NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Azuya

Pendekar Pedang Azuya

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / TimeTravel / Pendekar / Chicklit / Tamat
Popularitas:43.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yuli kiranawati

Gadis yang terlempar bersama keluarganya ke Dinasti Ming. Dia mengumpulkan 7 batu impian, agar bisa kembali ke dunianya.

Dengan bersandiwara dan bekerja di sebuah penginapan, gadis yang bernama Qiao Li itu memperoleh informasi dan bertemu dengan ayahnya yang Amnesia.

Qiao Li juga mendapatkan dua buah batu impian serta ilmu pemindah Energy saat masuk ke ruang rahasia penginapan yang tembus ke bukit Piramida.

Setelah setahun didalam bukit Piramida, Qiao Li keluar dan memulai berkelana mencari keluarga serta batu impian.

Awalnya dia bertemu ibu kemudian ayahnya. Dan mereka membangun kembali penginapan yang telah terbakar itu.

Suatu hari, Qiao Li jatuh cinta pada seorang pemuda pengunjung penginapan.

Dan ternyata pemuda itu mencintai ibu Qiao Li dan memicu kemarahan ayah Qiao Li yang sudah sembuh dari amnesianya.

Dan pada akhirnya terkuaklah identitas pemuda itu.

Yuk dukung karya ini, dengan memeberi Like/komen/favorite/rate/gift maupun vote-nya.

Maaf tidak menerima boom like ya🙏🏻😍
Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli kiranawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prahara di Pulau Tengah Laut

Dalam sekejap, bungkusan kain berwarna hitam itu lenyap begitu saja masuk ke dalam cincin penangkal itu.

Inspektur Saga kemudian menelpon Komisaris, untuk membawa pasukannya guna mengevakuasi pulau yang di jadikan markas oleh Baskoro ini.

📆Flashback Off.

"Jadi disinilah ayah mendapatkan kalung berliontin jam itu yang kemudian di bawa Kity ke Kerajaan Langit. Dan kalung itu di curi oleh Simon, dewa Badai. Yang kemudian dia menculikku dan kita berhasil membunuh dia di Padang pasir!!" kata Leonisa yang menyimak cerita ayahnya.

"Itu benar, tapi sekarang tempat ini menjadi indah sekali!" ucap ayah Nisa yang kemudian menebarkan pandangannya ke sekitar pulau itu

Leonisa dan keluarganya menikmati wahana bermain di pulau itu.

Selain arena bermain, tempat Selfi, area terapi dan ada tempat untuk sovenir dan kuliner.

"Yah kita ke sana yuk!" ajak Leonisa saat melihat stan souvenir.

"Mau beli apa sih?" tanya Ayah Nisa yang penasaran dan mengikuti kemana langkah putrinya pergi.

Tak berapa lama mereka sampai di stan souvernir, dan Leonisa mencari sesuatu untuk kenang-kenangan mereka di tamasya di pulau tengah laut.

Dan mereka membeli empat gelang tali yang sama berwarna hitam.

"Ini adalah tanda pengenal kita, kita couple-lan! he .he...!" seru Leonisa seraya tersenyum.

"Dasar cewek! masak aku sama ayah juga harus pakai gelang beginian?" celetuk Ragadewa kesal.

"Sudah tidak apa-apa, lagian warnanya hitam. Netral, cocok buat laki-laki maupun perempuan! " kata Ibunda Nisa menengahi.

"Ah ibu belain Nisa!" gerutu Ragadewa seraya menatap Leonisa.

"Wekk....!!"

Dan Leonisa menjulurkan lidahnya tanda mengejek kembarannya.

"Sudah-sudah, ayo kita cari makanan. Ayah sudah lapar nih!" kata ayah Nisa seraya mengusap kepala Ragadewa.

Setelah itu mereka melangkah menuju ke tempat jajan kuliner khas pulau sebrang.

...****...

Sementara itu di kerajaan langit. Setelah berita kematian putranya Simon, penasehat kerajaan langit Victor si Dewa Angin tak bisa menyembunyikan rasa kekesalannya pada pembunuh putra kesayangannya, Simon si dewa Badai.

