NovelToon NovelToon
My Sweet Girl

My Sweet Girl

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Bullying di Tempat Kerja / Tamat
Popularitas:117.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Mengandung Kebucinan Yang Hakiki!

Apa yang kamu pikirkan tentang gadis berkacamata? Culun? Cupu?

Tapi tidak bagi Alvaro, dia menatap gadis pekerja paruh waktu di restaurant sebagai gadis manis yang ingin dia lindungi dan dia miliki. Namun, tidak semudah yang dia fikirkan untuk bisa mendapatkan hati gadis itu. Gadis manis yang berhasil menarik perhatiannya dengan segala sikap polos dan ketulusan hatinya. Untuk pertama kalinya, Alvaro merasakan jatuh cinta.

Namun, gadis manis itu seolah membangun sebuah benteng pembatas di antara mereka. Dia selalu menghindarinya. Dan hal itu tidak akan membuat Alvaro menyerah begitu saja. Dia akan memilikinya dan terus mengejarnya.

"My Sweet Girl, aku akan mendapatkanmu"

Tekadnya begitu kuat untuk bisa mendapatkan gadis manis itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ternyata Bukan Alvaro

Alvaro berlari menyusuri lorong rumah sakit, menuju ruang perawatan istrinya setelah dia bertanya pada seorang perawat. Alvaro melihat ada seorang pria paruh baya yang duduk di kursi tunggu depan ruang perawatan istrinya. Dia segera menghampirinya.

"Maaf, apa anda yang tadi menelepon saya?"

Pria itu langsung berdiri ketika mendengar suara Alvaro. "Iya Tuan, saya minta maaf karena saya juga tidak tahu kenapa tiba-tiba istri anda mengambil jalur jalan yang berlawanan hingga mobil saya dan motor miliknya bertabrakan. Masih beruntungnya mobil saya berada dalam laju lambat. Jadi tidak terlalu fatal akibat tabrakan itu"

Alvaro menghela nafas, melihat pria ini sudah bertanggung jawab dan mengakui semuanya. Alvaro tidak bisa melakukan apapun. Apalagi saat pria ini juga yang telah membawa Tami ke rumah sakit, karena jika istrinya tidak langsung di bawa ke rumah sakit. Mungkin akan sangat fatal bagi keadaannya sekarang.

"Tidak papa Pak, saya mengerti situasinya. Terima kasih karena sudah membawa istri saya ke rumah sakit"

Pria paruh baya itu mengangguk dengan hormat. "Iya Tuan, sama-sama. Tapi, apa sekarang saya sudah boleh pulang? Istri saya menunggu di rumah"

Alvaro mengangguk, dia mengibaskan tangannya menandakan tidak masalah jika pria itu pulang sekarang. "Ya, pulanglah"

Beberapa saat setelah pria paruh baya itu pulang, Dokter keluar dari ruang pemeriksaan. Alvaro segera menghampiri Dokter. "Dok, bagaimana keadaan istri saya?"

"Dia sudah melewati masa kritisnya, tadi sempat kehilangan banyak darah karena benturan di kepalanya cukup keras. Mungkin istri anda memang tidak memakai helm saat berkendara"

"Lalu bagaimana keadaannya sekarang?" Sungguh saat ini hati Alvaro benar-benar di penuhi dengan rasa cemas berlebihan. Mendengar penjelasan dokter membuat dirinya semakin khawatir dengan keadaan istrinya. Takut jika ada hal yang fatal yang terjadi setelah kecelakaan itu.

"Untuk saat ini semuanya sudah baik-baik saja. Istri anda juga telah sadarkan diri, tapi mungkin masih memerlukan perawatan beberapa hari ke depan"

Setelah mendengar penjelasan Dokter, Alvaro sedikit lebih lega. Dia masuk ke dalam ruang rawat Tami, melihat istrinya yang sudah sadarkan diri dan sekarang sedang diam menatap langit-langit berwarna putih itu.

Alvaro berjalan menghampirinya, menarik kursi di samping ranjang pasien lalu dia duduk disana. Alvaro ingin meraih tangan Tami untuk di genggamnya, namun istrinya langsung menjauhkan tangannya dari Alvaro. Seolah dia memang tidak ingin suaminya meyentuhnya.

