NovelToon NovelToon
Brother In Love

Brother In Love

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Teen School/College / Tamat
Popularitas:462.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Septira Wihartanti

Bertahun-tahun Ivy membenci kakaknya, Adam. Adam sempurna dalam segala hal, kedua orang tuanya mencurahkan perhatian lebih besar padanya, segala yang yang diungkapkan Adam dianggap serius oleh orang-orang sekitarnya, Adam begitu populer, dan semua suka padanya.
Kecuali Ivy.
Entah sejak kapan ia merasa kalau Adam adalah saingannya dalam segala kehidupan.
Sampai Ivy tahu kalau semua hal yang dilakukan Adam sebenarnya adalah untuk kebaikan Ivy.
Juga sebuah rahasia yang selama ini disimpan Adam rapat-rapat, membuat pandangan Ivy ke Kakak angkatnya itu berubah seratus delapan puluh derajat.

Ivy yang tadinya sangat benci kepada Adam, menjadi bersemangat...

Bersemangat untuk menggoda cowok itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septira Wihartanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Balada Mama dan Papa

“Kak...” Ivy mendorongnya tubuh Adam pelan sambil melepaskan bibirnya dari rengkuhan pria itu. Ia bukannya tak suka, tapi ia terlalu kaget untuk menerima kenyataan yang terjadi.

Perbuatan Adam terlalu tiba-tiba.

Adam mendorong gadis itu ke dinding, lalu kembali merengkuh bibirnya. Tangannya ia selipkan di kepala bagian belakang gadis itu untuk menahan posisinya supaya lebih seimbang.

“Kak Adam...” desis Ivy sambil membuang muka ke arah samping. “Kak, pelan-pelan- Umph!” keluh Ivy saat Adam merenggut perasaannya. Perasaan seorang adik yang semenit yang lalu masih tak mengerti apa pun, kini hancur berantakan karena sebuah ciuman.

Ciuman dari seorang pria yang tak pernah ia duga akan menyeretnya ke dalam hubungan cinta.

Adam menyesapnya dengan seluruh obsesinya. Menyusup ke dalam pertahanannya dan melilit lidahnya dengan antusiasme yang ditahannya bertahun-tahun. Bertautan seakan saling merindukan, saling mengisi. Ivy bagai menyatu dengan Adam secara cepat.

Dan saat pria itu menggigit sedikit bibir Ivy, gadis itu pun kembali mendorong tubuh Adam supaya menjauhinya. Kali ini sambil memukul-mukul bahu Adam supaya pria itu tersadar dari dunianya.

“Ya ampun...Kak...” Ivy terengah-engah saat Adam melepaskan paggutannya, “Aku hampir saja mati rasanya,” keluh gadis itu.

Adam terkekeh, “Mati karena kucium? Lebay kamu...”

“Karena kehabisan nafas lah, kakak nggak kasih waktu aku buat tarik napas! dikasih waktu berpikir pun tidak!”

“Loh, kan posisi kita ciuman kan miring, kamu masih bisa ambil nafas dari hidung, jangan ditahan, hahaha!”

“Kakak jangan ketawa ih, aku kan nggak tau, itu ciuman pertamaku,”

Adam kembali tertawa,

“Aku beneran kaget ini!” keluh Ivy.

“Sini, kuajari caranya,”

“Hem..” Ivy agak menggeliat karena enggan, tapi Adam keburu menariknya kembali ke dalam pelukannya. “Aku aja yang duluan nempel, kakak diam aja!"

"Jiaaah! Segitu takutnya,"

"Siapa yang nggak takut?"

"Hehe, iya benar juga," Adam memeluk pinggang Ivy agar semakin menempel ke tubuhnya. Dalam posisi begitu masih saja Adam mencuri kesempatan untuk mengecup leher Ivy.

"Kak Adam ih," keluh Ivy.

Tapj bukannya mengajari Ivy cara mencium, nafsu Adam malah semakin memuncak.

Tangannya masuk ke sela pinggang Ivy dan bahkan meremas bokong gadis itu dengan kedua tangannya sampai tubuh mungil gadis itu terangkat.

"Kak! " Ivy sampai kaget dan reflek kakinya naik memeluk pinggang Adam.

Adam tidak bicara apa pun, ia kembali menciumi Ivy. Kali ini bukan hanya di bibir, tapi di lehernya dan dadanya.

