Askia amora putri, dia gadis sederhana dan lugu yang tak mudah jatuh cinta.
Tapi apakah pemuda yang bernama Bagas Adi Sanjaya ini dapat membuka hati Askia untuknya???
Mari kita saksikan kisahnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fenty Akira Zuan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cas 30
Ayah Askia mencoba untuk menghubungi evi, karena hanya evi teman Askia yang mereka kenal dan punya kontak hpnya saja.
" Hallo nak evi, paman mau tanya? apa Askia ada di rumah mu???
" Askia hari ini ga maen kerumah saya paman dan juga memang aku sedang ada di rumah oma seharian ini ", jawab evi
" Lalu Askia kemana??? tanya ayah Askia cemas
" Memang Askia ga ada di rumah ya paman?? nanti coba aku tanya ke teman yang lain paman ", jawab evi pun ikut membantu mencari keberadaan Askia sekarang ini
" Makasih ya nak evi, saya tunggu kabarnya ",
Evipun mencoba menghubungi teman sekelasnya dan juga Bagas, dan ternyata Askia tidak ada di rumah mereka semua.
" Hallo Bagas, apa Askia sekarang sama lo??? tanya evi seketika telponnya diangkat
" Ga da, gue seharian ini bantu bokap gue diperusahaan soalnya, memang ada apa vi sama Askia?? tanya Bagas penasaran
" Kata orang tua Askia, Askia sampai sekarang belum pulang kerumah sejak mereka pulang kerja, dan mereka ga tau Askia pergi kemana ",jelas evi
" Apa??? Askia hilang??!!! oke gue bakal bantu cari Askia sekarang ", ucap Bagas dan langsung menutup telponnya
Gue mau ngmong kalau mau ikut...eh udah main matiin aja ", gerutu evi yang ga kalah cemasnya seperti Bagas ",
Gue kerumah Askia aja sekarang, bantu nyari di sekitar rumah Askia aja dulu ", batin evi dan bergegas kerumah Askia
Di perusahaan Sanjaya Group
" Pah gue ijin pergi sebentar ", ucap Bagas buru-buru ingin pergi
" Kamu mau kemana nak??? tanya ayah Sanjaya
" Gue mau nyariin Askia pah, Askia hilang pah",
" Kamu tenang dulu nak, papa akan hubungi anak buah papa yang menjaga Askia untuk menanyakan keberadaannya ",
Papa Sanjaya terkejut setelah mendengar penjelasan dari anak buahnya tersebut, dan dia segera pergi bersama Bagas mengikuti alamat yang sudah diberitahukan anak buahnya tentang keberadaannya Askia sekarang ini.
Tak lupa papa Sanjaya pun menelpon polisi untuk meringkus orang yang ada di alamat tersebut. Sesampainya di tempat tujuan, papa Sanjaya beserta anak buahnya langsung menyusun rencana untuk mengelabuhi para penjaga yang menyekap Askia.
Akhirnya semua penjaga yang ada diluar markas sudah dilumpuhkan semua oleh anak buah papa Sanjaya, saat bersamaan mobil polisi pun datang.
Polisi itu membuka pintu markas yang terdapat dua orang wanita saja, yang tak lain Ayu dan Askia.
" Ayu lepasin Askia sekarang juga ", ucap Bagas yang merasa takut kalau Askia akan dilukai dengan pisau yang sudah ditancapkan sedikit di leher Askia
" Kalian mundur dulu, jangan ada yang berani maju, kalau kalian maju, nyawa Askia sebagai taruhannya ", ucap ayu
" Oke kita mundur, tapi jangan lo lukai Askia ", jawab Bagas yang sudah takut karena melihat darah yang mengalir dileher Askia
Saat Ayu ingin kabur, ternyata sudah ada anak buah papa Sanjaya di belakang Ayu dan segera melumpuhkan Ayu yang lengah.
" Lepasin....tolong, ampuni aku...jangan bawa aku ke kantor polisi ??? pinta ayu setelah berhasil dibekuk
" Kamu minta ampun setelah seperti ini??? aku ga akan ampuni kamu ayu, karna kamu udah nyakitin Askia!!! bentak Bagas
" Sudah Bagas, lebih baik kamu cepat pergi dari sini dan bawa Askia kerumah sakit segera untuk mengobati lukanya, biar dia jadi urusan papa ", ucap Sanjaya sambi menunjuk kearah Ayu
" Baik pa, gue serahkan masalah ini pada papa ", ucap Bagas dan pergi sambil menggendong Askia menuju mobil
Bagas segera ke rumah sakit dan sampai disana, Bagas segera menghubungi Evi untuk memberitahu kalau Askia dirawat di rumah sakit xxx.
" Pak polisi tolong lepaskan dia, biar kami selesaikan secara kekeluargaan saja pak, jangan bawa dia ke kantor ", pinta Sanjaya
" Baik kalau itu keputusan dari anda pak Sanjaya, kami permisi kembali bertugas ", polisi itupun pergi darisana
dalam cerita ini sudah jelas . kia dan bagas sepasang kekasih.