NovelToon NovelToon
Cinta Sofia

Cinta Sofia

Status: tamat
Genre:Kehidupan Tentara / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:37.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Deyulia

Kisah ini ada kaitannya dengan Novel "Dijebak Nikah Paksa" , kalian yg pernah pernah mampir pasti masih ingat. Yuk mampir guys.

Setelah menikah dan melewati malam pertama yang sama-sama baru bagi Wisnu dan Sofia, kehidupan rumah tangga keduanya tidak serta merta bahagia. Sikap Wisnu yang dingin dan kaku membuat keduanya kadang terlibat perang dingin, sampai terkuak apa sebenarnya yang membuat Wisnu masih bersikap dingin dan kaku seperti itu.

Wisnu masih mencintai cinta pertama di masa yang lalunya, dan rupanya cinta di masa lalu yang masih Wisnu cintai adalah kakak iparnya sendiri.

Bagaimana sikap Sofia setelah mengetahui bahwa Wisnu masih mencintai cinta pertama di masa lalunya?
Yuk ikuti kisahnya di sini....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 Jawaban Keraguan Sofia

Saat ini Sofia, Dara dan Wisnu sedang terlibat percakapan seru di ruang tengah. Mereka sepertinya tengah asik membicarakan sesuatu yang menarik sehingga ketiganya terlihat happy dan terlihat tertawa. Namun di sebalik itu, sebenarnya Sofia masih menyimpan rasa penasaran pada Wisnu, apakah suaminya masih menyimpan cinta untuk Dara ataukah tidak dan sudah berusaha cinta itu dibuang seperti pernah Wisnu bilang suatu saat.

"Cinta aku sama Dara sudah ku buang jauh-jauh. Sekarang aku sedang berusaha menata hati untuk sepenuhnya mencintai kamu dan calon anak kita. Jadi aku mohon jangan ungkit lagi Dara sebagai cinta masa lalu aku lagi. Aku sekarang menyayanginya tidak lebih dari sekedar adik saja," ujar Wisnu suatu hari dengan mimik yang serius. Sofia berusaha percaya dan meyakinkan hatinya bahwa suaminya kini sedang berusaha menata hati dan mencintainya.

Namun, kadang dalam hati Sofia masih saja terselip perasaan yang belum yakin. Maka dari itu mungpung sekarang Dara ada, Sofia akan mencoba mencari tahu dengan caranya sendiri. Dia akan berpura-pura ingin buang air besar dan menjauh dulu dari Wisnu dan Dara yang masih terlibat obrolan seru.

"Aduhhh, sepertinya Sofia ingin ke kamar mandi dulu deh, Yuk. Ini tiba-tiba sampah dalam perut mendesak Sofia untuk segera membuangnya," ujar Sofia pada Dara.

"Perlu diantar tidak, Sayang?" tanya Wisnu perhatian. Panggilan pada Sofia pun kini ada perubahan sejak tiga bulan yang lalu, kata 'sayang' sering terucap dari bibir Wisnu, dan Sofia mulai

yakin bahwa Wisnu memang sudah mencintainya. Namun kini rasa penasaran masih saja bergelayut dalam dada, Sofia masih ingin mencari tahu sebenarnya apakah Wisnu sudah benar-benar mengubur cintanya pada Dara atau belum?

"*Wajar bukan jika aku masih penasaran dengan semua keyakinanku*?" Sofia bertanya di dalam hatinya perihal kayakinannya terhadap Wisnu suaminya.

"Dara antar ya, Sof," ucap Dara menawarkan bantuan dengan tulus. Di mata Sofia memang Kakak iparnya ini terlihat selalu tulus, tapi kenapa di hatinya masih tersimpan perasaan mengganjal bahwa Kakak iparnya ini duri dalam rumah tangganya yang sewaktu-waktu bisa menusuk.

"Tidak perlu, Yuk. Sofia tidak apa-apa. Kalian jangan khawatir, bayi dalam perut Sofia belum mau lahir hari ini kok." Sofia menolak dengan memberi sebuah alasan yang membuat Wisnu dan Dara tidak lagi khawatir.

