NovelToon NovelToon
MAFIA KEMBAR

MAFIA KEMBAR

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Mafia / Tamat
Popularitas:66.9k
Nilai: 5
Nama Author: ria aisyah

Rate 18+ ya... Bocil jangan mampir..
Novel ini squel dari LENTERA TERUSLAH BERSINAR... so sebelum baca ini aku saranin baca novel pertama terlebih dahulu.. thank you All... semoga menghibur...

"Hei, gadis sombong! Kamu siapa sebenarnya?"

"Aku adalah Dewi Kematian bagimu!" Izumi selalu percaya diri di hadapan musuh-musuhnya.

Bora Ryan sosok pria yang kalem, penuh perhitungan dan pandai membaca situasi dalam beraksi.

Izumi Sakura merupakan seorang gadis yang pemberani, suka seenaknya namun memiliki kegeniusan di atas rata-rata.

Mereka berdua adalah putra kembar dari pasangan Wisnu dan Tera.

Selamat membaca... 😊

Buat reader setiaku terimakasih atas supportnya... 😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ria aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ORANG ASING

Mereka saling pandang. Jantung Raghaza tidak terkontrol ketika Izumi beringsut mendekat dan menyandarkan kepalanya di bahunya. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan, karena seluruh tubuhnya seakan mati rasa.

Beruntung hal itu tidak berlangsung lama ketika seorang karyawan depot makanan mengantarkan pesanan mereka.

Hampir saja Raghaza dibuat pingsan oleh Izumi dengan tingkahnya. Untuk seukuran cowok seusianya, Raghaza termasuk orang yang terbilang polos. Dia sangat tidak berpengalaman soal asmara.

Raghaza segera berdiri setelah sebelumnya Izumi menegakkan tubuhnya hingga tidak bersandar lagi padanya.

"Terimakasih!" ucap Raghaza.

Kali ini yang mengantarkan makanan itu adalah seorang wanita muda. Dia tersenyum sangat manis pada Raghaza namun bersikap dingin ketika melirik Izumi. Sikapnya itu sama sekali tidak mengusik Izumi yang bersikap cuek padanya.

Setelah mengangguk sebagai jawaban ucapan terimakasih Raghaza, wanita itu pergi dan melintasi derasnya hujan dengan payungnya.

Satu kantong besar berisi beberapa jenis menu makanan dia bawa ke hadapan Izumi. Mau tidak mau mereka makan lesehan di lantai. Seumur hidupnya, ini pertama kalinya Izumi makan dengan cara seperti itu.

Raghaza sudah lebih dulu mengambil makanannya yang dia tata di lantai.

"Makanlah! Apa yang kamu takutkan?" tanya Raghaza.

"Emm... tidak... tidak ada!" seru Izumi pura-pura tidak keberatan dengan makanan itu.

Dia mengambil makanan laut dan nasi.

"Makanlah yang banyak. Ini sangat enak. Cobalah!" Raghaza mengulurkan rangan dan nenaruh makanan di atas box milik Izumi.

Izumi menatapnya tidak percaya, dia sangat senang menerima perlakuan manis Raghaza.

Ternyata benar makanan yang diberikan oleh Raghaza sangat enak sekali. Entah karena lapar atau memang enak, Izumi makan dengan sangat lahap. Lagi-lagi Raghaza diam-diam memperhatikannya dan tersenyum.

Api unggun yang mereka buat meredup ketika mereka tinggal makan. Dengan cekatan Raghaza menambahkan kayunya dan menyalakannya kembali. Hujan masih turun dan tidak tahu kapan akan berhenti.

Perut yang kenyang membuat Izumi tidak bisa menahan rasa kantuknya. Pada dasarnya Izumi memang tipe orang yang tidak bisa menahan kantuk. Sekali mengantuk dia bisa tidur di mana saja.

Saat ini Izumi duduk dengan posisi memeluk lututnya. Kepalanya menunduk dengan dagu menempel di atas lututnya yang terlipat. Perlahan-lahan matanya mulai terpejam dan kesadarannya menghilang.

Raghaza tidak menyadarinya jika Izumi telah tertidur. Dia pikir masih fokus melihat api yang menyala karena sejak tadi dia terus seperti itu. Tiba-tiba tubuh Izumi ambruk ke samping dan menimpa tubuhnya.

Merasa kasian dengannya, Raghaza akhirnya merelakan pahanya sebagai bantal kepala Izumi. Sebelum itu, Raghaza meluruskan tubuh Izumi agar tidak keram. Dia juga membentangkan jaket Izumi yang telah kering untuk menyelimuti kakinya.

