NovelToon NovelToon
Terjebak Pernikahan Bersama CEO

Terjebak Pernikahan Bersama CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Nikahmuda / CEO / Romansa
Popularitas:611.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: Les07

"Kalian harus menikah jika tidak, desa kami akan terkena sial" Begitulah kata para warga yang terus mendesak.

Shasa Bella Putri yang baru saja menyelesaikan pendidikannya di jenjang SMA, namun dia terpaksa menikah dengan lelaki yang tak di kenal karena terciduk berduaan di sebuah rumah kosong.

Niatnya ingin berteduh karena hujan deras, siapa sangka mala petaka terjadi. Hari itu adalah hari kesialan bagi Shasa, yang di mana kekasihnya berselingkuh di depan matanya sendiri. Dan parahnya dia berselingkuh dengan saudara tirinya sendiri.

Dan sekarang dia harus terjebak dengan pernikahan yang sangat tidak di harapkannya. Akankah dia mendapatkan akhir yang bahagia dari pernikahan ini?
Atau malah sebaliknya?.

Ikuti ceritanya yuk. "Terjebak Menikah"


IG : Lesmiyelesti_07

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Les07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

Keesokan harinya_

Tetap sama seperti kemarin, rumah kembali sepi. Entah kemana penghuninya, biasanya setiap hari pasti ada suara lengkingan dari mulut Ameera. Entah kenapa pagi hari ini terasa sangat damai, dan tidak ada istilahnya pelayan yang di pecat karena alasan tak jelas.

Karena tentunya mereka tau Ameera selalu membuat ulah dengan memecat pelayan tanpa alasan yang jelas, hingga membuat mereka kehilangan pekerjaan.

Eca mengerutkan dahi, sudah beberapa kali dia naik ke lantai tiga memanggil Shasa untuk membangunkannya, mulutnya sudah pegal berteriak dari luar pintu. Namun gadis itu belum menunjukan tanda tanda apapun keluar dari kamar.

Eca menghembus nafas lelah. "Ini sudah hampir jam dua belas siang, kenapa Shasa belum bangun?. Apa dia pingsan di dalam sana, atau terjadi sesuatu dengannya?."

Dia meremas jarinya gelisah, pasalnya Shasa biasanya tak seperti ini. Gadis itu pasti berteriak dari dalam kamar memperingatkan jangan mengganggunya atau mengatakan akan tidur sebentar lagi. Sekarang tidak terdengar apapun dari dalam, mulutnya sudah kering memanggil gadis itu.

"Kenapa kau berdiri di sini?."

Eca langsung tersentak mendengar suara bariton dari belakangnya. Seketika badannya sedikit membungkuk sebagai tanda menghormati tuannya.

Sejujurnya dia syok sekaligus takut, apa lagi Shasa belum bangun membuat tubuhnya seketika berkeringat dingin. Dia ingat dengan pesan Jaevano, bahwa Shasa harus bangun pagi, dan melakukan ritual pagi seperti mandi maupun makan.

Namun sudah tengah hari gadis itu belum menunjukkan batang hidungnya, dia takut hukuman apa yang akan pria itu berikan untuknya.

"Maaf tuan!."

Jaevano mengerutkan dahi. "Jadi apa yang kau lakukan kenapa berdiri di sini?."

Eca langsung gelagapan, apakah Jaevano tidak marah jika dia memberitahu pria itu. Pasalnya Jaevano selalu mengingatkannya untuk membuat Shasa disiplin terutama bangun pagi.

"Eh itu tuan, anu Shasa eh maksudku nyonya Shasa..." Eca merasa gugup dia bingung harus berkata apa.

"Ada apa dengan gadis itu?." tanya Jaevano dingin. Tentu saja Eca semakin merasa takut, lututnya tiba tiba merasa lemas. Sebaiknya ucapkan saja, toh bukan salah dia kan jika Shasa belum bangun.

"Itu tuan, saya sudah bolak balik sadari pagi untuk membangun kan nyonya. Namun sampai sekarang nyonya Shasa belum keluar dari kamar!." cicit Eca dengan suara rendah, dia langsung menundukkan kepala takut melihat tatapan tajam yang menyorot ke arahnya.

