NovelToon NovelToon
Cherophobia

Cherophobia

Status: tamat
Genre:Teen Angst / Persahabatan / Romansa / Tamat
Popularitas:28.5k
Nilai: 5
Nama Author: RR

Kafka Anzalion yang sedari masih bayi hidupnya tidak di inginkan orang tuanya karena kelahirannya adalah sebuah kesalahan. Cowok itu tumbuh besar di bawah asuhan seorang penjual bunga yang hidup sederhana.

Kafka bahagia bersama ibu angkatnya. Tapi semua itu berubah setelah kepergian Anggi yaitu ibu angkatnya tepat di hari ulang tahunnya. Sejak saat itu Kafka merasa tidak layak bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyukai Seseorang adalah Hak

Ketika jam istirahat, seharusnya Kafka bersama teman-temannya ke kantin cowok itu malah kelayapan di lantai 3 tepatnya di area kelas 12. Dia mencari sosok gadis yang bertemu dengannya tadi di perpustakaan. Dia masih penasaran dengan gadis bernama Natasha tersebut.

Dia ingat jelas, bet kelas gadis itu adalah XII MIPA 3. Tapi ketika sampai di kelas tersebut gadis yang dicarinya tidak ada.

"Cari siapa?" tanya salah satu siswi.

"Di kelas ini ada yang namanya Natasha?" tanya Kafka.

"Oh, iya ada. Tapi dia nggak disini. Mungkin dia di taman." jawab siswi tersebut.

"Terimakasih."

Setelah mengucapkan terimakasih, Kafka berjalan menuju sebuah taman. Padahal di sekolah tersebut ada banyak taman. Tapi entah mengapa, instingnya membawanya ke taman yang tepat berada di samping perpustakaan. Dan benar saja, gadis yang dicarinya ada di taman tersebut sedang membaca buku.

"Oh? Kafka? Ngapain?" tanya Natasha sambil tersenyum ketika menyadari kehadiran Kafka yang tepat di belakangnya.

"Darimana kau tahu itu aku?" tanya Kafka balik.

"Aku hapal aroma parfummu." jawab Natasha.

Mereka berbicara tanpa berhadapan. Kafka masih berdiri di belakang Natasha yang duduk di kursi taman tanpa ada niatan berjalan mendekati gadis itu. Begitu pula dengan Natasha, gadis itu juga hanya duduk tanpa berbalik.

"Jadi? Ada apa kau mencariku? Mulai naksir ya?" tanya Natasha disusul tawanya.

"Apa maksudmu tadi? Tentang senyumku yang berbeda dengan hatiku?" tanya Kafka tanpa basa-basi.

Ya, Kafka memang begitu. Cowok itu memiliki sifat yang jujur, dan tidak suka mengatakan banyak kalimat yang tidak penting. Intinya dia tidak suka dengan yang namanya basa-basi karena menurutnya itu membuang-buang waktu.

"Bukannya memang benar? Kau sebenarnya bahagia, dan senyummu itu tulus karena bahagia. Tapi di lubuk hatimu yang paling dalam ada situasi yang berbeda.. Keadaanmu cukup sulit dijelaskan. Seolah kau menahan dan menahan kebahagiaan itu dalam-dalam di hatimu agar tidak keluar dan terlihat." jawab Natasha.

Kafka semakin terkejut mendengar jawaban Natasha. Bagaimana gadis di depannya ini tahu tentang hal itu? Ya, memang benar yang dikatakan Natasha. Dia bahagia, benar-benar bahagia dengan hidupnya sehari-hari. Senyum yang dia tampilkan juga bukan senyum palsu. Tapi sesuai dengan yang dikatakan Natasha, di lubuk hatinya yang paling dalam dia sangat takut terlalu bahagia. Dia takut akan merasakan kesedihan setelahnya. Maka dari itu dia memendam rasa bahagianya dan berharap tidak terjadi apa-apa.

"Darimana kau tahu semua itu?" tanya Kafka.

"Mudah, itu terbaca dari sorot matamu." cetus Natasha.

