NovelToon NovelToon
Cinta Yang Dipaksakan

Cinta Yang Dipaksakan

Status: tamat
Genre:Mafia / Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi / Teen Angst / Tamat
Popularitas:32.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nadiyah Salsabila

Victoria yang baru saja lulus dari kuliah S1 nya harus menerima kenyataan pahit ketika tau orang tuanya telah dibunuh oleh seorang Mafia yang bahkan tak pernah ia jumpai sama sekali.

Dan hal lain yang lebih mengejutkan pun terjadi, sang ketua mafia yang membunuh kedua orang tua Victoria ternyata ingin menjadikan dia sebagai istrinya.

Lalu bagaimana dengan kehidupan Victoria selanjutnya? siapa sebenarnya si Mafia yang telah membunuh kedua orang tua Victoria? Akankah Victoria bisa membalaskan dendam atas kematian orangtuanya? atau justru dia akan jatuh ke dalam lubang cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiyah Salsabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 28. Pesta Terus Berlanjut

Pesta penyambutan keluarga baru Cosa Nostra Family–Victoria–terus berlanjut. Bahkan sampai jarum pendek pada jam menunjukkan angka 10, belum ada tanda-tanda bahwa pesta itu akan berakhir.

Semua orang terus berpesta. Mereka bernyanyi, menari, dan membicarakan hal-hal yang random sembari meminum minuman haram yang membuat mereka mulai mabuk.

Tidak ada satupun orang yang terlihat lelah, ataupun tidak menikmati pesta. Pada malam hari ini, mereka akan membuat bintang-bintang, dan juga bulan ikut serta dalam kemeriahan yang mereka adakan.

"Hei nona Victoria! Kemari lah! Kita akan lanjut ke permainan selanjutnya!" teriak salah satu dari anggota Cosa Nostra Family, kepada Victoria yang sedang berbincang-bincang dengan anggota yang lainnya.

"Baik!" Dengan suara dan wajah yang riang, Victoria membalas teriakan itu, lalu kemudian dia berlari kecil ke arah orang yang memanggilnya.

Sesampainya gadis itu disana, orang yang memanggilnya tadi memberikan dia sebuah sendok, dan bola kecil yang berwarna hitam.

"Apa ini?" tanya Victoria sambil memutar balikkan bola kecil itu di telapak tangannya.

Melihat hal itu, semua orang yang memandangi Victoria terlihat kaget. Raut wajah kaget dan takut pun terukir di wajah mereka.

"N–nona Victoria! Bola kecil yang anda pegang itu adalah sebuah bom!" Dengan suara yang lirih dan sedikit bergetar, salah satu orang disana memberitahu Victoria.

"Apa?!" Victoria yang benar-benar kaget dengan pernyataan yang baru saja dia dengar itu, tanpa sengaja menjatuhkan bom kecil yang dia pegang dari telapak tangannya.

Melihat hal tersebut seketika saja semua orang menjadi heboh, sebagian dari mereka berteriak panik, sementara yang lainnya diam membeku.

Namun syukurnya, kejadian menakutkan yang mereka bayangkan tidak terjadi. Karena dengan cepat, Victoria menangkap bom yang berbentuk bola kecil itu, sebelum bom tersebut menyentuh lantai ruangan pesta tersebut.

"Huft ... Syukurlah!" lega semua orang disana, termasuk Victoria yang sudah ketakutan. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika bom itu meledak di dalam ruangan.

"Kyakk ... Apa maksudmu memberikanku bom kecil ini? Kau bilang ingin melakukan permainan selanjutnya?!" Dengan emosi marah yang sudah keluar, Victoria berteriak kepada orang yang telah memberikannya bom itu.

"M–maaf nona Victoria, s–seharusnya saya menjelaskan terlebih dahulu sebelum saya memberikan bom itu," ucap pria yang dimaksud sembari menundukkan kepalanya.

"Menjelaskan? Huh?" Victoria menelengkan kepalanya ke samping, dan dengan raut wajah yang bingung dia bergumam.

