NovelToon NovelToon
Annisa Dan Azzam

Annisa Dan Azzam

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Nikahmuda / Poligami
Popularitas:53.5k
Nilai: 5
Nama Author: Choirunnisa Khalifah

Annisa dan Azzam dipertemukan dalam sebuah acara seminar. Mata Azzam rasanya tak ingin lepas dari memandang Annisa walaupun Azzam belum mengetahui siapa wanita itu. Pertemuan kedua, Annisa ternyata merasakan perasaan aneh kepada Azzam namun mereka hanya bisa menyimpan karna semua terhalang oleh status Azzam yang akhirnya mengharuskan Annisa mengubur dan mengelak akan rasa itu.

Kisah mereka tak mudah, semua terasa berat. Andai status itu tidak ada rasa-rasanya mereka sudah hidup bahagia karna mereka adalah dua insan yang saling mencintai.

Lalu apakah mereka akan bersama? Apakah Annisa ikhlas untuk menjadi yang kedua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Choirunnisa Khalifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Azzam Tak Pulang

Annisa pun menyiapkan bumbu yang tadi ibu pinta. Annisa bahagia sekali hari ini, entah sedikit lega perasaan nya karena restu Abah sudah berkibar. Annisa selama menyiapkan masakan senyum-senyum sendiri membayangkan kelak anak-anaknya akan bermain dengan nenek kakeknya.

Tak lama Azzam datang ke dapur menghampiri Annisa.

"Sayang, kok kamu udah bangun aja?Kamu lelah banget loh" Kata Azzam.

"Alhamdulillah udah engga kok Mas. Kamu kenapa ga bangunin aku sih, aku jadi telat banget"

"Mana tega aku bangunin kamu yang lelah banget, sampe aku tadi tengok berkali-kali kamu masih tidur berarti tandanya kamu lelah banget kan"

Annisa pun merasa tak enak hati karena tak menyiapkan kopi untuk Azzam.

"Setelah ini kita pulang ya sayang, aku lusa sudah masuk kerja. Nanti gaada waktu bersama sama kamu"

"Iya Mas. Yaudah kamu tunggu diruang tamu ya, aku masak dulu"

Setelah selesai sarapan, Annisa dan Azzam pun berpamitan pulang. Annisa sedih harus meninggalkan orang tuanya kembali namun begitulah kewajiban seorang wanita yaitu mengabdi kepada suami demi ridho-Nya.

Dalam perjalanan, Azzam menggenggam erat tangan Annisa berusaha menguatkan. Azzam paham betul perasaan Annisa saat ini.

"Sabar ya Sayang, InsyaAllah kita main lagi nanti"

"Iya Mas. Maaf ya aku jadi lemah begini"

"Engga kok, aku paham apa yang kamu rasa. Aku pun merasakan itu ketika awal harus pergi mondok dan jauh dari Ummi. Dulu aku paling males kalau harus balik ke pondok karena itu tandanya aku harus berpisah sama Ummi"

Annisa pun tersenyum.

Beberapa jam kemudian mereka sampai di Villa yang menjadi singgah sanah mereka berdua. Azzam langsung menyuruh Annisa masuk ke kamar untuk istirahat sedang kan Azzam menurunkan koper yang berisi pakaian kotor mereka selama pergi.

Annisa pun meluruskan kaki karena berasa sekali ketika hamil dan berpergian dengan jarak yang jauh. Azzam yang melihat Annisa sedang meluruskan kaki, langsung memijat kaki Annisa. Annisa pun menarik kakinya karena merasa tak enak namun Azzam tak mengizinkan.

"Biarlah sayang, kamu kasian kelelahan. Aku tau betapa sulitnya kamu hamil dan jauh dari orang tua"

"Engga kok Mas, aku cuma sedikit pegel aja. Tapi udah engga lagi kok sekarang"

"Udah ya kamu nikmatin aja pijitan Mas. Biar anak kita rileks didalam"

Annisa pun menikmati pijitan Azzam. Annisa merasa menjadi ratu ketika bersama Azzam. Tak pernah sekalipun Azzam memperlakukan Annisa tidak baik. Azzam hampir tidak ada celah di mata Annisa. Sebegitu kah Azzam mencintai Annisa.

Annisa begitu menikmati kehamilan nya, tak pernah dia lalui dengan keluhan. Annisa selalu bersyukur walaupun menjalani kehamilan ini jauh dari orang tua. Annisa tak pernah menyesali keputusannya, bahkan Annisa bersyukur Allah jodoh kan ia dengan Azzam. Lelaki sholeh.

Kehamilan Annisa memasuki bulan akhir, sudah mendekati hari perkiraan lahir. Annisa dan Azzam sangat semangat menanti kelahiran anak ini. Bahkan orang tua mereka pun tak sabar.

Azzam seperti biasa ketika pekerjaan nya dijakarta telah selesai maka dia akan balik ke villa bersama Annisa. Namun, hari ini harusnya Azzam menemani Annisa karena dia memberi kabar kalau pekerjaannya telah selesai sehingga bisa bersama Annisa namun sampai malam Azzam tak kunjung datang. Annisa mulai gundah, karena tak seperti biasanya Azzam begini. Annisa ingin menghubungi Azzam namun dia urungkan. Akhirnya Annisa memilih tidur walaupun dikit-dikit bangun.

Pagi harinya Annisa melihat ternyata tak ada tanda-tanda Azzam pulang. Hati Annisa mulai cemas. Annisa bingung harus berbuat apa, hatinya tak tenang seperti ada sesuatu yang terjadi. Annisa memilih sholat dhuha saja, biar hatinya tenang. Selesai sholat dhuha, Annisa buat sarapan untuk dirinya sendiri karena seperti biasa jikalau ada Azzam maka bu Minah dan anaknya diliburkan oleh Annisa karena Annisa tak mau ada orang lain yang melayani selagi Annisa mampu.

