NovelToon NovelToon
Genderuwo (Suami Ghoib Sang Ronggeng)

Genderuwo (Suami Ghoib Sang Ronggeng)

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Horor / Pembunuhan / Romansa Fantasi-Non-Human / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Niti Susanti

Irma Sukma Ayu adalah penari termashur di desanya. Dia gadis cantik dengan sejuta pesona, penampilannya di atas panggung selalu ditunggu dan dinanti para penggemarnya.

Irma adalah gadis cantik yang anggun, tutur bahasanya lemah lembut dan sangat ayu. Sehingga ia menjadi kesayangan seorang Juragan Muda bernama Tama Sutha Jaya, sang pemimpin group ronggeng tempat Irma menari.

Namun, kisah cinta mereka tidaklah berjalan mulus. Irma yang ayu ternyata dicintai oleh makhluk tak kasatmata juga. Laki-laki itu harus bersaing secara sengit demi membebaskan Irma dari pengaruh sang Raja Jin penguasa hutan larangan yang memang sudah lama mengincar Irma sejak dia masih bayi merah.

Lantas bagaimana kisah mereka, dan ada Misteri apa yang tersimpan dari seorang penari ronggeng dari Desa Renggong ini? Yuk, Cekidot!

***

Don't forget, Gais!
Like, komen, love and givenya, ya

Thank you😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niti Susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Hari ini, di mana Danu Aji merasa siap dengan segala persiapannya, kini dia berpamitan kepada Ki Agung Kusumo--bapaknya. Dia akan pergi bermaksud menemui Irma di rumahnya untuk

memastikan keadaan gadis itu.

Danu Aji mengendarai sepedah motor melewati jalan bebatuan, hingga sampai di sebuah rumah yang dulu di tempati oleh Irma. Danu Aji turun dari kendaraan roda duanya, ia mengamati bangunan yang sudah tak terurus itu seperti rumah yang sudah tidak ditinggali manusia lagi.

"Den, cari siapa?" Suara seorang wanita paruh baya mengangetkan Danu Aji yang tengah asik mengamati rumah kosong itu.

Danu Aji menoleh pada sang Ibu. "Saya cari orang yang tinggal di sini, Mbok," sahutnya seraya menghampiri wanita paruh baya itu.

"Ooh, neng Irma ya, Den?" tanya Wanita itu memastikan.

"Iya, Mbok, apa Mbok tahu di mana dia? Kenapa rumahnya seperti kosong?" tanya Danu Aji penasaran.

"Neng Irma sudah setahun setengah ini pindah ke kampung lain, Den," jawab wanita tua itu.

"Apa?" Danu Aji terkejut. "Ke mana Irma pindah, Mbok?" lanjutnya bertanya.

"Entahlah, Den. Warga di sini pun tidak pernah tahu ke mana neng Itma pindah, yang pasti neng Irma pindah sangat jauh dari desa ini, Den," jawab wanita itu menjelaskan.

"Ya Allah, apa lagi ini?" keluh Danu Aji gusar. "Baiklah, Mbok, terima kasih infonya ya, Mbok," ucap Danu Aji seraya tersenyum penuh hormat.

"Sama-sama, Den, mbok pergi dulu," sahut wanita paruh baya itu seraya pergi.

Danu Aji masih mengamati rumah Irma yang kosong itu, melihat dari atas sampe bawah, melihat ke kiri dan ke kanan, melihat pohon besar di samping rumah Itma yang sejak dulu memang sudah ada di sana. Umur pohon itu mungkin sudah puluhan tahun, sebelum Irma lahir pun pohon itu sudah berdiri tegak di sana.

Merasa tidak ada petunjuk kepergian Irma, Danu Aji memutuskan untuk meninggalkan tempat itu, baru saja ia berbalik badan, tapi telinganya menangkap suatu suara.

"Haaahaha!"

"Hihihihihi!"

"Ayo kejar aku weeeekk!"

"Sini kamu hey ...."

"Hahahahaha!"

"Hihihihi!"

"Hahahahahahaa!"

"Hahahahaha!"

Danu Aji berbalik kembali, ia kembali mengamati rumah kosong itu lagi.

"Suara anak-anak, anak siapa?" gumam Danu Aji. "Sepertinya dari dalam rumah ini," terkanya seraya melangkah pelan menghampiri pintu rumah.

"Hahahahahaha!"

"Hihihihi!"

Suara itu masih terdengar jelas di telinga Danu Aji, pria itu pun sampai di pintu rumah, ia mencari celah agar bisa mengintip keadaan di dalam rumah itu. Lama ia meraba-raba pintu, hingga jendela di rumah itu dan akhirnya ia mendapatkan celah.

Sebuah lubang kecil di pintu kayu itu, segera Danu Aji mendekatkan wajahnya ke permukaan pintu yang berlubang itu, mencoba untuk mengintip.

"Anak-anak siapa mereka?" batin Danu Aji merasa terkejut, karena ia melihat sosok anak-anak di dalam rumah itu, tidak hanya satu, tapi sekitar sepuluh anak-anak, laki-laki dan perempuan.

Anak laki-laki tidak menggunakan baju, cuma mengenakan celana terbuat dari kain yang di lilitkan berbentuk celana dan yang perempuan menggunakan setelan baju dan rok selutut mereka juga menggunakan kain warna putih yang hanya diikatkan ke tubuh mereka, tanpa jahitan ataupun model, ya seperti itu saja hanya menutupi tubuh mereka.

Danu Aji masih mengamati anak-anak itu, mereka tengah bermain, ada yang saling kejar-kejaran, ada yang hanya duduk-duduk, ada juga yang hanya melihat teman-temannya bermain, ada juga yang sedang bermain boneka yang terbuat dari kain. Di tengah mengamati, kaki Danu Aji seketika bergeser dan menginjak ranting pohon kering yang jatuh dari pohon besar di samping rumah, ia sendiri terkejut dengan suara ranting yang patah.