"Sayang, bagaimana keadaanmu? Apa yang kamu rasakan sekarang?"

Tami memalingkan wajahnya ketika suaminya bertanya. Dia malas melihat wajah Alvaro yang jelas-jelas sudah berpura-pura tidak mengenalnya saat di depan super market tadi.

"Sayang, maaf karena aku tadi marah padamu. Aku hanya ingin kau mencoba untuk menerimaku sebagai suamimu"

Tami meneteskan air matanya ketika mendengar ucapan Alvaro. Suaminya itu menginginkan Tami untuk menerimanya dan membuka hati untuknya. Sementara dia selalu melampiaskan kekesalan pada wanita lain. Lalu untuk apa Tami mencoba membuka hatinya, jika Alvaro saja tidak benar-benar membuka hati untuknya.

"Aku minta kamu ceraikan aku saja"

Deg..

Alvaro seperti mendapat sambaran petir ketika mendengar ucapan istrinya barusan. "A-apa maksudmu cerai? Tidak. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi"

"Lalu untuk apa lagi kamu mempertahankan aku? Karena hutang? Aku akan membayarnya, aku janji akan melunasinya. Tapi, tolong lepaskan aku dari ikatan pernikahan ini"

"Tidak! Sampai kapan pun aku tidak akan melepaskanmu"

Tami menoleh, dia menatap Alvaro dengan mata yang berkaca-kaca. "Terus untuk apa kamu masih mempertahankan pernikahan ini jika kamu saja merasa tidak puas denganku"

"Tidak puas apa maksudmu? Aku tidak pernah merasa tidak puas denganmu"

"Bohong!" Suara Tami sudah mulai meninggi. Dia benar-benar tidak bisa mengontrol dirinya ketika mengingat kejadian tadi siang. Ketika Alvaro bersama wanita lain dan berpura-pura tidak mengenalinya. "...Kamu selalu melampiaskan kemarahanmu bersama wanita lain. Bahkan tadi saja kau berpura-pura tidak mengenaliku, saat kau bersama wanita lain. Bahkan kau mengabaikanku, membiarkan aku menangis sendiri dan kau malah mengejar wanita itu"

Alvaro mengerutkan keningnya, dia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan Tami. Dirinya berpura-pura tidak mengenali istrinya sendiri? Lalu wanita siapa yang di maksud Tami, karena Alvaro tidak merasa pergi dengan wanita mana pun. Dia juga tidak merasa bertemu dengan Tami. Apalagi berpura-pura tidak mengenalinya.

"Apa maksudmu? Aku bersama siapa? Aku tidak pernah mengkhianatimu. Lagian untuk apa aku sampai berpura-pura tidak mengenalimu"

"Lalu tadi siang siapa? Hantu yang aku lihat? Jelas mataku tidak salah lihat, kamu sedang bersama wanita lain. Kamu tega sama aku, setelah hatiku benar-benar menjadi milikmu. Kini kamu malah memperlakukan aku seperti ini"

Akhirnya tangisan Tami pecah ketika mengatakan itu. Dia merasa telah merendahkan dirinya sendiri. Di saat suaminya tidak mencintainya, tapi Tami malah menyatakan cinta secara tidak langsung.

"Jadi, apa kau sudah mencintaiku?"

"Ya, aku mencintaimu. Tapi aku tidak mau berada dalam perniakahan seperti ini, kamu selalu mencari pelampiasan bersama wanita lain ketika kamu kesal dan marah padaku. Setiap masalah diantara kita, kamu selesaikan dengan cara bersenang-senang dengan wanita lain"

Alvaro berdiri dari duduknya, dia memegang lembut wajah Tami. Menatapnya dengan lekat. "Aku senang saat kau sudah membuka hatimu untukku. Tapi aku benar-benar tidak mengerti apa maksudmu. Tadi, aku pergi ke super market untuk membeli minuman. Dan saat aku kembali, kamu sudah tidak ada di rumah. Kamu tahu betapa takutnya aku ketika tidak menemukan dirimu dimana pun. Yang aku takutkan hanya satu, kamu pergi dari hidupku. Aku tidak siap untuk itu. Jadi, apa yang kamu bicarakan benar-benar tidak aku mengerti"

"Bohong..." Tami kembali memalingkan wajahnya. Tidak mau menatap wajah tampan suaminya, karena dia pasti akan luluh kembali saat melihat tatapannya. "...Aku juga menemuimu di depan super market dan kamu bersama seorang wanita. Kamu tidak mengenaliku"

"Sayang dengarkan aku..." Alvaro membalikan wajah Tami agar kembali menatapnya. "...Aku tidak bertemu denganmu, aku tidak bersama wanita mana pun yang kamu maksud itu? Kamu kenapa si?"

