NovelToon NovelToon
My Fault Too

My Fault Too

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:34.5k
Nilai: 5
Nama Author: aeni Masbait

DILARANG KERAS BOOM LIKE YAH, Kalau nggak berminat baca.
YANG MERASA BOCIL JANGAN BACA.

Adenia wulandari wanita cantik dan s*ksi dari dulu hingga kini tetap sama, berusia 29 tahun istri dari Adnan Dirgantara pengusaha cukup ternama sekaligus sahabatnya sendiri.

Awalnya pernikahan mereka berjalan baik-baik saja hingga menginjak tepat di tahun ke empat, badai pernikahan mulai menghampiri. Kehadiran orang ketiga dari masa lalu keduanya dengan sekejap mata menghancurkan pernikahan yang mereka bangun begitu saja.

Tidak sampai di situ, Adenia yang memiliki seorang adik kandung yang juga sejak lama ikut bersamanya terjebak juga dengan pesona sahabatnya itu. Hingga dia harus di hadapkan dengan seorang wanita yang dengan gampangnya merebut perhatian kedua pria terpenting dalam hidupnya itu.

Akankah Adenia masih bisa bertahan dalam situasi yang seakan tak sedikitpun berpihak kepadanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aeni Masbait, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ini Karmaku

............🌹Happy Reading🌹 .............

...Baca dulu, kalau suka silahkan meninggalkan jejak yah. Fav nya jangan lupa biar nggak ketinggalan....

.

.

.

"Kita mau kemana?" Tanya Nela pada Brian yang sudah melajukan mobilnya dari kediaman Adenia tanpa berkata.

Saat wanita itu menangis tadi Brian menghembuskan nafasnya dan mengakhiri kenakalannya pada Nela. Membawanya ke arah mobilnya tanpa suara, membuat Nela bingung namun merasa lega karena Brian mau menghentikan kejahilannya tadi.

Sungguh tadi Nela begitu takut jika Adnan melihatnya bersama Brian, bukannya takut Brian menyentuhnya lebih karena itu sudah biasa bangi nya di sentuh pria itu. Bahkan pagi tadi saja pria itu sudah kembali merasakan tubuhnya. Dia senang karena Brian kini tak lagi cuek dengan dirinya, walau mulut pedas pria itu masih saja menyakiti.

"Kenapa bertanya padaku, aku hanya mengantarmu. Tadi kau bilang mau jalan-jalan kan." Ucap Brian namun matanya fokus dengan mengemudi.

"Benarkah kau mau mengantarku Bri." Ucap Nela dengan sedikit berkaca, entah kenapa mendengar itu hatinya sungguh senang. Sebenarnya dia ingin meminta Adnan untuk mengantarnya jalan-jalan, hanya saja Adnan kini tak pernah lagi mendekatinya. Hingga hanya untuk menyuarakan keinginannya saja dia sulit, Adnan seakan menjaga jarak dengannya kini.

"Jangan cengeng, rebut suami orang saja kamu berani. Kenapa sekarang lemah begini." Ejek Brian saat matanya melihat jelas mata Nela yang mulai berkaca.

"Terima kasih Bri." Ucap Nela sembari menghapus air matanya dan memeluk lengan Brian berterima kasih.

"Ck, kau ini. Jangan sampai bajuku basah." Brian sengaja melakukan itu agar Nela tak melanjutkan tangisnya.

"Iya, aku nggak menangis kok." Bantah Nela.

"Nggak nangis tapi lengan bajuku basa, apa dalam mobil ini lagi bocor. Di luar aja nggak lagi hujan kok." Ketus Brian namun di tanggapi kekehan Nela.

Setelah itu mereka pun kembali diam, Nela dengan bahagia terus bersandar di pundak Brian. Sementara pria itu nampak cuek walau dalam hati ingin sekali mengusap sayang puncak kepala Nela.

"Kita ke Distro kamu aja Bri, aku nggak tahu mau kemana soalnya." Ucap Nela mengikis kesunyian setelah sadar tadi belum membalas pertanyaan Brian.

"Memang aku juga mau ke sana kok, di tanya juga kamu nggak jawab dari tadi." Nela hanya tersenyum menanggapi Brian tanpa melihat pria itu..

Sesampainya mereka di Di distro. Brian langsung menggandeng Nela ke ruangan lantai atas tempat pribadi Brian dan kedua sahabatnya itu.

"Hay." Sapa Brian saat masuk ruangan, kedua sahabatnya Dido dan Air nampak sedang berdiskusi.

Sementara Nela hanya melemparkan senyum saja.

"Hay Mba Nela." Sapa Dido juga Air dan di balas ramah oleh Nela, kedua manusia itu sedikit nampak terkejut saat kedatangan Brian juga Nela. Apalagi pria itu kini nampak merangkul mesra pinggang Nela dan membawanya duduk di sifa di ruangan itu.

