NovelToon NovelToon
Missing The Youngest

Missing The Youngest

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Teen School/College / Kaya Raya
Popularitas:25k
Nilai: 5
Nama Author: Sandra Yandra

Seorang anak yang harus berpisah dengan keluarga kandungnya akibat ketidaksukaan seseorang terhadap ibunya.

Bagaimana kelanjutan ceritanya, yuk intip dan baca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandra Yandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

FLASHBACK ON

Para saudara-saudaranya yang melihat peperangan antara Azka dan Nathan hanya bisa menjadi penonton yang setia. Bahkan mereka rela bersabar demi keduanya. Mereka tidak melarang atau pun membela. Dalam pikiran mereka, jika keduanya merasa lelah. Pasti kedua akan berhenti dengan sendirinya.

"Awas kau ya." Azka langsung berdiri ingin memberikan pelajaran pada Nathan, namun niatnya terhenti saat mendengar ponselnya berbunyi.

DRTT.. DRTT..

"Aiissshhh." Azka berucap kesal.

"Hahahahaha." Nathan tertawa puas melihat wajah kesal dan kecewa Azka.

BUGH..

Azka melempari bantal kearah Nathan dan lemparan Azka tepat sasaran.

"Makan tuh bantal. Hahahaha!" teriak Azka disertai tawanya yang keras.

Para saudara-saudaranya yang lainnya tersenyum gemas dan juga geleng-geleng kepala, terutama Farraz, Kaivan dan Aryan. Mereka begitu bahagia melihat kebahagiaan yang tersirat di wajah adik kesayangannya.

DRTT.. DRTT..

Ponsel Azka kembali berbunyi.

"Siapa sih? Mengganggu saja," kesal Azka.

"Makanya angkat dodol!" teriak Nathan.

Karena rasa penasarannya, Azka pun akhirnya menjawab panggilan yang sama sekali tidak diketahui dari siapa.

"Hallo."

"Hallo, Azka Ahza Adhinatha!"

Azka menautkan kedua alisnya saat mendengar ucapan dari orang tersebut. Sementara para saudara-saudaranya memperhatikan wajah Azka seksama.

"Siapa dia? Kenapa dia tahu namaku?" batin Azka.

"Siapa kau? Dari mana kau mengetahui namaku?"

"Kau tidak perlu tahu siapa aku dan dari mana aku mengetahui namamu. Yang jelas tujuanku menghubungimu karena ingin memberitahu soal ibu kamu. Lebih tepatnya ibu angkat kamu, Danisa Aurelia Adhinatha."

DEG..

Azka terkejut saat mendengar penuturan dari orang itu sehingga tampak sadar tubuhnya sedikit limbung ke belakang.

Melihat Azka yang hampir limbung ke belakang, Attala dan Alman yang kebetulan berada tidak jauh dari Azka langsung berdiri dan menahan tubuh Azka.

"Azka!" teriak mereka khawatir.

"Apa yang kau ketahui tentang ibuku?"

"Saat ini ibu kamu, Danisa Aurelia Adhinatha berada di rumahku. Aku dan keluargaku yaitu Paman dan Bibiku yang telah menyelamatkannya. Aku akan membawanya ke Jakarta dan mempertemukannya dengan anggota keluarganya. Tapi sebelum itu, kau harus mengabulkan satu permintaanku. Jika kau sanggup mengabulkannya, maka aku akan membawanya pulang ke rumah keluarga Adhinatha."

Azka terdiam sejenak. Dirinya memikirkan apa permintaan yang akan diajukan oleh orang itu. Jika Azka salah mengambil keputusan, bukan dirinya saja yang akan bersedih, tapi keluarga Adhinatha juga.

Azka memejamkan kedua matanya. "Apa yang harus aku lakukan?" batin Azka.

Para saudara-saudaranya yang masih menatapnya menjadi makin khawatir. Bahkan mereka memikirkan hal-hal lain dalam pikiran mereka.

"Kenapa dengan Azka?"

"Apa ada masalah?"

"Siapa yang menghubungi Azka?"

"Barusan Azka menyebut nama Bibi Danisa. Apa Bibi Danisa berhasil ditemukan?"

