Mikhayla Lyandra Alexandra & Mikhael John Smith
Playboy akut dipertemukan dengan Playgirl bar-bar lewat perjodohan kuno yang direncakan oleh kedua orangtuanya.
Bagaimana jadinya seorang Mikhael, si Playboy narsis memiliki hubungan sehidup semati dengan Mikhayla, si Playgirl penyuka tebar pesona?
Hidup bersama membuat keduanya terbiasa sampai hadirnya sebuah konflik yang mengharuskan mereka berpisah.
Mampukah Mikhael hidup tanpa si centil Mikhayla?
Dan mampu jugakah Mikhayla hidup tanpa adanya si Playboy kesayangan?
Jawabannya hanya ada saat kau selesai membaca😀🤣
_-_
Dalam Tahapan Revisi!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reva As, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecelakaan & Kecurigaan
"Huhhh.....!!"Seru semua orang ramai kala pertandingan antara kedua sekolah resmi dibuka dan akan segera berlangsung beberapa menit lagi.
Tim Willy yang merupakan tuan rumahpun sudah berkumpul di area lapangan.Mereka menatap sinis dan remeh tim Reza yang berada di hadapannya,dengan Willy dan Reza sebagai kapten dari masing-masing kelompok.
Willy terus saja menatap Reza tajam tanpa henti,sementara Reza yang tak tahu apa-apa hanya mengangkat sebelah alisnya bingung.
Tak mau ambil pusing,akhirnya iapun memulai permainannya tanpa memperdulikan arti dari tatapan seorang willy padanya.
"Huh....Ayo wil!!!Willy....!!"
"Huh..... Go go go!!bawa kejuaraan tahun ini...!"
"Ayo za ayo,,,Reza Reza!"
Sorakan demi serakan terus mereka lontarkan untuk mendukung sang idola basket.Yang tentunya membuat suasana menjadi semakin ramai dengan para pemain yang semakin semangat dibuatnya.Terutama Reza
Mikhayla yang duduk di antara Mikhael dan elly hanya menatap dan memperhatikan Reza yang sedang bermain dalam diam.
Pasalnya,kini ada Mikhael sang suami di sampingnya.Apalagi mengingat janjinya yang tidak akan melibatkan segala hal tentang Reza saat ia bersamanya.
Mata mikhayla terus saja memancarkan kebahagiaan kala melihat sang kekasih yang terus-menerus mencetak angka untuk sekolahnya.
Ya...Meskipun Mikhayla dan Reza tidak satu sekolah,tetap saja dia memilih Reza sang pacar.Ah,,,intinya dia memilih yang menang saja deh!
Mikhael hanya mendengus malas melihat bola mata mikhayla yang tak henti-hentinya menatap Reza.Bahkan saat dia berada di sisi istrinya itu.
"Huh, beraninya dia menatap pria lain dihadapan suaminya sendiri.Awas aja lo yah key!"
Sementara di lapangan sana,Willy yang geram karna skor angka tim-nya yang jauh di bawah tim Rezapun akhirnya menyusun strategi untuk mengalahkan dan menghalangi Reza dengan akhiran mencelakainya.
Dan tentu saja hal itu disambut baik oleh para rekan-rekannya yang sudah panas.Panas karna cuaca dan karna skors mereka yang tertinggal jauh sedaritadi.
Saat Reza maju hendak mencetak skors,tim willy secara bersamaan memepetnya dengan Willy yang langsung menendang pelipis kakinya Reza dengan sangat keras.
"Agghhkk....!"Erang Reza sambil terjatuh ke bawah.
Pluit!!!...
Tanda di hentikannya permainanpun berbunyi.Dengan segera tim kesehatan yang berada disana berbondong-bondong membantu Reza dan dengan segera membawanya ke Uks.
Senyum smirk terukir di wajah tampan Willy.Tentu saja karna rencananya berhasil.
"Woi curang lo curang!"
"Iya,Huuuh....Bisanya main curang aja,cih!Harga diri woy harga diri!"
"Curang apaan,orang itu kecelakaan."
"Tau tuh,pada alay aja merekanya!"
"Dih,orang tadi jelas-jelas Reza dikerumun tim Willy,masih aja ngatain kecelakan."
"Iya,buat apa menang,kalo dengan cara curang?"
"Gak nyangka,rendahan juga yah tim basket tuan rumah kita."
