Cerita ini merupakan cerita sambungan atau sequel dari Kisah Cinta Dalam Perjodohan (Tian dan Bianka) yang memiliki dua anak Fillio dan Fillona.
Dan kali ini akan menceritakan kisah kehidupan Fillona atau Lona dengan suami (Zicko) juga Anak mereka (Zilo).
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Zi_29
Lona terus menunggu Zicko yang tak kunjung pulang padahal sudah tengah malam, rasanya ingin sekali dia menghubungi nya namun saat ini mereka sedang tidak baik baik saja atau dirinya yang sedang marah terhadap nya.
Di tatapnya jam yang sudah hampir pukul 01.00 malam membuat Lona semakin di buat kesal apalagi Zicko pergi tanpa pamit dengannya.
Makin seenaknya saja deh,,
Udah tau aku lagi ngambek, bukannya bikin aku percaya malah pergi tanpa pamit.
Mau ketemu wanita itu lagi. Kesal Lona memaki suami nya namun tidak lama terdengar suara mobil membuatnya segera berlari membuka korden jendela kamar nya dan benar saja itu adalah suara mobil Zicko yang masuk ke dalam rumah.
Lona langsung berlari naik ke atas tempat tidur nya, menyelimuti tubuh nya.
Dia tidak mau jika Zicko melihat nya belum tidur dan masih menunggu nya.
Sementara Zicko keluar dari mobil nya dan langsung berjalan masuk.
Untung saja beberapa anak buah Mertuanya datang dan membantu mereka jika tidak Sandi juga dirinya akan kalah di keroyok mereka.
Zicko berjalan menuju Kamar Zilo,
Dia melihat Putranya yang sudah tertidur pulas di tatapnya Zilo dan di kecup nya kening nya.
Zicko kembali keluar dan masuk ke dalam kamarnya,,
Terlihat Lona yang sudah tertidur,,
Dia berjalan mendekat dan berlutut menatap wajah damai istrinya.
Tangannya terangkat mengusap wajah Lona.
Maaf Sayang karena aku pergi tanpa pamit, Ada sesuatu yang terjadi dan aku harus segera datang.
Aku akan segera menyelesaikan semua ini.
Zicko mengecup dalam kening Lona dan membenarkan Selimut pada tubuh istrinya.
Lona membuka matanya saat merasakan jika Zicko pergi dan terdengar suara gemercik air dari kamar mandi.
Lona terdiam dan bingung dengan ucapan Zicko kepadanya.
Sebenarnya apa yang terjadi,, Lona menghela napas nya dan kembali memejamkan matanya .
*********
Keesokan Harinya,,
Lisa langsung melempar benda benda yang ada di dekatnya.
Kabar jika orang suruhan nya semua kalah semalam bahkan salah satu dari mereka tertangkap.
" Bodoh Kalian, Hanya satu orang saja kalian lagi lagi kalah . Saya sudah bayar mahal kalian " Ucap Lisa dalam sambungan telpon nya.
" Maaf Bos,, tapi bukan Satu seperti yang Bos katanya. Ada dua mobil yang juga ikut membantu mereka hingga kamu kalah."
" Apa dua Mobil ?"
" Benar Bos, tapi mereka sama sekali tidak terlihat wajahnya semua memakai topi hitam."
Lisa memutuskan Telponnya dan duduk bersandar, dia penasaran siapa orang orang itu sebenarnya.
____
Di tempat lain Tian menatap satu orang yang berhasil anak buahnya Sandra.
" Jadi siapa yang perintahkan kamu mencelakai Menantu saya "
Laki laki itu hanya diam dengan wajah yang sudah babak belur, Tubuh nya lemah dengan terus mengeluarkan darah segar.
" Katakan siapa dia " Ulang Tian namun dia hanya tetap diam tanpa menatap Tian yang berdiri menatapnya tajam.
" Beri dia pelajaran untuk buka mulut nya "
" Baik Tuan "
Tian berjalan keluar,,
Dia masih penasaran apa memang benar Lisa yang menyuruh mereka
tapi apa mungkin, Lisa seorang wanita dan dia bisa berbuat seperti itu.
Zicko berada di Cafe bersama Sandi,
Dia sedang mencari tau siapa orang orang semalam yang hampir mencelakai mereka.
" Gue rasa mereka orang suruhan Lisa " Ucap. Sandi
Zicko mengangguk,,
" Gue juga berpikir sama seperti Lo San. "
Derrt,,
Zicko menatap ponselnya dan terlihat Papa Mertuanya yang menghubunginya.