Bagaimana tidak terkejut, yang mereka tahu Brian begitu teramat membenci wanita itu karena berselingkuh dengan sang kakak ipar bahkan kini sudah resmi menjadi madu dari sang kakak. Brian yang memberi tahu sendiri, tapi apa ini. Kenapa sekarang pria itu kini kembali nampak akrab lagi dengan Nela.

"Kita lanjut nanti yah." Ucap Air pada Dido sembari menutup benda pintar yang tadi menemani mereka dan hanya di angguki Dido.

"Udah lama Mba Nela nggak main kesini." Ucap Air beralih pada Nela sembari berjalan mendekati wanita itu.

"Eh iya Air, Mba akhir-akhir ini malas keluar soalnya." Ucap Nela sembari melirik sekilas Brian.

"Jangan terlalu banyak tanya Air." Ketus Brian pada Air yang sudah tahu betul kejadiannya namun masih saja bertanya.

"Ck, kenapa kamu yang sewot. Aku bertanya pada Mba Nela bukan padamu." Kesal Air sembari melempar Brian dengan bantalan sofa.

Sementara Nela hanya tersenyum kikuk, tak sebebas dulu lagi jika dia mau berkata di hadapan Brian. Seolah sifat berbicara ceplas-ceplosnya hilang di telan bumi setelah kejadian dimana Brian mengetahui semuanya.

Brian tak lagi bersuara setelah mendengar omelan Air padanya, dia seakan kicep saat Air menatap tajam padanya.

Kini semua nampak diam membisu membuat Nela tak nyaman sekarang. Dido yang selalu bercanda dan ramai kini pun nampak tak banyak bicara. Hingga sampai dimana Brian merebahkan kepalanya di pangkuan Nela dan menyusupkan wajahnya di perut ibu hamil itu.

"Bri, jangan gini." Tegur Nela tak enak hati di tatap Air dan Dido heran.

"Dasar buaya." Ketus Air dan selanjutnya dia pamit keluar pada Nela.

"Mba aku ke bawa sebentar yah. Awas di gigit buaya buntung." Kata Air dan langsung beranjak keluar.

"Udah terlanjut ke gigit." Teriak Brian tak peduli.

"Aku juga pamit yah, mau nyusul Air." Kali ini Dido bersuara."

"Sana pergi saja semuanya." Ketus Brian dan tak di tanggapi Dido.

"Mba." Sapa Dido dan melangkah keluar, namun sebelum benar-benar keluar pria itu kembali bersuara.

"Ingat Bri, itu istrinya orang kalau kamu lupa." Kata Dido dan benar-benar menghilang di balik pintu.

Brian dengan cepat bangkit dan menarik Nela dalam ciuman panjang dan kesalnya akibat keadaan ini. Membuat Nela kewalahan dengan sikap mendadak brutal pria itu.

"Ck, jangan berbuat mesum di ruangan ini." Ucap Air yang kembali masuk, wanita itu berjalan cepat ke arah meja kerjanya dan mengambil ponsel yang dia lupakan tadi kemudian langsung melangkah keluar ruangan tanpa melihat dua insang yang membuat panas atmosfer ruangan itu.

"Brian aku malu." Ucap Nela setelah terlepas dari Brian. Pria itu tak melepasnya meski tadi Air masuk dan menegur mereka. Sungguh Nela sangat malu terhadap Air kini.

"Kau malu berciuman denganku." Kesal Brian.

"Bu buka, bukan seperti itu. Aku hanya malu ada yang melihatnya." Jawab Nela gelagapan saat Brian menatap tajam dirinya.

Mendengar itu Brian kembali mengecup Nela sekilas dan kembali lagi di posisi awalnya memeluk perut Nela.

"Aku nggak tahu perasaanku kepadamu bagaimana Bri. Tapi aku bersyukur memiliki kamu di saat seperti ini." Ucap Nela sembari mengelus rambut hitam Brian yang sudah tertidur pulas dalam pangkuannya.

Setelahnya, Nela pun menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa dan ikut terlelap mengikuti Brian.

Kedua orang itu tertidur sampai dimana Dido dan Air kembali masuk ruangan dengan membawa makan malam untuk keempatnya.

Saat Brian terbangun, pria itu sudah melihat makanan tersaji di meja sofa dengan Air dan Dido yang nampak sibuk dengan ponsel masing-masing.

"Jam berapa ini?" Tanya Brian namun Dido dan Air seperti tuli tak menanggapi ucapan Brian.

"Ck, kenapa semuanya mendadak tuli dan bisu. Aku juga bisa melihat sendiri." Ketus Brian namun dengan nada pelan karena takut membangunkan Nela yang masih nampak tertidur pulas.

Di raihnya ponsel dalam saku celananya dan di lihatnya waktu yang sudah menunjukkan jam delapan malam.

"Sayang, hey bangun. Waktunya makan malam Nel." Ucap Brian sembari mengelus pipi Nela membuat Air dan Dido memutar bola mata mereka malas.

"Uuummm." Gumam Nela merasa terusik dengan tidurnya, namun saat matanya terbuka dia langsung kikuk saat mata Air dan Dido menatap intens dirinya.

"Umm maaf, aku ketiduran." Ucap Nela tak enak hati.

