Tidak ada kisah Cinta di dunia ini yang seindah kisah novel..
Tidak ada yang tahu.. Seperti apa dan bagaimana proses masa depan kita terjadi..
Namun ada juga beberapa kisah yang serupa dengan kisah di novel..
Karena beberapa kisah novel memang pernah terjadi di dunia nyata..
"Kadang sesuatu yang kita lihat tidak sesuai dengan kenyataan.
Kebencian yang terlalu dalam ini membuatku terjatuh.
Tapi memang begitu kenyataannya laki-laki itu menyebalkan dan aku muak melihat tingkah gilanya itu, dasar laki-laki aneh dia!
Jika bisa saat itu juga aku mematahkan lehernya. Tapi, aku tidak bisa melakukannya. Karena aku...."
_Shica Mahali_
"Jangan dilihat dari luar. Maka kau akan semakin penasaran dengan apa yang ada didalamnya.
Aku menyesal telah menyakiti perasaannya.
Aku tidak mengira kalau ini buah dari kesalahanku.
Maafkan aku, boleh aku mengenalmu lebih jauh lagi?
Tapi aku......"
_Raihan Alfarizi_
PERINGATAN!!!
17+
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucu Irna Marhamah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30
"... Masa lalu tidak seharusnya mengganggu masa depan.. Namun kesalahan di masa lalu sering membuatmu terjebak di masa kini.. "
***
Raihan dan teman sekelasnya sedang berlatih voli untuk menghadapi ajang perlombaan.
Regar dan temannya memasuki lapangan. Salah satu teman Regar mendorong teman Raihan.
Raihan menautkan alisnya.
"Maaf kak.. Tapi kami sedang berlatih untuk melawan SMA Nusantara " kata salah satu teman Raihan.
"Kalian pikir untuk apa aku dan team ku datang kemari? Tentu saja untuk melatih kalian.. Aku kan kapten voli saat ini" kata Regar dengan tatapan tertuju pada Raihan.
"Raihan.. Kau belum jadi kapten voli sebelum aku dan teamku menyelesaikan ujian nasional" kata Regar.
"Morgan.. Ricky.. James.. Reza.. Faried.. Siap ke posisi" kata Regar.
Team Regar pun mengambil posisi.
Morgan menjadi tosser. Karena Morgan memang ahlinya.
Sementara Regar yang menjadi kapten memilih posisi tengah di barisan belakang.
Raihan menautkan alisnya. "Ayo kita ambil posisi " kata Raihan.
Team Raihan terdiri dari Rangga, Dion, Alfin, Feri, Refan.
Sementara Devin dan Galang duduk di sisi lapangan. Mereka cadangan team Raihan.
Raihan memilih posisi yang sama seperti Regar yaitu di tengah di barisan belakang dan Rangga ahli strategi menjadi tosser sesuai formasi.
Priiiiiitttttt
Voli di mulai. Team Regar begitu kuat. Mereka memukul bola dengan sangat kuat. Dan bola jatuh di team Raihan.
Team Raihan saling pandang. Raihan menautkan alisnya.
"Kalian mau mempermalukan SMA ini heh? Pukulan kalian itu seperti anak perempuan " ledek Morgan.
Regar tertawa. "Ayolah Raihan.. Mana kemampuanmu? " tanya Regar.
"Sudahlah.. Mulai besok kalian pakai rok dan make up saja" kata Faried dan langsung mendapat sambutan tawa dari team Regar.
"Raihan.. Mereka hanya ingin membuat kita kesal saja.. Kita tidak boleh terpancing " bisik Rangga.
"Aku tahu" jawab Raihan.
"Raihan.. Apa kita akan tetap melawan mereka? " tanya Dion.
"Kita bisa melawan mereka.. Aku tahu seperti apa teknik Regar.. Karena dia senior ku waktu di SMP" jawab Raihan.
Wasit meniup peluit.
Reza melakukan servis. bola melewati net..
Raihan menerima dan membaginya pada Rangga.
Rangga kembali membagi bola pada Raihan. Raihan lompat dan melakukan smash.
Team Regar lompat dan melakukan blocking.
Bola jatuh di team Raihan. Raihan segera menyelamatkan bola dan berhasil melewati net.
Regar menerima bola dan membagi pada Morgan.
Morgan kembali membagi pada Regar. Regar melakukan smash dengan keras dan mengenai wajah Alfin.
Alfin terpundur.
"Curang.. Mereka memukul bola mengarah ke wajah team kita" geram Devin.
"Alfin! " Raihan dan Rangga berteriak berbarengan.
Rangga menyelamatkan bola dan membaginya pada Raihan.
Raihan mencari posisi kosong. Dia melakukan smash dengan cukup keras.
Namun James mendapatkan bola dan membagi nya pada Morgan. Morgan membagi pada Regar.
Regar melakukan smash dan mengenai wajah Refan.
"Shit!! " maki Refan.
Bola jatuh di team Raihan.
Raihan menghampiri Alfin sementara Rangga menghampiri Refan.
"Jika tidak kuat, kita jangan lawan mereka.. Kita mundur saja" kata Raihan.
"Kita sudah di remehkan.. Kita tidak boleh mundur" kata Refan sambil menyentuh pipinya yang terasa berdenyut.
"Refan benar.. Raihan.. Mereka mungkin memang hebat dan senior kita.. Tapi bagaimana pun juga, kita harus mengalahkan mereka" kata Rangga.
"Sial.. Kita harus waspada" geram Alfin.
"Apa kalian masih sanggup? " tanya wasit.
"Apa aku boleh melempar sesuatu ke wajah wasit itu? " gerutu Alfin.
