NovelToon NovelToon
Gadis Gimbul

Gadis Gimbul

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Balas Dendam / Berubah manjadi cantik
Popularitas:24.8k
Nilai: 5
Nama Author: Zia Tamala

Mahira Shanum, seorang gadis manis baik hati harus merasakan kejamnya dendam ibu tirinya yang membuat badannya sangat gemuk.

"tidak akan ada manusia waras yang mau menikah dengan gadis seperti dia" perkataan lelaki yang ia kagumi membuat hidupnya semakin hancur

Shanum harus berjuang sendiri untuk bertahan hidup hingga dia dipertemukan dengan dua lelaki tampan seorang direktur utama yang tulus mencintainya.

Bagaimana Si gadis Gimbul ini berhasil memikat kedua pria tersebut dan siapa yang akan menjadi jodohnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zia Tamala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 - ciuman pertama

Setelah diskusi panjang, akhirnya Raka menerima permintaan maaf dari Reno. Mereka kembali berteman dan Shanum bisa bernafas lega.

Untuk menebus kesalahannya karena lalai dalam menjaga Shanum, Reno menawarkan diri untuk ikut menjaga Shanum selama di rumah sakit.

Namun permintaan Reno ini langsung ditolak oleh Raka. Bukan karena tidak lagi percaya pada Reno, tapi Raka ingin menjaga Shanum karena ia ingin selalu berada disisi gadis yang ia sayangi itu.

Hingga berhari-hari Raka dengan sabar menjaga dan merawat Shanum selama di rumah sakit. Kini saatnya Shanum keluar dari rumah sakit karena waktu terapinya sudah selesai dan dokter menyatakan bahwa Shanum cukup sehat untuk mulai beraktifitas.

"Perkembangan kesehatan kakimu sangat bagus Shanum. Kamu sudah bisa memakainya untuk berjalan. Tapi ingat! Jangan beraktivitas berat dulu dan jangan sampai kecapekan jika ingin kakimu sembuh sempurna seperti sebelumnya."

Penjelasan dari dokter Yayang ini sangat diperhatikan oleh Raka. Namun dirinya hanya fokus pada kata terakhir. Kata larangan untuk capek dan beraktivitas berat.

"Baik dok. Saya pastikan Shanum tidak akan kecapekan." Jawab Raka.

Shanum pun pamit pada dokter Yayang Dan perawat yang ada disana.  Shanum hendak melangkah keluar dari ruang rawatnya. Namun Raka langsung mencegahnya. Raka mendorong kursi roda ke arah Shanum dan memintanya untuk duduk.

Shanum menolak tapi Raka terus memaksa.

"Abang dengar kata dokter tadi kan? Aku sudah bisa mulai beraktivitas. Aku bisa jalan sendiri!" Ujar Shanum dengan kesal.

"Dengar. Aku dengar dengan jelas bahwa kami tidak boleh kecapekan! Ayo naik! Aku dorong!" Kata Raka dengan sedikit penekanan.

Shanum semakin kesal. Ia nekat berjalan sendiri dan pergi keluar ruangan tersebut. Namun Raka tidak membiarkannya. Raka mengambil ancang-ancang dari belakang dan menggendong Shanum ala bridal.

Meski Shanum terus memberontak minta untuk turun dari gendongan Raka, namun tetap tidak dihiraukan oleh Raka. Ia terus saja berjalan menyusuri lorong rumah sakit dengan menggendong Shanum. 

"Abang! Turunkan aku! Aku bisa jalan sendiri! Apa Abang tidak malu? Semua orang memperhatikan kita!" Ujar Shanum kesal.

"Semakin kamu memberontak, maka kamu akan semakin menjadi pusat perhatian. Diamlah dan menurut saja!" Sahut Raka sambil terus berjalan keluar dari rumah sakit.

Shanum terus menggerutu selama perjalan. Bahkan sampai di kediaman keluarga Aditama. Shanum memang tak pernah bisa membantah Raka. Jika Raka sudah memutuskan maka Shanum harus setuju dengannya.

Kekesalan Shanum pun berlanjut karena Raka membuat perintah bahwa Shanum tidak boleh pergi dari rumah tanpa Raka. Shanum juga harus diawasi oleh pelayan supaya tidak melakukan pekerjaan berat. Dan semua aturan itu membuat Shanum tersiksa.

"Aku hanya makan dan tidur tanpa bisa beraktivitas. Bagaimana jika badanku kembali gemuk? Jangan-jangan kamu sengaja membuatku gemuk seperti yang dilakukan mama Adelia?" Shanum berkata asal-asalan.

Namun perkataan ini menyulut emosi Raka. Raka merasa tidak terima karena disamakan dengan orang-orang yang telah memperlakukan Shanum dengan kejam. Dia bukan mereka. Dia tulus menyayangi Shanum.

Raka mendekat ke tubuh Shanum. Ia menarik tubuh Shanum sampai menempel ke tubuhnya. Raka berkata dengan berbisik namun cukup tegas. "Jangan samakan aku dengan mereka! Karena aku bukan mereka!"

Posisi ini terlalu dekat, membuat Raka terpancing untuk berbuat lebih. Ia menarik tengkuk kepala Shanum dengan lembut dan menyatukan bibirnya dengan bibir Shanum.

Shanum sangat terkejut. Ia tidak menyangka Raka akan nekat menciumnya. Terlalu dini baginya. Shanum tidak ada persiapan padahal ini adalah ciuman pertamanya. 

1
Nur meini
Lanjut thor
Mira Maulaya
udah lama g up,giliran up koq cuma 1 bab sih thor....ayooo lebih semangat lagi bikin ceritanya...
Nada Sabiya
cerita nya menarik...
Nada Sabiya
semangat author sayang...
Zia Tamala: terimakasih
total 1 replies
Madam Ragus
Semangat Thor
Ghiie-nae
terima kasih atas dukungannya 🙏🙏🙏

aku udah kasih bunga mawar 🌹 ya
Mira Maulaya
setelah sekian lama..yg d tunggu tunggu akhirnya muncul juga.makasih thor up ceritanya...semangat..lanjut lagi thor
Mira Maulaya
kapan up lagi thor,udah lama nunggu
Zia Tamala
bagus
Mira Maulaya
masih blm up ya thor.....kapan dong????
Mira Maulaya
up lg dong thor dan banyakin up nya ya....semangat terus nulos ceritanya....💪
Embun Kesiangan
lanjut up, semangat thor
Embun Kesiangan
wah, Raka😂nakal kamu y hehehe
Lee
Lanjut up lg thor..
semangatt..
Zia Tamala: trimakasih kakak sayang,
maaf yah lambat updatenya,

lagi nguber novel satunya nih, mampir yuk, judulnya TANTRA

🥰🥰🥰
total 1 replies
lala malala
bener banget ini
udin
lanjut 👍
Lee
Semangat lanjut kak..
Rhyna
semangat author💪💪💪💪 🌹🌹🌹🌹
Zia Tamala: terimakasih 😊
total 1 replies
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Star mampir dan tinggalkan komentar di setiap partnya agar Kaka lebih semangat lagi yah... Jan lupa mampir kekarya Star kembali... 🤗
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Ya ampun Shanum... Ngapain coba harus ke club malam... Kan bahaya... 🤦
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!