Skandal antara gadis SMA dengan pria kejam yang suka mengomeli serta memarahi bawahannya.
Rezvan merupakan pria tampan dengan hidung mancung mirip prosotan TK, serta rahang kokoh dan bentuk tubuh gagah nyaris sempurna. Namun sayangnya, sesempurna itu pun Rezvan, dia tetap saja menjadi bahan gibah, orang-orang masih saja menemukan kejelekannya. Rezvan Playboy, pemain unggul hati wanita, brengsek, kejam tak punya perasaan dan masih banyak lainnya yang terlalu panjang 'tuk dijabarkan.
Akan tetapi bagaimana jadinya jika salah satu penggosip malah terlibat masalah dengan dirinya.
"Eh, eh... iya. Anak Jeng Meysa itu emang kelewatan brengseknya. Masa coba dia menghamili Audi yang masih SMA?!" Kata salah satu ibu-ibu tepat di depan Audi. Sial, dia digosipkan di depan matanya sendiri.
Apakah itu azabnya karena sudah terlalu sering menggosip?
.
.
.
Selengkapnya hanya di LOVE MAS GALAK
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saiyaarasaiyaara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
○-29-○
Haii, Hhaaaiii..
Balik lagi sama akuh😘😘
Cek sebentar, mana nih pembacaku yang udah kangan aja😘💜💜
🤭🤭
skip!
Selamat membaca!
○
○
○
Keesokan harinya setelah Farah berangkat kerja, Mira dan Laras berkunjung kerumah Audi lagi untuk menjalankan misi sesuai yang sudah Laras rencanakan.
"Jadi Audi kamu sudah melakukan ritual yang Mbah Google katakan, kamu sudah belajar cara berbicara lembut ala putri keraton sesuai tutorial you tobe yang gue kirim tadi malam?" Tanya Laras serius dan diangguki Audi.
"Coba kita tes dulu, kamu ngomong apa kek yang penting suaranya ayu kayak yang di video itu.." sambung Laras dengan permintaan.
"Hm, 'Mass Rez-Rezvanhh Audihh kanganhh.' Gitu nggak Ras?" Tanya Audi yang langsung diacungi dua jempol oleh Laras.
"Bagus, bagus, bagus, good job!!"
Mira berdecih, "astagfirullah!! apanya yang bagus. Itu ngedesah mau naklukin cinta atau mau nyerahin diri biar diterkam??" Sinisnya.
"Gak usah dengerin ucapan Mira, dia kan emang begitu. Suka sensian orangnya. Pokoknya kamu tetap harus melakukan rencana yang gue susun!" Tegas Laras.
"Ya ampun dosa apa gue punya teman kayak loh berdua. Astaga!! Gilanya kok minta segera dibinasakan, ckck..." sela Mira.
"Apaan sih Mir, kamu iri? Udalah mendingan loh keluar aku mau dandanin Audi cantik biar cantik!" Ucap Laras seraya mendorong Mira paksa keluar dari kamar Audi.
Sementara itu Audi hanya pasrah saja. Dalam pikirannya dia hanya berharap bisa bersama Rezvan secepatnya.
○○○
Audi dan kedua temannya kini berada didepan perusahan tempat Rezvan berkerja. Audi dengan setelan pakaian yang cukup memukau ditambah polesan makeup natural membuat yang melirik pasti dijamin tertarik.
Laras tersenyum puas melirik hasil karyanya. Rencananya jadi mak comblang yang mempersatukan dua insan yang saling mencintai sebentar lagi pasti berhasil. Laras yakin akan hal itu bahwa dia takkan gagal.
Sementara Mira dengan wajah cemberutnya, dongkol melipat kedua tangannya didepan dada. Dia tak habis pikir kelakuan kedua temannya yang tak masuk akal dan menurutnya benar-benar gila.
"Ayo Di, pergilah temui Mas Rez-Rezvan yang kamu rindukan dia pasti sudah menunggu kedatanganmu diruangannya." Ucap Laras layaknya cenayang peramal.
Mira memutar bola matanya dengan ekspresi tak suka. "kamu tahu dari mana dia menunggu Audi, jangan-jangan orangnya tidak berada disini atau malah tugas kerja keluar kota," beritahu Mira dengan bijaknya.
"Udalah Mir, dari tadi loh rese mulu, heran gue dan loh Di, sudah sana pergilah temui dia.."