Tak bereaksi apapun Jaevano langsung masuk kedalam kamar ingin melihat gadis itu. Eca langsung menghela nafas lega.

"Huh selamat, hampir saja. Dasar Shasa edan, bisa bisanya dia terus bangun siang hampir membuat ku mati di cekik. Besok besok awas saja dia," gerutunya.

Jaevano menatap tajam ke arah ranjang yang kosong bahkan masih terlihat rapi tanpa ada jejak orang tidur di atasnya. Dia langsung melangkah dengan tegas meraba ranjang empuk itu.

"Dingin, kemana gadis itu?." Jaevano langsung memeriksa ruangan lainnya. Namun nihil, semuanya kosong. Di kamarnya tidak ada Cctv, bagaimana dia akan mengetahui apa yang di lakukan istrinya.

Wajahnya langsung menggelap, dia berjalan ke luar kamar dengan langkah tegas. Melihat Eca yang masih berdiri di sana ia langsung menegur.

"Kemana Shasa?."

Eca tersentak kaget saat mendengar suara yang sangat horor di telinganya. "Ah, tentu saja ada di dalam tuan!." jawab Eca sedikit menaikkan alisnya, seketika dia menunduk melihat ekspresi Jaevano yang sangat seram di matanya.

"Dia tidak ada di dalam kamar, kemana dia pergi?."

Eca merasa bingung, bagaimana bisa Shasa tidak ada di dalam kamar lantas kemana dia pergi?, tidak mungkin kan Jaevano berbohong.

"Tidak mungkin tuan, lalu kemana Shasa pergi eh maksud ku nyonya Shasa tidak mungkin pergi ke luar kan?." Eca langsung meralat ucapannya, saat mengucapkan nama Shasa tanpa embel-embel nyonya.

"Kau tidak becus!." ucap Jaevano dingin, dia melangkahkan kakinya memasuki ruang kerjanya untuk mengecek cctv.

Eca mematung saat mendengar itu, "Apakah aku akan di pecat?." tanya Eca lirih matanya seketika berkaca kaca.

"Shasa kemana kamu? Jangan membuatku dalam masalah seperti ini!." Eca merasa kacau, bagaimana bisa Shasa menghilang tiba tiba. Apakah gadis itu kabur, tapi bagaimana mungkin karena ia sangat tau keamanan mansion ini sangat ketat seekor tikus saja masih di tangkap oleh penjaga.

Di sisi lain gadis yang hampir menggemparkan seisi mansion, baru saja melompat dari pagar setinggi tiga meter memasuki pekarangan rumah.

Setinggi tiga meter, tinggi badan Shasa saja hanya 149cm bagaimana bisa dia melakukannya jika bukan memakai tangga, pasalnya tangga sama sekali tidak ada. Orang dewasa pun tidak akan mempercayai itu,

lantas bagaimana bisa gadis itu melakukannya?

"Hufftt, melelahkan sekali!." gerutunya.

Penampilan Shasa sangat kacau saat ini, wajahnya terlihat kusut dengan rambut yang sedikit acak acakan. Beruntung dia menggunakan pakaian hitam tadi malam, jika tidak dapat di pastikan banyak noda di tertinggal bajunya.

"Kejadian macam apa ini?." Shasa sedikit bingung dan merasa terguncang, banyak sekali benang merah yang kusut dan sekarang dia terjebak di dalam benang merah itu.

Tentu saja Shasa merasa bingung mendapatkan dua kejadian tak terduga, dan tak pernah ia sangka tadi malam. Dan hampir saja nyawanya berada di ujung tanduk, dapat di pastikan hari ini nyawanya sudah melayang dan dirinya berada di alam baka.

Namun entah kenapa tiba tiba orang itu melepaskannya dengan mudah, hanya karena dia menjawab beberapa pertanyaan yang tidak ada sangkut pautnya sedikitpun.

#POV

"Siapa kamu?." sebuah belati bermata tajam, terpampang jelas tengah berada di leher Shasa. Gadis itu menahan nafasnya.

