NovelToon NovelToon
Dinikahi Cinta Pertamaku

Dinikahi Cinta Pertamaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:105.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: ney-nNa

Naima, anak ABG yang baru merasakan yang namanya jatuh cinta terhadap lawan jenis. Diam-diam ia mengagumi sosok laki-laki tampan yang terlihat sangat menyayangi keluarganya. Takdir membuat cinta pertamanya itu datang sendiri menghampirinya.

Siapa sangka suatu peristiwa telah membuat Naima berada pada situasi yang tidak terduga. Dia mengalami hal yang tidak seharusnya terjadi dengan lawan jenis. Namun, peristiwa itu telah membuat harapannya terwujud dalam sekejap. Ia dinikahi oleh cinta pertamanya.

Namun, apakah pernikahan itu akan berjalan dengan indah seperti harapan Naima sebelumnya? mampukah Naima bertahan jika mempelai pria sesungguhnya tidak mencintainya?

Seperti apa perjalanan nikah muda Naima?
Ikuti terus kisah selanjutnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ney-nNa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Baby Shop

Saat Tiara kembali ke tempat duduknya, Naima segera berbalik ke belakang pada meja Tiara.

"Tiara, memangnya kamu kenal dengan Arya?" tanya Tiara.

"Emm ... tidak, aku tadi tanpa sadar menjatuhkan bros ku dan ditemukan olehnya. Aku juga baru mengenalnya barusan," ujar Tiara.

"Oh, begitu!"

"Memangnya kenapa, Nai?" tanya Tiara.

"Nggak apa-apa, kok. Aku kira kalian saling kenal!" Naima kembali berbalik ke arah depan. Naima merasa berdosa telah suudzon pada Arya.

Kriiiinnngg.

Bel masuk pun berbunyi. Dan, tak berapa lama Miss Ana guru bahasa Inggris mereka tiba. Semua murid kembali fokus.

"Anak-anak, Miss ingin kalian mengerjakan soal latihan ujian tahun kemarin. Miss harap jangan ada yang menyontek ya! Karena ini baru latihan sehingga bisa menjadi tolok ukur bagi kalian agar tahu sejauh mana kemampuan kalian dalam mempersiapkan ujian yang akan datang beberapa bulan lagi. Sehingga dapat memacu kalian untuk lebih giat lagi dalam mempersiapkan ujian nantinya!" tutur Miss Ana menghimbau siswa-siswinya.

"Baik, Miss!" seru semuanya.

"Baiklah. Panji tolong bagikan ke teman-teman kamu!" perintah miss Ana pada Panji yang merupakan ketua kelas.

Setelah soal dan lembar jawab dibagikan, suasana nampak tenang. Semua murid fokus untuk mengerjakan soal mereka masing-masing.

Miss Ana sesekali berdiri di tengah-tengah kelas untuk memperhatikan anak didiknya yang masih saja terlihat berbisik-bisik dengan temannya.

"Ekhmm, tolong yang di belakang jangan berisik!" ujar miss Ana dengan tegas.

Suasana pun kembali senyap. Mereka jelas hafal jika Miss Ana cukup tegas pada murid yang kedapatan mencontek. Naima, berusaha sebaik mungkin untuk mengerjakan soalnya. Dan, Alena sangat percaya diri jika ia akan mendapatkan nilai sempurna seperti biasanya.

Satu jam pun berlalu. Satu persatu siswa yang telah selesai mengerjakan soalnya maju ke depan untuk mengumpulkan lembar jawaban mereka. Tiara yang merupakan anak baru pun terlihat tenang saat mengumpulkan lembar jawabanya.

"Tiara, bagaimana menurutmu? susah tidak?" tanya Naima saat mereka usai kembali dari mengumpulkan lembar jawab.

"Alhamdulillah, semoga nilainya bagus ya, Nai!" ujar Tiara seraya tersenyum. "Kalau kamu gimana, Nai?" tanyanya.

"Ada beberapa soal yang aku masih ragu, sih. Semoga jawabanku tadi benar!" jawab Naima.

"Aamiin!"

Mereka pun kembali ke tempat duduk masing-masing.

