Putri Veronika Wijaya ia adalah seorang wanita cantik yang biasa di panggil Veronika, ia menutupi identitasnya hanya untuk bersama lelaki yang ia cintai.
Namun Veronika tidak percaya kalau lelaki yang ia cintai tega menikah lagi dengan Intan Safitri sahabatnya sendiri, pedahal ia belum mendapatkan cinta dari suaminya.
Namun tiba-tiba saja Rafa tergoda dengan kecantikan Veronika, istri pertamanya.
"Kamu ingin kita melakukan layaknya suami istri bukan? Mari kita lakukan malam ini." ucap Rafa
"Jangan gila Rafa! Aku tidak sudi memberikan tubuhku untuk lelaki sampah sepertimu!" ucap Veronika
lalu bagai mana pembalasan Veronika, apa ia masih mau bersama Rafa, atau ia memilih berpisah bersama Rafa.
Selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB. 30 Rafa pulang
Malam harinya Rafa baru pulang ke rumah dengan wajah yang di tekuk karena ia tidak sengaja melihat mobil Dandi di taman kota, membuat ia penasaran siapa wanita yang di temui Dandi.
Namun saat ia melihat dari jauh ternyata Dandi duduk bersama istrinya, bahkan ia bisa melihat senyuman istrinya sambil memakan jagung bakar.
Rafa ingin sekali melabrak mereka berdua, tapi ia takut kalau istrinya nanti akan bertambah membencinya membuat ia mengurungkan niatnya.
Apa lagi istrinya baru saja mencabut gugatan cerai yang seharusnya di laksanakan hari ini, bagi ia tidak apa-apa untuk sementara mereka berdua dekat.
Namun bukan berarti ia juga tidak cemburu, bahkan ia sangat cemburu saat melihat istrinya tersenyum ceria pada lelaki lain, apa lagi semenjak ia menikahi Intan, ia tidak pernah lagi melihat senyuman dari istrinya.
"Mas akhirnya kamu pulang!"
Intan langsung memeluk suaminya saat melihat suaminya baru saja pulang. Sedangkan Sarah yang melihat adegan itu ia berpura-pura mau muntah karena menurutnya Intan terlalu lebay.
Rafa sama sekali tidak membalas pelukan dari istri ke duanya, karena pikirannya masih terus mengingat istri pertamanya.
"Mas kenapa kamu diam saja?"
Intan bertanya sambil mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah suaminya.
"Lepas Intan, aku capek!"
Intan mendengus pelan saat suaminya memanggilnya dengan panggilan nama terus. Memang sudah lama suaminya memanggilnya dengan panggilan nama setelah mengetahui kalau ia berbohong.
"Mas dari mana saja baru pulang? Kenapa semalam Mas tidak pulang?"
"Aku capek dan aku sibuk! Jadi kamu jangan lagi bertanya tentangku!"
"Capek habis ngapain Mas?! Apa capek habis menggarap tubuh murahan itu?!"
"Tutup mulutmu Intan! Kak Vero bukan wanita murahan! Memangnya Kak Vero salah kalau selama ini mengejar cinta suaminya?! Seharusnya kamu yang berkaca kalau kamu itu wanita murahan, sudah tau Kak Rafa sudah punya istri, masih saja mau bersama Kak Rafa tanpa mempedulikan perasaan Kak Vero sahabat kamu sendiri!"
Sarah berbicara sambil menatap tajam pada Intan, ia tidak suka saat Veronika di bilang wanita murahan, terlebih seharusnya ucapan itu untuk Intan sendiri karena mau hamil bersama lelaki yang sudah punya istri.
Apa lagi lelaki itu adalah suami dari sahabatnya sendiri, kalau saja di sana tidak ada Kakak sepupunya, ia sudah ingin menjambak-jambak rambut Intan.
Rafa menghela napas kasar saat mendengar istri ke duanya mengatakan istri pertamanya murahan, ini memang bukan salah istri ke dua karena ia dulu pernah mengatakan kalau istri pertamanya wanita murahan pada istri ke duanya saat sebelum menikah.
Rafa bilang seperti itu karena istri pertamanya selalu saja mengejar-ngejar ia dan seluruh saja melakukan apa pun agar mendapat perhatian darinya, bahkan istri pertamanya pernah memakai lingerie hanya untuk mendapatkan perhatian darinya, itu kenapa ia menganggap istri pertamanya murahan.
"Jangan pernah bilang kalau menantu kesayanganku itu wanita murahan!"
Mirna berbicara sambil melipat ke dua tangannya saat mendengar ucapan dari menantu ke duanya itu bilang menantu pertamanya wanita murahan.
Belum sempat Intan menjawab ucapan dari Mama mertuanya, ia mendengar ucapan dari suaminya lagi.
"Putri bukan wanita murahan! Bagiku Putri adalah wanita terhormat!"
Setelah mengatakan itu Rafa langsung menaiki tangga meninggalkan istrinya. Sedangkan Sarah hanya tersenyum puas saat melihat Intan di abaikan oleh Kaka sepupunya.