"Akan ku cari terus mereka, dan tak kan ku biarkan mereka hidup dengan kesenangan." ucap dalam hati Victor seraya mengepalkan tangannya.

📆Flashback On.

Telah di ceritakan sebelumnya bahwa Simon putra dewa angin adalah teman sepermainan putra mahkota Leon, Leony, Aaron, Ekin dan Tony.

Mereka belajar dan bermain selalu bersama walaupun kadang tak bersamaan.

Hingga karena ada cinta yang tak di respon diantara mereka.

Simon menyukai Leony, sedangkan Leony (adik Leon) menyukai Aaron (panglima langit) dan Aaron setelah di kutuk menyukai seorang gadis bumi yang bernama Kirana.

Pada suatu ketika, Leony meninggal dunia karena meminum minumannya yang telah di campur racun oleh seseorang yang tak lain anak buah Black shadow, iblis yang selalu mengusik ketenangan kerajaan Langit.

Leony tak bisa meninggal dengan sempurna, rohnya selalu berada di dekat Rani dan menghadiahi Rani sebuah pedang.

Pedang itu bernama pedang Azuya, yang kesaktiannya masih tersegel, pedang Azuya di berikan kepada Rani sebagai bukti rasa terima kasihnya pada Rani.

Karena hanya dengan masuk ke tubuh Rani, Leony bisa bertemu dengan keluarganya.

Tanpa di sangka, karena itulah yang membuat Rani di culik oleh Simon.

Simon memang menyukai Leony, namun dia menginginkan Rani.

Sedangkan waktu itu Rani berstatus sudah tunangan dengan komisaris Saga yang telah habis masa tugasnya di pulau Sebrang.

Kucing langit berbulu putih si penjaga pusaka langit, bernama Kity meminta bantuan pada komisaris Saga dalam pencarian dan pengejaran Rani dan Simon.

Dan ternyata Simon menyembunyikan Rani di bukit gurun pasir.

Setelah mengetahui lokasi Simon, komisaris Saga dan Kity berupaya membebaskan Rani.

Pertarungan sengit pun terjadi, banyak jurus yang mereka keluarkan.

Hingga akhirnya Rani yang menggunakan pedang Azuya dan komisaris Saga menggunakan pedang langit, menggabungkan kedua pedang itu dengan ilmu pedang sepasang.

Perpaduan pedang peri dan pedang langit dengan ilmu pedang sepasang, yang walaupun hanya manusia bumi, namin dapat membunuh dewa Badai itu.

📆Flashback Off.

Pada saat kerajaan langit dalam menghadapi Black Shadow dan para pengawalnya, Victor memanfa'atkannya untuk pergi ke bumi.

Dia hendak menuntut balas pada Rani dan Komisaris Saga.

Dan hal itu di ketahui oleh Ratu Flower, permaisuri kerajaan langit.

Ratu Flower mengajak putra kandungnya Leon dan Putra tirinya dari selir Selena yaitu Ekin untuk turun ke bumi, mereka mengejar Dewa Angin yang mencari keberadaan Rani dan Komisaris Saga.

Victor mengetahui keberadaan Komisaris Saga dan Rani dipulau tengah laut dari angin yang berhembus.

Kakinya menginjak di pulau tengah laut, dan berkeliling mencari keberadaan keluarga kecil itu.

Pakaiannya yang tak seperti umumnya di bumi, membuat Victor menjadi pusat perhatian semua orang tanpa terkecuali komisaris Saga dan keluarganya yang sedang bersantai setelah menyantap kuliner yang ada di rumah makan di pulau tengah laut itu.

"Apa di sini ada yang bernama Saga dan Rani!!" seru Victor dengan mengedarkan pandangannya ke sekitar dengan seksama.

"Untuk apa dia mencari kita?" tanya ayah Nisa pada istrinya Rani.

"Bunda juga tidak tahu Yah! tapi dilihat dari pakaiannya, apa kakak ingat pakaiannya Simon?" tanya Ibunda Nisa yang mengingat sesuatu.

