Irina, gadis cantik yang hidup di panti asuhan.
Ia tidak tahu siapa orang tua kandungnya. Terkadang Irina selalu berpikir, apakah ia anak yang tidak di inginkan sehingga ia di buang begitu saja ke panti ini? Namun, setelah Irina beranjak remaja, ia mengenyahkan pikiran itu. Yang ada di pikirannya saat ini adalah membantu ibu panti mencari uang, untuk kehidupan anak-anak panti lainnya.
Dan sekarang Irina sudah menjadi penulis novel, banyak Novel-novel yang telah ia terbitkan. Hari itu Irina akan memberikan naskah Novelnya ke tempat orang yang meminang ceritanya. Namun ketika menyebrang ia malah tertabrak oleh sebuah motor yang sedang melaju kencang ke arah nya.
Irina pikir ia mungkin sudah pergi ke surga tau pun neraka. Namun, ia malah terbangun dengan tubuh yang menjadi kecil. Ia jadi bayi lagi!
Dan yang paling mengejutkan adalah ia hidup kembali bukan di zaman nya tapi malah di zaman kuno atau dunia lain?
__________________❖_________________
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cusipa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tentu saja, cucu-cucuku adalah yang terbaik
Tidak hanya An Ke yang keheranan, Kaisar Wu yang notabennya sahabat baik Kaisar Kun, meresa terkejut melihat pemandangan ini.
Ketika Kaisar Kun sudah berdiri di depan Kaisar Wu, mereka saling sapa, dan sedikit berbincang kecil.
"Kalau begitu, mari masuk."
Kaisar Wu dan Kaisar Kun berjalan berdampingan. Mereka terus membicarakan masalah politik,membuat Yun Ling merasa bosan.
"Wu, kau sangat beruntung, memiliki cucu yang lucu dan begitu pintar seperti putri dari pangeran ke tiga."
Kaisar Wu tersenyum bangga, dia sedikit membusungkan dadanya. "Tentu saja, cucu-cucuku adalah yang terbaik."
Saat Kaisar Wu dan Kaisar Kun masuk, semua orang yang ada di dalam Aula utama segera memberi hormat. Di paling atas, sudah ada Kaisar Tao yang tengah menunggu dua pria paruh baya itu.
Kaisar Tao sedikit membungkuk, sambil berucap. "Maaf, karena Zhen tidak menjemput anda Kaisar Kun. Kaki saya sedang dalam keadaan kurang baik."
Kaisar Kun hanya bisa mengangguk, sudah bukan hal yang aneh, ketika Kaisar Tao jarang mengikuti tradisi menjemput Kaisar lainnya di depan pintu. Pria itu selalu memiliki 1001 alasan, untuk tidak menyambut di depan pintu.
Di benua Tian Qing, Kaisar Tao Memeng di kenal sebagai Kaisar yang sombong. Kekaisaran Tao Memeng tidak sebesar Kekaisaran Kun, atau se-kaya Kekaisaran Wu. Namun, Kekaisaran Tao adalah tempat paling dekat dengan wilayah tanpa pemilik.
Wilayah tanpa pemilik, selalu si jadikan tempat latihan semua sekte yang ada di benua Tian Qing. Karena Wilayah tanpa pemilik, memiliki energi qi spiritual lebih murni dan lebih tinggi, di banding tempat yang lain.
Apalagi, wilayah tanpa pemilik selalu menjadi tempat tinggal Hewan spirit tingkat tinggi. Menyebabkan para kultivator selalu pergi ke wilayah tanpa pemilik untuk mendapatkan hewan kontrak yang kuat.
Memanfaatkan hal ini, Kekaisaran Tao selalu memungut biaya masuk ke wilayah nya. Dan orang-orang yang ingin pergi ke wilayah tanpa pemilik, mau tidak mau harus mengeluarkan banyak keping emas, Hana untuk masuk ke wilayah Kekaisaran Tao.
Beralih ke saat ini, setelah semua tamu telah datang, Kaisar Wu segera memulai acara hari ini. Acara pertama adalah perjamuan makan, lalu setelah menjelang malam, para tamu di bebaskan untuk berkeliling di pasar, atau hanya sekedar bermain di istana Kekaisaran Wu.
Para pelayan bermunculan, menyajikan hidangan hari ini. Ketika tiga camilan dari ide si kembar di tampilkan, banyak tamu yang keherenan.
Dan Kaisar Wu segera menjelaskan. "Di depan anda sekalian pasti ada tiga menu yang sangat asing, tiga menu ini berhasil di temukan oleh salah satu koki muda kami."
Kaisar Wu mengangkat satu potong kenyang goreng. "Yang satu ini adalah Stik Kentang, langsung di makan saja sudah enak, tapi anda dapat membaluri stik ini dengan saus yang tersedia, itu akan lebih enak."
"Lalu..." Kaisar Wu beralih ke cemilan berbentuk bulat. "Ini adalah bola-bola kentang, rasanya memang tidak jauh berbeda dengan Stik kentang, tapi jika anda merasakannya lebih jelas lagi, bola-bola kentang ini memiliki tekstur yang garing di luar dan lembut di dalam."
