"Abang suka Ngga sama poni Cantika,,?"
"Suka,, Cantika jadi lebih cantik"
"Abang Fatir juga ganteng,nanti kalau kita sudah besar mau ngga Abang jadi pacar Cantika"
"Kita kan masih kecil Cantika,kenapa ngomongnya pacar pacar sih"
"Kan Cantika bilangnya kalau sudah besar,Abang mau ngga,,?"
"Kalau Sudah besar Abang Mau,,"
"Abang janji,,"Sambil Cantika mengarahkan jari kelingking.
"Janji,,"Fatir mengaitkan jarinya ke jari Kelingking Cantika.
Janji yang sudah di ucap oleh Cantika Dan Fatir,tapi itu hanya janji anak kecil yang ada di pikiran seorang Pria tampan dan sukses Bernama Muhamad Fatir Pamuji,tapi tidak dengan gadis cantik bernama Cantika Ajeng Rengganis.
Bagi Cantika janji itu tetap dia ingat dan harus di tepati,akankah janji itu bisa membuat mereka bersatu,,karena Fatir sudah mempunyai kekasih dan akan menikah,kita ikuti aja cerita mereka yuk,,,semoga suka...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tuti yuningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ke Belanda
Hari hari berlalu,Fatir Akhirnya bisa jalan,cuman belum sepenuhnya sembuh,kalau jalan terlalu lama atau jauh Fatir masih merasa nyeri.
Fatir sudah merencanakan menyusul Anita di Belanda,Cantika sedang galau antara mau ikut ke Belanda atau tidak.
Cantika sebenarnya ingin menemani Fatir tapi ada rasa ngga enak,karena Cantika tau kalau dirinya salah telah menyukai calon suami orang.
Tapi kalau Fatir tidak di temani,Cantika juga khuatir,Mamah Vivi dan Papah Akbar sebenarnya ngga setuju kalau Fatir langsung akan pergi ke Belanda,karena kondisi Fatir yang baru sembuh takut kenapa kenapa di sana,tapi Fatir meyakinkan mereka kalau dirinya akan baik baik saja.
Mamah Vivi menelfon Cantika dan meminta tolong untuk menemani Fatir ke Belanda,Cantika pun tidak bisa menolak karena Mamah Vivi sampai memohon.
Akhirnya Cantika pun mau dan akan ikut mengantar Fatir ke Belanda untuk menemui Anita,Fatir langsung senang saat tau Cantika mau ikut.
Cantika dan Fatir lalu meminta izin ke orang tua Cantika bersama sama, Papah Frengki dan Mamah Jihan pun mengizinkan,tapi tidak boleh lama lama.
"Iya Om Tante,,Fatir sama Cantika hanya 5 hari di sana,setelah itu akan pulang kesini lagi,"
"Ingat ya Fatir,apa pun yang akan terjadi di sana,Om titip Cantika,dia adalah hidup Om,anak satu satunya Om,jadi kamu harus menjaganya dengan baik,"
"Siap Om,, Saya akan menjaga Cantika ,kita akan pulang bersama kesini lagi dengan baik baik saja,"
"Bagus,,dan itu harus,kapan kalian akan pergi,?"
"Lusa Om,saya mau urus paspor dulu,"
"Iya,,itu penting,ya sudah kalau gitu saya mau istirahat dulu,ayo Mah kita istirahat,"
"Iya Pah,,sayang,,Fatir,,kita istirahat dulu yah,"
"Iya Mah,,"
"Iya Tante,,"
Sekarang tinggal Cantika dan Fatir saja berdua,"Bang ,,Abang sudah kasih tau Anita kan kalau Abang mau datang"
"Iya ,Aku sudah bilang,dan Anita akan menjemput kita di Bandara nanti,"
"Oh syukur lah kalau begitu,ya udah Bang kita istirahat yuk,ini sudah malam,"
"Iya,,ayo kita istirahat,"
Akhirnya hari di mana Fatir dan Cantika akan berangkat menuju Belanda pun tiba,mereka akan menempuh perjalanan kurang lebih 6 jam menuju Belanda menggunakan pesawat terbang,(Maaf kl salah dalam berapa jam perjalanan di pesawat)
Papah Frengki mengantarkan keduanya sampai Bandara,Papah langsung pulang saat keduanya sudah masuk ke dalam Bandara.
Fatir sudah duduk di dalam pesawat bersama Cantika,Cantika sangat menjaga kesehatan Fatir,kaki Fatir yang baru sembuh di olesinnya dengan salep agar terasa hangat di dalam pesawat.
Pesawat sudah mengudara menuju Belanda,sampai di Belanda ternyata yang menjemput Fatir dan Cantika buka Anita,melainkan orang suruhannya.
"Kenapa bukan Anita yang menjemput,?"Tanya Fatir kepada orang yang menjemput,orang itu membawa tulisan nama Fatir dan asalnya,jadi Fatir langsung mendekatinya,(Ceritanya mereka bicara pakai bahasa Inggris yah)
"Nona Anita sedang ada acara, Saya di suruh menjemput dan akan mengantar kalian menuju apartemen nona Anita,"
"Oh seperti itu,baiklah,mari kita pergi,"
Orang yang menjemput membawakan kopernya,sedang Cantika menggandeng Fatir,Fatir sudah terlihat menahan sakit.