"Gawat kenapa aku bisa ketahuan, tamatlah riwayatku!." batinnya seraya memejamkan mata, jika dia mati hari ini sumpah nggak papa dia rela jika bertemu dengan ibunya lebih awal.

"Cepatlah bunuh aku jangan main drama seperti di dalam film." pinta Shasa dengan penuh penekanan, dia menahan nafas saat belati itu siap menancap di lehernya.

"Beraninya kamu menyusup ke sini, katakan siapa yang menyuruhmu?." ucap seorang pria ia menekan belakang mata belati guna mengancam gadis itu.

"Ck, aku tidak di suruh siapapun dan aku datang sendiri ke sini." Shasa berusaha mengatur nafasnya agar tetap tenang, jika ia panik maka dapat di pastikan situasinya akan lebih sulit.

"Tuan lebih baik kita bawa saja dia ke hadapan nyonya!." usul anak buahnya.

Pria itu mengangguk, "Jalan." geramnya mendorong gadis itu, entah bagaimana bisa sampai ke markas mereka ia tidak tau.

"Sabar dikit kenapa?." desis Shasa mulai kesal.

Sesampainya di sebuah ruangan Shasa langsung di dorong kuat hingga terjerembab ke lantai yang dingin. "Argh." erangan terdengar dari mulut Shasa, dia mengutuk pria itu karena telah mendorongnya.

"Ssttt." Shasa mendesis pelan mengangkat sikunya yang terluka.

"Nyonya ada seorang gadis menyusup ke markas kita, takutnya dia adalah seorang mata mata." ucap pria itu melapor.

Seorang wanita memakai topeng yang menutupi sebelah wajahnya berbalik badan, matanya menyipit melihat seorang gadis yang tengah bersimpuh di lantai.

Dia melangkah pelan, lalu berjongkok di hadapan gadis itu. Tangannya mencengkram dagu gadis itu agar menghadap ke arahnya, namun detik kemudian matanya melotot tajam melepaskan cengkraman tangannya begitu saja.

"Siapa kamu?." tegasnya.

"Anda perlu tau siapa saya." cetus Shasa datar, matanya menatap berani ke arah wanita yang memakai topeng di hadapannya.

"Nyonya...." seorang pria maju ke depan, bersiap untuk menampar gadis yang telah berani berbicara lancang di hadapan bosnya.

Wanita itu mengangkat tangan agar tak ikut campur, "Siapa nama ibumu?."

Shasa mengerutkan dahinya, apa yang wanita itu maksud? Dia tertangkap karena telah memasuki kawasan mereka, bukannya di hukum tapi dengan anehnya wanita itu menanyakan siapa nama ibunya.

"Apa maksudmu?." Shasa menatap tajam wanita itu, dia mulai bersikap waspada.

"Katakan saja nama ibumu." tegasnya sekali lagi, ia menatap lekat mana seorang gadis yang mulai berdiri.

"Saya tidak akan mengatakannya." ungkap Shasa sinis, seraya berdiri angkuh.

"Kau yakin tidak ingin mengatakannya?." serunya dingin, dia memberikan kode kepada anak buahnya. Mereka langsung mengerti, mencengkram kuat kedua tangan gadis itu memborgol tangannya di belakang sebuah kayu yang menjulang.

"Hey apa yang ingin kalian lakukan?." pekik Shasa mulai panik.

"Aku hanya memintamu menjawab, jangan salahkan aku jika bertindak kejam." ucapnya mencengkram erat rahang Shasa.

"Katakan, atau belati kesayangan ku ini menusuk ke dadamu." tegasnya seraya menekan ujung melati tepat di area dadanya.

Shasa semakin panik, jantungnya berdetak cepat tidak lucu jika nyawanya melayang sekarang. Bahkan masih banyak hal yang perlu ia lakukan, sialan dia benci berada di situasi ini.

"Katakan."

Di dalam keputusasaan nya tanpa pikir panjang ia menjawab, "Bella."