Kafka diam sejenak. Kemudian mengatakan sesuatu sebelum pergi. "Jangan beri aku sesuatu lagi. Aku tidak akan menerimanya." ucap Kafka. Kemudian berbalik beranjak pergi dari sana.

Tapi sebelum Kafka benar-benar pergi, Natasha berdiri dan berbalik menghadap Kafka. "Kenapa tidak boleh? Aku menyukaimu. Aku ingin membuatmu bisa mengekspresikan kebahagiaan itu." ujar Natasha dengan lantang.

Mendengar penuturan Natasha Kafka langsung menghentikan langkahnya. Tangannya terkepal erat. "Jangan berusaha membuatku bahagia, karena aku tidak menginginkannya." jawab Kafka. Kemudian cowok itu melangkahkan kakinya lagi. Selang 3 langkah Kafka berhenti dan mengatakan sesuatu. "Dan, jangan menyukaiku!" ucap Kafka dengan tegas. Setelah itu dirinya benar-benar pergi dari taman tersebut meninggalkan Natasha.

Gadis itu mencebikkan bibirnya menanggapi perkataan Kafka.

"Kenapa tidak boleh? Menyukai seseorang adalah hak setiap orang. Terserah aku dong." gumam Natasha.

Kita ke Kafka, setelah dari taman. Dia segera pergi ke kantin karena teman-temannya pasti sudah menunggu dirinya. Dan benar saja, semua temannya tidak ada yang menyentuh jatah makanan mereka.

"Kenapa nggak makan duluan?" tanya Kafka sambil menarik kursi di samping Yohan dan duduk di sana.

"Nggak lengkap tahu, makan kalau nggak ada Lo." jawab Azam.

"Tuh, gue udah antre buat jatah makanan Lo." kata Yora sambil menyodorkan nampan berisi makanan kepada Kafka.

Kafka tertawa kecil. Dia melihat wajah teman-temannya satu persatu. Sudut bibirnya terangkat ketika melihat Arzel yang sudah tersenyum seperti biasanya. Di pergelangan tangan cowok itu juga sudah tidak ada gelang-gelang yang menumpuk, sehingga terlihat jelas semua bekas lukanya. Artinya sekarang Arzel sudah bisa menerima keadaannya.

"Biskuit tadi Lo beli dimana sih?" tanya Hazel.

"He'em, enak banget njay." sahut Arzel.

"Sayang, cuma sedikit." cetus Azam.

"Kayaknya buatan sendiri deh. Nggak ada nama toko juga di kemasannya. Lo buat sendiri Kaf?" tanya Yora kepada Kafka.

Kafka menggaruk leher belakangnya yang tidak terasa gatal. "Nggak, bukan gue yang bikin. Dikasih orang." jawab Kafka dengan jujur.

"Yang biasanya itu?" tanya Nathan karena teringat Kafka pernah bercerita ada yang meletakkan makanan ringan, minuman, dan benda-benda lainnya di mejanya tanpa sepengetahuan Kafka.

"Hm." jawab Kafka singkat sambil memakan makanannya.

Mereka makan bersama sambil bercanda. Suasana hangat dan ceria menyelimuti mereka bertujuh. Sekalipun Yohan hanya diam, tapi cowok dingin itu tetap memancarkan kebahagiaan dari sorot matanya.

Ditengah-tengah candaan mereka, tiba-tiba mata Kafka teralihkan kepada seseorang yang sedang membeli minuman di kantin.

Tap!

"Hayoloh lihat apa?" tanya Azam sambil menepuk pundak Kafka.

Seketika semua teman-temannya menatap ke arah yang dipandang Kafka.

"Woah, Kafka kita ada kemajuan nih." ucap Azam menggoda Kafka.

"Setelah kapal kebucinan seorang Nathan karam, terbitlah kapal baru eakkk" sahut Arzel ikut meledek.

Ctak! Nathan yang duduk di samping Arzel langsung menjitak kening sahabatnya tersebut. "Nggak usah di ungkit anj*ng!" semprot Nathan karena kesal.

