NovelToon NovelToon
Love Sign

Love Sign

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:101.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nurwahidah Bi

Teruntuk kau yang terlambat mengatakan cinta.

Aku di sini, di tempat tanda cinta berada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurwahidah Bi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29: Encounter

Jin Hee sesekali memerhatikan Min Joon yang masih setia berdiri tegak di bawah payungnya. Tak nyaman memang melihat seseorang yang berharga, tidak, pernah berharga. Namun, tak bisa terjangkau lagi.

Jin Hee menyadari sesuatu dan lekas berdiri menghampiri Shin Soo Na yang sedang duduk bersistirahat di sisi pintu, menuju ruang yang disebut ‘wilayah khusus pekerja’.

Jin Hee yakin bahwa Ji Yeon tak pernah datang, dan sosok pria itulah yang menggantikannya. Shin Soo Na memutuskan menceritakan bahwa lima menit setelah kepergian Jin Hee dan setelah meninggalkan memo.

Park Min Joon memaksa untuk meminta memo itu, dengan izin Ji Yeon yang tentu saja didapatkannya dengan cara curang. Min Joon pun berhasil mendapatkan waktu pertemuan pribadi Jin Hee dan Ji Yeon.

“Jadi pria di balik jendela sana yang melakukan semua ini 'kan?” tanya Jin Hee yang berbuah anggukan ringan dari Shin Soo Na. “Park Min Joon hah …,” geram Jin Hee kesal.

“Nona!” panggil Yoon meminta perhatiannya.

“Apa?”  teriak Jin Hee tak ingin diganggu.

“Lihat!” seru Yoon menunjuk pada arah Min Joon yang berdiri di tengah salju yang mulai kembali turun, butir air sebelumnya mulai membeku lagi. Tanpa jaket, juga tanpa payung yang melindungi sebelumnya.

“Apa yang dia lakukan?” sinis Jin Hee kaget melihat Min Joon tampil ekstrim melepas payungnya.

“Nona di luar sangat dingin.” Yoon masih berusaha membujuk Jin Hee untuk menemui Min Joon agar tak kebasahan.

“Lalu?” ucapnya dingin. Sebeku cuaca hari itu.

“Nona!” Yoon menjadi kesal. Kepalanya tak lelah menengok ke arah jendela.

“Kita pergi saja,” paksa Jin Hee tiba-tiba.

“Kak!” rayu Yoon mencoba meluluhkan Jin Hee.

Tapi,sayang Jin Hee terlalu tegar untuk diberi rayuan receh seperti itu. Jin Hee pun mencoba merampas kunci mobil dari tangan Yoon, namun kecepatan atlet taekwondo itu tak bisa dikalahkaan Jin Hee.

Mereka berdua pun akhirnya pergi keluar, melewati tubuh Min Joon yang kedingingan.

“Jin Hee!” panggilnya begitu melihat Jin Hee yang akan segera memasuki mobil. “Lim Jin Hee!” teriaknya lagi membuat langkah Jin Hee tertahan.

Jin Hee terdiam, perlahan menoleh dan melihat Min Joon dengan tatapan asing. Tatapan yang semakin lama semakin tak disukai Min Joon. Tatapan merendahkan.

Namun, Jin Hee lekas masuk ke dalam mobil, mengabaikan kicauan kesedihan yang terus memanggil. Min Joon pun melupakan tatapan aneh Jin Hee.

***

Jin Hee masih terdiam saat mobil mulai berjalan, Yoon mengendarai mobil dengan hati-hati, tak ingin mengacaukan keheningan ini.

“Berhenti!” teriaknya tiba-tiba.

“Ada apa?” Yoon panik mendengar suara itu.

“Apa sebaiknya aku menemuinya dulu?” tanya Jin Hee menoleh ke belakang dengan deruan napas yang terdengar sesak.

“Tentu saja, bukankah kau bilang akan menyelesaikan semuanya dan mengembalikan benda ini,” jawab Yoon tersenyum. Sembari memberikan kotak cincin kepda Jin Hee

“Baiklah.” Yoon dengan senang hati memundurkan mobilnya beberapa meter setelah mendengar ucapan ringan Jin Hee.

Jin Hee pun menghampiri pria yang sedikit basah dan tertunduk dengan wajah yang beku. Dia membawa payung untuk diberikan pada Min Joon, sepayung bersama begitu mengejutkan bagi Min Joon.

Berharap ini seperti cerita pada film dan drama, saat di mana pria dalam film mendapatkan kesempatan bahkan sedikit pelukan. Membuat Min Joon berani mengangkat kepala, tersenyum bahagia dan hendak memeluk Jin Hee karena rindu yang sudah terikat, rasanya Min Joon ingin segera berhamburan menuju pelukan hangat wanita yang dicintainya.

Sepasang tangan menyentuh dada bidang Min Joon, menolak pergerakan tiba-tiba saat hendak memeluknya. Membuat Min Joon sedikit malu dengan sikap yang terkesan tak sopan.

“Kau basah!” seru Jin Hee mendorong sedikit tubuh Min Joon yang hendak memeluk.

“Maafkan aku …,” ucapnya datar.