"Benar! Sebenarnya permainan kita selanjutnya akan menggunakan bom kecil itu, dan juga sebuah sendok," jelas pria yang berteriak kepada Victoria beberapa saat yang lalu.

Mendengar hal itu bukannya mengerti, Victoria malah menjadi semakin bingung. Permainan apa yang bisa mereka lakukan dengan sebuah bom kecil dan sendok?

"Jadi begini nona Victoria, nanti kita akan berlari dari garis awal sampai ke garis akhir dengan sendok yang ujungnya kita gigit, lalu kita akan meletakkan bom kecil berbentuk bola itu ke atas sendok tersebut."

"Tujuan dari permainan ini yaitu, sampai ke garis akhir tanpa menjatuhkan bom yang diletakkan di atas sendok. Bom kecil itu juga memiliki batas waktu, dimana bom tersebut akan meledak jika waktunya habis."

"Waktu di dalam bom itu akan mulai bergerak ketika para peserta meninggalkan garis awal, dan akan berhenti otomatis ketika peserta melewati garis akhir."

"Jadi jangan biarkan bom itu jatuh lalu meledak, atau meledak karena terlalu lama berada di jalur lintasan. Waktu sebelum bom itu meledak adalah 15 detik! Dan ledakkan bom kecil itu hanya akan berpengaruh ke peserta yang bertanggung jawab atas bom tersebut."

Dengan suara yang jelas, salah satu dari anggota Cosa Nostra Family menjelaskan aturan, dan cara bermain permainan itu kepada Victoria.

Setelah mendengarkan semua penjelasan itu akhirnya Victoria pun mengerti, dan dia siap untuk segera memainkan permainan tersebut.

Sebelum permainan dimulai, setiap sidik jari dari para peserta yang ikut akan di scan ke bom kecil itu, hal inilah yang akan membuat bom tersebut tau siapa orang yang harus di berikan dampak ledakkan jika bom itu jatuh.

Dan ternyata ledakan dari bom itupun bukan seperti bom pada umumnya, melainkan bunyi yang sangat besar, dimana bunyi itu akan masuk ke telinga orang yang terhubung dengan bom itu.

Saat ledakan terjadi, bom tersebut juga akan mengeluarkan serbuk merica, dimana serbuk merica tersebut akan masuk ke dalam lubang hidung, dan juga mata peserta pemilik sidik jari yang terdata di bom itu.

Ddooorrrr ...

"Mulai!!"

Sebuah pistol tanpa peluru ditembakkan ke udara, diiringi dengan teriakan suara dari panitia lomba tersebut.

Mendengar hal itu seluruh anggota Cosa Nostra Family yang mengikuti lomba tersebut langsung mulai bergerak untuk sampai ke garis akhir.

Sementara yang lainnya langsung berkumpul untuk menonton pertandingan yang seru itu.

Dan di antara kerumunan orang-orang yang menonton itu, ternyata ada Deresta dan juga Reider yang ikut bergabung.

Alasan mereka ada di antara kerumunan itu, tak lain dan tak bukan hanyalah untuk melihat Victoria yang sedang bersenang-senang.

Raut wajah yang begitu ceria terpapar dimuka manis wanita itu, senyum indah pun mengembang di wajahnya.

Sesekali wajah Victoria pun berubah menjadi panik karena bom kecil yang ada di sendoknya hampir terjatuh, namun itu tak lama, karena dengan mudah Victoria bisa mengimbangi kembali bola di atas sendok tersebut.

Panjang lintasan permainan itu adalah sekitar 50 meter, dan selama di lintasan sudah banyak para mafia yang menjatuhkan bom milik mereka.

Mereka yang menjatuhkan bom itu pun langsung tergeletak tak berdaya di lantai ruangan pesta itu.

Telinga mereka terus berdengung kesakitan karena suara yang keras, mata mereka perih karena bubuk merica, lalu hidung mereka tak henti-hentinya mengeluarkan bersin.

Disaat peserta lain mulai berjatuhan, Victoria dan beberapa peserta yang lainnya terus melaju ke garis akhir. Dan pada akhirnya mereka sampai tanpa menjatuhkan bom milik mereka.