"Benar, pakaian orang itu seperti pakaian yang di gunakan Simon, apa dia dari kerajaan langit?" jawab sekalian tanya ayah Nisa yang masih melihat Victor dengan seksama.

Victor yang mempertajam pendengarannya, mengetahui langsung keberadaan Rani dan komisaris Saga.

"Oh, rupanya kalian ya, yang membunuh Simon putraku!" seru Victor yang berada di hadapan Rani dan keluarganya.

"Kalau putramu tidak keterlaluan, kami juga tidak akan membunuhnya!!" balas ayah Nisa dan hal itu tak di terima oleh Victor.

"Kurang ajar..!!" seru Victor yang mulai menyerang Ayah Nisa.

Pukulan tangan kosong pun terjadi, ibunda Nisa , Raga dan Nisa segera menepi.

"Bagh...!!"

"Bugh....!!"

"Bagh...!!"

"Bugh....!!"

"Aaaghh...!!"

Ayah Nisa berkali-kali terpelanting oleh jurus pukulan angin dari Victor.

Darah segar keluar dari sudut bibir ayah Nisa.

"Ayah...!" seru Leonisa yang aangatvcemas.

"Ayah tidak apa-apa Nisa!" balas Ayah Nisa seraya menyeka darah di sudut bibirnya.

"Ayah lindungi putra-putri kita, biar bunda yang maju menghadapinya!!" seru ibunda Nisa yang melangkah maju menghampiri Ayah Nisa yang terluka.

"Tapi bunda.!" belum selesai komisaris Saga berbicara, ibunda Nisa sudah maju menyerang Victor.

"Hopp hiaaat...!!"

"Baghh..!!"

"Bughh...!!"

"Baghh..!!"

"Bughh...!!"

"Aaagh...!!"

Dan Rani atau Ibunda Nisa juga terkena pukulan dari Victor.

"Hati-hati bunda !" seru ayah Nisa yang khawatir.

"Bunda tak apa-apa kak..!!" ucap Rani yang sudah mengatur nafasnya kembali.

"Padang Azuya..!!"

Ibunda Nisa mengeluarkan pedang pemberian Leony dari dalam tubuhnya.

"Pedang Azuya..!" seru Victor yang mengetahui kemampuan pedang Azuya.

"Rasakan ini!" seru ibunda Nisa.

"Hopp...hiaat...!!"

"Weeett..,! weeett.,!! weeett...!!"

"Sreet....!!"

Lengan Victor tekena goresan pedang Azuya.

...~¥~...

...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA...

...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....

...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

...Terima kasih...

...BERSAMBUNG...

1
Jua Ria
Luar biasa
N'Dön Jùañ Shakespeare
kenapa tidak pakai jurus pengendali air? apakah karena tidak ada air? apakah harus ada air disekitarnya dulu baru bisa menggunakan jurus pengendali air?
N'Dön Jùañ Shakespeare
bukankah namanya serigala hitam?
N'Dön Jùañ Shakespeare
bukankah yang selalu bersama Xin Xin itu Chiang Yi?🤔 bukan Hai Jun.
N'Dön Jùañ Shakespeare
wah mirip Dragon Ball 😱
N'Dön Jùañ Shakespeare
🤔 jadi ingat film yang pernah ku lihat
N'Dön Jùañ Shakespeare
ternyata dugaanku benar Ming Mei perampok nya
N'Dön Jùañ Shakespeare
mampir thor, semoga seru
Afika Fika Yesy
kenapa cuman beberapa,sekalian tuh ambil semua kan ad cincin penyimpannya
Afika Fika Yesy
nah itu ada cincin penyimpanannya ambil semua harta karunnya Qiao Li
Elisabeth Ratna Susanti
😍😍😍😍😍
Elisabeth Ratna Susanti
keren 😍
sella surya amanda
lanjut
Elisabeth Ratna Susanti
top 👍
sella surya amanda
next
sella surya amanda
lanjut
sella surya amanda
next
sella surya amanda
lanjut
Elisabeth Ratna Susanti
double like 👍👍
Elisabeth Ratna Susanti
next 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!