NovelToon NovelToon
Memiliki Anak Dengan Presdir

Memiliki Anak Dengan Presdir

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Time Travel / Lari Saat Hamil / Single Mom / Anak Genius / Chicklit
Popularitas:59.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ellani

Guan Lin adalah seorang alkemis yang paling berbakat di akademi. Suatu hari Guan Lin tiba-tiba saja dibunuh oleh seseorang dan saat terbangun Guan Lin sudah berada ditubuh orang lain.

“Li Mei kamu akan tamat sampai di sini.” Seorang wanita berbicara dengannya.

Guan Lin melihat sekeliling, banyak sekali pria yang mengelilinginya.

“kalian … lakukan sesuka kalian,” ucap wanita itu sambil berjalan keluar.

“hehe kami akan membuatmu merasa nyaman,” ucap seorang pria kepada Guan Lin dengan senyum bahaya.

Saat Guan Lin ingin melawan, Guan Lin merasakan ada yang tidak beres dengan tubuhnya.

Apa ini? Siapa mereka? Mengapa tubuhku merasa tidak nyaman? Sial.

Akankah Guan Lin bisa melepaskan diri?

*******************
Cover by pinterest

*******************
ini adalah novel keduaku, mohon dukungannya dan jangan lupa like, subcribe serta vote ya..

terimakasih ^^

baca juga novel pertamaku Menikah dengan penjahat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ellani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 Bertingkah Sesuai Umur

“Apa Bos akan kemari?” tanya Jian Li.

Chan Fu yang sedang dalam suasana hati yang baik melihat Jian Li masuk, mood nya kembali turun.

Apakah wanita ini harus menjadi asistennya?

“Kenapa kau melihatku seperti itu?” tanya Jian Li dengan kesal.

“Tidak ada … bersiap – siap lah bos akan segera datang,” ucap Chan Fu.

“Benarkah?! Kalau begitu aku akan bersiap – siap.” Jian Li ingin segera pergi merapikan penampilannya.

“Hei … sebaiknya kau menyerah saja mengejar bos,” ucap Chan Fu dengan santai. Boss mempertahankan wanita ini karena keahliannya.

“Apa yang kau katakan? Apa kau iri karena tidak ada wanita yang menyukaimu?” tanya Jian Li meledek.

“Apa?!” Chan Fu sangat kesal. Dia cukup populer oke!

“Lihat saja kau akan kecewa pada akhirnya.” Chan Fu pergi menyiapkan berkas yang akan diperiksa oleh Zhang Min.

Jian Li melihat Chan Fu pergi. “Ada apa dengannya hari ini?”

“Bagaimanapun boss akan jatuh cinta padaku,” ucap Jian Li sambil memperbaiki make up nya.

Saat ini Zhang Min keluar dari ruang kerja dan sudah bersiap untuk pergi bekerja.

“Apa kau akan berangkat kerja?” Li Mei kira dia akan tetap dirumah karena sekarang sudah hampir malam untuk berangkat kerja. Apa dia ingin lembur?

“Ya … aku harus mencari uang untuk keluargaku,” ucap Zhang Min.

Li Mei memutar bola matanya. “Kalau begitu aku akan bersiap – siap.” Li Mei berdiri hendak mengganti pakaiannya.

“Tidak perlu,” ucap Zhang Min menghentikan Li Mei.

Li Mei mengerutkan kening. “Apa kau menolak tawaranku?” tanya Li Mei.

“Tidak … hanya saja sekarang sudah malam … kau baru saja pulang dari lab,” jawab Zhang Min.

Li Mei memikirkannya, memang benar dia agak lelah hari ini. “Kalau begitu aku akan berangkat bersamamu besok.” Li Mei kembali duduk di sofa bersama anak – anaknya.

“Ayah bawalah ini.” A Ping memberikan kertas origami berbentuk hati.

“Ini adalah hatiku,” ucap A Ping menaruh origami berbentuk hati itu ditangan Zhang Min.

Zhang Min tidak pernah menerima ini sebelumnya jadi dia sedikit terkejut dan merasa seperti ada yang menggelitik dihatinya.

“Terimakasih,” ucap Zhang Min sambil mengusap rambut A Ping.

“A Pei juga membuat sesuatu,” ucap Li Mei.

A Pei sangat malu untuk memberikannya. “Ayo majulah.” Li Mei mendorong pelan A Pei.

“Ini untukmu.” A Pei memberikan kertas origami berbentuk bunga sakura.

“Aku harap ayah akan selalu sehat dan panjang umur,” ucap A Pe dengan wajah yang sedikit memerah.

Zhang Min menerimanya dan terharu dengan kedua anaknya. “Terimakasih.” Zhang Min memeluk kedua anaknya.

Melihat pemandangan ini hati Li Mei sedikit melunak. Semenjak kehadiran Zhang Min anak – anaknya terlihat seperti anak kecil pada usianya.

“Ayah hati – hati lah dijalan,” ucap A Ping.

“Jangan memaksakan diri jika lelah,” ucap A Pei.

“Baiklah.” Zhang berpamitan dan melambaikan tangan kepada kedua anaknya dan juga kepada Li Mei.

“Apakah ayah akan pulang malam ini?” tanya A Pei kepada Li Mei.

Li Mei menatap mobil yang dinaiki Zhang Min. “Entah lah … “ jawab Li Mei.

“Ayah sangat pekerja keras,” ucap A Ping.

“Aku akan mencari suami seperti ayah saat aku besar,” ucap A Ping lagi.

“Benarkah? Itu akan masih sangat lama.” Li Mei terhibur dengan perkataan A Ping.

“Bukankah lebih baik kau juga menjadi pekerja keras? Nilai sekolahmu tidak cukup baik,” ucap A Pei.