"Begitupun dengan kentang wedges. Namun, kentang wedges lebih terasa gurih di banding camilan lainnya."
Yun Ling mengangguk bangg, ketika sang Kakek menjelaskannya sesuai arahan dirinya dan saudaranya, Yun Lian.
Memang banyak orang yang kurang mengerti dengan penjelasan yang di berikan Kaisar Wu, namun satu hal yang pasti, tiga camilan ini begitu enak, dan memiliki ciri khas sendiri, padahal hanya berbahan dasar kentang saja.
Seperti pada perjamuan pada umunya, selalu ada penari, atau pemain Guzheng. Kali ini adalah penari dari rumah bunga¹, dan seorang pemain Guzheng yang akhir-akhir ini terkenal di ibu kota Kekaisaran Wu.
Semua orang menikmati penampilan ini, para pria menyukai tarian, dan para wanita begitu terpaku pada pemain Guzheng yang berwajah manis itu.
"Auu!"
Yun Ling terlonjak kaget, ketika mendengar beritan dari arah depannya. Dia melirik An Ke, Ayahnya, yang tengah mengelus-elus tangannya, dan Suyin, ibunya, yang terus memelototi An Ke.
"Kamu berani melirik wanita-wanita itu?! Apakah kamu berniat mengambil seorang selir?!" Tuding Suyin.
An Ke buru-buru menggeleng, tangannya melambai dengan ribut. "Tentu saja tidak."
"Lalu kenapa matamu terus menatap wanita-wanita di panggung itu?!"
An Ke semakin gelagapan, ketika Suyin terus mendesaknya, sambil menatap tajam.
"Itu, itu..."
Mata Suyin semakin melotot, ketika An Ke tergagap.
Terdengar helaan nafas dari sisi lain Yun Ling. Dia menatap Jun Tian yang juga tengah memperhatikan orang tuanya yang engah bertengkar. Lalu terdengar gumaman dari pemuda itu.
"Apa hanya perasaanku saja, entah kenapa begitu banyak orang yang terpaku pada penari itu. Dan entah kenapa aku menjadi lelah seperti ini."
Melihat Jun Tian yang membaringkan kepalanya di meja, membuat Yun Ling keheranan.
Puk
Yun Li yang duduk bersebelahan dengan Yun Ling menepuk pundak sang adik.
"Ada apa?" Tanya Yun Ling, melihat wajah Yun Li yang begitu kaku.
"Perhatikan sekeliling."
Mengikuti perkataan sang Kakak, Yun Ling memerhatikan sekitar, begitupun Yun Lian yang ikut kepo.
Yun Ling mengerjakan matanya, ketika banyak pria terus terpaku pada para penari, bahkan An Ke. Suyin yang tadinya terus memarahi An Ke tiba-tiba terdiam begitu saja. Lalu banyak pemuda berbakat yang terlihat kelelahan, seperti Jun Tian.
Menatap ke sebrang, dia melihat Zhuan Long yang tengah menumpu tubuhnya dengan tangan di meja. Pemuda itu beberapa kali menggelengkan kepalanya dengan cepat, seperti tengah menjaga kesadarannya.
Lalu di atas, Kaisar Wu dan Kaisar Kun terlihat mematung, seperti Suyin. Dan hanya Kaisar Tao yang begitu santai menyesap tehnya.
Namun, ketika Yun Ling ingin kembali memerhatikan Kaisar Tao, karena merasa aneh. Yun Li dengan cepat menarik kepala Yun Ling.
Yun Li merangkul kedua adiknya, lalu berbisik. "Aku tahu kalian merasa curiga dengan Kaisar Tao, tapi jangan di perhatikan, bersikap seolah kita tidak tahu apapun. Ingat, jangan bertindak gegabah. Kalian hanya harus berpura-pura menikmati makanan kalian."
"Ta-tapi, entah kenapa aku merasa takut." Ucap Yun Lian.
Yun Li mengangkat kursi Yun Lian pelan, takut Kaisar Tao menyadari. Lalu meletakkannya di tengah,antara irinya dan Yun Ling.
"Ling Mèi, rapatkan mejanya." Titah Yun Li.
Walau tidak mengerti, dan belum paham dengan situasi ini. Yun Ling tetap menuruti perkataan sang Kakak.
Yun Li menggenggam tangan Yun Lian, lalu memerintahkan Yun Ling untuk ikut menggenggam tangan Yun Lian.
"Tapi kenapa?" Tanya Yun Ling, yang masih memproses semua kejadian.
"Lakukan saja!"
Tepat ketika Yun Ling menggenggam tangan Yun Lian, mereka di kagetkan dengan sebuah suara.
"Ternyata kalian benar-benar sangat cantik."
Yun Ling terkejut, melihat keberadaan Kaisar Tao yang tengah berdiri tegak di depan mereka, yang hanya terhalang orang tuanya dan meja.
Pria paruh baya itu membelai janggut panjangnya, dan tersenyum licik.
"Jika kalian tambah besar, pasti kalian akan nampak lebih cantik."
...🔹To Be Continued🔹...
Rumah bunga \= semacam p*l*c*r*n.