Audi pun pergi sesuai arahan Laras dengan patuh. Namun, baru beberapa langkah dia kembali berbalik menghampiri kedua saahabatnya disertai gerimis yang makin lebat. Sontak ketiganya pun berlari mencari tempat berteduh, didepan banguanan perusahaan seberang jalan tepatnya disebuah kafe.
"Ah, hujan lagi," dongkol Laras. "Loh juga Audi kenapa balik kekita sih, kenapa nggak masuk keperusahaan loh kan udah biasa kesana!!" Sambungnya.
Bukannya menjawab Audi malah terisak pelan dengan air mata yang mulai meluncur.
"Aduh kok malah nangis sih?" Tanya Laras mulai prustasi.
"Dia udah punya cewek lain, hhuuuaaa, hiks, hiks.. pantesan gak nemuin gue lagi," adu Audi makin menangis dan hal itu membuat ketiganya jadi pusat perhatian orang yang berada di kafe.
"Ini pesanannya Mbak, silahkan dinikmati," ucap peramu saji ramah pada ketiganya sambil menaruh pesan ketiganya dimeja. Sebelumnya memang setelah berada di kafe ketiganya langsung saja memesan minuman. Tentu saja hal itu mereka segera lakukan agar tidak diusir dari kafe dan berakhir hujan-hujanan.
"Huaaa... hiks, hiks. Hatiku terbelah dua Ras!" Beritahu Audi yang terdengar peramu saji ikut prihatin, tapi tak berniat mencampuri ketiganya.
"Makanya gue bilang juga apa! Berhentilah jadi budak cinta.. si Rezvan kesanganmu itu cuma prihatin nasib loh yang bodoh makanya dia gigih mengajarimu!" Omel Mira cerewet, tapi iba juga lantas iapun memeluk Audi untuk memberikan kekuatan.
Hal itu menyebabkan orang dalam kafe yang memperhatikan ketiganya berbisik iba dan sama seperti pramusaji tadi tak ingin mencampuri.
Namun, ternyata ada satu orang dari mereka yang tak tahan diam saja. Orang itu pun menghampiri meja Audi.
"Hm," dehemnya menyebabkan Audi berhenti menangis, Mira dan Laras menoleh.
"Pak guru!" Kaget ketiga melihat orang yang menghampiri mereka adalah guru Iblis dari SMA-nya sebelum jadi alumni.
"Saya bilang dulu apa? Belajar yang benar sebab nggak akan ada laki-laki yang mau dengan perempuan bodoh meskipun cantik seperti kalian bertiga," guru itu menggeleng kepala. "Ckck, beginilah akibatnya jadi murid bandel dan suka ngeyel, rasakan!! Enak tidak dicampakan priamu..." sambungnya tega lantas berlalu begitu saja.
Hal itu pun menyebabkan ketiganya buru-buru menghabiskan pesanan begitu juga Audi. Sebab tadinya mereka perhatikan beberapa orang di kafe dengan penuh prihatin kini malah berganti sinis.
"Oh, ternyata anak mereka bandel!"
"Pantesanlah kalau begitu.. nggak dengerin omongan gurunya sih."
Bisik beberapa orang di kafe dengan rese dan terdengar di telinga ketikanya.
Audi mengusap wajahnya kasar beberapa kali. Sialan patah hati ditambah dipermalukan si iblis didepan halayak umum membuatnya menepiskan rasa sakit dan mendahulukan malu.
"Benar-benar itu orang suka buka aib segala!!" Kesal Audi yang sudah tak menangis lagi.
"Di apa omongan pak guru sekarang benar?" Tanya Laras serius dan polosnya.
"Jangan banyak cincong loh, udah cepat habiskan minumnya, nggak liat apa mata orang memelototi kearah kita!" Beritahu Mira kesal dan disertai malu.
"Dosa apa gue, patah hati ditimpa malu!" Ucap Audi miris disertai malu.
○○○
TO BE CONTINUED
16-06-2020
Mohon maaf bila ada salah ketik atau sejenis typo dan kalimat yang membuat kalian bingung🙏🤗
Aku akan senang bila di sapa..
Facebook : saiyaara saiyaara
Instagram : Saiyaarasaiyaara
Noveltooon : Saiyaarasaiyaara
udh tau udah halal,mke di pisahin... alhasil deh...tuh iblis nya kluar...buat balas dendam.
aqu' padamu mas rez rezvannn.....hayu serbuuuu Adrian 🤣🤣🤣