Senja Anjani, seorang gadis muda yang harus menjalani kehidupan penuh luka, air mata, serta cobaan hidup tidak ada habisnya.
di umurnya yang belum genap 22 tahun, ia kehilangan kesuciannya, di renggut secara paksa oleh Sagara Rahardian, yang tidak lain adalah kekasihnya.
Akibat kejadian satu malam, banyak kesalahpahaman terjadi pada perjalanan hidup mereka.
Benci dan cinta saling berebut untuk menguasai mereka.
"Sampai ragaku tak lagi bernyawa,
kebencian ku kepada mu akan tetap membara" (Senja)
Ayo...ikuti kisahnya 😍
*** hai Semuanya, mohon dukungannya ya, mohon kritik, serta sarannya 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nay'ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyerangan
Kecanggungan begitu terasa setelah mendengar celetukan sekaligus ancaman dari Hira, Sagara di buat tidak bisa menyangkal apalagi mencari pembelaan, karena faktanya memang begitu adanya. sudah hampir dua bulan usia pernikahan Sagara dan Senja, namun mereka belum memiliki kesempatan tidur hanya berdua saja, Sagara dan Senja selalu tidur berempat bersama May dan Hira.
Ketika tengah malam datang, Sagara sering mengubah posisi letak tidur, ia pasti akan mengambil kesempatan untuk memeluk serta mencium sang istri yang tengah terlelap, namun Sagara sama sekali tidak menyangka kalau salah satu anak baik Budi nya, memergoki kelakuan terpujinya itu.
Sagara segera mengambil jalan pintas, yaitu mengalihkan pembicaraan absurd sang anak. "Bunda, kalau boleh ayah tau, kali ini kenakalan apa yang sudah di perbuat oleh kakak dan adik?" dengan lembut ia bertanya kepada sang istri yang masih menatapnya dengan penuh kekesalan.
"Lihat sendiri kebawah sana, melalui jendela itu." Senja memberi tahu Sagara, jarinya menunjuk jendela kaca besar. Sagara pun mengikuti arah petunjuk dari sang istri, ketika ia sudah berdiri tepat di sisi jendela, hampir saja ia jantungan saat melihat pemandangan di bawah sana.
"May, Hira, kenakalan apa yang sedang kalian lakukan?" dengan intonasi nada rendah Sagara bertanya kepada sang putri.
"Bukan kenalan Ayah, tetapi ekpelimen telbalu kami!" May tidak terima jika percobaan mereka di sebut hal yang tidak baik.
"Eksperimen? Air kolam renang kita menjadi berwarna putih susu, serta banyak anak itik begitu, eksperimen apa yang kalian maksud?" yang Sagara lihat tadi ialah, kolam renang terbuka untuk seluruh penghuni kawasan rumah danau, kini berubah menjadi lautan air susu dan berpenghuni puluhan bahkan ratusan anak itik berwarna kuning bercampur hitam tengah berenang.
"Ayah ini, bukannya memuji anak jeniusnya. malah memarahi kami, bukannya ayah sendiri yang bilang, kalau kami boleh melakukan apa saja untuk membantu mengasah kecerdasan. yang kami lakukan sekarang adalah misi meningkatkan kepintaran kami, Yah!" dengan bangga Hira memperlihatkan hasil kreasi mereka. ia sangat gemas melihat para anak kesayangannya tengah menyelam kan kepalanya kedalam air kolam.
"Yah, jawab pertanyaan anakmu, bukan malah melototi Bunda!" Senja ikut memojokkan Sagara, ia sungguh kesal dengan kelakuan bapak beranak dua itu, yang sangat memanjakan si kembar.
Merasa tidak memiliki teman, Sagara memilih mengalah, "Coba jelaskan ke Ayah, eksperimen apa yang tengah di lakukan oleh anak jenius bin ajaibnya Ayah ini, dan darimana datangnya anak itik itu?"
Merasa mendapatkan dukungan dengan semangat menggebu May menjelaskan "Begini loh Ayah ganteng ku, kami membantu pala anak bebek lucu itu untuk menjadi glowing, maka dali itu kami sedikit nyolong tepung di gudang. telus minta tolong paman penjaga membeli 90 ekol anak bebek, sama belut sawah."