"Nggak, gue nggak suka dia. Cuma, penasaran doang. Kalian kenal dia?" tanya Kafka tanpa mengalihkan tatapannya dari Natasha

"Dia murid pindahan dari SMA di kota sebelah. Mungkin dia pindah 3 bulan yang lalu. Kenapa memang?" Yora menjawab pertanyaan Kafka sekaligus bertanya lagi.

Kafka menggelengkan kepalanya.

"Dia yang ngasih semua itu." celetuk Yohan tiba-tiba.

"Ehh.."

"Benar Kaf?" tanya Hazel.

"Benar sih, tapi daripada bahas itu. Mending bahas kapan latihan untuk kegiatan tengah semester. Kelas kita belum latihan sama sekali. Sedangkan kelas lain, gue lihat udah pada latihan." ucap Kafka mengalihkan topik pembicaraan.

Dan berhasil, teman-temannya langsung ribut membicarakan tentang kegiatan tengah semester yang akan dilakukan Minggu depan. Sedangkan Kafka sama sekali tidak fokus dengan pembicaraan karena tatapan matanya terus mengarah kepada Natasha. Sekalipun bibirnya bilang tidak, tapi dia tidak bisa membohongi hatinya yang ada rasa ketertarikan dengan sosok gadis bernama Natasha tersebut.

...***...

...Bersambung......

1
lyfiaa🎀
gilaaa sih
ni cerita bener² the best bgtt🤩💯
Vvirgo☆
BEST
Vvirgo☆
Thor S2 nya Thor please 🙏
pas Kafka nya udah jadi dokter
Riniii 💜: semangaat thor. ditunggu S2 nyaaaa
total 3 replies
Fadiylah19
kok tamat 😟😟😩😩😫😫😭😭😭
Fadiylah19
semangat thor,,next,,,, 🙃🙃🙃
Fadiylah19
tuh kan apa ku bilang,,,yu lanjut ✊✊
Fadiylah19
ohooooo,boleh nebak ga sih,,,
jangan" ada foto Natasha di sana🤔🤔🤔🤔d tunggu lah kelanjutannya 😊😊😊
Fadiylah19
pemikiran mu mulai terbuka Natasha,cewe klo mau dketin cowo, sewajarnya aja,jngan over ya,,, biar gak bikin ilfeel 👌👌👌karna klo emang sama" suka si cowo jga lama" peka ko sama perasaan kmu😉
Fadiylah19
entah kenapa gak terlalu suka sama cwe yg agresif,meski untuk mendapatkan/mencapai sesuatu itu harus berjuang,tp ttp aja kurang srek klo yg agresif si cewenya,,,🙏🙏hanya pendapat ✌🏻✌🏻✌🏻
Fadiylah19: ok,, selalu d tunggu kejutan" selanjutnya 😉
total 6 replies
Fadiylah19
kafka dah gede🤭🤭mulai tertarik sama cewe,cuma sayang,cewe'a duluan yg bilang suka,,agak gmna gituh😅
Fadiylah19
next,,,
Fadiylah19
bnerkan,udah pasti luka sayat yg d sembunyiin pke gelang,tp apa yg bikin arzel lukain diri sendiri,,,
Fadiylah19
ada apa sama arzel?,,,,ga ada doble up kah🙁🙁
LR
sama, aku juga kebut-kebutan kalau lagi seperti itu
Fadiylah19
siapakah gerangan yg di balkon itu,, oh apa mungkin saudara seayah kafka,,mungkin🤔🤔🤔 entahlah🤷‍♀️🤷‍♀️🤷‍♀️,,,,next,, di tunggu kelanjutannya 😊😊😊
LR
akhirnya terbongkar 🍃
LR
antara muji sama ngejek🤣🏃🏻‍♀️
Fadiylah19
yooo lanjuutt,makin dibuat penasaran saya🤭
LR
Kafka 🥺
LR
Kafka keinginan mu akan terwujud tanpa adanya luka yang terselip, tapi nanti 🍃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!