Sorakan demi sorakan terus-menerus tertuju dan menyudutkan tim Willy sang tuan rumah.Hingga akhirnya pertandinganpun ditunda sampai hari yang tidak ditentukan akibat insiden barusan.
Hal itu membuat tim willy sangat malu dengan cara licik yang mereka lakukan secara terang-terangan itu.Tapi tidak dengan Willy,dia nampak bahagia sekali bisa mencelakai pria yang memiliki apa yang seharusnya jadi miliknya itu.
**
"Key,Paca-."Eh,enggak deh enggak!"Ralat Della kala melihat sorot mata tajam milik Mikhael yang berada di sisi Mikhayla dan bodohnya ia tidak menyadarinya.
Elly,Bella dan Della nampak menggigit jari-jari lentik milik mereka.Untuk pertama kalinya mereka tidak bisa melakukan apapun untuk membantu Mikhayla.
Sementara Mikhayla yang sudah sangat khawatir akan kondisi Reza langsung saja bangkit dan berlari menuju Uks tempat Reza dirawat saat ini tanpa memperdulikan Mikhael lagi.
Mikhael yang kelepasan tidak bisa menghalangi Mikhayla hanya membuang nafas kasar dan berlari menyusulnya diikuti ketiga sahabat Mikhayla dari belakang.
**
Brak...
Suara pintu yang terbuka dengan kasar yang menampilkan sosok cantik Mikhayla dengan raut wajah khawatirnya.
"key!"Panggil Reza lirih.
Dengan segera Mikhaylapun berlari menuju sang kekasih dengan hati yang dipenuhi rasa panik.
"Honey.Kamu gak papakan?gak ada yang lukakan?"Ucap Mikhayla khawatir sambil melihat-lihat tubuh Reza.
Reza hanya tersenyum dan mengusap lembut kepala pacar cantiknya.
"Enggak kok.Kamu tenang aja!aku...cuma sedikit sakit aja tadi."Ucap Reza sambil tersenyum dengan keadaan yang masih berbaring di sana.
Mikhaylapun ikut tersenyum dan langsung memeluk Reza erat."Aku takut kamu kenapa-napa."Lirih Mikhayla.
Reza hanya tersenyum dan balas memeluk Mikhayla sambil mengusap lembut rambut bagian belakang wanitanya.
"Kak ini aku bawa-"Ucap Seorang gadis yang barusaja datang dan tak melanjutkan ucapannya kala melihat Mikhayla yang tengah berpelukan dengan Reza disana.
Hatinya sangat sakit melihat semua itu,tapi sebisa mungkin ia tahan agar orang lain tak curiga.Terutama Mikhayla
Mikhayla dan Rezapun lantas menoleh melihat sang gadis.
Seketika wajah Reza memucat dengan kepala menggeleng kecil ke arah gadis itu.Sementara Mikhayla hanya mengangkat sebelah alisnya bingung.
"Siapa lo?"Tanyanya biasa.
"A-aku,aku-
"Dia adik kelas aku key!"Potong Reza cepat yang membuat Mikhayla mengalihkan pandangannya dari gadis itu menuju Reza."Ya,dia adik kelas aku.Yang ikut datang ke sini buat beri aku support!"Lanjutnya sambil tersenyum.
Mikhayla hanya ber 'oh' ria saja dibuatnya Kemudian dia membalik badannya berjalan menuju gadis tadi.
"Lo bawa makanan buat kak Reza?"Tanya Mikhayla yang di angguki gadis itu dengan ragu-ragu.
"Yaudah kasih aja!sekalian gue titip dia sebentar yah,kebelet soalnya!"Lanjutnya sambil terseyum cantik.
"I-iya kak."Balas gadis itu gagap sambil tersenyum canggung.
Mikhaylapun balas menatap Reza dan gadis itu secara bergantian.Kemudian dia berlalu meninggalkan mereka berdua dalam Uks.
"Lo ngapain kesini?hah?Udah gue bilang kan,lo itu gak usah so perhatian sama gue!awas aja kalo lo sampe berani ngomong macem-macem sama pacar gue!"Bentak Reza pada gadis itu setelah Mikhayla meninggalkannya berdua.
"Hiks...I-iya k-kak.Ma-maaf!"Ucap Gadis itu menunduk takut dengan airmata yang sudah tak terbendung lagi.