Lalu seperti yang dijelaskan sebelumnya, waktu di bom kecil tersebut berhenti bergerak secara otomatis ketika para peserta melewati garis akhir.

"Yeay!!" sorak gembira semua orang yang berhasil menyelesaikan permainan tersebut, termasuk Victoria.

"3 .... 2 ... 1! Meledak!" Orang-orang yang menonton permainan itu sudah menghitung mundur waktu 15 detik sejak permainan dimulai, jadi mereka tahu kapan bom itu akan meledak.

Saat waktu di bom kecil itu habis, semua bom milik peserta yang belum mencapai garis finish meledak, seketika saja mereka semua pun langsung terjatuh ke lantai.

Di saat mereka yang kalah meringis kesakitan, mereka yang menang justru bersorak-sorak gembira. Dan Victoria lah yang menjadi orang paling terlihat bahagia di antara semuanya.

"Hahaha! ... Aku anak baru disini, tapi aku bisa mengalahkan kalian semua! Hahaha! ... Betapa hebatnya aku ini!" ucap Victoria diiringi dengan tawanya yang sombong.

Disisi lain dua orang yang terus melihat gadis itu tersenyum tipis, mereka tersenyum karena melihat gadis itu tertawa bahagia.

"Victoria begitu mirip dengan dia ya, Bos?" gumam Reider dengan suara yang pelan.

"Hahaha ... Aku geli mendengarmu memanggilku dengan kata itu, panggil saja namaku di saat percakapan kita hanya untuk berdua!" Dengan tawanya, Deresta membalas perkataan Si Consigliere keluarga mafia yang ia pimpin.

"Tapi kau benar, Reider! Dia begitu mirip dengan wanita itu," lanjut Deresta sambil tak henti-hentinya tersenyum.

1
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
jadi ini Alan apa lagi Thor yg bener?
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
dia tidak mencintaimu Tori. dia manipulasi tingkap kakak. kenapa kamu masih disana? Thor, kalo si Tori kabur, apa resikony?
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
jangan mau Tori, serendah itu kan harga diri perempuan Dimatamu kai?
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
cepat ambil trs umpetin tori
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
dia siapanya KAI, Thor?
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
dia kenapa sih? kai orang gila bener bener sakit
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
yaiyalah, siapa juga yang sudi tinggal sm psiko kl bkn terpaksa karna keadaan?
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
sudah kuduga, gk heran sih, holang kaya mah bebas/Doge/
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
lebih mati, ketimbang terima. lari Tori!
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
dasar orang gila, sumpah nih orang redflag sudah pasti agresif, obsesi, posesif. Run Tori! selamatkan dirimu
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
apa coba? ini cowok maunya apa sih? orang gila
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
gk kebayang sih betapa ngerinya
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
bejir dibantai 1 keluarga dong
Ni Luh Septi
aku tinggalkan jejak jgn lupa folback
zc❖ᯓ★ֶָ֢⭑🥑⃟ꪱ꯱ꫀυᥣׁׅ֪༊·⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
keren banget ini cerita mafia, tapi kenapa sepi sih woi😭
zc❖ᯓ★ֶָ֢⭑🥑⃟ꪱ꯱ꫀυᥣׁׅ֪༊·⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
jleb! wah ternyata Deresta udh jatuh cinta sama Victoria toh
zc❖ᯓ★ֶָ֢⭑🥑⃟ꪱ꯱ꫀυᥣׁׅ֪༊·⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
emang keren banget Victoria, Carina aja sampai mau nyebut dia dengan sebutan nona loh, keren
zc❖ᯓ★ֶָ֢⭑🥑⃟ꪱ꯱ꫀυᥣׁׅ֪༊·⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
aduh Victoria kamu kenapa
Penelop3
Mampir kakak 😊
🟡🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪: terimakasih kak
total 1 replies
Hyuna-Chan🪐
next author, kpn next nih
🟡🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪: rabu ya hehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!