"Awas lho Sof, di kamar mandinya licin. Berpegangan, ya!" peringat Dara masih terlihat khawatir. Sofia mengangguk dan segera beranjak.

"Sayang, jangan lupa nanti sekalian bikinkan Aa kopi latte, ya," ujar Wisnu meminta dibikinkan kopi latte kesukaaannya. Sofia mengangguk dan segera berlalu.

Setelah beberapa langkah meninggalkan ruang tengah menuju dapur, Sofia kini kembali lagi dan berjalan mengendap menghampiri ruang pintu ruang tengah yang tadi sengaja dia tutup sedikit yang hanya memberi celah satu jengkal. Celah yang cukup untuk dia mengintip atau sekedar menguping jika orang yang berada di dalam ruang tengah ngobrol.

Setelah mendapat posisi yang enak, Sofia sengaja menguping pembicaraan Wisnu dan Dara dari balik kulkas yang letaknya sengaja dekat rongga tembok ruangan tengah, sehingga jika Sofia mengintip pun maka dari ruang tengah pantulan dirinya tidak akan kelihatan.

Dan akhirnya pembicaraan antara Wisnu dan Dara terdengar jelas. Kini mereka sedang membicarakan baby Zla yang dititip di ibu mertua Sofia. Dan satu hal yang hampir tidak pernah Wisnu tanyakan, kini tiba-tiba saja Wisnu bertanya perihal itu pada Dara.

"Suamimu itu berapa lama pelatihan di Koreanya, De?" tanya Wisnu.

"Sebulan, A. Doakan ya, Bang Azlan sehat, lancar dan pelatihannya sukses."

"Aamiin," balas Wisnu. Semua interaksi keduanya tidak luput dari pendengaran Sofia. Tumben Wisnu bertanya perihal suaminya Dara notebene selama ini begitu dia benci, sebab dianggapnya telah merebut Dara darinya. Tapi kini tumben Wisnu bertanya dengan santai dan terdengar seperti sudah tidak ada rasa benci lagi pada Azlan. Di sini Sofia mendapat satu keyakinan bahwa Wisnu kini mulai membuka hatinya dan tidak menyimpan dendam lama lagi terhadap Azlan. Sofia cukup mengusap dada lega.

"Mengenai perempuan di masa lalu Aa, Dara harap Aa sudah membuang rasa cinta itu jauh-jauh. Sebab tidak akan baik Aa terus menyimpan cinta itu sementara Aa kini sudah punya istri yang baik dan cantik seperti Sofia, terlebih saat ini sebentar lagi Aa akan segera dianugerahi keturunan. Jadi sudah tidak perlu lagi ada cinta yang lain di hati Aa," ujar Dara mengungkit perempuan masa lalu Wisnu. Wisnu terlihat mesem dan terdengar berkata.

"Tidaklah, De. Aa sekarang sudah benar-benar mengubur cinta masa lalu Aa jauh-jauh. Aa sekarang sedang menata hati dan berusaha mencintai Sofia dan calon bayi Aa nanti."

"Wahhhh, benaran, A? Syukurlah, jadi sekarang Dara tenang dong, Sofia sudah benar-benar mendapat pendamping yang tepat. Aa harus janji akan mencintai Sofia dengan sepenuh hati. Ingat lho, Sofia itu adik ipar Dara yang terbaik, dia selalu mendukung Dara selama ini."

Jantung Sofia mendadak berdesir cepat. Dia tidak menyangka Dara yang selama ini dianggapnya duri dalam rumah tangganya, ternyata hatinya punya rasa kasih sayang dan ketulusan yang besar padanya, Sofia merasa telah berdosa sebab selama ini muncul perasaan benci pada Dara, walaupun mampu dia sembunyikan di hadapan Dara gara-gara Wisnu masih mencintainya. Namun semua kini berbalik, Dara benar-benar membuka mata hatinya, bahwa Sofia telah salah menilai Dara.

Sofia pun merasa bersalah telah ragu pada suaminya, buktinya setelah dia amati dari hasil mengintip tadi. Sikap Wisnu pada Dara tidak terlihat lagi semesra dulu saat dia masih mencintai Dara Kakak iparnya itu.

