NovelToon NovelToon
Sekretaris Vs Mr. Arrogant

Sekretaris Vs Mr. Arrogant

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Cintamanis / Kehidupan di Kantor / Tamat
Popularitas:15.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: erma _roviko

MISI KEPENULISAN!!

Ayu menolak keras perjodohan dari sang kakek, hingga sang kakek memberinya waktu 3 bulan untuk saling mengenal dengan pria yang bernama Farhan. Ayu menyetujui syarat itu, jika dia tidak merasakan perasaan apapun kepada Farhan, maka dia bisa membatalkan perjodohan.

Farhan juga menentang perjodohan itu, dia terpaksa menerima tantangan selama 3 bulan. Alasan dia menolaknya yaitu telah menyukai seorang gadis yang pernah menyelamatkannya.

Mampukah mereka melewati waktu 3 bulan tanpa perasaan dan membatalkan perjodohan?
Dan bagaimana mereka melewati hari-harinya?

JIKA ADA KESAMAAN ALUR DENGAN NOVEL LAIN, HARAP DI MAKLUMI. ALUR DI BERIKAN OLEH EDITOR!! AUTHOR HANYA MENGEMBANGKAN NASKAH SAJA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erma _roviko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 ~ Rebutan gaun

Ketika Vanya melihat bahwa Ayu memegang gaun yang sangat indah, seketika raut wajahnya tersenyum kecut saat dia menjadi cemburu. "Gaun itu sangat indah sekali, bagaimana jika aku yang memakainya? pasti sangat cocok," batinnya yang melihat tak begitu jauh.

"Aku ingin membeli gaun yang dikenakan oleh gadis itu," ucap Vanya menunjuk gaun yang berada di tangan Ayu.

"Tapi, Nona itu sudah membelinya," tutur karyawan butik yang sedikit menundukkan kepalanya, berusaha agar calon pembelinya untuk mencari gaun yang lain.

"Sayang sekali, tapi aku sangat menginginkan gaun itu, biarkan aku yang membelinya," keukeuh Vanya yang menatap karyawan butik dengan tajam, sedangkan yang di tatap sedikit ketakutan.

"Kenapa kau diam saja! Apa kau tidak mendengar apa yang dikatakan Vanya, cepatlah!" ucap lantang dari wanita yang datang bersama Vanya. Sekali lagi karyawan itu mendapatkan pelototan mata yang kembali membuatnya merinding dan dengan cepat menganggukkan kepala sembari bergegas menghampiri Ayu.

"Baik Nona," sahut Karyawan butik berjalan mendekat ke arah Ayu yang sedang melihat-lihat beberapa gaun.

"Maaf, Nona." Karyawan butik berdehem beberapa kali.

Ayu menoleh ke belakang saat mendengar suara, menautkan kedua alisnya sembari menatap karyawan butik yang menatapnya.

"Iya, ada apa?" Tanyanya penasaran.

"Bisakah anda melepaskan pakaian itu?"

"Apa? Untuk apa aku melepaskan gaun yang ingin aku beli?!" Cetus Ayu yang meninggikan suaranya, tak terima dengan perlakuan kurang ajar dari karyawan butik. Ayu berusaha untuk mengontrol emosinya saat mendengar ucapan yang kurang mengenakan di hati.

"Ada yang ingin membeli gaun itu, sebaiknya anda membeli gaun lain saja."

"Apa-apaan ini? Apa begini cara kalian melayani pembeli?" Protesnya yang tak terima.

"Masih banyak gaun lainnya!" Alasan karyawan butik untuk meminta gaun yang ada di tangan Ayu.

"Terserah padaku saja, jika tak ingin aku berikan, apa yang akan kau lakukan?" Tantang Ayu yang menatap karyawan itu dengan sangat antusias.

"Sebaiknya kau melepaskan pakaian itu," ucap seseorang dari belakang membuat Ayu dan karyawan itu menoleh ke asal suara.

"Hah, hidupku sangat tidak mudah di sini. Selalu saja ada orang yang mengusikku, sangat menyebalkan!" gerutu Ayu di dalam hati sembari menatap wanita itu dengan tajam.

"Tidak akan, karena akulah yang pertama mengambilnya. Masih banyak gaun lainnya di sini, tapi aku tetap tidak akan melepaskannya."