Melihat Naima dan Tiara tampak akrab membuat Alena melirik dengan tatapan yang tidak suka. Entah mengapa ia tidak suka Naima terlalu dekat dengan Tiara.

"Attention please! Anak-anak semuanya sudah mengumpulkan lembar jawabnya, ya? saya akan mengoreksinya terlebih dahulu, besok akan Miss bagikan hasilnya dan akan mengulasnya bersama kalian, agar kalian tahu di mana letak kesalahan kalian. Thank you for today. See you tomorrow!" ujarnya mengakhiri kelas. Miss Ana lantas meninggalkan ruang kelas, di susul dengan murid-murid yang berhamburan ke luar kelas.

Naima bergegas mengemasi alat tulisnya dan memasukkannya ke dalam tas ranselnya.

"Ayo, Nai!" ujar Alena dan langsung menggamit lengan tangan Naima berjalan meninggalkan kelas. Lebih tepatnya menyeret.

Naima yang awalnya mau mengajak Tiara juga akhirnya tidak sempat karena Alena terlalu cepat jalannya bahkan setengah berlari seolah tidak memberikan kesempatan Naima untuk mengelak.

Sesampainya di depan sekolah Naima segera mengatur napasnya.

"Astaghfirullah Al, buru-buru banget sih. Aku sampai ngos-ngosan, nih!" protes Naima.

"Hehehe ... olahraga siang gitu, Nai!" seloroh Alena seraya nyengir kuda.

"Olahraga kok siang-siang, badanku jadi berkeringat, nih! malu kan kalau deket-deket sama Mas Reynand terus kecium bau keringat!" dengus Naima.

"Deket-deket? hayo kamu udah diapain aja sama Mas Reynand, Nai?" Alena seketika memicing pada Naima.

"Nggak ngapa-ngapain!" jawab Naima seraya memalingkan wajahnya ke samping.

"Inget ya Nai, kalian itu baru tunangan. TUNANGAN! jangan sampai lo mau diapa-apain sama dia sebelum janur kuning melengkung, Nai! Lo nggak mau 'kan, hamil di luar nikah? ya kalau jadi dinikahin, gimana kalau nggak jadi nikah nantinya? sebagai sahabat gue cuma bisa ngingetin lo aja, Nai!" tutur Alena panjang lebar.

"Iya, nggak bakalan gue hamil di luar nikah. Tenang aja, Al. Gue nggak sejauh apa yang lo pikirin!" kilah Naima.

Andai kamu tahu Al, jadi mana mungkin aku hamil di luar nikah, orang aku udah nikah beneran sama mas Reynand! batin Naima.

"Nah, itu kenapa bilangnya deket-deketan?" cecar Alena yang masih belum puas.

"Ya 'kan kalau di mobil juga sebelahan duduknya, takutnya aromanya ke cium gitu sampai ke bangku pengemudi. Kamu nih kebanyakan lihat series movie MBA ( Marriage By Accident ) makanya jadi parnoan!" sarkas Naima.

"Sok tahu lo, Nai! kaya kamu enggak aja!"

"Emang enggak! aku mah nggak suka yang kaya gituan. Mending juga lihat ipin upin! hahaha ...!" kelakarnya yang seketika mendapat cubitan di kedua pipinya oleh Alena.

"Ishh ... gemesh deh pengen noyor lo, Nai!" Alena seketika geregetan.

Tin tin.

Suara klakson mobil membuyarkan perdebatan dua gadis itu. Keduanya seketika menoleh ke arah samping. Nampak mobil Reynand yang sudah bertengger di tepian jalan.

"Gue duluan ya, Al? bye-bye, Alena!" Naima seketika melesat menuju pada mobil Reynand berada.

Setelah Naima masuk ke dalam mobil, Reynand pun segera tancap gas dan mobil melesat menuju jalan raya.

"Mas, kita mau nengokin bayi 'kan?" tanya Naima memecah keheningan.

"Iya, dong. Sekalian aku kenalin kamu sama keluarga dari almarhum papaku, Nai," tutur Reynand.

"Kita nggak bawa bingkisan buat debaynya, Mas?" tanya Naima.

"Oh iya, pinter kamu Nai. Ya udah mampir dulu ke baby shop, ya!"

"Okey!"