“Kak Adaaaam,” Ivy kembali mendorong Adam supaya menjauh dan turun dari gendongan pria itu. Terdengar decakan kesal Adam.

“Aku nggak nolak, tapi pelan-pelan ya?”

“Vy… please,” Adam berbisik di telinga ivy sambil membelai dada Ivy. Terdengar de-sahan pelan Ivy yang bergairah. Rayuan Adam kini setengah merajuk untuk segera merengkuh tubuh gadis itu dengan segera. Di telapak tangannya, tubuh Ivy rasanya sama persis dengan yang sudah seratus kali dibayangkannya. Begitu penuh dan lembut, berlekuk indah dengan kulit halus.

Adam berjuang keras menahan diri untuk tidak kembali menggendong gadis itu dan menghimpitnya di dinding dengan tubuh tingginya.

“Aku nggak bisa, Vy,” desis Adam kemudian.

“Nggak bisa gimana?” tatapan Ivy berubah menjadi khawatir.

“Nggak bisa pelan-pelan,” geram Adam sambil mendorong Ivy ke dinding, lalu menyelipkan tangannya ke balik panty katun, seketika ia merasakan sensasi kulit t3l4njang yang lembut.

“Kak, jangan yang itu!! Tunggu…Ah!”

Getaran yang terjadi saat Adam menyelipkan jarinya di lipatan tubuh Ivy membuat gadis itu terhenyak kaget. Sementara Adam terus mencium Ivy dengan segala hasratnya. Gadis di depannya ini adalah dambaannya. Tidak bisa ia biarkan begitu saja.

Penantiannya sangat lama, bertahun-tahun. Dan kini kesempatan yang muncul tidak akan disia-siakannya.

Adam akan mengambil semua, namun perlahan.

“Enak, sayang?” bisik Adam.

“Aku nggak tahuuu!!” Ivy meremas lengan Adam sekuat tenaganya, ia tidak menahan gairahnya, ia tak tahu caranya. Itu sebabnya kejut yang terjadi di bawah rahimnya membuatnya gemetaran tak menantu, bahkan tersentak.

“Sakit?”

“Nggak… Ahh!! Nggak sakit tapi rasanya aneh!” jerit Ivy.

“Hehe,” Adam hanya menyeringai dan semakin bersemangat mengerjai Ivy.

beberapa saat sampai gadis itu sangat basah, dan ia gemetar hebat seperti kejang. “Kak Adam!!” jerit Ivy sambil memeluk Adam. “Kak aku pingin pipis!”

Tapi Adam tetap menggesekkan jemarinya di lipatan tengah tubuh Ivy dengan cepat, sambil mencium leher Ivy dan meremas dada gadis itu sesekali.

Selanjutnya tidak terdengar lagi panggilannya Ivy.

Gadis itu tersengal-sengal, lemas tak berdaya di pelukan Adam.

Adam mencium bibir Ivy, tapi gadis itu hanya mengeluh sekilas sambil memejamkan matanya.

“Selanjutnya, kita lakukan tanpa berpakaian,” bisik Adam.

Ia baringkan Ivy di sana, gadis itu tertidur dengan cepat.

Lalu Adam menarik sebuah boneka silikon dari atas etalase. Sambil menumpahkan hasratnya ke boneka itu, sebelah tangannya mengelus dada Ivy yang kini ia pampang secara terbuka.

**

Mama pulang ke rumah bersama... Papa.

Adam yang membuka pintu bahkan sampai menaikkan alisnya.

“Kamu sudah pulang, Dam? Ini masih sore loh,” tanya Mama sambil masuk ke dalam rumah, diikuti Papa.

“Tadi pulang cepat,” kata Adam sambil mengernyit merasa aneh.

Sudah berapa tahun ya ia tidak melihat Mama dan Papanya pulang bersama-sama seperti ini?! Rasanya aneh tapi kangen juga dengan suasana akur mereka.

Kita flashback ke kejadian tadi siang.

Mama, bernama Abigail. Di usianya yang ke 47 tahun dia masih semanis saat usianya 27 tahun. Sosialita sekaligus pebisnis, punya usaha konsultan fashion. Relasinya sosialita dari seluruh dunia.

Papa, bernama Erik. Usianya sama dengan Mama hanya berbeda 3 bulan saja. Pekerjaannya sebagai di Research Analyst di bidang Pasar modal. Karena itu ia tidak harus berada di kantor, tapi bisa bekerja dari mana saja yang ia mau. Seperti nama profesinya, mereka melakukan riset dan analisis terhadap perusahaan dan sahamnya yang diperdagangkan di bursa efek. Tidak banyak orang yang bisa menguasai pekerjaan yang ditekuni Erik sehingga dengan mudah dia bisa menjadi populer di antara teman-temannya.

