NovelToon NovelToon
Suamiku Pria Kejam

Suamiku Pria Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Mafia
Popularitas:134.9k
Nilai: 5
Nama Author: Caramelyouuu3

Sebuah kecelakaan tragis telah merenggut nyawa adiknya. Zion pria yang tengah bertekad membalaskan dendam atas kematian adiknya. Butuh bertahun tahun lama baginya hingga akhirnya ia menemukan orang itu.

Rasa benci yang amat membara di hatinya menjadikan adik dari sang musuh menjadi korban atas kekejaman nya. Aluna, gadis yang tidak tahu apapun itu selalu tersiksa dengan semua perlakuan kejam Zion. Terlebih, ia harus ikut terikat dalam sebuah pernikahan yang membuatnya semakin tersiksa.

"Ini saja belum cukup untuk membalas perbuatan kakakmu itu!." Tekan pria itu dengan mata dingin serta senyum devil nya.

Seiring berjalannya waktu, apakah Aluna sanggup untuk bertahan dengan sikap kasar pria kejam itu?

Simple Story...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Caramelyouuu3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 29

"Apa kau jatuh cinta kepada Zion?"

Luna membulatkan matanya,

Ia sungguh tak berpikir Miranda akan bertanya hal seperti itu kepadanya, sungguh jatuh cinta kepada seorang pria kejam seperti Zion tak ada dalam kamus nya. Meskipun saat ini, Luna adalah istrinya Zion namun tetap saja ia belum bisa menerima kenyataan ini. Hatinya masih saja belum bisa berpaling dari Aaron, orang yang sangat Luna cintai sebelum akhirnya Aaron meninggalkan Luna untuk selama-lamanya.

Bagaimana bisa Luna mencintai pria yang sudah membunuh cinta pertamanya? Bagaimana bisa juga Luna mencintai pria yang sudah membuatnya menderita meskipun ia tahu ini semua bukan kesalahan Luna?

Pertanyaan demi pertanyaan selalu terbesit di benak Luna, akankah ketidak mungkinan baginya untuk mencintai Zion? Bahkan Luna sendiri tidak paham dengan hatinya saat ini.

Luna menatap wajah Miranda dengan mata berkaca-kaca, menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskan nya dengan perlahan.. "Bagaimana mama bisa berpikir seperti itu?" Tanya Luna dengan lembut,

"Mama hanya bertanya saja, jika Luna tidak ingin menjawab nya tidak masalah.. mungkin Luna masih butuh waktu, untuk bisa menerima dan mencintai Zion." Jawab Miranda,

"Mama pasti mengerti dengan perasaan ku, aku masih butuh waktu. Tidak mudah bagiku untuk melupakan orang lama dan mencintai orang baru, aku masih belum bisa melupakan Aaron. Bagiku dia masih cintaku, cinta pertama ku selamanya..." ucap Luna dengan berbinar air mata,

Miranda mampu merasakan kesedihan Luna, jika ia berada di posisi Luna saat ini pun pasti dia akan menjawab pernyataan yang ada. Miranda memaklumi hal tersebut, berbicara bagaimana Miranda dapat mengetahui semua yang terjadi di mansion Zion meskipun ia berada di Amerika.. Miranda selalu punya orang kepercayaan, untuk mengawasi Zion. Saat Miranda mendengar kalau Zion telah menyiksa seorang gadis yang tidak bersalah, Miranda sangat-sangat tidak terima...

Namun ia tidak bisa berbuat lebih karena kondisinya saat itu,

"Maaf ya sayang... mama buat Luna jadi menangis......"

Luna menggeleng, lalu seketika mengusap air matanya.. "Mama tidak perlu minta maaf, mama tidak bersalah. Aku sudah lama memendam ini semua, dan aku bingung harus bercerita kepada siapa selain mama." kata Luna,

"Tapi mama jadi tidak enak dengan mu,"

"Tidak papa ma, mama tidak salah."

ucap Luna dengan senyum manis di bibir nya,

***

Malam hari,

di mansion Zion saat ini tengah bersantai di kamarnya setelah makan malam bersama.. untuk kali pertamanya bagi nya makan malam dengan Luna, meskipun karena desakan dari Miranda.

Di halaman mansion terdengar suara mobil sport yang terparkir di halaman mansion, seorang pria berkemeja putih tampak keluar dari mobil tersebut dengan wajah memerah bak terbakar oleh rasa amarah..

Rambutnya terlihat acak-acakan namun tak mengurangi ketampanan yang di milikinya, karisma nya begitu terpancar.. Dallas mendobrak pintu utama Zion, yang membuat Luna dan Miranda yang sedang asik mengobrol santai terkejut dengan suara tersebut..

"Tuan Dallas......." Batin Luna,

"Dallas.........."

Sapa Miranda tersenyum saat melihat putranya itu datang,

Dallas yang tadinya ingin marah kepada Zion seketika berubah saat melihat Miranda memanggil namanya dan memeluk nya dengan erat, kerinduan jelas terpancar dari mereka berdua..

"Mama kenapa tidak bilang kalau mama sudah pulang? Dallas kan bisa jemput mama dari bandara, nasib baik ada paman Jhon yang menjaga mama." Ucap Dallas lembut,

"Mama ingin memberikan kejutan untukmu, jika mama memberitahu dirimu maka bukan kejutan nama nya." Sahur Miranda,

"Kalau begitu ayo kita pulang ma,"

"Pulang kemana? Bukankah ini rumah mama?"