Mobil pun segera melaku menuju toko perlengkapan bayi yang searah dengan jalan pulang.

Setelah sampai Naima dan Reynand bergandengan tangan masuk ke dalam toko. Setelah itu mereka melihat-lihat pernak-pernik yang berhubungan dengan baby.

"Mas, lihat deh lucu 'kan?" tanya Naima seraya menenteng dress cantik bak kostum a little princess dalam negeri dongeng.

"Itu sih lebih pantes buat si kakak, boleh deh minta dibungkus aja sekalian!" tutur Reynand.

"Oke deh! Terus buat babynya apa dong, Mas?" tanya Naima seraya celingukan memandang ke segala arah mencari sasaran hunting kali ini.

Reynand pun nampak kebingungan mencari hadiah yang tepat.

"Mas, sini!" seru Naima saat menemukan sesuatu yang menarik baginya.

"Apa?" Reynand segera berjalan menuju Naima berada.

"Hampers, newborn baby gift set' nya lucu-lucu, Nih!" ujar Naima seraya memilih-milih beberapa bingkisan yang kemudian ia perlihatkan pada Reynand.

"Ya udah ambil aja yang menurut kamu bagus untuk anak perempuan!" ujar Reynand.

"Siap, Mas!" Naima segera memilih dua bingkisan yang menurutnya cocok untuk bayi perempuan.

Setelah menentukan pilihannya Naima membawanya pada bagian kassa. Reynand pun nampak mendekat seraya membawa sesuatu ditangannya.

"Apa itu, Mas?" tanya Naima yang penasaran dengan barang bawaan Reynand.

"Ini, musikal playmat. Lucu sepertinya," ujar Reynand.

"Ya udah yang ini sekalian ya, Mbak!" tutur Naima pada seorang kasir yang berada di hadapannya.

Tanpa mereka sadari ada yang diam-diam mengambil gambar mereka.

...______Ney-nna______...

1
Wury Ayra
akhirnya up lagi....semangat nay
Uyhull01
alhmdulillah skian purna nonghol juga,,
ehhh kak Ney sehat ??
Wahyu Ariani
Alhamdulillah
semangat kak, selalu ku nanti kelanjutan ceritanya

sehat selalu kak
semangat
Rina Zahra
akhirnya sekian purnama ka Neyna up lagi....dilanjutkan lagi ya ka neyna...sehat" buat bumil..
Neyna 🎭🖌️: 😅 bismillah ya kak Rina semoga bisa lanjut sampe tamat, terima kasih buat dukungannya sll, aamiin makasih doanya 🙏🥰💕💕
total 1 replies
arfan
up
Rosnia Rahman
gas fulll
Subri Anty
apa ceritanya sampai ini saja
Ita baee
ini dah tamat apa gmn?
Uyhull01
tergantung masa suburnya Mas Reynand, meski cuma 1x semburan klo harus jadi ya jadi,
Evi Daniati
cerita nya kok nggak tuntas sih
Elicha
up ny ditunggu kk ney,,,lm amet
Rina Zahra
semoga ka neyna semangat up...💪😁😁
Neyna 🎭🖌️: 🤭 InsyaaAllah kak Rina 🙏💕💕
total 1 replies
Hidayati Yuyun
sip baru up lagi thor
Hidayati Yuyun: sama semangat semoga sukses
total 2 replies
Wury Ayra
akhirnya up juga....
tenang nai..mas reynand bakal lbh perhatian ga akan galak dan cuek lagi koq...
Neyna 🎭🖌️: terimakasih kak 🙏💕💕
total 1 replies
Siti Rejeki
akhirnya up jga kk.
Neyna 🎭🖌️: terimakasih kak 🙏💕💕
total 2 replies
lina
benerin yg belok 😊
lina
kabur aja rey 🤣🤣 ajaran sesat nongol nih 🤣🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️
Sri Sari
gemes bngetz... lanjut ..
Uyhull01
akhirnya Unboxing jua,,
ehhh apa yng tertinggal Reynand gak peke pengaman kah atau semburan nya di dalam ??? 🙄🙄🙄🤭🤭🤭
Uyhull01
tersnyum aku dgan tingkah klian ini🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!