"Lepaskan dia, biarkan dia pergi." wanita itu menarik belatinya, dia langsung melangkah pergi meninggalkan ruang itu.

Tentu saja anak buahnya keheranan, begitupun dengan Shasa dia tak kalah heran sekaligus bingung. Kenapa dia di lepaskan dengan mudahnya?.

#POV

"Sangat aneh, padahal aku sudah memasuki markas mereka sejauh itu. Dan mengapa orang itu melepaskan ku dengan mudah, sebenarnya siapa dia? apa dia mengenalku?." monolognya mengingat sosok yang mengenakan topeng menutupi setengah wajahnya, tadi malam.

"Entah lah, semuanya masih terlihat kelabu." Shasa menghela nafas pelan.

"Kenapa rumah ini besar sekali, mau ke pintu saja jaraknya 1 kilo meter." gerutunya kesal.

Setelah beberapa menit berjalan, Shasa tiba di pintu belakang yang menghadap taman.

"Dari mana saja kamu?."

Suara bariton itu langsung mengejutkannya, membuat Shasa langsung memegang dadanya yang seketika berdetak kencang. Dia meneguk ludahnya kasar, tamatlah riwayatnya.

_To Be Continue_

1
reza indrayana
kenapa kisah ini ibarat hilang tengelam Thor..., nunggu Upnya lama bangeetTt...
kenapa hidup Shas & Jaevano begitu menyedihkan sichh.., sudah cukup penderitaan mereka berdua akibat ulah dari orang2 yang serakah..
Pertemukan Shasa dengan JaeVano serta kedua anaknya agar penderitaan selama 6 Tahun bisa terobati dengan kebersamaan dalam keluarga yang seharusnya Memnag hidup bersama..😥😥💙💛💙😘😘😘
reza indrayana
lanjutannya juga bikin dredeg nichh..
reza indrayana
lama menunggu lanjutan Thor..
Samapi harus baca dr awal walau sebagian ada yg di lewati nichh.. lupa kisah awalnya shsa dn jaevano l.. 💙💛💙😘😘😘
Kasandra Kasandra
lanjut double up... up tiap hari lah
Kasandra Kasandra
lama banget ndak up
reza indrayana
kenapa selama 6 Tahun Shasa tidak ada kabar.. 🤔🤔🤔😥😥😥
reza indrayana
bikin hati nangis dengan keadaan Jae Vano & Dirga dan perjalanan kisah keluarganya .. 😥😥😥
reza indrayana
bikin penasaran aja..
reza indrayana
😥😥😥 jadi menyedihkan begini...
reza indrayana
sebenarnya makin seru ni h.., tapi kenapa tidak ada yg comant... 🤔🤔🤔😥😥😥
reza indrayana
kenap tidak ada yg comant .. 🤔🤔🤔
reza indrayana
😷😷😷
reza indrayana
mau coMant bagaimana lagi kalau alur cerita sudah bikin sesak di dada... 😥😥😥
reza indrayana
no coMant dh.. 😷😷😷
reza indrayana
males bacanya kalau endingnya penuh dengan derita... 😡😡😡
reza indrayana
bagaimna mau coMant kalau alurnya sudah begini... 😥😥😥🤦🏻‍♀️🤦‍♀️🤦🏻‍♀️
reza indrayana
Katanya seorang Queen tapi kenapa Shasa kalah dengan fitnahan receh tanpa cari tahu dulu.., mestinya waktu penyerangan dengan mudah Shasa menghubungi anggota Gank seribu bayangan.., ini malah tidak ada yang muncul satupun dari anggotanya dan kabar Jaevanopun Shasa tidak mencari tahu yang sebenarnya... 🤦🏻‍♀️🤦‍♀️🤦🏻‍♀️
reza indrayana
apa Shasa akan percaya dengan semua peristiwa yangenimpa JaeVano... 🤔🤔
reza indrayana
ini yang sangat di benci oleh para readers.., sudah tahu kalau cerita ini tidak di sukai kenapa masih di sisihkan... 😡😡😡
reza indrayana
bagaimana jadinya kalau sudah begini nichh... 😥😥😥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!