Yana seorang CEO ternama dan istri dari pengusaha produk kecantikan harus menempuh benih rahasia untuk mempertahankan rumah tangga nya. Namun harapan setelah pertemuan dan berhasil hamil justru bukannya membuat Yana tentram malah menjadi mencekam saat pria bayaran itu terus menerornya dan identitas nya yang bukan sembarangan.
Apa alasan pria itu? Dan bagaimana rumah tangga Yana dengan kehadiran pria itu?
Apakah Yana berhasil menyelamatkan rumah tangga nya atau tidak?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebohongan dan Kejujuran
Diantara alunan musik itu terdengar pekikan yang membuat semua orang menjadi cemas dan penasaran, bukan hanya tamu tapi keluarga sendiri dan lebih tepatnya sang suami. Mendengar teriakan Yana yang berada di sekitarnya membuat Vander menghampiri istrinya yang berteriak keras.
"Ada apa honey?" Raut wajah Yana terlihat membeku dan terlihat kesulitan mengambil napas.
"Kenapa? Apa perut mu sakit?" Mertuanya turut mendekat memastikan keadaan menantu dan cucunya.
"Kakak ada apa?" Yana belum juga menjawab dan hanya memegangi perutnya yang membuat semua orang langsung mengambil kesimpulan.
"Mungkin terlalu lama berdiri, perutnya sakit." Celetuk seorang tamu di sana yang membuat Vander mengendong istrinya menjauh dari keramaian pesta.
Bisik-bisik kembali terdengar, ada yang mengerti ada juga yang menganggap itu seperti drama saja. "Silahkan nikmati jamuannya, maaf ada kendala sebentar." Sang Papa Vander menyatakan permohonan maaf kepada para tamu dan mereka memakluminya, diantara kerumunan tamu itu, maniknya bertatapan dengan sepasang mata yang membuat dirinya terpaku.
Ketika ingin mendekati sosok itu, ia terhalang dengan seorang pria yang membuat dirinya kehilangan jejak. "Maaf, aku tidak sengaja."
"Tidak apa Tuan, saya juga tidak hati-hati."
"Aku yakin mataku tidak salah!" Tangannya menghubungi seseorang yang terlihat pembicaraan serius dimulai diantara musik yang kembali mengalun.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
"Tuan, tidakkah itu sedikit berlebihan?" Manik tajam itu menyipit menatap pria didepannya.
"Berlebihan? Aku tidak merasa begitu. Lagipula kau tau Madam ku berdarah rendah dan ia akan berteriak ketika mendengarkan suara ku yang menghiasi malam panas kami, itu wajar saja. Anggap saja seperti para fans yang didekati oleh idolanya."
Pria itu tidak menjawab lagi hanya memberikan respon mengangguk saja karena tidak ingin dalam sinar merah.
"Semuanya sudah saya atur tuan, kita akan kemana lebih dulu?" Mobil mewah itu mulai berjalan meninggalkan kediaman yang diselimuti pesta.
"Pulang saja, aku merasa lelah."
"Baik tuan."
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Kamar bernuansa tosca itu menjadi kerumunan beberapa orang dengan raut kekhawatiran. "Aku merasa sedikit sakit, dia menendang terlalu keras. Kakiku juga tidak stabil dan menjadi keseleo." Yana setengah jujur dan setengah bohong. Bagian jujurnya memang bayi nya menendang dengan sedikit kencang mungkin karena tau kehadiran ayah biologisnya.
Dan bagian bohong nya kaki nya baik-baik saja dan tidak ada masalah apapun. "Sini, mama pijat!" Yana tidak menolak dan tetap memainkan sandiwara dengan wajah kesakitan untuk meyakinkan semua orang.
"Disini?"
"Iya ma, pelankan sedikit."
"Kalau pelan, nanti bisa bengkak. Vander menggenggam tangan istrinya dan satunya menyentuh perut buncit itu.
"Hei sayang, kenapa memberikan gol terlalu kencang? Lihat, Mama mu jadi kaget dan berteriak keras." Semua disana menjadi lebih tenang dan tersenyum melihat interaksi Vander pada bayinya.
"Mungkin dia juga senang karena sesuatu. Itu biasa terjadi, sebaiknya tidak perlu hak tahu lagi, pakai yang ini saja. Atau lebih baik istirahat saja?" Mertuanya memberikan penawaran untuk menantu nya yang selesai ia pijat.
"Tidak perlu ma, aku masih sanggup. Lagipula tidak enak dengan tamu dan kita belum ke acara intinya."
"Kakak ipar benar! Kita akan bermain tebak-tebakan dengan foto masa kecil! Pasti akan sangat menyenangkan."
"Kalau tidak sanggup, bilang hmm?" Yana mengangguk sambil meyakinkan suaminya dengan membalas genggaman tangan itu.
"Tentu saja, tapi jangan jauh dariku."
"Tidak akan, maaf.... Tadi aku bicara dengan kolega dan meninggalkan mu sejenak."
"Tidak apa." Dengan sandal baru yang datar tapi berharga mahal, Yana serta yang lainnya kembali ke ruangan acara.
Yana menepis pikiran kedatangan Jaden disini, ia berpikir pasti kamera pengawas di rumah akan menangkap gambar pria itu yang datang dengan leluasa tanpa sepengetahuannya atau memang ia memiliki sesuatu yang Yana tidak ketahui.
'Sepertinya orang yang ku sewa tidak bertugas dengan baik, atau Jaden tidak semudah yang dibayangkan?'
"Tadi Mama dan papa menelpon, aku bilang semuanya baik dan mengirimkan foto putri mereka. Dan mereka bilang Putri mereka seperti ratu." Yana merasa senang dengan kabar kedua orang tuanya yang tidak bisa datang.
"Aku sangat merindukan mereka."
"Mereka akan datang setelah kelahiran cucu mereka."
"Hmmm, aku tidak sabar."
"Aku juga."
Bersambung....
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.
Ibu nya Vander ga mikirin kalau bisa saja yg bermasalah tuh anak laki ya sendiri, bukan menantu nya Yana.. Kalau memang Vander mau di nikah kan lagi dgn alasan keturunan, mending Yana cerai saja. Bikin emosi punya mertua seperti ini 😤 punya anak tuh bukan segala nya dalam keluarga, hanya manusia yg berotak kerdil yg beranggapan menikah karna harus ada keturunan 😤 trus kalau pasangan nya mandul gmn?? Mau di paksa cerai?? Atau Kalau keduanya mandul gmn?? Jujurly, Ga ngerti dengan manusia yg berotak tolol seperti ini 😤😤
mgkn kecelakaan itu kembaran vander ditlg orang, tp mukanya rusak akhirnya operasi plastik jadilah max