Tatapan wajah Dallas seketika berubah, Luna yang melihat itupun langsung terdiam.. "Ini bukan rumah mama, ini rumah milik tuan Zion yang terhormat. Mama masih punya putra kandung mama, jadi mama tidak perlu tinggal disini.." Ucap Dallas dingin,

"Zion kan juga anak mama, mama minta maaf kalau sebelum nya tidak mengunjung rumah Dallas dulu."

Miranda merasa memang kalau kedua putranya itu sedang bertengkar,

"Zion bukan anak mama, akulah yang anak mama.. Zion hanyalah anak tiri mama, dan aku yang lebih berhak atas mama bukan dia."

wajah Dallas terlihat memerah,

"Dallas, apa yang kau katakan?"

tanya mama tak terima,

"Lalu harus kusebut apa dia ma? Bukankah dia hanyalah anak tiri-

"Berani sekali kau datang ke rumah ku!!"

Terdengar suara bariton seseorang dari atas,

Zion dengan tatapan tajam nya berjalan menuruni tangga dan menghampiri Dallas,

"Aku memang anak tirinya, tapi dia lebih menyayangiku daripada dirimu.."

Ucap Zion dengan wajah datar dan dingin nya..

"Jaga bicaramu tuan Zion, kau bukan terlahir dari darah daging nya.. semua yang kau capai ini adalah berkat mama, ibu dari Dallas bukan Zion." Tekan Dallas,

Luna yang merasa takut, hanya diam saja dan tidak berani membuka suaranya..

"Ada apa dengan kalian? Kenapa kalian malah bertengkar? Mama datang kemari merindukan kalian berdua dan ingin menghabiskan waktu bersama kedua putra mama, lalu kenapa kalian malah bertengkar dan saling membenci?"

tanya Miranda yang bingung,

"Ini semua karena dia ma, dia telah membahayakan nyawa istriku-

"Ck! Istri katamu? Sejak kapan kau menganggap Luna sebagai istrimu? Apa kau sudah insaf, dan menyadari kesalahan mu?"

Dallas tersenyum smirk,

"Itu bukan urusan mu!!"

"Kau lihat dia!!

Gadis yang kau buat hidupnya menderita.. dengan baiknya dia masih tetap tinggal di penjara ini. Dia tidak membenci mu sama sekali Zion, meskipun kau telah membuat hidup nya hancur."

tunjuk Dallas kepada Luna,

Luna hanya menundukkan kepalanya,

"Sudah ku bilang itu bukan urusanmu!!"

"Sudah-sudah hentikan,"

Miranda mencoba melerai pertengkaran antara Zion dan Dallas, namun tidak membuah kan hasil..

"Pantas saja kau kehilangan segalanya, kau bahkan sangat keras kepala.. kau tahu? Selama ini adikmu selalu bercerita kepadaku mengenai dirimu, tidak ada yang tahu kecuali aku dan dia. Aku bersyukur, adikmu itu tidak merasakan penderitaan lagi.."

"Apa yang kau bicarakan?"

"Semua orang meninggalkan mu karena kau keras kepala, cinta pertama mu saja pergi meninggalkan mu-

BUGGGGHHHH....

Satu pukulan mendarat di pipi Dallas, membuat pria itu tersungkur..

"DALLASSS.... ZIONNNN... CUKUPP........"

teriak Miranda,

"JACKKKKK.........."

Panggil Zion kepada asisten nya itu,

Miranda mencoba membantu Dallas untuk berdiri, dan melirik Zion dengan sinis..

"Iyaa tuan ada apa?"

"Cepat usir pria asing ini dari rumahku!! dia telah mengganggu ketenanganku!! Tunggu apa lagi? Cepattt!!!" Perintah Zion...

"Tuan mari ikut saya...."

ucap Jack takut,

Dallas mengusap darah yang mengalir di sudut pipinya, seraya tersenyum menyeringai ke arah Zion yang menatap nya dingin..

"Kau tidak suka bukan jika aku menyebut cinta pertama mu di hadapan Luna? Aku harap kau tidak masih memikirkan nya..." Kata Dallas, lalu meninggalkan mansion Zion...

Setelah melihat Dallas pergi dari mansion nya, Zion membali ke kamarnya tanpa sepatah katapun.. meninggalkan Miranda dan Luna yang masih terdiam disana menatap satu sama lain.

"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa mereka menjadi bermusuhan?" Tanya Miranda namun di jawab gelengan kepala oleh Luna,

"Ma... sebaiknya, mama kembali ke kamar dan istirahat. Jangan terlalu di pikirkan...." Ucap Luna, yang takut terjadi sesuatu kepada Miranda yang baru saja sembuh menjalani perawatan...

.

.

.

Bersambung.....

1
Yuniarti Yuni
terlalu lama up nyaa
Arumi Cantika
sangat kecewa ceritany hny setengah 2
Iya Hayuk
keren
nuryanie pakott
ga gini juga tbor
nuryanie pakott
jangan terlalu jahat thor
nuryanie pakott
sudah nikah saja yaa🤔
nuryanie pakott
baru baca thor
Hikmah Araffah
kapan up nya lagi ka
Hikmah Araffah
lanjut ka
Hikmah Araffah
kapan up lqgi
Hikmah Araffah
bagus juga aku punya suami kejam😭😂
Hikmah Araffah
bagus juga aku punya suami kejam😭😂
Hikmah Araffah
Luna keras kenapala yah
Hikmah Araffah
hihi kejammm bgt kamu thorrrr
Hikmah Araffah
Luna Luna udah di ingetin jangan kabur ,malah kabur
Hikmah Araffah
kasian ditampar terus😭
Hikmah Araffah
terlalu kejam
Hikmah Araffah
kapan nikahnya thorrr😂
Hikmah Araffah
kejammmmm
Hikmah Araffah
lumayan hehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!