Cantika bawa tongkat lipat tapi ada di dalam Koper,jadi susah untuk mengambilnya,Cantika bawa untuk jaga jaga.
Sampai di apartemen Anita,Cantika dan Fatir langsung istirahat , Keduanya sangat kagum dengan apartemen Anita yang cukup bagus dan besar.
Cantika menyuruh Fatir untuk duduk,Cantika akan mengolesi kaki Fatir dengan salep agar kakinya tidak sakit.
Fatir duduk sedang Cantika jongkok,lalu Cantika mengusapi kaki Fatir dengan telaten sambil di pijitinnya.
Anita datang dan saat buka pintu Anita melihat Cantika yang sedang memijat.
"Anita,,,"Fatir menengok dan tersenyum saat melihat Anita yang datang,Cantika juga melihat ke Anita.
"Hai Mas,,maaf nunggu lama yah,,"Anita mendekati Fatir ,Cantika lalu bangun dan berdiri.
Anita langsung memeluk Fatir,dan menciumi pipinya di depan Cantika.Anita sudah tau ada Cantika karena Fatir sudah memberi taunya kalau Cantika ikut.
Anita yang tau kalau Cantika suka sama Fatir sebenarnya ngga suka kalau Cantika Ikut ke apartemen nya,tapi Fatir yang bilang kalau Cantika menemani dan menjaganya Anita akhirnya membolehkan Cantika ikut.
Anita ingin memanasi manasi Cantika dengan memeluk dan menciumi Fatir,Anita duduk di dekat Fatir dan tangan keduanya saling genggam.
"Gimana Mas keadaan Mas,sudah sembuh kan,,?"
"Sudah,,Mas sudah bisa jalan,"
"Syukurlah Anita ikut senang,,Mas sudah makan belum,?"
"Belum,,"
"Ya udah Anita buatkan makanan dulu yah,,Cantika ayo bantu saya masak biar cepat,"Cantika hanya mengangguk.
"Saya ganti baju dulu sebentar,"Anita masuk kamar dan ganti baju.
"Abang mau tetap di sini apa mau pindah ke kamar,?"
"Aku di sini aja ngga papa,,kamu dari tadi belum istirahat pasti capek yah,"
"Ngga Kok Bang,Saya ngga capek,"
Anita keluar dari kamarnya,lalu mengajak Cantika ke dapur.
Di dapur Anita justru yang menyuruh Cantika untuk memasak semuanya,"Ini kamu masak semuanya yah,Aku mau buat teh hangat untuk Mas Fatir,,"Cantika hanya jawab iya.
Setelah teh hangat jadi Anita membawanya ke Fatir,"Mas,,ini Anita buatkan teh hangat,"
"Makasih,,"Anita lalu duduk di samping Fatir.
Anita mengajak Fatir mengobrol ,Fatir juga tidak sadar kalau ternyata Cantika di dapur sedang masak sendiri.
Satu jam kemudian masakan Cantika sudah matang dan siap di meja,Cantika lalu memanggil Fatir dan Anita.
"Makanan sudah siap,ayo di makan selagi hangat,"kata Cantika dan Fatir baru tersadar kalau Cantika masak sendirian.
"Oh sudah siap yah,ayo Mas kita makan,,"Fatir menatap Cantika dan Cantika hanya diam,padahal mata mereka bertemu.
Anita langsung menggandeng tangan Fatir dan berjalan menuju meja makan,Anita yang meladeni Fatir setelah itu Anita mengajak makan.
"Ayo Mas kita makan,kita cobain masakan Cantika seperti apa,,enak atau ngga,"
"Tadi kenapa kamu ngga bantu Cantika masak,bukanya kamu yang tadi ngajakin masak bareng,"
"Kan tadi Anita ngobrol sama Mas,Mas yang ngajakin Anita ngobrol,jadi Anita ya ngga bantu Cantika masak,udah ayo makan ,Mas sudah lapar kan,bukanya itu memang tugas Cantika di ajak kesini untuk menjaga dan menemani Mas,jadi ya harus siapkan makan juga buat Mas,"
"Iya,,tapi Cantika ,,"
"Bang,,sudah kita makan saja,kalau dingin nanti ngga enak loh,"Belum sempat Fatir selesai bicara Cantika sudah memotongnya.
Fatir Akhirnya diam,ketiganya makan bersama,"Enak juga masakan kamu Cantika,iya kan Mas,,"
"Iya,,memang Cantika pintar memasak,Mas aja tiap hari di masakin makanan yang enak enak,,"
Cantika tersenyum di dalam hatinya saat di puji Fatir depan Anita,Sedang Anita terlihat tidak suka.
"Di sini kan kamar dua,nanti Mas tidur sama Anita yah,kita kan sudah tunangan dan mau nikah,jadi ngga papa kan,,,?"
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...