NovelToon NovelToon
Pernikahan Rahasia Tuan Ergan

Pernikahan Rahasia Tuan Ergan

Status: tamat
Genre:Poligami / CEO / Pelakor / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:898.3k
Nilai: 5
Nama Author: Herazhafira

Amelia seorang pramugari cantik yang terpaksa menikah dengan Tuan Ergan karena sebuah kesalahan. Dia terpaksa merahasiakan pernikahannya karena sebuah alasan yang ternyata itu dimanfaatkan oleh Ergan dengan menjadikannya sebagai istri kedua.

Tentu saja istri Ergan tidak terima, dengan berbagai cara ia mencoba menyingkirkan Amelia.

Apakah Amelia akan mempertahankan pernikahannya dengan Ergan?
Dan mampukah Amelia bertahan dengan statusnya sebagai pelakor?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herazhafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Wanita Sosialita

Amelia tersenyum manis kemudian mengangguk.

"Kenalin dong?" Sela Luna.

"Dia masih meeting." Jawab Amelia seraya tersenyum.

"Oh.." Balas Luna.

"Pacar kamu kerja disini?" Tanya Tiska.

"Iya."

Amelia yang tidak tahu apa-apa hanya bisa mengiyakan. Ia sama sekali tidak tahu tentang Ergan, pekerjaannya, makanan kesukaannya, dll.

"Bukannya kamu dengan Brian lagi PDKT?" Tanya Rania.

"Kami hanya temen Mbak." Jawab Amelia.

"Yah.. gagal deh kita jadi keluarga, tapi nggak apa-apa kita tetap bisa jadi temen kan?" Ujar Rania sedikit kecewa.

"Iya Mbak." Balas Amelia.

"Pacar kamu kerja dimana?" Tanya Tiska kembali.

Inilah yang Amelia takutkan, ia diam memikirkan pekerjaan apa yang cocok untuk Ergan.

"Kalian kayak wartawan tau nggak, kepo banget dengan pacar Amelia." Sela Rania.

"Kepo dikit nggak apa-apa dong." Ujar Tiska masih penasaran dengan pacar Amelia. Dia berpikir jika pacar Amelia bukan orang biasa.

"Sudah ah, lebih baik kita pulang. Kita masih ada janji kan?" Ujar Rania kemudian meletakkan beberapa lembar uang dollar Singapore diatas meja makan.

"Biar aku aja yang bayar." Ujar Amelia merasa sungkan ditraktir.

"Kamu gimana sih Mel! masa ia kamu yang bayar, aku yang ajak. Lain kali aja traktir aku jika kita ketemu lagi." Ujar Rania.

"Hehehe.. ia Mbak, makasih." Balas Amelia.

"Kamu mau ikut nggak?" Tawar Rania.

"Nggak usah mbak, aku disini aja." Tolak Amelia.

"Pasti nungguin pacarnya kan?" Ejek Rania membuat wajah Amelia memerah karena malu.

Amelia hanya tersenyum.

"Ya sudah, kami juga nggak mau ganggu kalian. Salam kenal buat pacar kamu ya, lain kali kenalin ke kita, oke? Bye-bye." Rania dan teman-temannya melambaikan tangan kemudian pergi dari cafe.

......................

"Eh, kalian nggak curiga dengan Amelia?" Ujar Tiska setelah mereka masuk kedalam mobil miliknya.

"Maksudnya?" Tanya Rania.

"Cincin yang dipake itu berlian asli lho, langka lagi, aku pernah melihatnya saat pameran di Paris, harga berliannya hampir satu M. Sepertinya di design khusus deh karena kelihatannya seperti cincin biasa. Hanya orang yang memiliki pengaruh besar yang bisa mendapatkannya. Barang belanjaannya juga branded. Kalian liat dong tadi merk apa aja paper bagnya." Jelas Tiska.

"Kamu salah kali, mungkin itu permata biasa yang menyerupai berlian." Ujar Luna yang memang tidak terlalu memperhatikan cincin yang dipakai Amelia.

"Aku nggak mungkin salah liat, aku sangat yakin. Kamu kan tau aku ahli melihat berlian."

"Mungkin aja kali ini kamu salah."

"Aku yakin seratus persen!" Nada Tiska mulai meninggi karena Luna meragukannya.

