Diana Aginanda yang kehilangan ingatan saat usia 4 tahun dan diasuh di tengah kemiskinan oleh orang yang telah menculiknya.
Di saat usianya akan menginjak 17 tahun, Diana mengalami banyak permasalahan yang menimpa hidupnya sampai dia bertemu dengan kakak, sahabat, dan cinta sejatinya.
Hari-hari biasa di tengah kemiskinan yang dilalui diana akan berubah saat dia telah menemukan kembali ingatannya yang hilang menjadi hari hari penuh tantangan dan mengancam nyawanya, namun Diana tidak sendiri.
Diana akan mengungkap dalang di balik semua permasalahan dan percobaan pembunuhan yang menimpanya dan seorang teman pertamanya selama ini, namun siapa sangka bahwa tersangka itu adalah orang terdekatnya!?
Cover by : Pinterest.
Note: semoga cerita ini menghibur walau banyak ngasalnya, semoga mata kalian tetap sehat melihat tebaran typo yang amazing, dan semoga kalian tetap bertahan dengan segala ketidakberdayaan author menampung keluhan dan emosi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiki Kp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Diantara mereka
satu kesalahan mungkin akan menjadi akhir dari segala kebersamaan dan kepercayaan
perjuangan yang manis akan kalah dengan kecurangan yang sadis
namun kepercayaan yang terbangun selama ini bisa jadi akan runtuh karna masalah yang terlalu berat untuk dibincangkan diantara kita--
Nadia tersenyum melihat mereka bertiga yang telah berdiri disana dengan hentakan nafas yang sama sama ngos-ngosan
"dari mana?dan ada apa ini?"tanya grisan kepada nadia dan diana
"kami habis dari sana"jawab nadia menunjuk gedung diseberang yang disinggahinya tadi
Mereka bertiga meliriknke arah gedung itu dengan tatapan heran
"lalu mereka bertiga kenapa?kenapa mereka tidak menjawab pertanyaan kami dari tadi?"heran yulia
Nadia menggelengkan kepala kepada Yulia dan memberikan isyarat kepada mereka bertiga agar tidak membahas dan menanyakan hal itu lagi
Mereka segera membawa azila dan kinda yang masih syok serta nadia membicarakan kepada aurel yang sudah baikan agar tidak membahas penembakan tadi pada keluarga
"kenapa?"tanya aurel heran
"lo tenang aja itu tak akan terjadi lagi,sasaran mereka bukan judo lo atau keluarga li"jelas nadia
"lalu siapa?"tanya aurel cemas
"itu tidak bisa gue sebutkan,namun lo tidak perlu cemas,yang jelas itu bukan kita"
"bagaimana bisa lo tenang aja disaat semua yang terjadi tadi?!bagaimana itu bukan kita?!jelas jelas peluru nya menembak ke arah kita!!atau jangan jangan sasarannnya adalah alisya?!"bentak aurel
Nadia menggelengkan kepalanya dan memilih untuk mengatakan pada aurel bahwa sasaran penembak tadi adalah dia
"serius?!kenapa?!"kager aurel
"itu urusan keluarga gue, lo tenang aja"
Aurel melirik cemas tentang keadaan nadia namun nadia tetap berusaha meyakinkan aurel
Nadia segera beranjak dari kamar Aurel dan segera bergegas mencari Alisya yang sedang sembunyi
"sya! keluar aja gak apa apa kok,gue jamin udah aman!!!"teriak nadia ditengah halaman pelatihan aurel yang kosong
"serius?!"tanya nadia sambil menggeserkan ranting ranting yang sedari tadi menutupi tubuhnya
Nadia mengangguk tersenyum
"lo udah tau kan siapa orang itu? kebetulan tadi gue denger suara mereka bertiga"jelas alisya sambil membersihkan pakaiannya yang berdaun
Nadia kembali mengangguk dengan tangannya yang segera membungkan mulut alisya karna kedatangan aurel
"ada apa?"tanya aurel heran karna nadia menutup mulut alisya dengan tangannya
"eh gak ada kok,tadi ada dia nguap gede banget"jelas nadia gelagapan sambil melepas tangannya dari mulut alisya
"lo gak apa apa kan sya?"tanya aurel
Alisya mengangguk dan kemudian mereka kembali ke ruang tengah
"hai sya! dari mana?"tanya fairel
"dari toilet"jawab alisya
Fairel mengangguk
"jadi ada apa dengan kalian?"tanya Yulia heran
Mereka sepakat menyebutkan hanya sedang latihan drama
"latihan drama?"heran yulia
"iya kami cuman main main aja kok"jelas kinda setelah tadi dibisikkan oleh aurel
"hmmm"heran yulia
Mereka tidak mempermasalahkan hal itu dan kembali menanyai mereka tujuan kedatangan mereka bertiga ke judo itu
"kalian janjian bareng ke sini?"tanya alisya
"eh ngak kok"jawab grisan
fairel dan Yulia ikut menggeleng sedangkan nadia dan alisya sibuk memperhatikan gerak gerik mereka bertiga
"ada apa nad?"tanya fairel yang risih dilirik
"apa?"balik tanya nadia
"kok liatin gue gitu banget sih"ujar fairel
"masa?"
