Jangan lupa follow ig Author.
Ig : Alletta Prin.
Alletta Prin Queena Aziskia Delson adalah putri bungsu keluarga Aziskia dan Delson. Alletta anak yang hangat, ramah, ceria dan baik hati. Tapi semua itu langsung berubah saat kejadian 7 tahun lalu menimpanya. kejadian yang merubah hidup alletta menjadi kelam.
Malvino Ditama Nelson, Putra tunggal keluarga Nelson. Malvin mendirikan mafianya sendiri yang ia beri nama White Tiger. ia sangat sayang kepada adik dan sepupu perempuannya. tapi ia membenci adiknya karna suatu alasan.
Naoki Miki, putri bungsu keluarga Nelson. ia dulu amat disayang oleh keluarga besar Nelson. sebelum kejadian buruk itu menimpa dirinya.
Bukan hanya menceritakan tentang balas dendam Alletta. tapi juga menceritakan perjalanan cinta tokoh yang sangat seru dan menyimpan banyak misteri.
Pertemanan, balas dendam, permusuhun, patah hati dirangkum jadi satu dinovel ini.
Gimana kelanjutan ceritanya ? Cuss kepoin!
Hay makasih udah mampir baca karya author dan ini karya pertama author jadi maaf jika ada typo.
SELAMAT MEMBACA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alletta prin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MG EP 29
Pagi hari telah menyapa bumi. markas utama FOD juga telah ramai dengan para mafioso. ada yang ganti jaga, jooging, dan berolahraga di gym.
Kayla mengerjabkan matanya, matanya bengkak dan sangat berat ia ingin melanjutkan tidurnya. Devan tengah berkutat dengan komputernya. ia sedari malam berkutat dengan komputernya. ia penasaran dengan Kayla. jadi ia mencari tau tentang Kayla.
Banyak informasi yang ia dapatkan, ia membacanya satu persatu. sesekali ia mengerutkan dahinya dan membelalakkan matanya. Devan melirik jam diatas nakas, ia mematikan komputernya dan membereskan berkas-berkasnya. ia mendekat kearah kasur dan memejamkan matanya tidur.
Alletta bangun dan langsung menutup matanya saat jam menunjukkan pukul 08:00. baru ia menutup matanya, ponselnya berdering. Alletta dengan malas mengambil ponselnya. Alletta mengangkat tanpa melihat siapa yang menelponnya.
"ALLETTA" Teriakkan nyaring dari ponselnya membuat Alletta menjauhkan ponselnya.
Alletta melihat dan mendengus saat tau siapa yang meneleponnya.
Alletta : Aza lo nggak tau orang lagi bangun tidur.
Aza : Ya Allah Alletta. anak gadis jam segini masih tidur mau jadi apa kamu?
Alletta terkekeh.
Alletta : Mau jadi malaikat pencabut nyawa buat nyabut nyawa lo.
Aza tertawa mendengar jawaban Alletta.
Aza : Lo dimana? gue mau ngajak lo jalan-jalan.
Alletta : Markas, gue nggak mau! capek.
Aza : Gue aja nggak capek, masak lo capek sih.
Alletta : Jangan nyamain tubuh lo sama gue, yang penting gue capek. jangan lupa kalo keluar bawa obat.
Aza : Iya iya, lagian gue nggak makan ayam.
Alletta : Siapa tau mulut lo itu malah pesen ayam. pokoknya bawa, kalo kambuh telfon gue atau bang Nathan.
Aza : Iyaa Alletta, udah sana tidur.
Alletta : Hmm.
Alletta memutuskan panggilannya sepihak dan memejamkan matanya. baru ia menutup matanya pintu kamar yang ia pakai sudah diketuk.
"Gue cuman mau tidur" Rengek Alletta, dengan malas ia bangkit dan mendekat kearah pintunya.
Alletta membuka pintu, ia tak melihat kearah orang yang mengetuk pintunya.
"Kenapa?" Tanya Alletta menguap, ia juga berpegangan pada hanggel pintu. orang yang mengetuk pintu itu menggelengkan kepalanya.
"Baru bangun" Suara yang tidak asing di telinga Alletta membuat ia menatap orang itu, matanya membulat sempurna saat melihat orang yang sangat ia rindukan.