" Halo Pa "
" Kamu dimana , Apa bisa menemui Papa "
" Baik Pa ,, "
" Papa share Lokasi dan tunggu kamu di sana."
Zicko menutup telponnya dan tidak lama Tian mengirimkan Lokasi yang di maksud.
" Gue cabut dulu San, Lo jaga Cafe "
Sandi mengangguk,,
*********
Sedangkan di rumah,,
Bianca menghampiri Lona yang sedang berada di dapur.
" Honey,, kamu di sini rupanya "
Lona menoleh dan tersenyum,,
Lona memang sedang berada di dapur, sebelum Putranya berangkat sekolah Zilo sudah memintanya untuk masak Ayam Pokpok kesukaan nya.
" Iya Ma, Zilo pengin makan Ayam Pokpok "
Bianca tersenyum dan menghampiri nya..
Kini putri kecilnya memang sudah tumbuh dewasa bahkan setelah memiliki Putra, Lona terlihat semakin dewasa dan selalu mengutamakan keluarga nya.
Dia akan menyiapkan sarapan juga makan untuk suami dan Anaknya.
" Mama boleh bicara Nak "
" Ya Mam,, "
Lona mematikan Kompor dan beralih menatap Bianca yang tersenyum.
" Mba, Tolong lanjutkan dulu ya " Ucap Lona kepada salah satu pelayan rumahnya.
" Baik Mba Lona "
Lona berjalan keluar bersama Bianca, mereka duduk di ruang tengah.
" Sebenarnya ada masalah apa Anatar Kamu dengan Zicko, Mama lihat kalian sedang bertengkar .
Maaf Bukan maksud Nama ikut Campur keluarga kalian tapi di setiap keluarga pasti selalu ada masalah Honey, Dan kalian harus menyelesaikan nya tanpa harus mengulur waktu .
Dulu Papa dan Mama juga seperti itu, tapi Mama berusaha memberi waktu Papa Untuk menjelaskan semuanya. "
Lona terdiam,,
dia memang tidak memberi waktu Zicko untuk menjelaskan semuanya.
" Honey,, Diantara Kalian ada Zilo dan Kalian jangan bersikap egois tanpa memikirkan perasaan Zilo. Bagaimana jika Zilo tau jika orang tuanya bertengkar apa dia tidak akan sedih ?"
" Kak Zicko bersama wanita lain Ma, dan dia adalah teman sekolah nya dulu."
Bianca mengernyit,,
" Apa kamu percaya jika Zicko bisa melakukan semua itu ?"
Lona menggeleng,,
" Mama tau bagaimana Zicko Nak, Dia anak yang baik dan sangat menyayangi kamu tidak mungkin dia berbuat seperti itu apalagi bersama wanita lain."
Lona hanya terus diam,,
semua yang Mama nya bilang benar, selama ini Zicko tidak pernah mengkhianati dirinya bahkan Zicko sangat menyayangi dan mencintai nya.
" Mama mau Ade jangan marah, berikan waktu Zicko untuk menjelaskan semuanya."
" Iya Ma, Ade bakal bicara dengan Kak Zicko "
Bianca tersenyum dan memeluk Putri nya,,
Walaupun Lona sudah menikah dan memiliki anak namun Lona tetap gadis kecilnya yang sangat manja.
_____
Siang ini Lona berniat untuk menghampiri Zicko di Cafe.
Dia tidak mau terus seperti ini,,
" Loh Ade mau kemana ?" Ucap Bianca yang keluar kamar
" Cafe Ma "
Bianca tersenyum,,
" Ya Sudah,, Zilo biar Mama yang Jemput ya Honey"
" Makasih ya Ma "
" Iya Sayang, Ade Hati hati ya"
Lona mencium punggung Bianca dan berjalan keluar.
Zicko baru saja sampai di Cafe setelah bertemu dengan Papa Mertua nya.
" Jadi orang orang semalam adalah anak buah Papa, Pantas mereka langsung membantu Kita " Ucap Zicko menghampiri Sandi yang masih berada di Cafe.
" Papa Mertua Lo memang the best banget "
Zicko mengangguk,,
" Oya Ko, Gue pulang ya Anisa Baru saja telpon minta gue makan siang di rumah."
" Oke Thanks San "
Sandi mengangguk dan berjalan keluar,,
Zicko menyandarkan kepalanya pada tepi Kursinya,
Dia masih memikirkan cara untuk bicara dengan Lona.
Dia tidak mau jika hubungannya terus seperti ini, Lona hanya salah paham Dengan nya.
Tok,,
Tok,,
Tok,,
" Masuk " Ucap Zicko tanpa membuka matanya..