"Ia deh percaya." Pasrah Luna.

"Trus kenapa? ada masalah? itukan haknya dia mau pakai apa dan dibeliin apa aja uangnya." Tanya Rania.

"Ih, kamu ini, bego apa gimana? gaji pramugari itu berapa sih? Oke jika mencapai puluhan juta, tapi butuh beberapa tahun ngumpulin uang baru bisa dapat beli cincin berlian itu kan?"

"Trus?"

"Apa mungkin dia simpanan om-om ya? semacam sugar baby gitu. Kalian kan tahu, sekarang itu jamannya pelakor lagi naik daun. Mereka sudah tersebar dimana-mana. Tidak mengenal pekerjaan, umur dan status sosial. Yang penting pria itu bisa mengcukupi semua kebutuhannya, ya ayo!" Tebak Tiska.

"Jika kamu benar, tapi siapa ya?" Tanya Luna.

"Nah, itu dia yang mau aku tanyakan pada Amelia. Siapa tau selingkuhannya salah satu dari suami kita. Tapi Rania mengajak kita pulang. Gagal deh usaha aku." Kesal Tiska sambil memukul stir mobilnya.

"Ihh.. amit-amit deh!" Ujar Luna sambil mengetuk dashboard didepannya.

"Jangan suudzon! Kalian ini terlalu curiga pada suami kalian atau sudah tidak percaya diri menjaga suami? Pikiran kalian ngaco! nggak mungkin Amelia seperti yang kalian tuduhkan. Kalian lihat sendiri bagaimana baiknya dia kan. Nggak mungkin dia mau jadi simpanan om-om seperti yang kalian pikirkan. Dia wanita mandiri, tanpa menjadi simpanan juga dia bisa hidup dengan layak. Ah, sudah, hentikan pikiran buruk kalian. Mungkin saja pacar Amelia pengusaha muda atau anak pejabat, jadi dia bisa membeli apa aja yang dia inginkan. Banyak kan anak muda yang kaya raya sebelum menikah." Tepis Rania.

"Ia juga sih." Lirih Luna.

Tiska mendelik melirik Luna disampingnya. "Kamu gimana sih Lun! plin-plan banget jadi orang. Tadi setuju dengan pikiranku, sekarang dengan Rania." Kesal Tiska.

"Hehehe,, aku juga bingung. Kalian berdua benar. Tapi, aku rasa memang kita harus tetap waspada menjaga suami kita dari pelakor." Ujar Luna.

Rania diam sejenak, entah mengapa hatinya merasa resah. Semenjak Ergan pergi dari rumahnya dan memilih tinggal sendiri di apartemen, ia merasa Ergan semakin menjauh dan menjaga jarak darinya. Tapi ia masih yakin jika cinta Ergan hanya untuk dirinya, karena Ergan tidak perduli dengan kehidupan orang lain dan tidak mudah tertarik dengan wanita lain.

Dulu, Rania pernah menyewa perempuan untuk menggoda Ergan, namun Ergan sama sekali tidak tertarik, didekati wanita itu saja Ergan tidak mau apalagi menyentuhnya, Ergan merasa jijik. Sejak saat itu Rania jadi yakin jika Cinta Ergan sangat besar untuknya hingga dia bertindak sesuka hatinya pada Ergan. Apapun yang dilakukannya pasti akan Ergan maafkan, hanya butuh waktu saja pikirnya.

......................

Di Mall.

Ergan datang menghampiri Amelia setelah merasa keadaan Aman. Ia masih sempat melihat Rania dan teman-temannya keluar dari Cafe. Tapi dengan cepat ia menghindar dan bersembunyi dibalik pilar. Jantung hampir saja copot jika ketahuan. Ia belum siap kehilangan keduanya.

"Maaf sayang, aku agak lama." Ujar Ergan mencium kening Amelia lalu duduk disampingnya.

"Nggak apa-apa Mas." Balas Amelia.

"Rania dan teman-temannya mana?" Tanya Ergan pura-pura melihat kekiri dan kekanan mencari keberadaan Rania.

"Baru aja pulang. Mereka nitip salam Mas, salam kenal katanya. Padahal kalian kan sudah saling kenal. Oiya, emang Rania siapanya Mas?" Tanya Amelia.