"ABANG" Teriak Alletta melompat kearah Haykal. Haykal dengan sigap menangkap tubuh Alletta.
"Kapan abang pulang? kenapa nggak ngomong dulu? Alletta kangen" Tanya Alletta memeluk erat Haykal, Haykal terkekeh.
"Baru tadi pagi, kalo kangen kenapa nggak ke Italy?" Tanya balik Haykal. ia masuk dan meletakkan tubuh Alletta di kasur dengan hati-hati.
"Nggak sempet" Ucap Alletta cengengesan, Haykal sangat dekat dengan Alletta, Alletta sudah menganggab Haykal seperti abangnya begitupun Haykal yang menganggab Alletta seperti adiknya.
"Sana mandi abang mau ajak jalan-jalan" Pinta Haykal, Alletta mengangguk antusias. ia mendekat dan masuk kedalam kamar mandi.
Haykal duduk disofa menunggu Alletta selesai mandi. tak lama Alletta keluar dengan dress hitamnya.
Style Alletta.
"Ayo" Ajak Alletta diangguki Haykal. keduanya keluar dan berjalan bersama. Alletta menghentikan langkah kakinya ketika melewati kamar Devan, Haykal mengerutkan dahinya.
"Kenapa?" Tanya Haykal, Alletta menggelengkan kepalanya. ia masuk kedalam kamar Devan. Alletta melihat Devan yang masih tertidur.
"Dev" Panggil Alletta menggoyangkan bahu Devan. Devan menggeliat saat Alletta mengusik tidurnya.
"Apaan Al?" Tanya Devan dengan suara serak.
"Gue titip Kayla, anterrin dia pakaian. gue tinggal dulu" Jawab Alletta diangguki Devan. Alletta keluar dan menggandeng lengan Haykal.
Keduanya keluar dan masuk kedalam mobil Haykal.
Mobil Haykal.
Haykal mengajak Alletta kesalah satu mall milik Alletta. keduanya turun dan berjalan beriringan, Alletta masih menggandeng lengan Haykal. keduanya langsung menjadi pusat perhatian saat masuk kedalam mall. mereka tak peduli dan masuk ke salah satu toko sepatu dan high heels.
"Selamat datang, ada yang bisa kami bantu" Ucap pegawai toko ramah. Alletta menggeleng dan mengisyaratkan pegawai itu untuk mengurus pelanggan lain. pegawai itu mengangguk dan pergi.
Haykal membawa satu pasang high heels yang menurutnya cocok untuk Alletta.
"Al, coba deh" Pinta Haykal, Alletta mendekat dan menatap binar high heels itu. ia mencoba dan sangat cocok untuknya.
"Emang ya, kalo yang milih bang Haykal bagus semua" Puji Alletta, hampir seluruh style yang ia punya dipilih langsung oleh Haykal.
"Iya dong, Haykal" Bangga Haykal membuat Alletta tertawa kecil. Haykal kembali memilih high heels untuk Aza. memang dirinya juga sangat dekat dengan Aza, ia akan memilih dua barang untuk Alletta dan Aza, biar adil.
Haykal tersenyum saat melihat high heels yang menarik perhatiannya.
"Al, cocok nggak buat Aza" Panggil Haykal, Alletta menoleh dan mengangguk. Haykal membayar kedua high heels itu dan menuju kearah toko lainnya diikuti Alletta.
Keduanya masuk dan memilih dress. Alletta berbinar saat melihat dress yang menurutnya cantik. ia mengambilnya dan mencoba diruang ganti. Alletta keluar dan memanggil Haykal.
"Bang, cocok nggak?" Tanya Alletta diangguki Haykal. Alletta masuk dan keluar dengan dress yang ia bawa sebelumnya. Haykal berkeliling mencari dress untuk Aza.
Haykal memanggil pegawai untuk membungkus dua dress yang ia pilih dengan Alletta.
"Habis ini kerestoran" Ucap Haykal diangguki Alletta. keduanya keluar dan masuk kesalah satu restoran.
"Al, lo mau pesen apa?" Haykal membolak-balikkan buku menu.
"Nasi goreng sama air putih aja bang" Ucap Alletta, pelayan itu menulis pesanan Alletta.
"Saya nasi goreng sama jus jeruk" Ucap Haykal, pelayan itu mengangguk dan pergi menyiapkan pesanan pemilik mall ini.