Itu sebabnya, Erik bisa dengan mudah mendekati wanita mana pun yang ia mau. Kecantikan yang dimiliki Ivy mengambil perpaduan fisik kedua orang tuanya, bisa dibayangkan bagaimana sosok Abigail dan Erik yang menawan bisa melahirkan anak seperti Ivy.

Dan tentu saja... Abigail sebenarnya merebut Erik dari Sang Cinta Pertama di masa lalu keduanya.

Dan pertemuan mereka pada awalnya lumayan pelik. Erik sudah memiliki tunangan sekaligus cinta pertamanya yang sudah dipacarinya 5 tahun lamanya. Sampai Abigail muncul dan menghancurkan segalanya.

Abigail saat itu bahkan mengaku hamil padahal tidak.

Dan sebenarnya sudah lama Abigail tahu kalau Erik sering bermain dengan wanita lain. Abigail hanya bisa diam, karena ia pun merebut Erik dari sisi seseorang secara paksa.

Erik ‘sembuh’ sebentar saat Ivy lahir. Mereka memiliki anak yang sangat cantik.

Tapi setelah usia Ivy 3 tahun dan Abigail di diagnosa memiliki penyakit yang mengharuskan rahimnya diangkat, Erik memulai kebiasaan lamanya. Berselingkuh.

Dalam hal ini keduanya sama-sama salah.

Dan kali ini...

Abigail menghadiri reuni teman-teman kuliahnya, yang notabene juga sebenarnya teman-teman kuliah Erik.

Di sana... ada cinta pertama Erik.

Mantan Tunangan Erik.

Kini sudah menikahi seorang pengusaha dan hidup ‘katanya’ bahagia.

“Sendirin aja nih Bi?” tanya salah satu temannya.

“Katanya ada gandengan baru? Kemarin posting di Instagram sama berondong. Mesraaaa banget kayaknya!”

“Itu anak gue, si Adam,” desis Abigail sambil menyerahkan buku menu ke waitress. Ia hanya pesan es teh manis saja untuk meredakan hatinya yang langsung panas.

“Anak lo kok bisa ganteng buangett gituuu?”

“Tapi matanya hijau nih,”

“Anak angkat atau anak sodara yang lo akuin anak? Anak asuh jangan-jangan?!”

Abigail diam saja sambil memainkan ponselnya. Ia sudah biasa dihujat sejak merebut Erik dari Marsha. Tapi dia masih tidak merasa salah, karena ia tidak merebut dalam posisi mereka sudah menikah.

Eriklah yang tergoda dengan Abigail dan berselingkuh di belakang Marsha, di saat mereka sedang menyiapkan pernikahan. Namun Erik si brengsek masih ingin menikah dengan Marsha.

Abigail marah dan muncul sebelum akad nikah. Bilang ke semua di sana kalau ia sudah hamil anak Erik.

Jadi,

Ia bukan pelakor.

“Si Erik gila juga kemarin gue liat jalan di mall sama cewek seksi banget! Mana cantik masih muda pula!”

“Ya biarin aja, kan udah cerai ya statusnya. Mau dia jalan sama ceweks eksi, mau dia balikan lagi sama Marsha, ya sah-sah aja kan yaaa, hahahah!!”

Semua tertawa membenarkan.

Abigail hanya menghela nafas sambil diam saja. Tapi hatinya terasa perih.

Ia tadinya mau datang ke reuni ini karena berpikir mau menjaga hubungan baik, siapa tahu di masa depan terjalin bisnis di antara mereka, tapi tampaknya ia salah.

“Sayang,” Erik muncul di sana. Berdiri di sebelah Abigail. Secara tiba-tiba.

Abigail sampai terpana.

Mantan suaminya muncul di dekatnya, di saat ia bahkan tak bisa membela diri.

“Sori telat,” Erik meraih tangan Abigail dan mengecup punggung tangannya.

“Erik? Kok lo di sini?” tanya salah satu teman mereka.

“Katanya nggak bisa dateng soalnya masih ada urusan di Madrid?!”

“Bukannya lo udah sama cewek lain ya? Kok ini masih sama Abi?”

