NovelToon NovelToon
Orang Tua Untuk Bayiku

Orang Tua Untuk Bayiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Kriminal / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Lari Saat Hamil / Single Mom / Ibu Pengganti / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:158.9k
Nilai: 5
Nama Author: Weny Hida

Kamila yang terpuruk setelah kepergian cinta pertamanya Randi, akhirnya bisa membuka hatinya untuk Anton. Namun saat Kamila benar-benar mencintai Anton, ternyata ada perbedaan besar diantara mereka berdua. Meskipun pada akhirnya mereka berdua menikah, namun keluarga Anton tidak pernah menyetujui pernikahan itu, hingga akhirnya Anton dan Kamila bercerai karena fitnah yang ditujukan padanya.

Ketika Kamila sudah memiliki kehidupan baru, datanglah Randi. Kamila yang masih mencintai Randi dengan mudahnya terbujuk hingga masuk ke dalam perangkapnya, dia dicampakkan oleh Randi dan diusir dari rumah, bahkan Kamila juga menjadi penyebab ibunya meninggal.

Saat diusir dari rumah Kamila diculik dan diperkosa oleh Randi, saat itulah Kamila baru mengetahui siapa Randi sebenarnya. Bagaimana nasib Kamila selanjutnya, pada siapa dia memberikan anaknya dan pada siapa akhirnya cintanya berlabuh?
Jangan pernah lewatkan kisah Kamila pada tiap babnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Weny Hida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Accident

"Mas... Mas Anton kita harus cepat Mas."

"Ada apa sayang, tenangkan dirimu dulu, tadi siapa yang menelpon?"

"Bu Sugeng Mas, kita harus cepat menemui mereka, tapi kita titipkan dulu anak-anak di rumah Ayah, biar nanti kuhubungi Mba Rani untuk menjaga mereka."

"Ya sudah Mila ayo kita cepat masuk ke dalam mobil."

Suamiku begitu mengerti keadaanku meskipun aku belum menjelaskan apa yang telah terjadi. Kami lalu bergerak cepat menitipkan anak-anak di rumah Ayah. Lalu bergegas menuju ke arah tujuan kami.

Anton mengendarai mobilnya begitu kencang, sepanjang perjalanan kami hanya terdiam, aku begitu panik, banyak sekali pikiran berkecamuk dalam benakku.

Kami lalu tiba di sebuah Rumah Sakit, kulihat Bu Sugeng sedang menangis. "Nak Mila." dia lalu memelukku sambil menangis tersedu-sedu.

"Dimana mereka Bu?"

"Bu Winda dan Kevin masih di ruang UGD, sedangankan Bapak.. Bapak Nak."

"Kenapa dengan Pak Arif?"

"Pak Arif sudah meninggal dalam perjalanan menuju Rumah Sakit."

"Innalillahi wa innailaihi rojiun." tubuhku begitu lemas, aku tak bisa berkata apa-apa mendengar yang telah terjadi pada keluarga mereka.

Seorang dokter keluar dari ruang UGD dan menghampiri kami. "Keluarga Ibu Winda?"

"Ya dok saya adiknya." jawabku berdusta.

"Begini kondisi Ibu Winda sebenarnya sangat kritis tapi dia meminta saya untuk mempertemukannya dengan Nyonya Kamila, apa disini ada yang bernama Nyonya Kamila?"

"Ya saya dok."

"Silahkan anda menemui Ibu Winda sebentar, dia ingin bertemu dengan anda, setelah itu dia harus mendapatkan penanganan lebih intensif di ruang ICU."

"Baik dok, lalu bagaimana keadaan putra mereka yang bernama Kevin?"

"Kevin sudah kami rawat di ruang ICU, kita berdoa saja semoga keadaannya bisa segera membaik."

Rasanya tubuh ini begitu rapuh, namun aku mencoba untuk tetap tegar. Kulangkahkan kakiku mendekat pada seorang wanita yang terbaring di depanku. Tubuhnya penuh luka, merasakan kedatanganku di sampingnya, dia lalu menggenggam tanganku.

"Mi...Mil..aaa."

"Bu Winda tolong jangan banyak bergerak, kondisi anda sangat tidak memungkinkan."

Dia hanya tersenyum lalu mencoba kembali berbicara meskipun sulit. "Ma..af sudah mengambil Kevin."

"Iya Bu, sudah jangan dipikirkan yang terpenting Ibu bisa sembuh secepatnya dan bisa merawat Kevin kembali."

Namun kepalanya menggeleng "Jaga Kevin Mi..la."

"Bu Winda jangan berbicara seperti itu, Ibu pasti bisa sembuh." kataku sambil terus menangis.

"Terimakasih sudah memberikan kebahagiaan meskipun sebentar." namun diakhir kalimatnya kulihat matanya mulai menutup.