Seperti itulah pikiran-pikiran mereka saat melihat Azka yang sedang berbicara dengan seseorang di telepon.

"Bagaimana Azka Ahza Adhinatha? Kau bersedia mengabulkan satu permintaan untukku. Anggap saja sebagai hadiah untukku dan keluargaku karena sudah menyelamatkan nyawa ibu angkat kamu."

"Apa yang kau mau?"

"Gampang. Aku hanya ingin kau pergi meninggalkan keluarga Adhinatha untuk selamanya. Jadi ketika ibu angkat kamu kembali, kau sudah tidak ada lagi di rumah itu."

Mendengar permintaan dari orang tersebut, air mata Azka mengalir begitu saja membasahi wajah tampannya.

"Semua keputusan ada di tanganmu, Azka Ahza Adhinatha! Aku akan menunggu telepon darimu. Jika kau menghubungiku dan mengatakan bahwa kau bersedia pergi meninggalkan keluarga itu, maka aku pun langsung membawa pulang ibu angkat kamu. Jika kau tidak percaya dengan omonganku, aku akan kirim foto ibu angkat kamu itu kepadamu."

Setelah mengatakan hal itu, orang itu langsung mematikan panggilannya.

Lalu detik kemudian, terdengar sebuah notifikasi.

TING..

Azka melihat notifikasi tersebut. Sebuah pesan yang masuk ke dalam ponselnya.

To : 0988xxxxxxxx

Ini adalah foto kedua orang tua angkat kamu, bukan? Ayah angkat kamu selamat dari kecelakaan dan kini kondisinya sudah jauh dari kata baik. Sekarang tinggal bagaimana caranya kau bisa membawa pulang ibu kamu.

"Aku tunggu keputusan dari mu, Azka Ahza Adhinatha! Pikirkan Keluarga Adhinatha Jangan hanya memikirkan dirimu sendiri."

Azka tanpa sadar menjatuhkan ponselnya. Dan setelah itu, Azka pun menangis saat melihat foto kedua orang tua angkatnya.

Para saudara-saudaranya yang melihatnya Azka menangis langsung berdiri dan menatap makin khawatir Azka.

"Azka," panggil mereka bersamaan.

BRUUKK..

"Azka!" teriak mereka semua. Mereka semua berhamburan mendekati Azka.

Azka jatuh terduduk. "Hiks.. hiks.. Mommy.. Mommy.. hiks." tangis Azka akhirnya pecah.

Farraz yang sudah tidak tahan melihat adik bungsunya langsung memeluk tubuh adiknya itu. Dirinya berusaha untuk menenangkannya.

Arga mengambil ponsel Azka yang sempat jatuh dari tangan Azka. Kemudian Arga membuka ponsel tersebut, kebetulan ponsel Azka tidak dikunci sehingga Arga bisa melihat pesan yang diterima oleh Azka.

Saat Arga membaca isi pesan tersebut. Arga seketika menjadi marah.

"Brengsek! Siapa dia?"

"Kak Arga ada apa? tanya Dzaky dan Raymond bersamaan.

"Ini kalian baca sendiri." Arga memberikan ponsel Azka pada Dzaky dan Raymond.

Raymond mengambil ponsel Azka ditangan Arga, lalu mereka pun membacanya.

"Apa-apaan ini. Dari mana orang ini tahu tentang kecelakaan yang menimpa Paman dan Bibi?!" teriak Raymond emosi.

"Dan apa maksudnya ini. Apa maksud orang itu menunggu keputusan dari Azka?" ucap Dzaky.

Aryan menggenggam tangan adiknya. "Nayazka," lirih Aryan.

Azka tiba-tiba melepaskan pelukannya dari Farraz. Setelah itu, Azka berdiri dan langsung melangkah keluar dari kamarnya. Keadaannya benar-benar kacau saat ini.

Mereka yang melihatnya menjadi sangat khawatir. Mereka takut jika Azka jatuh sakit lagi.

"Azka!" teriak mereka semua menyusul Azka keluar.