Annisa sarapan dengan nasi goreng. Nasi goreng buatan Annisa adalah makanan kesukaan Azzam. Annisa jadi teringat Azzam kembali sehingga makanan rasanya jadi tak enak. Setelah sarapan, tiba-tiba ada sebuah mobil memasuki perkarangan. Annisa sudah sangat senang karena Annisa mengira itu adalah Azzam.

Namun ternyata yang datang adalah Ummi dan Abah. Annisa semakin cemas, mengapa bukan Mas Azzam namun kedua orang tuanya. Annisa bergegas mengganti pakaian dan jilbab. Annisa pun membukakan pintu untuk mereka.

"Assalamu'alaikum. Anak Ummi sayang" Ucap Ummi.

"Wa'alaykumussalam. Ummi sama Abah datang kok ga bilang-bilang?"

"Ummi sama Abah kangen sama kamu dan calon cucu kami. Kamu apa kabar?"

"Alhamdulillah baik Ummi. Ummi sama Abah bagaimana kabarnya?"

"Alhamdulillah kami baik"

"Kamu sendirian selama Azzam gaada?"

"Engga Ummi, yang bantu-bantu Annisa libur karena hari ini jadwalnya Mas Azzam pulang. Kami sepakat kalau ada Mas Azzam, Annisa gamau orang lain yang melayani Mas Azzam selagi Annisa bisa"

"Masyallah. Azzam memang tak salah memilih istri sholehah seperti kami Nak"

"Annisa masih jauh Mi dari kata sholehah, do'ain ya mi, Abah biar Annisa bisa seperti Ummi. Jadi istri sholehah"

"Aamiin"

Annisa menyiapkan minum untuk kedua mertuanya. Annisa pun menyiapkan kue yang sengaja Annisa buatkan untuk Azzam namun Azzam tak pulang semalam. Setelah berbincang, Abah dan Ummi pamit sholat Dhuha. Annisa pun menunggu di taman belakang.

Tak berapa lama terdengar suara berat Abah dari belakang, Annisa pun menoleh.

"Lagi apa nak?"

"Ini bah, ngecek kebun aja sekiranya ada yang sudah siap panen nanti biar hasilnya bisa dibagi-bagikan ke masyarakat sekitar"

"Semoga Allah selalu limpahkan kebaikan ya untuk keluarga kalian nak"

"Aamiin, Bah. Makasih Abah do'anya"

"Iya sama-sama. Mengenai Azzam, doakan dia nak. Sekarang Azzam sedang bimbang tapi Abah tidak bisa cerita sama kamu, biarlah Azzam yang cerita. Hari ini Azzam tak pulang karena satu hal dan lain hal. Abah yakin, do'amu pasti Allah ijabah karena kamu terlalu baik nak. Hati kamu terlalu tulus. Kuatkan Azzam ya Nak apapun yang terjadi. Abah yakin kalian bisa melalui bersama. Perbanyak sholat dan dzikir, mohon ampunan serta pertolongan. Kita sebagai manusia tiada daya dan upaya. Abah tak putus mendoakan kebaikan untuk kalian. Abah yakin kalian akan jadi keluarga sakinah mawaddah warrahmah. Kalian hanya perlu bersabar"

Annisa meneteskan air mata karena ternyata benar Azzam sedang tidak baik-baik saja. Annisa sedih, ketika Azzam merasakan sesuatu namun Annisa tak ada disamping nya. Annisa tau pasti berat untuk Azzam karena Azzam tak biasanya seperti ini.

'Ya Rabb, jangan kau cabut kebahagiaan ini. Biarlah ia bersemi dalam keluarga kami. Izinkan kami terus bahagia'

1
Anonim
ko ga dilanjut
Ummi Annis
kan pa gk tau anisahnyaa lagi datang bulan..
Author SUPERSTAR: Permisi, baca Aku (Bukan) Wanita Murahan yuk...
total 1 replies
Anonim
ini ko belom up up lg
Author SUPERSTAR: Permisi, baca Aku (Bukan) Wanita Murahan yuk...
total 1 replies
Hanum Rosalina
WOI BAGUS BGT ASKSKSK
Puputt24
ka lanjut lagi.
rumah kazuya
sedih bgt deh liat nasib annisa n hafiz.. bete liat azzam gk bisa tegas.. hanya gara2 anak dr istri pertama... sumpaaaah beteee...😔
Puputt24
ko blm up thor
Anonim
sdh resiko jd yanv ke 2 kan... posisi pun lemah poor anissa
momnaz
nyesekkkkk....😭😭😭😭
Matkaryo
akan indah pada waktunya
Edelweiss🍀
ini beneran mas Azzam mau pisah sama istrinya, aku takutnya mas cuma manis dimulut saja😢
Edelweiss🍀
kenapa harus ada ibunya anak2 sih mas, bikin aku cemburu 😓
Edelweiss🍀
Berasa anak abege backstreet yah mas😅
Edelweiss🍀
Ketemu Raihan lagi nih, takutnya timbul benih baru nih🤔
Edelweiss🍀
dompet siapa tuh, jgn bilang itu dompet....🤔🤔🤔
Edelweiss🍀
Selesaikan secepatnya mas Azzam urusanmu sama istrimu, biar mulus jln kedepannya
rumah kazuya
astagfirulloh...kasian amat annissa n hafiz.. hikss..
Edelweiss🍀
To the point banget mas Azzam, main tembak2 aja😁
Edelweiss🍀
aku juga😂😂😂
Edelweiss🍀
Pak Azzam gerak cepat juga yah, fix ini mah ada benih2 yg mulai tumbuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!