"Gimana reaksi Aza kalau tau abang pulang?" Tanya Alletta berpikir, Haykal terkekeh.
"Kaget pasti Al" Ucap Haykal yakin. pasalnya saat ia mengatakan akan pergi ke Italy, Aza menangis dan memohon agar Haykal tetap di Indo.
Keduanya tak menyadari jika ada yang memperhatikan dari jauh.
"Al sama siapa?" Tanya Arsha penasaran, keempat temannya kompak menggeleng. Malvin dkk sedang nongkrong di restoran yang dikunjungi oleh Alletta, dan terkejut saat melihat Alletta yang bersama seseorang.
"Aish... nggak kedengeran mereka ngomong apa" Azka sebal saat ia tak mendengar perkataan Alletta. Malvin sedari tadi menatap intens Alletta, ia menahan cemburu saat Alletta tertawa dengan laki-laki lain.
"Pacarnya kalik" Celetuk Kennath santai meminum jus alpukat pesanannya. Malvin menatap tajam Kennath.
"Kan gue udah bilang, kalau suka tinggal ngomong aja" Ucap Gavin membuat Malvin menatapnya. Arsha menepuk bahu Malvin.
"Tenang Vin, selama janur kuning belum melengkung. lo masih bisa menikung" Ucap Arsha mendapat jitakan dari Kennath.
"Enak banget mulut lo kalo ngomong, cinta itu harus keduanya saling mencintai. kalo nikung itu maksa" Ucap Kennath geram.
"Lo juga sama, buruan ungkapin perasan lo sama Stepanie. ntar kalo Stepanie jadian sama orang lain nanges" Ejek Gavin membuat Arsha mengerucutkan bibirnya.
"Gimana mau nyatain, orang dideketin aja marah" Sewot Arsha membuat keempatnya tertawa.
👾👾👾👾
Devan sedari tadi mondar-mandir didepan pintu kamar Kayla. ia ingin masuk tapi entah kenapa ragu. ia kembali mengingat dimana Kayla melihat tubuhnya. Devan menghembuskan nafasnya gusar.
Devan membuka pintu itu. hal pertama yang Devan liat adalah keadaan kamar yang hening. Devan mengedarkan pandangannya dan melihat Kayla yang masih terlelap tidur.
Devan mendekat dan menatap lekat wajah Kayla. senyum tipis terbit dibibirnya luntur kala melihat mata Kayla yang bengkak. Devan tau jika Kayla habis menangis.
Tangan Devan tergerak merapikan anak rambut Kayla. 'Lo itu cantik, tapi kenapa banyak masalah yang menghampiri lo' Batin Devan sendu saat mengingat apa yang ia dapatkan semalam.
"Tidur lo rapi juga, nggak kayak Aza" Ucap Devan tertawa kecil saat mengingat kebiasaan tidur Aza, Aza tidur jauh dari kata rapi. kamar yang sudah dibereskan pasti akan berantakan jika Aza yang memakainya.
"Mama" Gumam Kayla pelan membuat Devan menatapnya. Devan melihat jika Kayla masih tertidur tapi mengapa ia bergumam.
"Lo kangen sama mama lo?" Tanya Devan pelan, Kayla hanya diam tak menggubris pertanyaan Devan. Kayla masih tidur tapi ia mengigau.
"Kay" Devan membangunkan Kayla. Kayla mengerjabkan matanya. hal pertama yang ia lihat adalah wajah tampan Devan. sontak Kayla langsung bangun dan menjauhkan sedikit tubuh Devan.
"Kenapa lo bisa disini?" Tanya Kayla memicingkan matanya.
"Gue disuruh sama Al buat nganterin pakaian lo" Jawab Devan menyodorkan paper bag yang ia bawa.
"Al mana?" Tanya Kayla menerima sodoran Devan, Devan mengedikkan bahunya.
"Katanya tadi mau pergi, tapi gue nggak tau pergi kemana" Ucap Devan mendudukkan tubuhnya disofa.
Kayla bangkit dan masuk kedalam kamar mandi.
Visual Haykal.
.
.
.
.
Hayy!
Jangan lupa Like, Komen dan Vote.😘
Stay Healthy.
Happy Reading.