"lepaskan gaun itu karena sangat tidak cocok di tubuh wanita sepertimu." Ulang wanita itu yang tak lain adalah Jenni berjalan mendekat sembari menyindir Ayu.

Ayu hanya menghela nafas dengan kasar, tidak menghiraukan ucapan dari Jenni yang datang bersama Vanya dan memilih untuk pergi sembari mengeluarkan black card dan menggeseknya.

Dari kejauhan Vanya melihat kejadian itu, dia sangat kesal saat Ayu memegang black card di tangannya dan menggunakan kartu tanpa limit untuk membayar gaun yang menjadi incarannya. "Aku sangat yakin jika kartu itu diberikan oleh Farhan, mana mungkin seorang gadis kampung mempunyai kartu hitam," gumamnya.

"Aku akan membayarnya dua kali lipat yang dari harganya," ucap Vanya dengan lantang, berjalan mendekat dan berpikir jika dia ribuan kali lebih cantik memakai gaun indah itu dibandingkan gadis kampung, dan ketika saatnya tiba, Farhan melihatnya dengan gaun yang sangat indah melekat di tubuh dan mulai menyukainya.

"Drama apa yang akan diperbuatnya kali ini, sangat membosankan," gumam Ayu yang menatap jengah orang-orang di sana.

Vanya menatap Ayu dengan sinis, merasa bahwa dia akan mendapatkan gaun itu dengan sangat mudah. Sedangkan Ayu membalas tatapan dengan jengah, karena dia sangat malas untuk meladeni wanita angkuh di hadapannya.

"Apa kau yakin membelinya? Bahkan dengan harga dua kali lipat. Cek sebelum membeli atau kau akan tertipu mengenai keaslian dan tidak bisa membedakannya," sindir Ayu. Mendengar ucapan yang keluar dari mulut Ayu membuat Vanya sangat marah dengan sindiran keras itu, dan di satu sisi dia juga malu karena apa yang dikatakan wanita di hadapannya benar adanya.

"Aku bisa membedakannya," kilah Vanya.

"Benarkah? Lalu kenapa kau memakai pakaian KW satu saat datang mengunjungi kakek. Apa itu tidak memalukan?" Ayu tersenyum miring sembari menatap wanita di hadapannya.

"Aku tidak peduli dengan itu, serahkan gaun itu karena aku akan membayarnya dua kali lipat."

"sepertinya itu ide yang buruk, akulah yang pertama mendapatkan gaun ini dan tidak akan menyerahkannya kepadamu," jawab Ayu dengan enteng.

"Hari ini aku harus mendapatkan gaun itu." Tekad Vanya di dalam hati.

Jenni yang datang bersama Vanya mengulurkan tangan untuk merebut pakaian yang ada di tangan Ayu secara paksa. Dengan cepat Ayu mengeratkan tangannya di gaun agar tidak bisa dirampas oleh mereka, kekuatan cengkraman tangan Ayu lebih besar. Hingga tubuh Jenni hampir jatuh akibat dorongan Ayu yang tak ingin mengalah.

Pertikaian dari ketiga pembeli membuat beberapa karyawan sangat cemas, khawatir mengenai koleksi gaun yang bisa rusak akibat tarik-menarik. Salah satu karyawan menekan tombol untuk menghubungi manajer butik.

Vanya tersenyum saat melihat tindakan sigap dari karyawan toko, itu artinya dialah yang akan menjadi pemenang dan membuat Ayu terkena masalah.

"Aku sangat yakin jika gadis kampung itu akan di usir dari butik, itu akibatnya jika dia berani melawanku," Batinnya. Vanya sangat yakin bahwa Ayu akan di usir dan manajer butik tidak akan berani menyinggung perasaannya.

Gaun itu masih berada di tangannya, melangkah mundur beberapa langkah dan menatap tajam orang-orang yang membuatnya sangat muak. Ayu mengeluarkan ponselnya sembari mengirim pesan singkat ke penanggung jawab butik itu, karena perlakuan beberapa karyawan dan juga keributan akibat Vanya yang ingin merebut gaunnya. Selesai mengirimkan pesan teks, Ayu kembali memasang raut wajah tenang dan juga santai.

"Aku tidak akan mengulangi perkataanku, cepat serahkan gaun itu kepadaku." Bentak Vanya yang mengulurkan tangannya, dia sudah bertekad dan tidak akan melepaskan gaun yang sangat indah itu.

