Mimpi dan cita-cita harus terbang begitu saja bagai layangan putus, saat pujaan hati mengatakan jika sedang hamil. Lalu bagaimana bisa Elza bertanggung jawab atas semua yang terjadi, sedangkan keduanya masih berstatus siswa SMA. Menikah adalah solusi terakhir yang diambil kedua belah pihak keluarga setelah kehamilan tersebut diungkap oleh pihak sekolah.
Lantas, mampukah Elza dan istrinya mengarungi bahtera rumah tangga di usia yang sangat muda ini? Mampukah mereka menjadi orang tua yang baik untuk anaknya nanti? Atau justru mereka gagal menjadi orang tua karena masih terlalu muda?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tie tik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Undangan Dari Besan
Suasana di dalam ruang tamu menjadi canggung karena keempat orang yang ada di sana tak ada yang berbicara. Arifah hanya bisa menumpahkan air mata sambil memeluk putri bungsu yang sudah lama tak ditemuinya itu. Sebenarnya sudah lama Arifah ingin sekali bertemu dengan Yollanda, tetapi keangkuhan dan sifat keras kepala Budiono membuatnya harus menahan semua siksaan batin. Hanya kabar dari Naura lah yang membuat Arifah merasa tenang.
"Hari ini Mama sangat bahagia karena bisa bertemu denganmu, La," gumam Arifah dengan suara bergetar.
"Eemmm, aku pun begitu," jawab singkat Yollanda. Dia bingung harus menjawab bagaimana, "Mama kok tahu aku tinggal di sini?" Yollanda melempar pertanyaan kepada ibunya.
"Kakakmu yang memberikan alamat rumah ini," jawab wanita paruh baya itu.
Sementara Budiono hanya diam saja sambil menatap anak dan istrinya. Tak sedikitpun dia menatap Elzayin karena hatinya masih dipenuhi dengan gengsi. Pria paruh baya itu sedang menahan malu atas semua yang terjadi.
"La, aku mau ke belakang dulu," pamit Elzayin sebelum meninggalkan ruang tamu.
Putra sulung Benny itu membuka pintu kamar untuk memastikan Rizhan masih tertidur pulas di atas tempat tidur. Lantas, dia pergi ke dapur untuk membuatkan minuman sebagai bentuk penghormatan kepada tamunya. Dia tak henti tersenyum karena dugaannya benar terjadi. Budiono akhirnya menjilat ludah sendiri.
"Dasar matre! Setelah tahu siapa Papa, ternyata mau datang mencari Olla. Kemana saja selama setahun ini? Apa mereka gak ingat bagaimana mereka pergi saat bertemu Olla di depot pecel. Ck." gerutu Elzayin seraya mengaduk teh hangat untuk mertuanya.
Tak lama setelah itu, dia kembali ke ruang tamu dengan membawa nampan berisi dua cangkir teh. Meski membenci kedua orang tua yang ada di hadapannya itu, Elzayin tetap menunjukkan sikap yang baik kepada mereka. "Silahkan diminum dulu," ucapnya sebelum duduk di samping Yollanda.
"Terima kasih, Nak," ucap Arifah dengan diiringi senyum tipis.
Elzayin hanya menyimak pembicaraan Yollanda dan ibunya. Sesekali Elzayin melirik Budiono karena ingin tahu bagaimana ekspresi wajah kaku mertuanya itu. Ingin sekali Elzayin menertawakan langsung pria paruh baya yang tak jauh dari tempatnya saat ini. Akan tetapi perasaan itu ditahannya demi penghormatan kepada tamu.
"Mama datang ke sini karena ingin mengundang kamu dan suamimu hadir dalam acara tasyakuran umroh di rumah. Mama sangat berharap kalian datang. Acaranya hari sabtu depan," ucap Arifah seraya menatap Yollanda dan Elzayin bergantian.
"Alhamdulillah." Yollanda tersenyum lebar setelah tahu jika orangtuanya berangkat ke tanah suci untuk ke sekian kalinya. "Bagaimana, El?" tanya Yollanda seraya menatap Elzayin.
"Ya, kami pasti datang," jawab Elzayin seraya tersenyum simpul.
"Oh ya, apa Nak Elza mau mengantar kami ke rumah orangtua Nak Elza? Kami juga ingin mengundang mereka juga," tanya Arifah seraya menatap menantunya.
"Bisa. Kalau begitu kami siap-siap dulu," pamit Elzayin sebelum meninggalkan ruang tamu.
Yollanda terlihat sangat bahagia setelah tahu jika orangtuanya luluh dan bersedia menerimanya lagi. Senyum bahagia terus mengembang dari kedua sudut bibirnya. Dia sangat antusias karena dua keluarga yang sempat berseteru, pada akhirnya akan kembali bersatu.