"Uhuk, uhukk..!" Ergan yang sedang minum jus milik Amelia tersedak.

"Pelan-pelan Mas, aku nggak akan minta kok." Canda Amelia sambil menepuk pundak Amelia.

"Rania.. sepupu aku." Jawab Ergan.

"Oo.." Bibir Amelia membulat membentuk huruf O.

"Jangan terlalu dekat dengannya." Pinta Ergan.

"Lho, kenapa Mas, bukannya itu bagus jika aku dekat dengan keluarga Mas?" Tanya Amelia.

"Kamu sudah tau bagaimana pergaulan dia kan? Dia bisa saja membocorkan rahasia kamu di perusahaan. Jika bertemu dengannya lagi lebih baik menghindar." Jelas Ergan.

Amelia pun mengangguk tanda setuju. Apalagi teman-temannya Rania terlalu banyak bertanya tentang kehidupan pribadinya.

"Kamu sudah selesai makan dan belanja?" Tanya Ergan membuyarkan lamunan Amelia.

"Iya sudah. Kamu nggak mau makan dulu Mas?"

"Sudah bersama klien. Baiklah, Ayo kita pulang. Aku ingin makan kamu." Ajak Ergan kemudian meraih tangan Amelia keluar dari Cafe.

Amelia tersipu, sekilastersenyum manis memperlihatkan lesung pipinya, merasa sangat istimewa karena Ergan menggenggam tangannya keluar dari Mall sementara tangannya yang lain membawa paper bag belanjaan Amelia.

.

.

Bersambung.......

1
Veronika Theresia Sihombing
Lumayan
Veronika Theresia Sihombing
Kecewa
Nina Joanna
Istri orang Pras...
Evy
bakal rame nih ceritanya...bisa panjang urusannya.Adek Kakak suka sama satu cewek..
SisAzalea
booking
yuni ati
Keren/Good/
Shifa Burhan
pantas kah yang dilakukan amelia dan pras ini

pantas kah amelia dibilang wanita baik2, saat dia tau statusnya istri tapi dia pergi berduaan dan happy2 dengan lelaki lain, membuat moment spesial dengan lelaki lain, bisa dibilang dia kencan dengan lelaki lain, pantas dia dibilang istri yang paham agama

pantas pras disebut lelaki baik2, udah tau istri orang, dia bawah pergi berduaan, seolah2 kencan membuat moment indah, pantas pras disebut lelaki paham agama

yang mirisnya author membenarkan semua kelakuan kedua manusia ini, kalau author bawa agama, terutama agama islam, belajar lebih baik lagi

dalam islam kelakuan amelia dan pras ini sudah termasuk dilaknat, dosa sangat besar, dan bisa membuat fitnah yang sangat kejam

kita anggap ini bagian dari konflik, anggap pras dan juga amelia manusia biasa yang bisa saja melakukan kesalahan, tapi kalau author paham agama, author akan tegas perbuatan mereka salah, mereka harus dibuat menyesal dan mengaku salah dan minta maaf


saran untuk author belajar lagi kalau bawa2 agama,
Nurul Syahriani
Jarak nya cuma 3 kata bisa beda daddy dan papa
Soraya
permisi numpang duduk dl ya kak
sherly
gila Karmen kok bisa sih
sherly
emang hrs gt Mel balik Ama suami
sherly
lagian cinta Ama istri org yg blm jls statusnya.. ngapain situ ngambek dih gelo
sherly
Pras ngajak nikah kok kayak mau introgasi karywn ngk ada maniz2nya
sherly
hadew kasian ergan.. gitulah nasib kalo poligami ngk tuntas
sherly
wow.. tp mama ergan kok gt sih
sherly
deal aja Mel biar si aan omes diem...
sherly
Tirta bisa dpt bonus nih
sherly
pasangan ngk tau diri, yg satu pacar sok peduli pdhl buaya, yg satu ngaku sahabat tp ular ngk nyangka kalian berdua keturunan reptil... hahahaha
sherly
astaga ergan pandai bersandiwara juga
sherly
waduh di Abang dah mau ajak nikah eh si adeknya msh mau pdkt .. cie Amel jd rebutan ABG adek
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!