sedang mendapat musibah belakangan ini.” Nada sendu terdengar dibalik suara Nyonya Villegas. Matt masuk dan menatap sekeliling, ini tidak terlalu buruk pada bagian dalam. Hanya saja dinding cat yang mulai kusam dan beberapa ada yang terkelupas. Tapi semuanya tampak rapi.
“Sebentar Matt.”
Matt menatap mertuanya itu memasuki sebuah ruangan, Matt menatap sekeliling rumah. Apakah Jessica ada disini? Sungguh, ia benar-benar ingin tahu keadaan Jessica. Ia begitu merindukannya. Setelah tiga hari yang lalu Mike mengatakan seperti itu, ia langsung meminta Mark mencari keberadaan keluarga Villegas. Bahkan waktu tiga hari telah ditambah dengan desakannya. Ia mengerti, keluarga Villegas setelah kasus runtuhnya Villegas Company mereka hilang bak ditelan bumi. Mereka takut untuk bertemu wartawan dan di wawancarai. Mereka takut reputasinya akan semakin hancur.
“Kau kesini untuk mengambil ini, kan? Jessica sudah menandatanganinya.”
Nyonya Villegas memberikannya sebuah surat. Itu adalah surat perceraiannya dengan Jessica. Ia kesini bukan untuk ini, ia disini untuk memperbaiki semuanya. Matt menatap Nyonya Villegas, sebuah senyuman kecil memang tampak dibibirnya, namun matanya mengartikan kesedihan yang amat mendalam.
“Ibu, apa semuanya baik-baik saja?”
“Semua baik Matt.” Matt dapat melihat dengan susah payah wanita paruh baya itu tersenyum, mata Nyonya Villegas semakin lama berkaca kaca.
“Boleh aku bertemu Jessica Ibu?”
Nyonya Villegas hanya menatap kosong kearah Matt, dan Matt tidak dapat membaca apapun dari tatapan itu. Nyonya Villegas menunduk, menghembuskan napas dan kembali menatap Matt. Dan untuk kedua kalinya wanita paruh baya itu berusaha untuk tersenyum.
“Tentu, Jessica ada di kamarnya.”
Nyonya Villegas mulai berdiri dan melangkahkan kakinya menuju pintu yang berada di sudut ruangan. Matt mengikutinya dari belakang. Entah bagaimana reaksi Jessica saat melihatnya, mungkinkah Jessica sangat membencinya karena sudah membuat keluarganya menjadi seperti ini?
Nyonya Villegas membuka ruangan dengan pintu bercat cokelat tua itu, didalam sungguh amat gelap dan hanya ada cahaya yang berasal dari ventilasi diatas jendela. Jantung Matt berdetak kencang. Ia dapat melihat punggung seorang gadis yang sedang berbaring menghadap jendela yang tertutup itu. Matt sangat yakin, gadis itu adalah Jessica.
“Jessie.”
Suara lembut Nyonya Villegas mampu membuat suasana hening itu bersuara. Jessica terlihat bangun dan menatap kearah pintu. Matt tidak dapat melihat wajah Jessica dengan jelas karena ruangan ini memang amat gelap.
“Ibu apa itu kau?”
Kali ini suara serak Jessica terdengar. Nyonya Villegas menghampiri anak semata wayangnya itu, sedangkan Matt berdiam tepat didepan pintu. Bingung apa yang harus dilakukannya sekarang, yang ia lihat sekarang hanya Jessica dan Nyonya Villegas terlihat berpelukan erat. Dan tangis Nyonya Villegas mulai terdengar, tangisan yang amat pilu.
“Jess, Matt datang.”
“Benarkah Ibu? Jadi semuanya memang sudah selesai ya?” Suara Jessica sendu, dan selanjutnya keadaan kembali hening. Dan tangisan Nyonya Villegas semakin mereda.