"Tenangkan dirimu, Alfin.. Ayo" kata Raihan sambil membantu Alfin berdiri.
"Aku ingin memukul bola ke wajah kapten sialan itu" geram Refan dengan tatapan kesal tertuju pada Regar.
Regar tersenyum sinis.
Team Raihan ambil posisi.
"Masih mau melawan ya? " ledek James.
Wasit meniup peluit.
James melakukan servis dengan passing atas. Bola melesat melewati net.
Alfin menerima bola dan membagi pada Rangga. Rangga membagi pada Raihan.
Raihan melompat dan akan melakukan smash.
Team terdepan Regar melompat untuk melakukan blocking.
Namun Raihan tidak melakukan smash, dia melakukan set up.
Regar tertipu. Bola jatuh ke posisi kosong.
"Haa!!! " teriak team Raihan berbarengan.
"Shit! " geram Regar.
"Dia memanipulasi kita" geram Morgan.
"Ini tidak akan terjadi lagi" geram Regar.
"Setidaknya ucapkan selamat untuk adik iparmu" kata Refan pada Regar.
Regar menautkan alisnya. "Apa maksudmu? " tanya Regar dengan nada dingin.
"Kapten kami, Raihan.. Dia calon adik iparmu kan? " kata Refan dengan senyuman sinisnya.
Raihan melirik Refan. "Jangan buat dia semakin marah" kata Raihan pada Refan.
"Biarkan saja.. Kalau Shica disini, dia juga pasti akan mendukungmu di banding kakaknya sendiri " kata Refan.
Regar menautkan alisnya kesal. Morgan menyentuh bahu Regar.
"Mereka hanya ingin memancing emosimu.. " bisik Morgan.
Regar dan Raihan saling menatap dengan tajam.
Wasit meniup peluit.
Alfin melakukan servis. James menerima bola kemudian membagi pada Morgan.
Morgan membagi pada Regar. Regar melompat dan melakukan smash.
Feri menerima bola kemudian membagi pada Rangga.
Rangga membagi pada Raihan. Raihan lompat dan melakukan smash.
Morgan melakukan blocking tapi Rangga tidak mau kalah. Dia lompat dan terjadi pukulan yang berbarengan antara Morgan dan Rangga.
Pukulan yang sama-sama kuat sehingga bola nya memantul dan melambung ke atas.
"Raihan! " seru Rangga.
"Regar!!! " seru Morgan.
Raihan dan Regar melompat dan melakukan smash namun pukulan berbarengan terulang kembali.
Terdengar suara keras dari bola yang di gabred begitu kerasnya.
Regar dan Raihan saling menatap dengan tajam. Bolanya kempes dan jatuh di wilayah team Regar.
Wasit melongo.
"Kau belum menang, skor 2-2 kau belum bisa meninggalkan lapangan ini" kata Regar geram.
Raihan menautkan alisnya tajam. "Sebenarnya kau mau apa? Kenapa kau mengganggu latihan kami? " tanya Raihan geram.
"Aku sudah bilang mau melatih kalian kan" kata Regar sambil tersenyum dan memiringkan kepalanya.
"Tapi apa yang kau lakukan tadi.. Bukan melatih.. Kau seperti mau menghabisi kami" kata Raihan.
Regar menautkan alisnya. "Itu juga tujuanku" kata Regar sambil menyeringai dingin.
"Kami berlatih untuk SMA ini.. Kau juga siswa di SMA ini, tapi kenapa kau malah melakukan ini? " tanya Raihan kesal.
"Masalahnya aku benci padamu. Sangat membencimu" geram Regar.
Raihan tersenyum sinis. "Apa ini masih masalah Shica? " tanya Raihan.
"Ini masalah Rania.. Katakan padaku.. Apa yang terjadi padanya setelah hari itu? " tanya Regar geram.
Raihan menautkan alisnya.
"Dimana kau menyembunyikan Rania? " geram Regar.
"Lalu.. Sampai saat ini kenapa aku tidak bisa menemukannya? " sambung Regar.
"Kau tidak akan pernah bisa menemukan Rania.. Dia sudah tidak bisa bertemu denganmu lagi " kata Raihan.
Regar menautkan alisnya. "Laki-laki macam apa kau.. Memiliki Rania dan mau memiliki adikku juga.. Apa kau tidak punya malu? " geram Regar.
"Aku tidak memiliki siapa pun.. Aku juga tidak ingin memiliki siapa pun.. Rania temanku.. Dan Shica juga temanku.. Aku menyayangi Rania sebagai sahabat.. Dan Shica.. " Raihan tidak melanjutkan kata-katanya karena Regar menarik bagian depan kaos Raihan.
"Aku tahu isi kepalamu.. Kita lihat saja sampai kapan kau akan percaya diri! " geram Regar kemudian kembali ke posisi.
Raihan juga kembali ke posisi.
Namun wasit tidak kunjung meniup peluit.
"Woy! Kami sudah siap! Ada apa denganmu! " gerutu Alfin pada wasit.
"Berhubung bola nya rusak, pertandingan ini selesai saja ya" kata wasit.
Morgan yang memegang bola menghela napas berat.
"Permainan selesai "
By
_Ucu Irna Marhamah_
Sicha sebenar tidak pernah mencintai reynaldi, dengan jelas dia menunjukkan dia masih mencintai pria lain didepan suaminya, hak reynaldi tidak dia berikan tapi saat reynaldi mengambil paksa sicha berkoar sebagai korban, tapi pada satu jadi istri raihan dia senang hati beri hak raihan selalu bermeraan dengan raihan
Sicha tidak layan untuk reynaldi seharusnya reynaldi bisa dapat wanita yang lebih menghargainya