Tentang rasa dan tujuan yang tak pernah selaras dengan kenyataan, dimana keduanya bertolak belakang, lalu memilih tak searah. Adella ayu Prasetyo, gadis malang yang terombang-ambing antara keluarga dan cintanya.
Harapan untuk menemukan dalang dalam rencana pembunuhan sang Ayah kandas ketika hatinya berperan dalam pencarian tersebut serta sebagai ajang balas dendam untuk mendapatkan keadilan untuk sosok pahlawan dalam dunianya.
Begitu pula dengan Alaska Regantara, yang mencoba mencari seseorang yang membuat keluarganya hancur lebur, dan bersumpah akan menghancurkan keluarga itu seperti kehancurannya. Kisah ini seperti benang kusut yang sulit dilerai namun memiliki kemungkinan, kedua insan yang terlibat memiliki teka-teki yang sulit ditebak dan dipecahkan.
Akan kah dua orang yang memiliki tujuan balas dendam itu dapat memecahkan perihal hati mereka? Atau justru mereka terfokus untuk tujuan yang sama?
Inilah kisah terumit yang mereka buat sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rachmadila Adelia Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pergi (Revisi)
Adella sudah menunggu Alaska dua jam di rumahnya, tapi laki-laki itu tidak kunjung datang bahkan ketika ia sampai di bandara pun Alaska belum menghubunginya sebelum dirinya benar-benar terbang ke negara tetangga. ia pikir Alaska akan berubah pikiran dan datang untuk mengantarnya ke bandara, tapi ternyata tidak.
ia tidak bermaksud meninggalkan Alaska begitu saja, ada alasan yang benar-benar harus membuatnya pindah untuk sementara waktu dan juga atas desakan Gavin. Ia juga lelah harus pindah dari satu kota ke kota lain dan dari satu negara ke negara lain, tapi kondisi saat ini tidak memungkinkan dirinya untuk berada di sini lagi.
Ia juga ingin menjelaskan mengenai kepergiannya pada Alaska, tapi dia tidak bersedia untuk menemuinya. Beberapa kali ia mencoba menelepon Alaska, hasilnya nihil, pesannya pun tidak di baca dan tidak balas padahal laki-laki itu sedang online.
Pengumuman sudah terdengar untuk menyuruh penumpang tujuan Singapura untuk segera menuju pesawat. Ia menghapus air mata yang beberapa kali meluncur bebas dan mulai mengikuti langkah Gavin yang sudah berlalu lebih dulu.
Sekecewa itu kah Alaska padanya?
***
Rafa membuka pintu kamar Alaska dengan kasar, ia melihat Alaska sedang bermain PS dengan Alfi. Ia langsung menuju televisi dan mencabut kabelnya agar mereka tidak bisa memainkannya kembali sebelum ia mengizinkan.
"Adella nunggu Lo dua jam di rumahnya, bahkan pas sampe bandara aja dia masih berharap lo datang dan meluk dia buat ngucapin selamat jalan," kata Rafa dengan sedikit berteriak, "Dia pengen banget ketemu Lo karena dia ga tau kapan dia bisa ngeliat wajah Lo secara langsung lagi, dan dengan bodohnya Lo malah santai-santai di sini."
Alaska hanya terdiam, tidak memberikan pembelaan apapun pada sahabatnya itu. Ia ingin datang dan berlari memeluk Adella tapi apalah dayanya yang terlalu takut.
Alaska berdiri dan hendak mengambil jaketnya, tapi suara Rafa menghentikan pergerakannya.
"Dia udah naik pesawat, dan beberapa menit lagi mau take off," ujar Rafa. "Liat story nya," lanjut Rafa dan memilih berbaring di sofa.
Alaska membuka ponselnya dan mencari story Adella yang di maksud Rafa. Hanya foto situasi bandara dengan caption 'Teruntuk kamu yang telah kecewa dengan sikapku, I love you'
Alaska memejamkan matanya, ia sudah terlambat, sangatlah terlambat. Kenapa ia begitu kekanak-kanakan? kini tidak ada lagi kesempatan untuk bertemu dengan Adella, ia tidak bisa lagi membawa Adella keliling Jakarta, tidak bisa lagi melihat tawa dan senyum indah milik Adella.
Seharusnya kemarin ia menghabiskan waktu bersama gadis yang ia sayangi itu tapi ia justru pergi tanpa mengatakan apapun.
Sekarang ia benar-benar kehilangan kesempatan terakhir, tidak akan ada lagi kesempatan itu, mungkin ada tapi ia tidak tahu kapan Adella akan kembali dengannya.
***
Sengaja Alaska berangkat dari rumah pagi-pagi sekali, ia mampir sebentar ke rumah Adella yang sudah tak berpenghuni, biasanya gadis itu akan berlari ke arahnya ketika ia menjemputnya.
Alaska melihat bunga matahari yang berada di halaman rumah gadis itu, ia baru melihat keberadaan bunga tersebut, sejak kapan Adella menanam bunga matahari?
Akhirnya Alaska menyudahi kegiatan mengamati rumah Adella, ia sudah harus ke sekolah karena sebentar lagi gerbang akan ditutup, karena hari ini hari Senin jadi gerbang ditutup lebih awal dari biasanya.
Di saat ia tengah melaju membelah kota Jakarta, tiba-tiba ia melihat sebuah motor yang terparkir di pinggir jalan dengan pemiliknya yang sesekali memukul motor tersebut. Dia adalah seorang gadis yang berseragam sepertinya
Alaska meminggirkan motornya lalu menghampiri gadis itu, "Kenapa motornya?" tanya Alaska.
***
sukses selalu buat author na 🙏🤗
papaygo😙
oklh sukses selalu buat author 😌