“Apa maksudmu? Meskipun pas – pasan tetapi aku selalu lulus!” teriaknya.

“Sebaiknya kau perbaiki nilai olahragamu … apa kau benar – benar laki – laki?” tanya A Ping meledek, kakaknya sangat lemah dalam pelajaran olahraga.

“Kamu!” A Pei kesal mendengar perkataan A Ping.

“Sudah – sudah … kalian berdua hebat dalam bidangnya masing – masing.” Li Mei melerai kedua anak kembarnya.

Li Mei melihat A Ping menundukkan kepalanya. “Ibu akan meminta ayah untuk mengajarkanmu olahraga,” ucap Li Mei mengusap kepala A Pei.

“Apa ayah hebat dalam pelajaran olahraga?” tanya A Pei. Dia tidak menyangka, dia kira ayah sama sepertinya hanya pintar dalam teori dan perhitungan.

“Tentu saja! Apa kau tidak melihat badan ayahmu dan otot – ototnya?” tanya Li Mei. Dia menginta tubuh Zhang Min enak tahun lalu, itu sangat bagus.

“Apa ibu sudah melihatnya?” tanya A Ping.

“Ehm … ibu hanya dapat menebaknya,” ucap Li Mei tidak mengakuinya.

“Kalau begitu aku akan meminta bantuan ayah!” ucap A Pei dengan semangat.

“Yah … A Pei pasti bisa,” ucap Li Mei.

“Aku juga akan belajar dengan ayah,” teriak A Ping dengan semangat. Dia sangat unggul dalam pelajaran yang melibatkan fisik, tetapi A Ping ingin belajar bersama ayah juga.

“Kau sudah bagus dalam olahraga,” teriak A Pei. Dia yang akan berlatih dengan ayahnya sendirian.

“Tapi aku akan tetap berlatih dengan ayah.”

“Tidak!” teriak A Pei.

A Ping terkejut dengan teriakan A Pei. Dia terdiam dan mulai menangis. “Ibu!!” teriak A Ping memeluk Li Mei.

A Pei sadar kalau dia salah. Ini pertama kalinya dia bersikap kekanak – kanakan seperti ini.

“A Pei … “ panggil Li Mei.

“Maafkan aku,” ucap A Pei dengan rasa bersalah. Dia tidak berniat untuk memarahi adiknya. Ibu pasti marah padanya.

A Pei memegang erat ujung bajunya dengan tangan kecilnya. “Ibu tahu perasaan A Pei, tetapi bisakah kalian belajar bersama?” tanya Li Mei dengan lembut. Ini pertama kalinya dia melihat A Pei seperti ini.

A Pei mengangguk pelan. “Baiklah kalian sekarang saling minta maaf.” Li Mei menarik pelan kedua anaknya.

“Maafkan aku … seharusnya aku tidak meneriakimu,” ucap A Pei kepada A Ping.

A Ping melihat A Pei dengan mata yang masih memiliki bekas air mata. A Ping menarik cairan hidungnya kedalam. “Aku juga minta maaf karena sudah mengatakan hal buruk tentang pelajaran olahraga kakak dan mengatakan kalau kakak tidak seperti laki – laki,” ucap Li Mei dengan tersedu – sedu.

A Pei melihat A Ping dan memeluknya. “Ayo kita belajar bersama.”

A Ping membalas memeluk A Pei. “Ya … kita akan belajar bersama dengan ayah.” A Ping tersenyum bahagia.

Saat A Pei melepaskan pelukannya, dia melihat cairan dari hidung A Ping memanjang di pundaknya. “A Ping!” teriak A Pei.

A Ping berlari berlindung dibelakang ibunya. “Itu pembalasan karena telah membuatku menangis.” A Ping menjulurkan lidahnya. Memangnya aku akan membiarkanmu haha.

A Pei menundukkan kepalanya dan berjalan menuju A Ping. “Kemari kau!”

“Hahahah … ibu wajah kakak sangat menakutkan!” A Ping berlari dan tertawa disaat yang bersamaan.

Melihat tingkah anaknya Li Mei hanya bisa menggelengkan kepalanya. Setidaknya mereka sudah tidak bertengkar lagi.

Akhir dari Bab 30.

A Pei sudah mulai terlihat sifat kekanakannya ^^)/

1
Lhina Bright
yuhuuuu aku mampir yah thor
twilight aetheria
lanjut kak
twilight aetheria
kak terima kasih sudah up🥳🥳🥳
twilight aetheria
kak bener up lagi ya
zkiafslll
Biasa
zkiafslll
Kecewa
Maysa
lanjut donk thoorr
Pandagabut🐼
novelnya gak ada yg jelek. bagus semua karya author ini👍👍🤲
Anindya Fauziah Abidin
Kecewa
Anindya Fauziah Abidin
Buruk
Alfatih Cell
Up lagi thor jangan lama2 semangat
Koesianingsih Ing
Lumayan
Nora♡~
Tetap 💪💪💪thor... lanjut ke bab2 seterusnya..
Sri Wahyuningsih
jgn lm2 thor apdetx
Krislin Meeilin
ceritanya begus 🥰🥰🥰🥰
Nora♡~
💪💪💪terus thor... lanjut... ke bab2 seterusnya..
Nora♡~
lanjut... ke bab2 seterusnya..
ELLANI: terimakasih telah membaca novel ini ^^)/

bab terbaru sudah update ..
maaf atas keterlambatan update >_<)
total 1 replies
Anita Anita
hahaha....kasian Zhang min dikerjain🤭
Anita Anita
kapan ketemuannya
Anita Anita
perkenalan pertama dengan ayah mereka 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!