"Ya Allah, maafkan Sofia karena telah berburuk sangka pada mereka berdua. Pada Kakak ipar dan suami sendiri," doa Sofia menyesal dengan semua dugaannya.

Sofia segera ke dapur dan membuat kopi latte spesial untuk suaminya serta membuatkan jus mangga untuk Dara sebagai permintaan maaf dari dalam hatinya. "*Semoga Ayuk memaafkan* *kesalahan Sofia. Sofia menyesal telah merasa* *benci sama Ayuk, padahal Ayuk sama sekali tidak* *salah*," batin Sofia sangat menyesal sembari mengusap bulir bening yang kini mulai turun membasahi pipinya.

Sofia segera mengeringkan air matanya, dan segera beranjak menuju ruang tengah dengan membawa dua gelas di atas nampan. Kopi latte harum kesukaan Wisnu dan jus mangga spesial untuk Dara sang Kakak ipar tanpa diminta.

"Silahkan dinikmati kopi lattenya, A. Dan ini jus mangga spesial buatan Sofia untuk Yuk Dara. Jus ini akan membuat haus Yuk Dara menjadi hilang," ujar Sofia membuat Wisnu dan Dara berbinar bahagia.

"Terimakasih, Sayang," ujar Wisnu.

"Sofia, kenapa repot-repot. Dara, kan, tidak minta. Biar Dara ambil sendiri jika Dara mau. Kamu ini sedang hamil, jadi jangan terlalu kecapean," ucap Dara khawatir. Sofia merasa bahagia diperhatikan Dara yang benar-benar tulus menyayanginya.

Sofia kini tidak meragukan lagi cinta Wisnu. Dia pun berjanji akan membuat Wisnu selalu mencintainya.

1
Visencia Alingga
💪💪💪
Lina Zascia Amandia: Masya Allah, makasih banyak Kak udah mampir di karya saya yang sepi kayak kuburan dan gak laku karena kurang dilirik pembaca..... 🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Lina Zascia Amandia: Makasih banyak Kak...
total 1 replies
Jane Hutagalung
ok kak. suka ceritanya. terima kasih ya
.
Lina Zascia Amandia: Mksh byk Kakak.... sehat sllu ya,
total 1 replies
Jane Hutagalung
lah lah lah.. playing victim nih si aa
Jane Hutagalung
wisnu busuk
Jane Hutagalung
kek nyuruh babu aja..
Jane Hutagalung
kok gak sreg ya sm munafiknya wisnu ke sofi. wisnu ngeselin.
Ghiffari Zaka
maunya buat Wisnu kapok Thur,buat Sofia pergi gt,kan alasannya bisa aja Sofia lelah buat mencintai sepihak😡😡
Lina Zascia Amandia: Makasih byk udah mampir Kak...
total 1 replies
Ghiffari Zaka
iihhh....AQ sebel dech Thor...kok Sofia di bikin kalahan gt sih...gondok bngt dech...kpn dia happy nya😭😭
Dian Isnawati
laki2 egois menyalahkan istri yg sdh sabar pdhl tau kebenaran. klau blm cinta kok mau tubuhnya sj. bikin gregetan ini laki2
Lina Zascia Amandia: Iya btl.
total 1 replies
mimma
Luar biasa
Atip Suryana
nikmati lah penyesalan mu Wisnu bukan kah ini yang kau mau Sofia pergi dari hidup mu
Nurdiana Saputri
ceritanya bagus.
Dati Purwani
wuuiiih....capek bener....beraaat ..beraaat...
Dati Purwani
se sakit itu...msh sabar...masyaAllaah...nggak terima rasanya...
Vivo Blue
Luar biasa
@Kristin
Mampir bawa 2 iklan buatmu Thor semangat nulis nya 👌
Lina Zascia Amandia: Ok, mksh Say...
total 1 replies
@Kristin
Lanjut baca lain hari ya...
Lina Zascia Amandia: Ok Say mksh...
total 1 replies
@Kristin
Dua bunga 🌹🌹 buatmu semangat selalu 💪
anggita
👍👍✌✌,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!