“Aku sungguh menyesal Ibu, aku menyesal telah menyakiti pria sepertinya. Jika aku boleh memilih, bolehkan aku mengulang semuanya Ibu?”
“Jess..” Pelukan Nyonya Villegas semakin erat, dan tangisannya mulai terisak.
“Jessica.”
Kali ini Matt mulai membuka suara, Jessica tersentak. Ia melihat kearah pintu, tapi Matt tetap tidak bisa melihat wajah Jessica karena kurangnya cahaya.
“Ibu, siapa itu?”
“Matt, bisa nyalakan saklar itu? Tepat disebelahmu.”
Matt mengangguk dan ia menyalakan saklar itu. Matt menatap kearah Jessica, ia sungguh amat terkejut. Luka disekujur tubuh Jessica, bahkan daerah matanya. Gadis itu seolah sudah lebam dipukuli, matanya bahkan tidak terlihat karena wajahnya membengkak.
“Jess, kau...”
Matt tidak dapat melanjutkan perkataannya, ia mengepalkan tangannya erat, emosinya memuncak. Berani beraninya ada seseorang membuat gadis yang amat dicintainya seperti itu. Bahkan iapun tidak berani melukai gadisnya segorespun. Ia akan membalas perbuatannya, siapapun itu.
Masalah rumah tangga Matt & Jessie di S2 ini kan cm salah paham. Sangat disayangkan kalau rumahtangga mereka bubar karna salah paham..
Yg menang banyak malah si Mark, dpt Boltom's Company, dapetin pula si Jessie
Enak betul si Corrine, Dia udah bunuh anaknya Matt & Jessie, ambisinya buat miliki Matt seutuhnya tercapai.
Malah hidup bahagia lg.
Sumpah kagak rela Corrine dpt bahagia !!!
Kenapa sih ga ada kesempatan kedua buat Matt & Jessie bersatu ?
Mereka udah sama2 berdarah2 lho..
Padahal Aku msh berharap Matt bersatu lg sm Jessie
Dulu Jessie selingkuh Matt yg terluka, skr Jessie yg nuai karma tp Matt juga ikut ngerasain lukanya.
Sangat disayangkan kalo mereka sampai cerai, padahal kan masalah diantara mereka cuma salah paham.
makin seru.. 👍👍
mskpn Jessie prnh berkhianat, tp dia sdh bertobat,, 😓
semangat thor, ku slalu tunggu upmu.
knp harus meninggal Thor ?
kasian Jessie.. hiks
emg sih kepedihan Jessie skr mjd karma kelakuan jalaangnya di masa lalu.
Udah ga ada lg perekat antara Jessie & Matt dong ? kedua anak mereka meninggal semua.
Kayaknya bakal bubar ini Matt & Jessie
smoga happy ending...
semangat thor...
Matt ga bertindak apa2 gitu buat kasih pelajaran si Iblis betina???
Jangan dipulangin dulu ke Perancis sebelum dia hancur sehancur2nya.
Masa udah bunuh calon bayinya Matt + nusuk Jessie, dia masih bebas berkeliaran, harusnya dia membusuk di Penjara. Enak banget udah ngelakuin tindakan kriminal, tapi hukumannya, cuma diasingin ke Luar Negeri, itupun hukuman dari keluarga, hidupnya masih bisa bernapas lega, masih makan mewah, masih tidur nyenyak dikasur empuk.
Corrine harusnya di penjara Thor.
ternyata Lyn anak kandung Matt...
Aku ikut bahagiaaaa....
aku suka dgn alur cerita novel ini, bagus ...tp knapa yg mampir sedikit?
antara Matt dan Jess itu bener2 krisis komunikasi, parah. Masing2 bertindak sendiri2 dan berujung salah paham.
Nikmati aja karma mu Jess
mksh thor upnya..
ayo jess lbh baik minta cerai, drpd terus disakiti...
mksh thor upnya, smoga up tiap hari
semoga kali ini Matt buka mata lebar2 kelicikan Corrine.