Takdir tak pernah salah, terkadang kita saja yang tak bisa menerima. Semua yang di rencanakan Allah adalah yang terbaik dari rencana manusia.
**
Razka tak menyangka kepergian nya ke negara orang untuk mengawasi proyek ayahnya akan mempertemukan ia dengan seorang wanita yang lemah lembut bernama Fauziah Azahra Raymond
Satu kali saling menatap membuat pikiran Razka kalang kabut.
Demi menghindari zina pikiran, Razka pun berniat melamar Zia. Hatinya sudah mantap.
Hingga Razka pun menyampaikan niatnya pada sang Abi., Awalnya Gabriel sang ayah sangat senang karena anaknya mau membuka hati. Namun, setelah tau siapa ayah dari wanita yang ingin di lamar Razka dirinya hanya diam dan tak tau menjawab.
Bagaimana bisa anaknya ingin menikah dengan anak dari musuhnya yang telah membunuh keluarga istrinya di masa lalu.
Apa mungkin Gabriel akan mengizinkan Razka melamar anak musuhnya yang tak lain adalah putri dari Daniel.
Mengingat istrinya Aria masih belum bisa melupakan kejadian itu walau bibir mengatakan sudah ikhlas.
Bagaimana bisa mereka berbesan nantinya sedangkan masa lalu belum kunjung terlupakan?
Bagaimana kelanjutan kisahnya?
Akankah Gabriel menyetujui. Jika iya, bagaimana dengan Daniel?
Penasaran dengan lika-liku percintaan Razka dan Zia yang di bumbui sedikit hal mistis.
Simak selengkapnya disini di novel author
Cerita ini hanyalah fiksi.
Note:
Tidak menerima tindakan plagiat apapun itu, jika di temukan kasus plagiat maka akan saya bawa ke rana serius.
Hargai manusia selayaknya manusia!
Jika tak suka, silahkan tinggalkan tanpa jejak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Little Rii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Malam harinya.
Setelah selesai shalat isya, Zia memilih duduk di dalam kamar. Wanita itu terlihat tengah duduk di balkon sembari menikmati semilir angin malam.
"Andai waktu itu aku tak keguguran," gumam Zia mengelus perutnya. Ia masih mengingat dengan jelas bagaimana bahagia nya ia ketika tau dirinya hamil.
"Apa aku bisa hamil lagi? Kalau tidak bisa, bagaimana? Apa Razka akan menikah lagi nanti?" lirih Zia bimbang.
Zia memilih masuk ke dalam kamar lalu menutup jendela dengan rapat. Ia pun memilih berbaring di atas ranjang dan mengambil ponselnya yang ada di atas nakas.
Zia berniat menghubungi Abi nya.
Lama Zia menunggu, tapi Daniel tak kunjung menerima panggilan dari Zia. Hal itu membuat Zia menjadi khawatir, tak biasanya sang ayah lama menjawab panggilan darinya.
Zia pun berinisiatif untuk menghubungi umi nya, namun hasilnya tetap sama. Tak ada satupun anggota keluarganya yang menjawab panggilan dari Zia.
"Ada apa ini?" gumam Zia khawatir.
"Biasanya di jam segini, Abi dan yang lainnya sedang duduk di ruang keluarga." Pikiran-pikiran negatif mulai bermunculan, ia takut terjadi sesuatu pada keluarganya.
Ceklek.
Razka masuk ke dalam kamar, laki-laki terlihat membawa segelas susu di tangannya.
"Sayang, minum susunya dulu sebelum tidur," ucap Razka meletakkan segelas susu yang ia bawa tadi di atas nakas.
Zia pun tersenyum lalu mengambil gelas susu itu dan meneguk habis susunya.
"Sayang, boleh minta ponsel mu."
Razka langsung mengambil ponselnya lalu memberikan ponsel itu pada Zia. Dengan cepat Zia menghubungi Abi nya melalui ponsel Razka, mungkin jika melalui ponsel Razka Abi nya mau menerima panggilan.
"Siapa yang di telepon?" tanya Razka penasaran.
"Abi," jawab Zia.
"Di angkat?" tanya Razka.
"Tidak, umi juga begitu, kakek dan nenek juga begitu. Mengapa tak ada satupun orang yang mengangkat panggilan ku? Apa yang terjadi?"
Zia tampak sangat khawatir, jantungnya berdetak dengan kencang karena sangking khawatir nya.
"Berpikirlah positif, sayang. Mungkin Abi dan yang lainnya sedang ada kesibukan, nanti pagi kita hubungi lagi yah," ucap Razka mencoba menenangkan Zia.
