Tamat!!
Sekuel dari novel 'Budakku Canduku'
Follow IG Othor @Oniya_99
(Devan&Lona)
Kesalahan yang pernah ia lakukan pada Istrinya, membuatnya mengambil langkah untuk melindungi sang istri dengan nyawanya. Perempuan yang dulunya ia siksa, kini menjadi istri tercinta yang Bibirnya, hidungnya, matanya, tubuhnya, serta kebaikkan hatinya benar-benar menjadi candu bagi seorang Devano Dizon.
(Aron&Anna)
Malam itu :
"Siapa yang mengambilnya lebih dulu dariku?" Tanya Aron langsung bangkit.
"Apa maksudmu, Aron?" Tanya balik Anna tak mengerti.
Kesal, Aron langsung meninggalkan Anna seorang diri di kamar itu.
"Apa maksudnya? Apa jangan-jangan ia tidak sadar saat melakukannya di hotel malam itu." batin Anna lalu bangkit untuk menyusul suaminya Aron. Namun ia terlambat, karena Aron telah pergi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30
Bab 30
Selanjutnya, hanya suara-suara erotis Anna yang terdengar di kamar itu. Anna tampak bahagia, berbeda dengan Aron yang terlihat kecawa.
Hanya satu kali pelepasan, Aron bangkit dari kukungannya di tubuh Anna.
"Mau kemana?" Tanya Anna.
"Aku akan mandi, aku sangat lelah. Kau tidurlah," jawab Aron dingin. Lalu Aron langsung masuk kedalam kamar mandi.meninggalkan Anna yang hanya dalam kesedihan bersama dengan segala pikiran negatifnya.
"Dia tidak menikmatinya bukan! Aku tau itu, dia sama sekali tidak mencintaiku. Lihat saja, dia akan pergi meninggalkanku setelah ini. Dia hanya berpura-pura padaku, kenapa aku begitu bodoh mempercayainya. Aku sangat bodoh, hiks, hiks ...." Batin Anna sambil mengigit selimut untuk menahan agar suara tangisnya tak terdengar oleh sang suami.
Sedangkan didalam kamar mandi, dibawah shower tepatnya. Terlihat darah mengucur, jatuh bersamaan dengan air yang terus mengalir. Ulah dari Aron yang meninju tembok beton dengan kepalan tangan kanannya. Semua itu ia lakukan untuk melampiaskan kekesalannya saat ini.
"Shiit! Siapa yang melakukan itu lebih dulu." Aron tampak begitu murka, ia kembali meninju dinding beton itu, dan darah segar kembali mengalir. Merasa cukup Aron segera keluar dari kamar mandi. Dengan cepat ia memasangkan pakainnya, begitu selesai. Ia menyambar kunci mobil, ponsel, dan tak lupa dompet. Lalu membuka pintu kamar untuk pergi.
"Mau kemana?" Tanya Anna yang sudah berada di belakang Aron,
"Pergi," jawab Aron singkat.
"Pergi selarut ini. Pergi kemana? Kapan kau akan pulang? Tanya Anna mengintrogasi.
"Bukan urusanmu!" Ujar Aron dingin, lalu menghempaskan tangan Anna yang memegangi lengannya.
Braaaaak!
Suara Pintu yang Aron tutup begitu kencang membuat Anna terkejut.
"Aku tidak berbuat salah padanya. Aku sudah tau ini akan terjadi. Tapi, ke-kenapa begitu menyakitkan. Hiks, hiks ...." Anna menjatuhkan tubuhnya kasar diatas lantai. Mengeratkan genggamannya pada selimut, guna menetralisir sakit yang begitu perih dihatinya. Anna berlari menuju kamar mandi. Didalam sana ia menggosok tubuhnya kasar untuk menghilangkan bekas kepemilikkan yang Aron berikan. Bekas itu tak kunjung hilang, malah semakin bertambah karena Anna menggosoknya dengan keras. Bahkan ada yang mengeluarkan darah segar.
Dibawah guyuran shower, Anna terus menangis berjam-jam lamanya. Hingga ia menggigil kedinginan, bibirnya begitu pucat. Namun ia terus saja menangis. Hingga akhirnya ia kehilangan kesadarannya.
Beruntung ada pelayan yang sedang minum didapur. Pelayan itu terkejut saat mendengar pintu yang dibanting oleh Aron. Pelayan itu khawatir akan keadaan Nyonyanya. Tapi, ia tak berani untuk mengetuk pintu. Ia tidak ingin terlibat akan permasalahan rumah tangga tuannya. Tapi, ia tak berhenti memikirkan keadaa Nyonyanya. Hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk mengetuk pintu. Tak ada sautan dari dalam.
Ceklek ....
Pintu tak dikunci, pelayan itu segera masuk. Pandangannya langsung tertuju pada pintu kamar mandi yang terbuka juga suara air yang mengalir. Khawatir, pelayan itu berlari dan masuk kedalam kamar mandi. Dan betapa terkejutnya ia, kala melihat Anna yang polos terkulai lemas dibawah shower. Pelayan itu segera mengangkat tubuh Anna yang kurus. Menyambar selimut lalu ia balutkan ke tubuh Anna. Dan kembali mengangkat tubuh Anna, sambil berteriak minta tolong.
"Hallo Nyonya Lona," sapa pelayan itu saat melakukan panggilan kepada Lona untuk memberitahukan keadaan Anna.
"Hoam ...., Iya ada apa bi?" Tanya Lona yang baru bangun.
"Apa tuan Aron ada Disana?" Tanya pelayan itu sopan.
"Aron! Sebentar saya cari suami saya dulu. Sepertinya mereka berada di ruang kerja. Sebentar ya bik."
Bersambung .....
Jadi, Genk. Bab 28-29 terlalu vanas akhirnya ditolak.🙈😂😂 Tapi, udah Othor revisi kok😘
kesambet meureuun
lanjut baca cerita lainnya deh..
sehat2 terus ya kak..
tetap semangat untuk berkarya.. 😘😍🥰🤩