"iyaaa"
Nadia tertawa melihat tindakan fairel yang gelagapan
"ada apa ya?"ujar Yulia yang ikut diperhatikand dengan seksama oleh alisya dan nadia
Mereka menggeleng dan tersenyum membuat Yulia bingung
"jadi perlu apa kesini?"tanya aurel angkat bicara
"gue kan udah janji bakal datang kesini tiap libur"jawab grisan
"gue mau liat liat"jawab fairel
"liat liat atau liatin diana???"ledek kinda
"liat liat aja kok,siapa tau gue mau masuk sini"jelas fairel gelagapan
"gue mau nyari nadia ada yang mau gue omongin penting hari ini"jelas yulia melirik ke arah nadia
Nadia mengangguk dan segera beranjak dari tempat itu mengikuti oleh yulia dari belakang nya ke arah mobil yang dibawa yulia
"ada yang bisa saya bantu kak?atau saya boleh memanggil anda Yulia Geilisya agen mata mata dan murid paling dipercayai andil?"tanya nadia dengan raut wajah yang disenyumkan
Mendengar tanggapan nadia,Yulia tersenyum dan berkata"seperti tanpa diberi tau pun kamu sudah tau ya, memang tidak diragukan lagi calon penerus keluarga wildan dengan warisan 80%"ledek yulia
"hahaha tidak heran agen mata mata dari andil gruoup bahkan anak emas dari andil yang sangat berbakat dalam mencari informasi dan hacker yang anda,bahkan sampai mengetahui warisan yang akan saya dapatkan,sedangkan keluarga saya yang lainnya saja tidak tau bahkan saudara saya sendiri pun tak tau"jelas nadia
Yulia tersenyum sinis ke arah nadia"bukankah itu adalah sebuah rahasia besar?yang jika dibocorkan akan membuat keluarga wildan terpecah dan menimbulkan banyak penghianatan?!"ujar yulia dengan tatapan menantang ke arah nadia
"hahaha coba saja,saya tidak yakin andil group akan melakukan hal sekeji itu demi kejayaan dan menghancurkan keluarga besar yang lainnya"tawa nadia
Yulia tersenyum
kemudian mereka bersalaman dan membuat kesepakatan "sepertinya kedepannya kita akan bekerjasama untuk memojokkan 'dia' "sepakat mereka bedua serentak
"deal?!"tanya nadia
"deal!!"jawab yulia
Mereka segera kembali keruang tengah
"ada apa?"tanya azila yang penasaran
"ciee kepo aja deh"ledek yulia dan nadia
Azila mengembungkan pipinya dengan wajah yang menggerutu karna tidak diberi tau
Mereka semua yang ada diruangan itu tertawa melihat ekspresi azila
Haripun mulai gelap karna kejadian tadi dan obrolan yang tidak penting penting amat diantara mereka--
"kami pulang dulu ya pa,ma"pamit mereka semua
"pulang dulu guru"pamit grisan pada papa aurel
Orang tua aurel mengangguk
Karna ada masalah beberapa jam yang lalu azila telah pulang dengan mobilnya
"yuk rel!kin!bareng kita aja!"ajak nadia
Mereka menggeleng
"kenapa?"tanya nadia heran
"Gua mau nginap disini ditemani sama kinda,tenang aja kita udah minta izin kok"jelas aurel
"owh gitu"angguk nadia
"bilang aja lo mau nungguin pujaan hati pulang"ledek grisan
wajah aurel langsung memerah mendengar ledekan grisan tadi
"pujaan hati?"tanya diana heran
Mereka tertawa diatas kebingungan diana
"din!mau pulang bareng gue gak?"ajak fairel
"emang kenapa?"tanya diana heran
"gue mau ajak lo ke suatu tempat"ucap fairel
"Harus malam ini?"
"iya,lagian sekarang baru jam 7 kok,dan tempatnya gak jauh dari arah rumah lo"
diana melirik ke arah nadia dan alisya yang mengangguk
"ok"jawab diana
wajah fairel tampak bahagia dan sedih
setelah itu mereka segera pergi dengan mobil masing masing sedangkan kinda dan aurel tetap di judo dan mobil nadia ditinggalkan di tempat judo untuk dibawa aurel dan kinda besok, Aurel dan kinda telah menolak namun nadia tetap bersikukuh karna memang ada hal penting yang mau dibicarakannya pada Yulia dan alisya,jadi mereka berdua menumpang dimobilnya Yulia,sedangkan mobil grisan segera berbelok ke jalur rumahnya dan mobil fairel segera menancap gas ketempat yang akan ditujunya dengan diana
Yulia menancapkan gas mengikuti mobil fairel yang melaju kencang ke arah rumah diana
"apa kalian yakin?"tanya alisya
Mereka mengangguk tersenyum
"sempurna"guman yulia dan nadia serentak membuat alisya kaget
Hehehehe