"Bu Winda... Bu Winda!" aku begitu panik lalu berlari keluar mencari dokter.

"Dokter, tolong dokter kondisi Ibu Winda semakin kritis dokter!"

Dokter dan perawat lalu bergegas masuk ke bilik perawatan, aku menunggu di luar dengan begitu panik. Tak henti-hentinya air mata menetes di pipi. Anton berusaha menenangkanku namun hatiku terasa begitu kacau.

Dari kejauhan kulihat Pak Sugeng datang. "Ibu bagaimana semua ini bisa terjadi?" katanya pada Bu Sugeng.

"Ibu juga tidak tahu kejadian sebenarnya Pak, pagi ini mereka berencana akan berlibur ke Singapura namun beberapa saat selelah mereka pergi meninggalkan rumah, ada polisi yang menelpon Ibu jika Pak Arif dan Bu Winda mengalami kecelakaan, ibu sempat mendengar sedikit kronologisnya jika Pak Arif membanting setir ke kanan setelah menghindari pemotor yang ugal-ugalan, namun dari arah berlawanan ada truk di depan mereka melaju dengan kecepatan yang lumayan tinggi, Pak Arif tidak bisa lagi menghindari truk di depan lalu mobil mereka masuk ke dalam kolong truk."

Hatiku begitu tercabik mendengar penjelasan dari Bu Sugeng, tak bisa kubayangkan betapa tragisnya kejadian yang telah mereka alami.

"Lalu bagaimana kondisi mereka Bu?"

"Pak Arif sudah meninggal Pak, sekarang berada di ruang jenazah, Ibu sedang menunggu kedatangan Pak Ilham, adik Pak Arif yang sedang dalam perjalanan dari Singapura untuk mengurus pemakaman Pak Arif."

Belum selesai Bu Sugeng bercerita, seorang dokter keluar dari dalam ruang UGD "Keluarga Ibu Winda, maaf jika saya harus menyampaikan ini, saya sudah berusaha semaksimal mungkin namun ternyata Tuhan berkehendak lain, Ibu Winda sudah meninggal satu menit yang lalu pada pukul 15.25."

Aku dan Bu Sugeng hanya bisa menangis tersedu-sedu sambil terus berpelukan "Mengapa orang sebaik mereka pergi begitu cepat Bu?"

"Sudah takdir Nak Mila, bagaimanapun juga kita harus ikhlas."

Kupandangi dua pusara di depanku, tertulis nama yang begitu berjasa dalam hidupku. "Terimakasih banyak, telah hadir dan menjadi penyelamat dalam hidupku, terimakasih telah merawat dan menjaga Kevin dengan baik, Pak Arif dan Bu Winda, semoga amal kebaikan kalian diterima Tuhan."

Tiba-tiba seorang lelaki muda seusia Anton mendekat padaku. "Maaf anda yang bernama Kamila?"

Aku mengangguk. "Saya Ilham adik Mas Arif, beberapa hari yang lalu Mas Arif menghubungi saya, dia mungkin sudah merasa jika ajalnya sudah dekat, dia berpesan jika sesuatu hal terjadi padanya, dia meminta saya untuk mengembalikan Kevin pada Ibu kandungnya, Kamila. Mas Arif juga memberikan semua saham serta semua aset miliknya pada Kevin dan akan diberikan semua saat Kevin sudah cukup umur, untuk saat ini prosesnya sedang diurus oleh notaris."

Aku begitu terkejut mendengar semua penjelasan dari Ilham begitu pula Anton yang kini berdiri di sampingku. " Ini nomor saya yang bisa anda hubungi, jika ada sesuatu terjadi pada Kevin anda bisa menghubungi saya, jangan sungkan saya juga sudah menganggap Kevin seperti anak saya sendiri, ya sudah saya pamit dulu, terimakasih."

Aku mengangguk sambil menatapnya pergi.

Aku memandang sosok mungil yang terbaring di atas ruang ICU, sudah tiga hari ini dia di rawat namun belum menunjukkan sebuah kemajuan.

"Dokter sebenarnya apa yang telah terjadi pada Kevin, kenapa dia masih belum bisa sadar dok?"

"Begini Ibu Kamila setelah melakukan pemeriksaan Intensif ternyata ginjal Kevin mengalami kerusakan akibat benturan benda keras saat kecelakaan, hal ini membuat kondisinya belum bisa menunjukkan adanya perkembangan."

Hatiku begitu sakit mendengarnya. "Ambil ginjal saya dok."

Tiba-tiba suara Anton mengagetkanku.

"Tidak semudah itu, apakah anda orang tua kandungnya?"

Anton hanya terdiam mendengar kata-kata dokter. "Saya Ibu kandungnya dok."