"Sekalang meleka sedang belendam, ndak lama lagi pasti meleka jadi putih, belsih, halum, lembut, dan cantik lupawan." May menyudahi sesi pembacaan beritanya, bak seorang wartawan yang sering ia lihat di televisi. di pandanginya wajah sang ayah, guna mencari pancaran takjub dan bangga akan kecerdasan mereka.
"Ohh..." hanya kalimat itu yang keluar dari mulut Sagara, ia bingung harus marah apa ketawa. Anak nya sungguh luar biasa cerdasnya.
"Kok cuma, Ohhh. Ayah gak menghargai kerja keras kami, gak Mensepsi (meng apresiasi) kepintaran kami, kami capek tau, Yah! dua hari lamanya mencari ide brilian." Hira mengharapkan kalimat pujian, tapi yang ia dapati tidak sesuai ekspektasi sama sekali.
"Iy-ya, anak-anak kesayangan ayah sangat cerdas, sangat jenius!" Segera Sagara merengkuh tubuh si kembar guna menghindari kemarahan mereka.
Begitu mendengar kalimat pujian yang di harapkan, May dan Hira memeluk erat Ayah mereka. Senja hanya menghela nafas melihat drama anak dan bapak itu.
"Sudah Dramanya. sekarang kalian turun kebawah, dan bantu para paman serta Bibi membersihkan hasil ulah kalian." perintah Senja kepada dua bocah cerdik itu.
"Ayah juga harus ikut membantu, membereskan hasil pekerjaan yang sangat luar biasa May dan Hira. karena di sini Ayah pendukung utamanya mereka. mumpung hari masih siang, buruan sana gih, kalian saling bekerjasama!" tanpa melihat ke arah sang suami, Senja bergegas meninggalkan bangunan lantai dua tersebut.
"Horree, Holle," jawab kompak Bocil banyak ulah itu, bukannya keberatan atas tugas yang di berikan Bunda mereka, sebaliknya menyambut dengan gembira.
...****************...
Dengan menggunakan baju kaos polos serta celana kolor selutut, Sagara berdiri di tepi kolam renang, ia bergidik geli melihat kepala puluhan ekor ikan belut yang menyembul di permukaan air berwarna putih susu itu, belum lagi kawanan itik kecil yang tengah bermandi ria. jangan lupakan dua bocah perempuan dengan busana baju renang ala-ala mermaid berwarna pink muda.
Sekarang air kolam renang berukuran 5 x10 meter tersebut sudah tinggal separuh saja, Sagara dan tim lainnya yang terdiri dari belasan pelayan baik wanita dan laki-laki, tengah menunggu airnya surut hingga tinggal sejengkal dari permukaan lantai dasar, baru mereka akan menangkap para hewan tak salah tempat itu.
"Ayo semangat berburunya!" tak jauh dari tepi kolam, Senja bersorak, ia sedari tadi tidak berhenti tertawa melihat anak dan suaminya kesusahan menangkap kawanan hewan yang di cemplungin May & Hira.
"Hari Sabtu sore, yang sangat menyenangkan." Agam dan Mira yang baru saja pulang dari tugas mereka, langsung di paksa iku nyemplung oleh duo kembar. seperti biasa mereka sama sekali tidak punya nyali untuk menolak.
Di tengah keseruan penghuni kawasan danau masa depan, yang kini sedang berjuang menangkap hewan percobaan Hira dan May.
Tiba...tiba, suatu hal mengerikan terjadi, suara tembakan dan tabrakan begitu nyaring terdengar. teriakan terkejut dan ketakutan para pelayan sangat jelas terdengar, Alarm tanda bahaya meraung berbunyi di seluruh kawasan danau buatan tersebut. suara bising dua buah helikopter mendekati bangunan mewah rumah utama milik pengusaha kaya raya Sagara Rahardian.
"Senja, bawa anak-anak masuk kedalam rumah!" Sagara berteriak nyaring menyadarkan sang istri dari rasa shock nya.
~ Bersambung ~
Mohon dukungannya ya kak, harap berkenan meninggalkan jejak Like, Subscribe, Vote & gift. Terimakasih 🙏
...-...
padahal ini udh aku tunggu2 up nya... 🥰🥰 kngn sm si kembar . kangn bngt sm kakek agam..🤣🥰🥰🥰😘😘😘