NovelToon NovelToon
Istri Terbuang Tuan Impoten

Istri Terbuang Tuan Impoten

Status: tamat
Genre:Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Obsesi / Penyesalan Suami / Disfungsi Ereksi / Tamat
Popularitas:825.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ridz

Nyaris dijadikan wanita malam oleh ayahnya sendiri, Diajeng malah menjadi istri dari Danu, seorang pria lumpuh dan impoten yang arogan dan kejam.

Akankah Diajeng bisa merubah hati suaminya atau malah menyerah dimana saat itu ada seorang pria lain bernama, Damar yang masih menunggu cinta dari Diajeng.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30. Since, I Meet You

Author lagi kerja man teman, lagi sibuk banget tapi disempetin update.

Kadang ngetik di tempat kerja kadang pas sampe rumah jadi yah beginilah yah nyari duit yah, capek kerja lebih capek lagi cari kerja.

Setelah kejadian di ruangan Danu tadi, tidak ada apa-apa lagi yang mereka lakukan, bahkan Danu sendiri menjadi canggung dengan apa yang dia lakukan.

"Nyonya?"

Diajeng masih termenung, dia tidak fokus sekarang bahkan suara panggilan yang dia dengar sudah seperti tidak terdengar.

"Nyonya?"

"Nyonya Artonegoro."

"Eh iya?" tanya Diajeng buyar dalam lamunannya. "Cindy, ada apa?"

"Maaf, Nyonya, ada berkas pemasaran untuk Minggu ini yang harus nyonya cek," jawab Cindy ~Salah satu staff.

Diajeng meraih berkas itu dan meliriknya sesaat. "Oke, nanti saya baca yah, jika ada perubahan dan modifikasi saya akan beritahu."

Diajeng membuka laci kerjanya dan memberikan sebuah map kepada Cindy. "Cindy, Map ini tolong kamu berikan kepada bagian divisi utama yah, minta mereka menyusun ini dalam file setelah selesai, kamu berikan kepada Tuan Artonegoro, nanti kalau ada setuju dari dia, saya akan tanda tangan disitu."

Cindy mengangguk. "Baik, Nyonya."

Setelah kepergian Cindy, Diajeng kembali fokus ke pekerjaannya, namun baru saja dia memegang laptopnya, tiba-tiba saja Dokter Han masuk ke dalam ruangan itu.

"Diandra!?"

"Diajeng, Dok," jawab Diajeng fokus ke laptopnya. "Ada apa, Dok?"

"Danu, penyakit dia kambuh lagi," jawab Dokter Han panik.

"Dimana?" tanya Diajeng menutup laptopnya dalam keadaan panik.

"Dilapangan olahraga untuk karyawan," jawab Dokter Han yang membuat Diajeng mendelik, sedang apa Danu disana.

Diajeng tidak ambil pusing, Diajeng kemudian bergegas kesana, sementara itu Dokter Han memilih tinggal disana.

Glen kemudian menghampiri Dokter Han dan mereka kembali melakukan Tos atas hal ini.

Satu rencana lagi, berhasil.

Diajeng masuk ke dalam lift dan langsung menekan tombol lantai dasar, kantor ini memang tidak luas tapi halamannya begitu luas, yang dimanfaatkan sebagai mes karyawan dan lapangan olahraga.

Lapangan olahraga sendiri ada di samping kantor yang tidak jauh dari parkiran, hanya karyawan yang bisa kesana, kadang dilakukan sebagai tempat futsal antar karyawan lelaki, karena disana lengkap dengan lapangan bola dan basketnya.

Sementara dibagian belakang kantor ada mess khusus karyawan yang ingin tinggal disana dan disamping Mas ada rumah dinas yang di sediakan untuk general manager, tapi rumah dinas itu sudah lama kosong karena jabatan general manager sudah tidak ada sejak Renata dan Danu yang menjadi pemegang perusahaan.

"Mas Danu?"

Krit!

Diajeng membuka pintu pagar pembatas lapangan dan memanggil nama Danu, lapangan ini luas dan tidak ada sekat, selagi memiliki penglihatan yang bagus, itu tidak menjadi masalah karena dari pintu saja kita sudah bisa melihat seisinya.

"Mas?"

Diajeng mengedarkan pandangannya dan melihat Danu berada di lapangan basket dengan sebuah bola basket ditangannya.

Diajeng berlari menghampiri Danu, takut Danu akan kenapa-napa dan DIajeng sempat kesal karena dia kira akan ada Glen disana.

"Mas! Kamu gapapa, ada aku disini," ujar Diajeng memegang pundak Danu.

Danu mengangkat alisnya kemudian bertanya. "Kamu kenapa?"