Rasa lelah dan udara yang semakin dingin membuat Raghaza ikutan mengantuk. Dia menyandarkan tubuhnya di tembok dengan posisi duduk sambil memangku kepala Izumi. Izumi tidak terganggu meskipun beberapa kali Raghaza beringsut.

Mereka sama-sama tertidur dengan posisi yang tidak berubah.

Seseorang datang diam-diam menyelinap seperti sedang mencari sesuatu.

Raghaza dan Izumi tidak menyadari bahaya telah mengintainya.

Seseorang yang memberi mereka susu tadi itu ternyata bukan orang baik. Dia juga bukan pemilik depot makanan itu. Besar kemungkinkan jika tadi orang itu sengaja memata-matai mereka berdua.

Apa yang ada di tubuh Izumi dan Raghaza merupakan barang yang nahal. Berikut uang cash dan beberapa benda berharga lainnya. Orang asing itu mengeluarkan sebuah pisau lipat dari dalam saku celananya.

Dia membuka pisaunya dan berusaha untuk mencari kesempatan menancapkan pisau itu.

Orang itu masih tampak berpikir ketika dia sudah berada di posisi yang pas. Dia berdiri di samping Raghaza dan sedikit membungkuk untuk menusuknya.

Tes... tes... tes....

Air menetes dari wajag pria misterius itu.

Menembus hujan lebat hanya bermodalkan payung saja membuatnya harus rela berbasah-basahan demi mendapatkan apa yang dia mau.

Raghaza merasakan kehadiran orang itu sejak air menetes mengenai wajahnya. Dia hanya berpura-pura masih tidur pulas. Sungguh, kebaikan yang menipu.

Orang asing itu terllihat mengayunkan tangannya yang membawa pisau ke arah perut Raghaza.

"Aaarrrghh!" teriak orang itu ketika Raghaza menangkap tangannya lalu memelintirkannya.

Pisau di tangannya terjatuh namun Raghaza belum juga berniat untuk melepaskannya.

Dengan sigap orang itu kembali menyerang Raghaza dengan kaki kirinya yang dia arahkan ke kepala Izumi.

Kaki itu hampir menginjaknya namun lagi-lagi Raghaza berhasil memutar membalikkan keadaan. Izumi dia geser dan dia pindahkan ke lantai yang beralaskan jaketnya. Kini Raghaza berusaha berdiri dengan tetap memegang dan mendorong tubuh orang asing itu menjauh dari Izumi.

Mereka berada sedikit menjauh dan perkelahian pun tak terhindarkan. Kemampuan beladiri Raghaza meningkat pesat setelah Izumi memanggilkan guru privat untuknya. Dia juga mengambil beberapa pelajaran dari latihan singkatnya bersama Ryan.

Orang asing itu tidak menyangka jika anak muda yang dikiranya hanya bocah ternyata memiliki kemampuan beladiri yang hebat. Dia pikir mereka adalah sepasang kekasih mesum yang terjebak di dalam hujan. Andai orang itu tahu sekejam apa gadis yang tertidur itu mungkin dia akan berpikir seribu kali untuk berurusan dengannya.

****

Bersambung...

1
Aurora Kania
lanjut dunk thor
Putri
😆😆
Azilah Asyifa⋋✿ ⁰ o ⁰ ✿⋌
silahkan direvisi kk, saya akan selalu setia menunggu update nya
Sari Capah: tolong dilanjut kak ,ag suka ceritanya
total 1 replies
Risa Imout
lanjutin kak
H... M😉
lanjutt
Noia Ismayani
-👍👍👍
Arjuna'Bayu
aku datang,
t
kaka author
lanjutan nya dong kak🙏
nurjen
saaaaaasdissss Anissa
sukses bos
nurjen
Wis international
nurjen
wadawwwww romantisme
nurjen
kosakatanya mantap surantap
lanjut thor 👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Agung Wbs
j
_zainwushi
manisnya
_zainwushi
bagus tuliaannya...keren kak
Eni Anis
lanjut dong,,seru
Ninyoman Sri sudiani: mn lanjutanny thor
total 1 replies
Afriel Bengkulu21
lanjut boss
deni mala
lanjut kak
Sedang Bertapa: siyapz kakak
total 1 replies
Keysha
keren👍👍
Sedang Bertapa: thank kyu kakak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!