"Jangan membuang waktu kami, Nona."

"Bukankah kalianlah yang membuang waktuku?" Ayu membalikkan pernyataan itu dengan menatap karyawan butik dengan sangat tenang.

Dalam waktu sekitar sepuluh menit, manajer butik datang menghampiri kerumunan di tempatnya. Berjalan dengan sangat elegan, sembari menatap wajah karyawan nya satu persatu. Sang manajer berjalan ke menuju Ayu, bukan tatapan tajam yang dipasang, melainkan tatapan penyesalan mengenai tingkah laku para karyawan yang sangat tidak ramah kepada pembeli.

Dengan cepat menejer menundukkan kepalanya dengan hormat di hadapan Ayu, menyesali semua tindakan karyawan di luar pengawasannya. "Maafkan atas tindakan yang Nona dapatkan dari beberapa karyawan itu, aku akan mendisiplinkan mereka agar lebih ramah kepada pembeli dan jika perlu aku akan memecat semua karyawan itu," ucap sang manajer butik.

1
ninuk srisuwarni
suka
zayick
untuk sikap ayu dlm episode ini 👎👎👎👎👎
Nf@. Conan 😎
bukannya Ayu jago taekwondo ya, knapa nggak s gunain
Ell Beke
menarik
Helpy Arifien
bukannya farhan sdh bertemu dg kakeknya ayu. masa masih belum tau identitas ayu
Helpy Arifien
di novel ini menunjukkan kecerdasaan ayu dalm menghadapi masalah. meski sering di fitnah tp ayu cukup membuktikan dg kecerdasan otak. bukan kekuatan otot maupun kekuatan kekuasaan.
karena hal ini pasti sering terjadi dlm dunia nyat.
ambil pembelajarannya sj.
kalo bosan membaca. cukup berhenti membaca.

sebaik baiknya kritik adalah kritik yg membangun. bukan menghujat
Muhammad Rizky
Thor gak seru bacanya cuma muter" aja
erma _roviko: Cari bacaan sesuai selera
total 1 replies
Sidieq Kamarga
Waaaah ternyata pencurinya langsung berteriak, tidak usah cape mencarinya. Maya punya dendam lama ternyata !!!🤔🤔🤔
Sidieq Kamarga
Nah lho nah lho . . . Profil kinerja Ketua Sekertaris yang mulai harus diinstrospeksi, diselidiki dan diperbaiki bahkan kalau lerlu diganti !!!
Erlinda
terlalu bertele tele dgn konflik aq mulai bosan .seperti nya author kehabisan ide utk cerita ini terbukti dari konflik yg ada berputar disitu terus dan ga ada henti nya sorry Thor aq kecewa aq stop sampai disini
erma _roviko: Alur bukan dari aku, INI MISI KEPENULISAN jadi alur yg buat editor pusat
total 1 replies
Erlinda
si ayu berasa hebat tapi bodoh kok bisa hasil design nya di ambil orang .dan dari awal aq baca novel ini penuh dgn kejahatan.iri dan dengki aja ga pernah habis nya dan seperti nya perusahaan tempat ayu bekerja ga bonafit deh .masa para karyawan nya berhati jahat semua dan sang CEO ga peka. bertele tele
Ajumma
👍🏻
Inez Putri
sangat bgus, puas q membcnya gak mengecwakn
Neneng Sumiati
aq suka endingnya thor...sukses for u....tetap semangat dlm berkarya...
Mmh Lilisk
jd kurang respek nih sama sikap ayu
Yusnita Mantua
Kecewa
erma _roviko: Kenapa sih harus bintang satu? Kalau kecewa ya di tinggal, jangan jatuhin karya author begini. Nulis itu ribet, butuh waktu sejam buat satu bab lho😤di kira gampang apa. Di sini bacanya gratis ya kak, coba deh bacanya berkoin, jangan asal ceplok tu jari
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
Assalamu'alaikum Kak, karya yg ini benar-benar lolos Misi Kepenulisan? Kalo lolos misi?
Lina Zascia Amandia: Berapa Kak uang misinya....
total 4 replies
Atoen Bumz Bums
capek...
masalah gak kelar2
Nouaf Maula
bagus
Iis Isma
sebenarnya seneng baca cerita ini tapi makin kesini makin g jelas thor kompliknya g habis " jd bikin malas bacanya masak farhan sang ceo g tegas plinplan banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!