"Kalau bukan kamu, lalu yang aku temui siapa? Jelas ada mobil kamu disana"

Deg..

Sepertinya Alvaro baru mengerti apa maksud istrinya. Dia memang ke super market, dan saat disana dia tidak sengaja bertemu dengan saudaranya. "Haha. Kamu salah orang, Sayang. Ya ampun, kamu pasti telah menciptakan huru hara dalam rumah tangga Alvino"

Tami menatap Alvaro dengan bingung, kenapa pria itu malah tertawa begitu. Dan apa tadi katanya, salah orang? Tidak mungkin. Tami jelas mengenali suaminya sendiri.

Alvaro berdiri, dia mengambil ponselnya dan membuka beberapa foto yang ada di ponselnya. Menunjukkan sebuah foto pada Tami dari ponselnya. "Apa dia yang kamu temui? Pria berkacamata dengan wanita ini?"

Tami melihat foto itu, dia tentu masih mengingat wajah wanita yang bersama Alvaro saat di super market tadi. Dia tidak menjawab, karena kesal dengan suaminya yang malah menunjukan foto kemesraan dirinya dengan wanita itu.

Lali Alvaro menggeser layar ponselnya, dan menunjukan sebuah foto dua orang yang sangat mirip dengan tinggi dan bentuh tubuh yang nyaris sama. Bedanya adalah yang satu memakai kacamata dan satunya lagi tidak. Tami langsung menatap suaminya dengan tatapan penuh tanya.

"Ya, dia adalah Alvino Sugarda. Saudara kembarku. Kami lahir hanya berbeda beberapa menit saja. Jadi sudah pasti yang kamu temui tadi adalah dia, bukan aku"

Deg..

Bagaimana ini?

Bersambung

1
Qaisaa Nazarudin
Pasti adiknya meninggal nih,duh padahal aku berharap banget kalo adiknya itu sembuh total..
Qaisaa Nazarudin
Oh Varo yatim piatu, Semoga Tantenya orang yg baik ya..
Qaisaa Nazarudin
KENAPA HARUS DI SKIP PERNIKAHAN MEREKA? JADI GAK GREGET BACANYA..
Qaisaa Nazarudin
Apa Al gak punya keluarga ya,Harusnya kan dia ngenalin dulu Tami ke Ortunya..
Qaisaa Nazarudin
Bagus deh kalo emang tulus butuh bantuan,Aku takut aja ada niat mereka utk menjebak Tami
Qaisaa Nazarudin
Semoga aja gak ada niat lain nih Cowok..
Qaisaa Nazarudin
Jangan2 ini temen kuliahnya Tami juga kali ya..🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Waahh udah manggil AYAH aja nih😂😂😜😜
Qaisaa Nazarudin
Modus tuh,Biar lama di peluk kamu...🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Pasti Tami Cantik banget ya,Katena banyak perempuan lain yg iri, Boss nya aja langsung jatuh cinta dengan pandangan pertama 😁
Qaisaa Nazarudin
Awalnya udah Seruuu.. Semoga Varo bukan jenis lelaki TEH CELUP..
Kusii Yaati
tdk apa2 tam setidaknya Alvaro mencintaimu, lebih baik di cintai daripada mencintai.
Erna M Jen
semoga ceritanya bagus..👍😀
Suyudana Arta
baju dinas
MJ
Bibit2 pelakor
kagome
pil kb ???????
uyhull01
siap nanti mask ksna kak,
uyhull01
ehhh udah End ternyata,,
uyhull01
Mi klo suamimu gak mau kmu hamil lgi suruh aja dia juga jgn menanam dan menyiram tnmn 😂😂🤭🤭
uyhull01
posesif nya,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!