"Mampus!" batin Sarah
"Mulut kamu itu apa tidak di ajari sopan santun oleh orang tuamu hingga kamu bilang Veronika wanita murahan?! Ingat iya Intan, Veronika itu bukan wanita murahan, Veronika itu wanita yang sangat sopan dan tau menghargai seseorang, bukan seperti kamu wanita pembohong!!"
Setelah mengatakan itu Mirna juga langsung pergi ke kamar, di sana tinggal ada Intan dan Sarah. Intan mengepalkan ke dua tangannya saat Mama mertuanya membela Veronika.
Apa lagi menurut ia semua orang di rumah itu sekarang hanya memuji Veronika, bahkan Mama mertuanya yang sangat membenci Veronika saja, tapi sekarang selalu saja membela Veronika.
"Bagai mana rasanya di abaikan oleh suami? Kalau kamu tau rasa bagai mana di abaikan suami itu tidak enak, itu rasanya sama seperti Kak Veronika yang di abaikan oleh Kak Rafa hanya untuk batuk krikil seperti kamu!"
"Diam kamu Sarah! Apa tidak bisa kamu sekali saja tidak membuat masalah padaku?!"
Intan bertanya dengan raut wajah marah, ia kesal karena Sarah selalu saja membela Veronika, terlebih di rumah itu tidak ada yang membelanya.
"Kamu jangan marah-marah terus, nanti anak kamu itu punya kekurangan karena kamu suka marah-marah terus pada orang lain!"
Intan tidak menanggapi ucapan dari Sarah, ia langsung menaiki tangga untuk menyusul suaminya yang lebih dulu masuk ke dalam kamar.
"Mas, kenapa masih saja marah padaku?"
Intan bertanya pada suaminya yang sedang membuka bajunya sambil melihat setiap inci di seluruh tubuh suaminya, ia takut kalau ada tanda kepemilikan dari Veronika, ternyata memang tidak ada sama sekali.
Intan bernafas lega karena tidak ada tanda kepemilikan, ia yakin kalau suaminya bersama Veronika masih tidak melakukan hubungan layaknya suami istri.
Rafa hanya diam saja, ia tidak menggubris pertanyaan dari istrinya yang menurut ia sama sekali tidak penting.
"Mas, sampai kapan masih diam terus?"
Rafa langsung berjalan ke arah kamar mandi untuk mandi tanpa menjawab pertanyaan dari istrinya. Intan yang melihat suaminya hanya diam ia langsung mengepalkan ke dua tangannya.
"Pasti semua ini gara-gara Veronika, makannya Mas Rafa diam saja, kenapa selalu saja Veronika yang menang, apa bagusnya Veronika coba?!" batin Intan.
Setelah sekitar 15 menit Rafa keluar dari kamar mandi, ia langsung mencari baju gantinya sendiri dengan ingatannya pada istri pertamanya.
"Mas bajunya sudah aku siapkan, tapi aku tidak tau Mas mau pakai baju yang mana aku mengambilkan Mas 3 baju berbeda."
Ucapan istri pertamanya dulu masih terdengar jelas di telinganya, sedang istri ke duanya tidak pernah menyediakan baju, ia merasa punya istri, tapi seperti lelaki single yang selalu saja melakukan apa-apa sendiri.
"Mas aku minta maaf soal kebohongan itu, aku sangat mencintai Mas dari dulu."
Intan minta maaf sambil berjalan ke arah suaminya, ini untuk pertama kalinya ia minta maaf pada suaminya.
Padahal Intan sudah ketahuan berbohong saat Veronika baru saja pergi dari rumah suaminya, tapi ia sama sekali tidak minta maaf pada suaminya.
Baru sekarang ia minta maaf saat suaminya tidak ada suara sama sekali setiap di tanya membuat ia berpura-pura minta maaf pada suaminya.
"Aku tidak butuh kata maaf dari kamu, lagi pula sekarang sudah malam lebih baik kamu segera tidur, aku tidak ingin berdebat dengan kamu."
"Kita tidur di ranjang yang sama iya Mas?"
"Tidak mau, aku tidak akan pernah lagi tidur bersama kamu, kamu seperti biasa tidur sendiri saja."
Setelah mengatakan itu Rafa langsung pergi ke ruangan kerjanya untuk tidur di sana, memang setelah tau kalau istri ke duanya berbohong, ia sudah tidak pernah lagi tidur di ranjang yang sama bersama istri ke duanya.
thorrr belajar lagi mengenal wanita berkelas itu spt apa. bnyk2 bergauj
jadi novelmu ini kyk ibu2 dipasar semua sifatnya. Menurut mu thorrr gini sifat wanita berkelas??? ENGGAK 🤣🤣🤣
dibunuh gk ada pengawal. dasar novel... serah lu thotrrr 🤣🤣
demi apapun thorrr kecewa baca karyamu
masa orang kaya tegas tidak rela diinjak-injak tapi ditampar diem aja??? atau aslinya vero agak ideot???
semangat