“Yaaa kan mantan istri, emangnya nggak boleh temenan ya kan yaaa?” kalimat yang bernada menyindir, walau pun kata-katanya terdengar baik.

Erik mengambil kursi kosong dari meja belakang dan meletakkannya di samping Abigail. Wanita itu masih menatap Erik tanpa berpaling namun minim ekspresi. Ia jelas curiga mengetahui ada Erik di sini.

“Apa kabar Rik?” tanya Marsha sambil mengulurkan tangannya menjabat tangan Erik.

Erik mengangkat tangannya dan menjabatnya, tapi sekilas ia tarik lagi tangannya, “Baik. Kamu gimana? Udah berapa anakmu Sha? Suami sehat?” tanya Erik.

“Anak-anak sehat, suami begitulah,”

“Begitulah itu bagaimana? Perlu kami bantu?”

Kami...

Abigail merasa aneh dengan sebutan itu. Apa maksudnya ‘kami’ itu?

“Proses pisah Rik, laaah kayak nggak tau aja, kalian kan begitu juga barusan!” sahut teman-teman mereka ke Erik.

“Aku malah menyesal pisah sama Abigail. Ini lagi pdkt lagi,” kata Erik sambil menatap Abigail.

“Ha?” Abigail sampai menaikkan alisnya karena kaget. Sejak kapan ia mau diajak pdkt? Apa kabar dengan pacar Erik?

“Pedekate gimana? Maksudnya rujuk? Memang nggak ada cewek lain sampai mau lagi sama Abigail? Lo kan bisa cari yang lebih muda yang kayak waktu itu gue liat lo jalan di mall sama cewek seksi,” kata salah satu teman mereka.

“Gue capek mainan terus... lagian selama ini gua dan Abigail menghadapi kesulitan bersama-sama. Susah bareng-bareng, sedih juga bareng-bareng. Dia selalu ada buat gue. Nggak kayak cewek lain mau duit gue doang,”

“Bukan karena duitku juga banyak jadi kamu mau sama aku,” sindir Abigail.

“Aku belum bangkrut sayang, aku bahkan ada dua proyek lain di Italy. Makanya kamu mau ikut aku nggak?”

“Anak-anak gimana?”

“Ohiya, Kita punya anak... itu udah cukup jadi modalku buat rujuk,” Erik menyeringai, “Bahkan anak kita kayaknya sebentar lagi minta izin nikah,”

“Heh? Mak-“

“Jalan yuk ke resto lain? Aku kurang suka makanan di sini,” sahut Erik sambil berdiri dan menarik tangan Abigail. Ia memotong kalimat Abigail karena ingin menjelaskan dengan lebih terinci di jalan saja.

1
sukensri hardiati
he..he...he...tulll...
Mia Mustofa
kereen as always lah, udh no word word karya Tante mah
Sha_riesha
bagus
ayu irfan
🥰🥰🥰
☠𝒜𝐿𝓊𝓃🪡
astaga si adam ye, dia lagi hamil loh hyper banget dah
☠𝒜𝐿𝓊𝓃🪡
lah udah diperingati malah ngeyel, ambruk kan lu Rick
ahjuma80
tapi g jg gitu sih klo soal usaha, mending pedes drpd ngalor ngidul ga puguh
another Aquarian
dia emang bukan manusia 😅
another Aquarian
pak dokter apal banget dehhh, tukang reparasi korban adam bertahun-tahun ya dok 🤣🤣🤣
another Aquarian
the real psycho, habis dirusak dibetulin 🤣🤣🤣🤣🤣
another Aquarian
merangkap koki, tukang pel, tukang bersih2, kang angkat galon, kang sopir, kang satpam, pak RT RW Lurah Camat sekalian, borong semua noohhhhh Daaammmmm
another Aquarian
fakboi ketemu fakman 🤣🤣🤣
another Aquarian
kebanyakan cerita anak kok miris latar belakangnya ya..
another Aquarian
ivy masih polos, vs konspirasi 3 orang dewasa di rumahnya 🤣🤣🤣
another Aquarian
yokk gasss yookkkk... 🤣🤣🤣
another Aquarian
astagah papa sesomplak ini ternyata 🤣🤣🤣
another Aquarian
hafal si mama 🤣🤣🤣
another Aquarian
papa cosplay kompor nieh 🤣🤣🤣
another Aquarian
yang 2 cedera karena KDRT 🤣🤣🤣
another Aquarian
adam makin gendeng 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!