FLASHBACK OFF

Setelah mereka mengingat kejadian itu. Mereka semua tampak khawatir dengan kondisi Azka. Mereka takut jika Azka kembali jatuh sakit.

Andrew, Diaz, Harris dan Zayan serta yang lainnya menatap bingung dan penasaran apa yang dibicarakan oleh Pandy dan saudara-saudaranya.

"Tunggu dulu. Kalian ini membicarakan masalah apa? Kenapa dengan Azka?" tanya Andrew.

"Azka mendapatkan panggilan dan juga mendapatkan sebuah pesan dari seseorang yang tidak dikenal." Attala langsung menjawab pertanyaan dari Andrew.

"Apa?" teriak Andrew, Harris, Diaz dan Zayan. terkejut.

"Yak! Kenapa kalian kompak sekali berteriaknya?" mereka semua kesal dan menatap tajam kearah Andrew, Harris, Diaz dan Zayan.

"Maaf.. maaf!" seru Diaz

"Ceritakan pada kami apa yang terjadi pada Azka." Rayan menatap satu persatu kearah Alfan, Randy, Attala, Alman, Pandy, Aryan dan Arga.

"Kami juga tidak tahu apa yang sedang dihadapi Azka. Yang kami tahu adalah saat kami membaca pesan di ponselnya Azka yang isinya mengatakan bahwa orang itu menunggu keputusan dari Azka." Alman menjawab pertanyaan dari Rayan.

"Kami tidak tahu keputusan apa yang dimaksud oleh orang itu." Randy menambahkan.

"Bahkan saat Azka berbicara dengan orang itu di telepon, Azka menangis sembari menyebut nama Bibi Danisa!" seru Aryan.

1
whiteblack✴️
Bentar aku lupa alur ini....coba kubaca ulang lagi...karna fokusku alihkan ke cerita Darel,Darren dan Naufal 😁..jadi ini agak asing bagiku
Himme
Akhirnyaa... jadi tidak sabar reunian dgn lainnya. Berharap tidak ada masalah lain jikapun ada cukup dari orang luar tanpa memiliki hubungan darah atau persahabatan/Smile/
Himme
Aku harap Hendrik tidak kabur-kaburan takutnya nanti malah jadi balas dendam😐
whiteblack✴️
makanya jangan berbuat jahat😑... ..
hukum masih berlaku...
whiteblack✴️
akhirnya Nayazka berdamai dg hatinya...lupakan rasa sakitnya.. ..?

btw kak aku lupa jalan cerita ini,ku ulang lagi.. agar paham kembali.
whiteblack✴️
rasakan ..enak tidak...kebenaran menghantam dirimu..😏makanya jangan Buta Dendam...😤
whiteblack✴️
akhirnya terungkap kejahatan Elisya buta dendam tuw😑...
Cahaya Nilam
sering2 update ya ka soalnya ga enak klo ngegantung nya kelamaan 😀
chacha95💜🐇
kaka ini visual y siapa
whiteblack✴️
hanya salah paham bisa menimbulkan masalah rumit penuh gregetan ku tau ya azka sie hama itu masih mengganggumu karna sie hama pengen dirimu tidak ada di dunia ini. paham kah azka
whiteblack✴️
kenapa enggak di bunuh saja hendru tuw!! bikin ulah lagi apa lagi ciwi tikus sya tuw biang kerok nya😡... mereka mau rebut apa lagi? azka harus tau masalah ini
whiteblack✴️
hmmm aku suka idemu azka
whiteblack✴️
kak cerita ini seru bikin gregetan ama antagonisnya😤. aku masih baca tahap demi tahap agar tau jalan ceritanya.🤗💐😎
whiteblack✴️
wow cerita ini seru banget, aku suka,🤗 aku perlu mengingat nama" pemeran utama,pendamping dll
Glastor Roy
up
R1v4Ldo_
Ceritanya bagus. Lanjut
Ryo gunawan
dabel uplah thor
Sandra Yandra
Diusahakan sampai selesai
Ryo gunawan
semoga aja ceritanya gk berhenti di tengah jalan kaya yang uda2🤭
Ryo gunawan
yang di tunggu2 ahkirnya up juga,dabel up lah thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!