Danu Aji melihat kakinya yang menginjak ranting, lalu kembali mengintip, tapi ia terkejut saat kembali mengintip ke dalam.

"Ke mana anak-anak itu? Ke mana perginya mereka?" gumam Danu Aji seraya masih mengintip keadaan di dalam rumah.

Zeeeeppp!

Sosok anak laki-laki muncul, bermata hitam dan berwajah pucat memandang ke arah Danu Aji mengintip, seakan tahu kalau ada seseorang di luar.

Danu Aji terkejut. "Astagfirullahaladzim ternyata mereka bukanlah anak-anak manusia, mereka jin. Rumah kosong ini dijadikan rumah mereka," ucap Danu Aji seraya menjauhkan diri dari pintu, lalu ia bergegas melangkahkan kakinya menjauhi rumah kosong itu dan menaiki kendaraan roda duanya.

Danu Aji segera menjalankan kendaraannya dan pergi. Di sepanjang jalan ia terus memikirkan di mana Irma tinggal sekarang, di mana ia harus mencari petunjuk akan keberadaan gadis itu, hingga tanpa sadar ia mengendarai sepeda motornya bukan ke arah ia pulang, tapi ke tempat lain.

"Bukankah itu rumah juragan Tama?" gumam Danu Aji, saat melihat bangunan yang paling besar di desa itu, ia menghentikan kendaraannya dan mematikan mesin lalu melangkahkan kakinya menuju pintu rumah besar itu.

Tok! Tok! Tok!

"Permisi, permisi!"

Tok! Tok! Tok!

Danu Aji terus mengetuk pintu hingga seseorang di dalam membukakan pintu.

"Ya, siapa yah? Aden siapa, cari siapa?" tanya eorang wanita paruh baya yang membukakan pintu.

"Mbok, saya Danu Aji. Apa juragan Tama ada, Mbok? tanya Danu Aji memperkenalkan diri. Mbok Sumini hanya memperhatikan Danu Aji dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas. "Mbok, Mbok ..." panggil Danu Aji saat wanita paruh baya itu hanya memperhatikannya.

"Eh, iya iya, Den, maaf. Emang Aden siapanya aden juragan? Ada apa mencarinya?" tanya Mbok Sumini masih di depan pintu, bertanya-tanya apa maksud kedatangan laki-laki ini menanyakan majikan mudanya.

"Ah, tidak ada maksud apa-apa kok, Mbok, saya hanya ingin sekedar bertemu, karena sudah lama sekali kami tidak berjumpa," jawab Danu Aji seraya tersenyum, tapi Mbok Sumini masih tidak yakin pada Danu Aji.

"Maaf, Den, sebaiknya Aden pulang saja, den juragan sedang tidak bisa diganggu," kata Mbok Sumini merasa tidak suka dengan kedatangan Danu Aji, ia takut Danu Aji mengetahui keadaan juragan mudanya yang menyedihkan.

"Begitu ya, Mbok, kalau begitu saya pulang dulu ya, Mbok. Maaf sudah mengganggu dan salam buat juragan Tama ya, Mbok," sahut Danu Aji seraya tersenyum.

"Iya, Den, ya sudah saya masuk ya, Den, permisi." Mbok Sumini langsung menutup pintu rumah itu tanpa menunggu Danu Aji pergi lebih dulu.

Danu Aji merasa ada yang aneh dari gelagat pembantu rumah juragan Tama, seperti ada yang dirahasiakan, tapi apa itu Danu Aji tidak mau terlalu ikut campur. Danu Aji lalu segera menaiki kendaraannya, ia ingin pulang dan bertanya sesuatu pada Ki Agung Kusumo--bapaknya.

#Flash back off

1
wibowo kuncoro
istimewa novelnya kak..
Murni Banty
biar fisik tak sempurna asal tidak menduakan allah.. kata yang menyentuh
Murni Banty
menarik alurnya... semangat berkarya
sip
Erni Cahaya Nst
lanjut thorbsmangaat
SEKIAN
kasoihan tama.d kambing hitamkan ma gendruwo.
Moga ajj darah yg d hisap gk sampe ketelen ma tama.dibuang s3mua
bahasa " kmu" kadang jadi "kau".
kayak logat batak ajj ya.
Apa athor nya rang medan ya????
aq hadir lngsng komplen 😁😁
aneh.
tadi terdengar suara rintihan ratna kesakitan waktu dukun nya mo tiba.
lah saat mo lahiran malah teriakanny gak kedengaran sampe luar karna ruangan d kasih peredam suara.klo cerita jaman segitu.apa ya udah ada redam suara.🤦‍♀️🤦‍♀️
New Monica
👍
Reindraina Kasih
Smpe tuntas g nih cerita ny, aku suka bc novel" horror d noveltoon tp ya gt g prnh mpe tuntas jln cerita ny, jd gemes mlulu. Kan pngen tau ending ny
Dyah Norolastida
thor sblm di up tolong dicek lg dong udh bnr apa blm,,,jd gk bnyk kesalahan ya...
NityShu: Maaf, Kak. Othornya masih belajar nulis😗🙏
total 1 replies
Oh Dewi
Ceritanya seru kaya novel yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu
Luce Bayak
mewek deh akyu
Luce Bayak
kok aku jadi sedih🥺😭
Luce Bayak
kang danu nya kemana ya
Cie_PieT3
Kira2 nasib para jomblo pas baca bab ini gmn ya?? 😅😅
Aayu Wahyuni
aku dari riau setia menunggu thor.. salam kenal yaa
Idawindiyatiman
baru tau mau cantik lewat wowo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!