"Hehehe, nggak papa Mba. Ayo kita makan bersama, udah waktunya makan malam." Ucap Air ramah membuat Nela tak menyangka jika tidurnya sudah terlalu lama..

Keempat orang itu pun makan bersama, setelahnya Brian dan Nela pun pamit pulang.

...****************...

Saat sampai di rumah, Brian dan Nela di sambut Adnan yang nampak duduk di teras rumah.

"Dari mana kamu?" Tanya Adnan dengan mata tajamnya menatap Nela. Brian langsung meninggalkan suami istri itu tanpa suara, bahkan pria itu menabrak kasar lengan Adnan kasar. Namun pria itu tak ambil pusing, fokusnya hanya tertuju pada Nela sekarang.

"Aku,, aku dari distronya Brian Adn." Ucap Nela takut saat melihat kilatan marah Adnan.

"Sudah berapa kali aku bilang padamu, jangan mendekati pria lain Nela. Kau istriku sekarang, jagalah kehormatan mu. Apa pantas kau jalan dengan pria sampai selarut ini. Kau membuatku pusing saja." Marah Adnan.

Pria itu sejak tadi menunggu Nela atas permintaan Adenia sejak menjelang magrib tadi. Namun hingga sampai pukul Sembilan tadi Adnan seperti orang bodoh menunggu istrinya itu di depan rumah. Dan saat pulang, hatinya bertambah panas saat Nela ternyata tidak sendiri namun bersama Brian.

"Maaf." Hanya itu yang bisa Nela lakukan demi rendahnya kemarahan sang suami.

"Ck, ayo masuk." Kata Adnan sembari menarik lengan Nela namun tak ada kekerasan di dalamnya.

Keduanya melangkah ke dalam rumah, langkah kaki Adnan membawa mereka ke arah kamar Nela. Saat sesampainya di dalam kamar, Adnan langsung melepas genggaman tangannya di lengan Nela dan langsung beranjak naik ke ranjang sang istri.

Nela hanya menatap Adnan dan setelahnya dia pun bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Saat selesai dan keluar kamar Nela mendapati Adnan sudah tertidur pulas membelakangi dirinya.

"Kau semakin jauh dariku Adn, aku tak tahu akan sanggup melanjutkan pernikahan ini denganmu atau tidak." Lirih Nela sembari menutup matanya menghembuskan nafasnya memikirkan keadaan rumah tangga tak sehatnya ini.

"Maafkan aku Ade, aku tahu ini karmaku karena sudah merebut Adnan darimu." Lanjut Nela kemudian berjalan menuju lemari pakaiannya, namun langkahnya terhenti ketika merasakan ada darah di sepanjang kaki jenjangnya.

"Adnan.... Tidak. Ad, tolong aku." Lirih Nela shock melihat darah yang terus mengalir.

...****************...

...Btw, Jangan lupa like dan komennya yah🥰. Terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca cerita ini🙏🤗. Sehat-sehat untuk kalian semua di manapun kalian berada😇...

1
Khairul Azam
ini orang" dinovel ini gak ada yg bener semua
Khairul Azam
kenapa ya kabanyakan novel begini, lemah klo mu bunuh diri. iarkan saja
anan
aku mampir k
Nenie desu
jangan lupa mampir di novel aq
"Rasa yang terpendam"
Nenie desu
bagus sudah aq favoritkan kak
Senajudifa
kisah cintax ini rumit y thor
Senajudifa
mampir thor
Lee
Up lg kak...
q jg bru siuman dri semedi...hehe
semangat !
Shantie Rhizhuan
sedih aku thor ,,d sakiti olh org yg palig kita sayang
dan cerita aku suka
Prolice Sadarita
smg athor di lancarkan segala urusannya
aeni: Aamiin, makasih ya kak💕
total 1 replies
Prolice Sadarita
jijayyy sama laki2 ini, egoisss
auliasiamatir
Thor, jangan kelamaan dong perselingkuhannya, cepet bongkar
auliasiamatir
cepet ketahuan dong.... gak sabar aku bacanya.
auliasiamatir
astaga.... gak nyangka Adnan SE bejat itu, manis di depan istrinya, tapi busuk di belakang. sama sahabat istrinya lagi.dua dua nya syaitonirrojim
auliasiamatir
sama sama gatal kalau ini mah, gak ada yang di rayu di goda atau menggoda, keduanya Menang Daras gatal
auliasiamatir
kalian sengaja menanam duri dalam rumah tangga kalian.
auliasiamatir
kesalahan pertama buat Nia,
auliasiamatir
beuh.. gatal juga di nela, pengen di garukin, udah kuduga, bakal jadi setan pelakor
auliasiamatir
Nela awas jangan jadi pelakor ya, habis tar kamu di buli READERS
auliasiamatir
salam kenal dari

Sofia , MENCINTAI SAHABAT KU,

cerita nya seru, rumah tangga yang romantis dan harmonis,
jangan sampai kedatangan nela meretak kebahagiaan mereka.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!