Cinta Marsha
Deskripsi
“Alga-Alga , kenapa Alga jahat banget sama Malsha , Alga kan tau kalau Malsha enggak suka sama cicak ,tapi ini ahhh Alga ” rengek Marsha sembari mengibaskan-ngibas kan rok pendek nya yang di tempelin cicak oleh Arga . Arga terkikik , “Siapa suluh kamu enggak mau jadi istli aku , kan aku udah lamal kamu” sahut Arga . “Enggak mau lah kita kan masih kecil” Marsha Adelina , gadis cantik nan lembut , harus memendam perasaan nya sedari dulu kepada seorang sahabat nya , Argantara Kusuma , bad boy tampan . Marsha selalu melindungi Arga dari segala kenakalan remaja nya , pria tampan itu selalu membuat ulah , “Kamu akan Mami hukum Arga , kamu sudah berani balapan liar , ! ” pekik Mami Reta- Mami Arga . Arga menggeleng kan kepala nya , “Enggak Mi , Arga tadi kerja kelompok kok di rumah Marsha , Arga ketiduran Mi , tanya deh sama Marsha , iya kan sha !!” Arga mengedipkan sebelah mata nya menyuruh Marsha untuk mengiyakan perkataan nya . Marsha yang faham langsung tersenyum
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia And'Marian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30
"Van Lo tau dari mana Marsha di culik?" Tanya Tristan sembari menyetir mobil milik nya ,
Kavandra menatap lurus ke depan "Dari Reni ! Tadi dia nelpon gue . Dan gue udah bisa nebak siapa pelaku nya" ucap Kavandra .
Tristan melirik sebentar ke arah Kavandra , lalu fokus kembali lagi ke arah jalanan . Tristan lalu menghela nafas nya kasar . "Van, maaf . Ini semua salah gue" lirih Tristan . Nafas nya tercekat .
"Bukan salah Lo . Tapi Nathan"
"Nathan kakak gue , dan Nesya--"
"Adik Lo "
Tristan nyaris ngerem mendadak, mendengar perkataan dari Kavandra .
"Lo ta-- tau?"
Terkekeh miris , Kavandra menghela nafas nya panjang . "Gue tau semua nya ."
"Apa aja yang Lo tau ?" Tanya Tristan melajukan mobil nya lagi ,
"Nesya adik nya Nathan . Itu yang gue tau dulu . Gue sebenernya enggak tau kalau Lo punya hubungan sama mereka berdua . Tapi setelah Nathan nabrak gue dan buat gue nyaris mati . Gue tau semua nya " ucap Kavandra .
"Van gue --"
"Gak penting kita ngomongin ini . Ada hal yang lebih penting lagi . Yaitu Marsha ... Orang yang sama-sama kita sayang .,"
Deg
Jantung Tristan berdetak kencang ketika Kavandra mengatakan hal tersebut .
"Lo enggak usah kaget Tris ! Gue kan udah bilang , gue tau semua nya.. termasuk perasaan yang Lo pendam selama ini buat Marsha " ucap Kavandra yang tau tentang isi pikiran dai Tristan .
"Sorry . Gue cuman enggak mau Lo sakit hati Van"
"Gue tau ! Tapi pada kenyataannya gue bakalan sakit hati juga " lirih Kavandra , membuang nafas nya kasar . Sesak -- itu pasti . Itu yang Kavandra rasakan saat sekarang ini dan kedepannya .
"Dan setelah kita berhasil selamatin Marsha . Gue mau , kasih tau Lo sesuatu yang mungkin bakalan buat Lo syok . Tapi ini adalah jawaban dari sakit nya adik Lo " ucap Kavandra lagi .
Tristan menautkan sebelah alis nya . Emang ada rahasia apa yang diri nya tidak ketahui tentang sang adik yang mendapatkan penyakit nya seperti itu .
"Bukan karena Lo ?" Tanya Tristan yang tau dari Nathan jika Nesya adik nya sakit akibat ulah Kavandra yang membuly nya habis-habisan . Dan itu membuat Tristan marah bahkan berniat akan menghancurkan hidup Kavandra . Namun ketika lama berteman dengan Kavandra , hati Tristan melunak , diri nya tersadar sedikit , tapi hasutan dari Nathan selalu membuat nya tidak sanggup melupakan dendam tersebut .
"Lo bakalan tau nanti " ucap Kavandra .
Tristan tidak menyahut . Diri nya masih memikirkan kejutan apa yang akan di dapatkan nya nanti ...
___oOo__
"Pak , beneran di sini ?" Tanya Arga yang sudah sampai di tempat bapak ojol mengantarkan Marsha tadi .
Sang bapak ojol mengangguk kan kepala nya. "Bener , saya nurunin adek nya di sini . Habis itu saya balik terus Mas ." Ucap sang bapak ojol .
Arga berdecak kesal . "Kenapa bapak enggak nungguin dulu ?" Tanya Arga .
"Saya tadi buru-buru mas , saya mau buang air besar . Jadi nya saya enggak bisa nungguin adek nya ."