Min Joon menarik lengan Jin Hee dan membantingkan badan tegapnya ke arah wanita yang hampir goyah itu. Wajah Jin Hee membentur dada Min Joon, terdengar bahwa irama itu masih sama. Irama jantung keduanya masih berdegup kencang. Min Joon memejamkan mata berharap bahwa wanita yang dipeluknya kini adalah kenyataan.

“Aku bilang lepaskan!” bentak Jin Hee menatap Min Joon, yang akhirnya melepas pelukannya.

“Terima kasih,” ucap Min Joon memegang pundak Jin Hee dan menatapnya penuh kerinduan.

“Jangan terlalu senang,” tandasnya.

“Terima kasih karena kau baik-baik saja selama ini.”

“Aku hanya ingin mengembalikan ini,” ujarnya tanpa tersenyum. Sambil memberikan kotak kecil yang tadi ada di saku mantelnya. Jemari kecil Jin Hee menyentuh tangan Min Joon, meletakkan kotak Pandora di sana dan tenggelam dalam hangatnya genggaman tangan Jin Hee.

“Jin Hee.”

“Dan memberikan ini juga” lanjutnya melepaskan syal hijau yang ada di leher, lantas memakaikannya kepada Min Joon. Membuat dua kepala anak manusia ini saling berhadapan di bawah payung hitam dan ringannya salju yang mulai kembali mereda.

Mata mereka saling berpaut dalam kerinduan, bahkan Min Joon tak berkedip selama sepersekian detik. Hanya untuk menikmati mata cokelat Jin Hee, Jin Hee tersadar dan memalingkan wajah.

“Jin Hee,” panggilnya menatap Jin Hee yang menoleh ke sisi kiri.

“Tolong pergilah dari hidupku!” singkat Jin Hee pasti.

“Lim Jin Hee, maafkan aku. Maafkan ayahku.”

“Tidak perlu minta maaf! Setelah membukanya kita akan lihat kau masih bisa minta maaf atas nama ayahmu atau mengingkarinya? Atau mungkin?” tambahnya merasa tertekan saat melirik kotak kecil di tangan kanan Min Joon itu.

“Jin Hee ....”

“Ah sudahlah, aku pergi!” ucap Jin Hee berlari kecil tanpa menoleh dan meninggalkan Min Joon dalam kesendirian dalam proses menelaah tujuan kalimat yang keluar dari bibir mungil itu.

***

Jin Hee terus saja menggenggam tangan sambil menahan air bening di pelupuk mata, yang semakin lama entah kenapa semakin berat. Tak tertahan, air mata itu mengalir penuh kepiluan. Yoon mendengar isakan tangis, hanya terus menelan tenggorokan sendiri dan mencoba tetap fokus menyetir.

Isakkan Jin Hee perlahan terdengar seperti raungan tertahan. Hatinya begitu merindukan Min Joon namun, di sisi lain dia mulai membenci orang itu. Tak tahan, Yoon memutuskan menghentikan Mobil dan turun dari mobil, memberikan waktu sejenak untuk Jin Hee menangisi penyesalan.

“Keluarkanlah semuanya Nona,” sarannya menutup pintu mobil dan berdiri di bawah pohon besar di tepi jalan. “Selama mengenalmu, aku tidak pernah melihatmu seperti ini. Keluarkan saja!” gumam Yoon saat mendengar isak tangis Jin Hee.

Berhasil. Jin Hee mulai menangis dengan keras, bahkan seperti tangisan anak kecil. Betapa pilu dan menyesakkan bagi Yoon untuk mendengarkan suara tangis Jin Hee, yang juga telah membuatnya berhasil menitikkan air mata.

***

Bersambung

*Hai, semuanya. Assalamualaikum.

Kak Bi mau mengucapkan terima kasih kepada pembaca setia Love Sign ya. Terima kasih atas like, komentar, vote dan dukungnannya. Terima kasih sudah membantu Love Sign untuk tumbuh perlahan-lahan.

Tokoh dalam cerita ini hanyalah fiksi, visualisasi karakter yang ada hanyalah pemanis bagi orang-orang yang kesulitan membayangkan tokoh dalam cerita dan juga hasil reqeust-an beberapa pembaca.

Jangan lupa untuk tinggalkan Like, Komentar, Voting poin biar bisa masuk ranking, Voting Koin biar bisa nambah penghasilan Author, biar bisa lebih semangat berkarya. Daaan, share cerita Love Sign ke teman-teman Kpopers dan K-drama Lovers-mu ya.

Oh iya, selamat datang untuk pembaca yang baru bergabung usai mendapati Love Sign di Daftar Cewek Impian.

Terima kasih*.

1
Eka Suryati
Wanita yang tetap memiliki sisi lembut dan feminim
Eka Suryati
Sepeetinya seru
cerita yg menarik karena kekuatannya ada pada kata2 yg indah
Eka Suryati
Kata2nya puitis
Oshin
cerita yg unik
Nada Cika Cika
.......
Jalanyang Luruss
Masih berharap ada extra partnya sayang author sibuk banget yak kayanya
Kak Mira Diki
ceritanya bagus ya, rapi banget
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Sukma Wati
Kak bi.......
Dewi Suci
Next
Dewi Suci
Helo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!