Baik kami akan melakukan pemeriksaan pada kalian berdua, semoga diantara kalian ada yang cocok. Namun setelah menjalani pemeriksaan diantara aku dan Anton tidak ada yang cocok.

Tak kehilangan akal, aku lalu menghubungi Mba Rani dan Ayah untuk meminta pertolongan mereka, bahkan Pak Sugeng beserta istrinya ikut menjalani tes namun hasilnya nihil, diantara kami semua tidak ada ginjal yang cocok dengan Kevin.

Ditengah keputusasaan, Anton duduk di sampingku. " Kita temui dia Mila."

"Tidak Mas, aku tidak sudi lelaki jahat seperti dia menyumbangkan bagian tubuhnya untuk anakku."

"Jangan berkata seperti itu Mila, bagaimanapun juga dia adalah Ayah kandung Kevin."

Aku hanya menangis tersedu-sedu. "Benar apa yang dikatakan Anton, kamu harus menemui Randi."

"Lelaki itu begitu jahat dan tidak punya hati, mengakui anaknya saja dia tidak mau, apalagi menyumbangkan organ tubuhnya."

"Kita belum mencobanya Mila, kita berdoa saja." kata Anton sambil menggenggam tanganku.

1
Shifa Burhan
* kenapa novel2 yang sejatinya authornya kebanyakan wanita tapi malah seakan mempertegas cinta lelaki lebih besar dan tulus dari pada cinta wanita, contohnya novel ini anton cinta tidak goyah walaupun apa yang terjadi sedangkan kamila ada lelaki baik sedikit cintanya udah berpaling

*kamila wanita bodoh dan munafik yang beruntung dicintai oleh anton sedangkan anton sama sekali tidak beruntung dapat kamila, ini buktinya

*kamila kamila wanita bodoh yang tidak mau memafkan anton tapi dia gampang memaafkan Rendy (Terima hasil kebodohanmu) randy yang jelas melakukan kesalahan gampang dian maafkan malah melakukn zinah tapi anton yang hanya karena salah paham (anton berfikir kamila selingkuh) tidak mau dimaafkan, kamila bodoh coba kau pikir anton salah paham padamu saja kau tidak mau memafkan apalagi anton sampai selingkuh pasti aku tidak mau memaafkan anton dan itu lah yang terjadi pada anton dia berfikir kau selingkuh jadi dia melakukan kesalahan yang tidak dia sadar sama sekali karena dia salah paham, mengerti kamila

* kamila beruntung dapat anton, anton menerima kamila dengan ikhlas setelah kamila mencampakanya dan menerima pria lain sampai berzina dan menghasilkan anak, anton berjuang untuk kamila, anton berkorban untuk kamila, anton tidak permasalahkan kesalahan kamila dan ikhlas menerima kamila tampa syarat
westi
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
DPuspita
Ceritanya menarik dan slalu ada sesuatu di setiap chapter nya, jadi gak ngebosenin. Kalo di film2 yg ceritanya mundur-maju, kita bisa langsung tau tapi krn ini novel, awal baca agak membingungkan, karena gak ada tanda2nya. Karena baru baca juga novel dr othor, jadi baru tau juga cara penulisan novel othor begitu. Jadi bisa dimaklumi ☺
DPuspita
200 x 120 maksudnya ya thor?
Cherry🍒
emmm jadi Mila itu janda yang tekdung gitu?
Uyun Syarukhan
lanjut 😘😘😘
Nirwana Asri
aku sempat lho merasakan ini, mereka yg yg mengaku keluarga tdk izin saat membawa anakku, dan sedihnya lg anakku menjaga jrk dgku karena tdk bisa memberikan ap yg dia mau
Nirwana Asri
Ciri khasnya mb weny kalo bercerita selalu flashback on
M Dewi
yoangalah...kasihan bayinya. aku mampir utk membaca karyamu yg ini thor. membaca judulnya aku jd penasaran
Mery Septiyani
seharusnya ada jeda buat pov anton kalau awalan pov anton diakhiri pov anton end, seenggaknya biar para reader gk bingung
selebihnya cerita ini bener² diluar exspetasi saya karna diluar jangkauan pemikiran saya, ceritanya bener² bagus dan teratur. semangat thor berkarya nya💪💪💪💪
Mery Septiyani
nasib mila dipermainkan othor🤧🤧🤧
Mery Septiyani
flashbacknya banyak ya🤭🤭🤭
Mery Septiyani
mampir dong😍😍😍
naya
lnjt thoor
Fariz Dany Firdauz
up
Miss_Queen
up nya yang ini lama ya
naya
moga kamu berhasil manda......🤔🤔🤔🤔
Polaris
up semangat
naya
manda anak yg pintar .....

up lagi thoor😘😘
naya
lanjt thoor ..😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!