"Kata Dokter Han, kamu kambuh Mas, aku khawatir tahu gak," jawab Diajeng.

Danu tersenyum. "Kamu khawatir?"

"Udah ah, kamu gapapa kan Mas," jawab Diajeng menghela napas panjang.

Diajeng memilih duduk di lantai, karena lantai lapangan basket itu tidak langsung tanah sehingga tidak akan membuat kotor baju Diajeng.

"Mas ngapain disini?" tanya Diajeng.

"Nenangin diri aja, saya suka disini banyak hal yang bisa saya lakukan."

"Mas bisa main basket?" tanya Diajeng kembali melihat Danu memainkan bola basket ditangannya.

Danu tersenyum. "Awalnya, dulu saya dan Raindah suka sekali main bola basket, Dion juga suka, tapi benar kata kamu, itu masa lalu, sekarang saya rasa, saya kesepian."

"Siapa bilang, kan ada aku, ada bayi kita juga nanti," jawab Diajeng bangkit.

"Ehm?"

"Maksudnya, yaudah sini, aku bisa kok main bola basket," jawab Diajeng kembali meraih bola basket dari tangan Danu.

Diajeng kemudian mulai memasukkan bola basket itu ke ring sampai beberapa percobaan tidak berhasil.

"Aw!"

DIajeng memegangi wajahnya karena bola basket yang terpantul dari ring itu mengenai wajahnya yang membuat Diajeng mengadu.

"Diajeng, kamu gapapa?" tanya Danu yang membuat Diajeng mengangguk. "Kamu gak nyampe."

"Kependekan kayaknya, Mas, eh enggak deh, Ringnya yang ketinggian."

"Malah nyalahin, Ring."

"Cewek gak pernah salah," jawab Diajeng.

DIajeng berlari mengambil bola yang menggelinding tadi, DIajeng ingin mencoba lagi namun kali ini Danu langsung meraih pinggang Diajeng dan mengangkat tubuhnya, dan akhirnya Diajeng berhasil memasukkan bola itu.

"Eh-"

Karena kurangnya keseimbangan membuat Danu lepas kendali dan jatuh ke lantai dalam kondisi dia sedang ditindih Diajeng, wajah mereka kembali tertaut dan entah kenapa, Danu malah mencium Diajeng.

Keduanya larut dalam ciuman ditengah lapangan itu.

TBC

1
TRIDIAH SETIOWATI
bagus
erviana erastus
bapak durjana
@bimaraZ
outhor Ritz trmsk daftar favoritku,,meskipun masih muda karyamu selalu bikin candu
semangat berkarya....
Puji Rahayu
iya sbnrnya kl mo di bilang ya lelah
prasaan org lain gk da cobaan berat kyk yg ku alami.
hidupku penuh rintangan.masalah silih berganti.cobaan trs menerus.
tiap hr ni otak di jak berpikir rodi.
tp hidup itu pilihan.
qt hrs bs melewati tantangan hidup
bahagia itu bs qt ciptakan.
krn hidup gk cm diam d t4 aja.
qt hrs kuat n sabar.
jd ttp semangat hidup demi ank2..
yeeee....hidup mommyyy....😗👏👏
Puji Rahayu
satu kosong....😄😄😄
Puji Rahayu
kok brasa danu yg mw di perkosa...
auto ngakakkk...😃😃😃
Fie Lian
Luar biasa
Sinta Dewi
ceritanya bagus Thor tetap 💪💪🥰 berkarya ya. jangan patah semangat ya 💪. ditunggu karyamu yg lain. klw bisa cerita ini ada sambungan nya.😀
Rita Tanti
Luar biasa
Dyah Oktina
terima kasih ya nak author... Ibu sdh hampir baca semua cerita mu yg sdh ending..... semangat terus berkarya💪😍👍🏻
Dyah Oktina
sabar ya thor. .. banjir itu kesalahan manusia
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
wah......keren thor... kang2 jualan depan rumah author pd punya pemikiran bijak 👍🏻🤭😍
Dyah Oktina
ternyata cinta datang ngak perlu waktuyg lama
Dyah Oktina
ih... kok d kasih uang lagi sih.. dah tau matre 😠
Dyah Oktina
Mangga batagor deket rumah author. .. punya kata2 bijak... keren
Dyah Oktina
sedekah dari nulis thor.... ikhlas kan ya..
Dyah Oktina
positif lah... kla sdh d unboxing sm pa suami... 🤭
Dyah Oktina
gugup kali thor.... bukan gugur... jd selfok nih... ✌️
Dyah Oktina
😂😂😂😂😂 itu ada subtitle bhs korea 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!