"Lo liat pacar gue?dia lebih segalanya dari lo yang gak ada apa-apanya,Jadi lo gak usah ngehayal buat dapetin hati gue apalagi dengan seorang Mikhayla yang telah mengisinya penuh!"Bentaknya lagi lebih keras yang membuat gadus itu menangis semakin menjadi.
Dibalik pintu...
"Gak nyangka gue kak.Lo bisa setega itu sama gadis polos kaya dia,sebenarnya apa yang lo sembunyiin dari gue?"Batin Mikhayla.
Ya,Mikhayla.Dia tidak benar-benar pergi ke toilet tadi.Dia tidak bodoh!sejak kedatangan gadis polos itu barusan,dia yakin ada sesuatu antara gadis itu dan sang pacar yang tidak ia ketahui.
Maka dari itu,untuk memperjelas semuanya dia menjebak Reza dan Rezapun terjebak dengan permainan yang dibuatnya.Dan lihat?sosok Reza yang tak pernah Mikhayla tahupun akhirnya terbongkar juga.
Karna selama berpacaran,dia sama sekali tidak pernah melihat Reza sekasar itu pada perempuan.Apalagi gadis yang lugu seperti itu.
Kalo boleh jujur,Mikhayla sedikit eh ralat!sangat kecewa dibuatnya.Memangnya apa salah gadis cantik yang lugu itu sehingga membuat Mikhael seperti sangat membencinya.
Entah kenapa,hatinya merasa lega.Aneh bukan?bukannya sakit malah lega?Tapi itulah kenyataannya.Memang hatinya lega,bila saja dia mempunyai bukti jika memang Reza mempunyai hubungan dengan gadis itu maka ia sendiri yang akan memutuskan hubungannya dengan Reza.
Bukan tak Cinta.Tapi baginya,sebuah penghianatan mampu menghancurkan segalanya.Termasuk kata Cinta!
Saat ia tengah sibuk dengan pikirannya, tiba-tiba terdengar suara langkah kali
yang tak lain adalah milik mikhael dan para antek-antek miliknya yang tertinggal.
Dengan mengendap-endap,Mikhaylapun berlari menuju mikhael dan langsung menariknya menjauh.
Ketiga sahabat Mikhayla itu bingung dibuatnya.Saat Della dkk hendak mengejar,dengan segera Mikhayla berbalik dan memberi kode agar mereka menjenguk Reza saja dan tidak udah mengikutinya untuk kali ini.
Merekapun mengangguk mengerti dan berjalan menuju ruangan Reza yang sudah tidak terdapat gadis itu lagi di dalamnya.
**
Di kolidor yang sepi,Mikhayla melepaskan tangannya yang menarik tangan Mikhael,kemudian dia menatap pria itu dengan serius.
"Gue butuh bantuan lo.Kalo lo berhasil nemuin bukti perselingkuhan Reza,gue bakalan nurutin kemauan lo!"Ucap Mikhayla to the point.
Mikahel mengernyitkan dahinya bingung."Maksud lo,Reza pacar settingan lo itu selingkuh?"Tanya Mikhael penasaran.
"Hanya dugaan.Maka dari itu gue minta bantuan dari lo!"Jawab Mikhayla kembali serius.
Mikhael berfikir sejenak."Oke.Tapi kalo seandainya dugaan lo itu bener,lo mau apa?"Tanyanya lagi penasaran.
"Gue,lepasin dia!"Balas Mikhayla mantap.
Mikhael tersenyum tipis,sangat tipis."Hem...lo bisa serahin semuanya sama gue.Tapi apa untungnya buat gue?"Ucap Mikhael menyeringai.
"Apapun yang lo mau,bakalan gue turutin.Tapi hanya satu,Satu!"Ucap Milhayla penuh penekanan.
Mikhael tertawa hambar."Oke"Putusnya.
"Sip.Gue harep lo bisa diandelin!"Ucap Mikhayla penuh harap."Jadi,Deal?"Lanjutnya sambil mengulurkan tangannya.
"Deal!"Balas Mikhael sambil menerima uluran tangan Mikhayla dan merekapun sama-sama tersenyum tipis.
"Gue pastiin dugaan lo bener key.Karna gue pernah ngeliatnya dengan mata kepala gue sendiri.Tapi gue belum punya bukti untuk buktiin kebusukan dia sama lo.Setelah bukti itu ada di tangan gue,akan gue tunjukin seberapa brengseknya pria yang lo panggil HONEY itu!"