"Arggg" Arga menjambak rambut nya frustasi .
"Oke , bapak di sini dulu . Saya mau jalan ke sana cari calon istri saya dulu . Nanti saya tambahin ongkos nya yang banyak deh buat bapak " ucap Arga .
Sang bapak ojol mengangguk , tersenyum sumringah .
Arga lalu melangkah kan kaki nya menyusuri jalan tersebut , mencari keberadaan Marsha , ataupun sebuah petunjuk . Tapi nyatanya jalanan itu cukup sepi , tidak ada seseorang pun yang lewat di sana .
Arga terus menyusuri jalanan sepi tersebut , mencoba terus mencari keberadaan Marsha .
Hingga dua puluh menit lama nya Arga mencari , namun Arga belum sama sekali mendapatkan keberadaan Marsha atau pun petunjuk sama sekali .
"Sha !! Kamu dimana ?" Teriak Arga frustasi .
"Arggh , sialan , " umpat Arga menendang-nendang batu yang ada di pinggir jalanan tersebut .
Arga menjatuhkan tubuh nya di pinggiran jalan , memejamkan kedua bola mata nya , rasa nya sesak sekali . Baru diri nya ingin memulai hubungan dengan Marsha , tapi kini gadis nya menghilang tanpa jejak sama sekali .
"Gue cinta sama Lo " lirih Arga . Nafas nya tercekat , sampai bulir bening jatuh di pipi nya .
"Sha , sekali aja Lo denger gue . Gue cinta sama Lo Sha . Gue mau Lo . Gue janji gue bakalan lupain kejadian di masa lalu . Gue -- gue bakal ngelakuin apa pun demi Lo Sha "
Arga membuka kedua bola mata nya , menyeka air mata yang ada di pipi nya , lalu hendak beranjak berdiri . Namun suatu benda yang tergeletak di aspal langsung membuat Arga membulat kan kedua bola mata nya , mengepalkan kedua tangan nya , Arga memungut benda tersebut lalu berlalu dari sana .
____
"Ga , sorry , tadi bapak ojol nya ganti ban dulu gue jadi nya --- " Revan mengeryitkan sebelah alis nya ketika melihat wajah Arga yang sudah memerah .
"Ga , Lo kenapa ?"
"Kita ke gudang tua tempat Nathan " ucap Arga .
Revan tersentak . "Ga --"
"Enggak banyak waktu Van , nyawa Marsha dalam bahaya " desis Arga .
"Pak , jalan " ucap Arga naik ke motor bapak ojol , lalu bapak ojol melajukan sepeda motor nya .
Revan menghembuskan nafas nya kasar , naik ke sepeda motor bapak ojol lalu menepuk pundak nya . "Pak , ikutin lagi" ucap nya .
"Asiaaap" bapak ojol langsung menarik gas nya. Siap selalu membawa kemana pun Revan , karena bonus yang di janjikan pria itu .
___oOo___
"Lepasin aku " teriak Marsha sambil mencoba melepaskan tali yang mengikat kedua tangan nya .
"Tolong - tolong ... "
Nathan terkekeh , "teriak terus , enggak bakalan ada yang dengerin Lo " ucap Nathan .
"Lepasin aku kak Nathan "
"Kalau gue enggak mau gimana ?" Tanya Nathan dengan seringai nya .
"Kak , aku salah apa ?"
"Lo enggak salah Sha , yang salah itu Kavandra dan Arga " ucap Nathan .
"Kak , aku mohon , ini cuman salah paham "
Nathan terkekeh . Lalu mendekat ke arah Marsha , mencengkram kuat rahang Marsha membuat Marsha meringis kesakitan .
"Apa ? Gue enggak salah denger? Lo bilang salah paham ?"
"Sa---skit"
Melepas kan cengkraman dengan kasar . Nathan lalu menatap tajam ke arah Marsha . "Lo tau , apa akibat perbuatan Kavandra ? Nesya !!! Nesya , adik gue gila !!!" Teriak Nathan
"Dan Lo harus nanggung semua nya ." Sambung nya lagi .
Marsha langsung menggeleng kan kepala nya ..
"Kak --"
"Masuk !" Ucap Nathan kepada seseorang .
Lalu seorang pria masuk .
Marsha menatap pria tersebut , lalu mata nya berbinar .
"Joy , tolongin aku " ucap Marsha .
Joyfen tersenyum miring , "gue bakalan tolongin Lo Sha . Gue bakal buat Lo enggak jadi bahan rebutan lagi . " Ucap Joyfen ambigu .
"Joy--"
Seeet
Joyfen mengeluarkan sebilah pisau , lalu mengangkat nya ke atas .
Marsha membulat kan kedua bola mata nya . "Joy ---"
"Lo bakalan mati Sha !!! Dan ini buat Nesya " teriak Joyfen , lalu mengarah kan pisau tersebut ke arah perut Marsha
Dan
Blesshhh
"Arhhhhhh"
"Marsha !!!"