"Kamu dan Rizhan naik mobil saja bersama mamamu. Aku mau membawa motor sendiri," ucap Elzayin sebelum mereka berangkat ke rumah Benny dan Fina, "jangan memaksaku, Olla!" ujar Elzayin saat Yollanda memaksa untuk satu mobil dengan kedua orang tuanya.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
Budiono dan Arifah tercengang setelah berada di kediaman besannya. Mereka tidak menyangka jika selama ini memiliki besan orang berada. Bahkan, rumahnya saja tidak sebanding dengan rumah yang mereka datangi saat ini. Rasa malu tentu semakin memenuhi diri tatkala teringat bagaimana sikap dirinya saat Benny datang melamar Yollanda. Keduanya hanya bisa menyesal karena tidak mau mendengar cerita yang pernah disampaikan oleh Naura kala itu.
"Monggo, Pak, Bu. Sambil dicicipi kuenya. Maaf ya, kami tidak menyiapkan apapun karena kami tidak tahu kalau Bapak dan Ibu akan datang," ucap Fina dengan sikap yang sangat ramah.
Sementara Benny hanya diam saja karena bingung harus bersikap bagaimana di depan orang yang pernah merendahkan putranya. Dia tidak bisa bersikap seperti Fina, layaknya tidak pernah terjadi apapun selama ini. Beberapa kali dia berusaha memulai pembicaraan, tetapi diurungkan karena belum mendapat bahan untuk mulai pembahasan.
"Maaf jika kedatangan kami mengganggu waktu istirahat Bapak dan Ibu. Kami datang ke sini hanya untuk mengundang Bapak dan Ibu ke acara tasyakuran umroh sabtu depan." Akhirnya Arifah memulai pembicaraan. Jujur saja dia merasa canggung berhadapan dengan orangtua Elzayin.
"Ah iya. Kami harap Bapak dan Ibu hadir dalam acara kami." Akhirnya Budiono mengeluarkan suaranya setelah mendapat kode dari istrinya.
"Jika tidak ada halangan insyallah kami akan hadir, Pak, Bu," jawab Fina dengan diiringi senyum yang manis, "Ya 'kan Pa?" Fina beralih menatap suaminya.
Sementara Benny terlihat kikuk saat menangkap kode dari tatapan mata istrinya. Dia terpaksa mengembangkan senyum sambil menatap besannya, "insyaallah kami hadir," gumam Benny. Suasana di sana pun cukup canggung karena mereka bingung harus membahas apa. Keretakan hubungan membuat mereka kehilangan pembahasan. Pada akhirnya, Budiono dan Arifah pun pamit pulang mengingat waktu semakin malam.
"Ya, kamu pulang dulu saja sama Mama. Aku masih ingin di sini sebentar. Ada yang harus aku bicarakan," ucap Elzayin saat Yollanda meminta izin pulang dengan diantar kedua orangtuanya.
Ketiga orang yang ada di teras rumah menghela napas panjang setelah mobil Budiono hilang dari pandangan. Mereka saling pandang setelah melewati situasi yang tidak menguntungkan bagi mereka.
"El, kok bisa mereka tiba-tiba datang? Kesambet apa mertuamu itu?" tanya Fina seraya berkacak pinggang di hadapan Elzayin.
"Ih, Mama kok gitu sih! Tadi aja ramah banget! Sekarang ngomongnya begitu?" Elzayin menggoda ibu sambungnya itu.
"Ya, karena mereka tamu di rumah kita. Maka dari itu kita wajib bersikap ramah dan menghormati. Kalau untuk masalah yang pernah terjadi, tentu Mama masih ingat bagaimana mereka memperlakukanmu," cerocos Fina sambil menepuk bahu putranya, "ada apa sih sebenarnya, Pa?" tanya Fina seraya menatap Benny.
Pada akhirnya Benny menceritakan kejadian saat di pabrik. Tentu hal ini membuat Fina tersenyum smirk karena tahu jika besannya sangat matrealistis. Dia tidak menyangka saja jika yang putranya tidak diterima Budiono karena ketidaktahuan perkara harta.
"Pokoknya ya, Pa! Besok belikan Elza mobil baru! Kalau gak punya uang, ambil saja tabungan Mama! Elza harus punya mobil sendiri saat datang ke rumah si matre itu! Biar mereka tahu kalau Elza itu bukan pria sembarang!" ujar Fina sambil berkacak pinggang. Wanita yang biasa dengan kesederhanaan, kini sedang menunjukkan taringnya.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
eh kita udah berteman pa belum yah, lupa lupa inget 🤭✌lop sekebon terong ❤❤
tak perlu di sesali tapi anggap sebagai pendewasaan diri.
happy end.
Elza Yolanda Rizhan ❤❤
Semangat buat othor,,sehat selalu
Bertanggung jawab pada keluarga..
Menempuh pendidikan tanpa mengabaikan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga
dari kisah Elza Yola byk hal yg bisa dipelajari
terutama utk para org tua 😍🙏
sehat dan sukses slalu thor..ditunggu karya selanjutnya 🥰🥰
Terkadang kita sebagai orang tua akan lebih sakit saat putra putri kita di sakiti orang lain..
semua tak lepas dari Bu Fina sebagai pendamping 🥰🥰
keluarga P Ben - b Fina mmg the best lah 😍😍😍
tapi si emak fina wajar sih msh dongkol.. anaknya dihina, disepelekan..jadi kapan lagi bisa balas tu hinaan 🤭😂😂✌️
Balas dendam terbaik memang dengan sukses
Salut...Salut banget malah..