"Iya." Zia mengangguk padahal di pikirannya masih sangat khawatir dengan keluarganya.
******
00.00
Malam yang dingin karena cuaca tampak tak bersahabat, angin kencang dan juga hujan gerimis yang semakin lama semakin deras.
Zia tampak terbangun dari tidurnya karena merasa haus, ia pun duduk lalu mengambil segelas air yang ada di atas nakas lalu meneguk setengah air itu.
"Anginnya kencang sekali," gumam Zia menatap ke arah jendela.
Zia merasa dirinya sudah tak mengantuk lagi, ia pun meraih ponselnya lalu mencoba menghubungi sang Abi.
Lama Zia mencoba dan akhirnya panggilan pun terhubung. Zia memilih turun dari ranjang dan berjalan ke arah sofa agar tak mengganggu tidur suaminya.
"Assalamualaikum, Abi."
"Wa'alaikumusalam warohmatullahi wabarakatuh, nak. Ini umi, nak. Abi sedang tidur, maaf karena tidak mengangkat panggilan Zia tadi. Ada apa, nak?"
"Zia hanya khawatir, mengapa tidak ada satupun dari kalian yang mengangkat panggilan Zia," ucap Zia dengan suara serak menahan tangis. Ia sangat khawatir hingga tidurnya pun tak nyenyak.
"Zia sayang, tidurlah kembali, nak. Nanti pagi umi telepon lagi yah. Ini sudah malam, assalamualaikum."
Tut
Tut
Tut
Belum sempat Zia menjawab salam, panggilan sudah berakhir. Mengapa Umi nya tampak tergesa-gesa? Apa terjadi sesuatu di sana?
"Wa'alaikumusalam warohmatullahi wabarakatuh, semoga kalian sehat-sehat saja."
******
03.02
Bagi orang-orang beriman, waktu sepertiga malam adalah waktu yang paling berharga untuk bermesraan dengan sang Ilahi. Mencurahkan semua isi hati dan juga keluh kesah dalam kehidupan ini.
Gabriel baru saja selesai shalat tahajud dan witir, laki-laki itu berjalan ke dapur untuk mengambil air minum.
Sesampainya di dapur, Gabriel langsung membawa sebotol air mineral dan kembali berjalan menuju arah kamar.
Di perjalanan, Gabriel melihat sebuah bayangan berjalan melewati jendela depan. Laki-laki itu menatap lekat bayangan yang perlahan menghilang.
"Ada orang gila yang ingin mati ternyata," gumam Gabriel berjalan ke arah jendela depan untuk melihat kemana bayangan itu berjalan dan siapakah itu.
Gabriel tampak mengintip ke arah depan rumah di mana ada seorang wanita yang tengah menatap tanah sembari memegang cangkul kecil.
"Apa yang dilakukan orang itu disana?"
Wanita itu tampak berjongkok dan kembali melihat-lihat tanah, entah apa yang di carinya.
"Hei kau!" Gabriel langsung keluar karena penasaran siapa wanita itu dan apa yang di carinya.
Wanita itu tampak terkejut lalu berdiri dan menundukkan kepalanya.
"Kau pelayan di sini?" tanya Gabriel berjalan mendekat.
"I-iya, tuan."
"Apa yang kau cari? Untuk apa cangkul itu?" tanya Gabriel penuh selidik.
"Eum, anu, tuan."
Kening Gabriel berkerut, matanya menatap tajam pelayan wanita itu. Ada sesuatu yang tidak beres.
_
_
_
_
_
_
...Kira-kira ada yang tau, anu apa yang di maksud si anu🤨...
Untuk pertanyaan masalah mengapa author bikin cerita main guna-guna atau ilmu hitam.
Jawabannya
Karena author pengen sesekali ambil apa yang terjadi di dunia nyata dimana ketika cinta di tolak dukun pun bertindak 🔪
Jaman sekarang mah, mau kaya ke dukun, mau jodoh ke dukun, mau bunuh orang ke dukun, pelet orang ke dukun, buat orang gak bisa hamil ke dukun. Ini adalah apa yang terjadi di dunia nyata sekarang 😁
Sudah lupa Tuhan 🤧 dalam pikiran hanya dunia saja😶
Walau jaman sudah modern, jangan sangka main guna-guna itu gak ada😁
Malahan makin banyak dan semakin tren, apalagi untuk kalangan pelakor 🤭 UPS, canda😁😁
typo bertebaran di mana-mana harap bijak dalam berkomentar yah.
tbc.
paraaaaah pokoknya...
top banget otor pokoknya,selain tegang dengan perkelahian kasar,ada perkelahian halus juga...