Di selematkan oleh seorang malaikat sungguhlah sebuah keberuntungan bukan? namun siapa sangka di balik itu semua Zeline harus menerima wejangan terakhir untuk menikah dengan calon suami dari wanita yang telah menyelamatkan nyawa nya itu.
" Thalia kau tau bukan wanita yang ku cintai itu adalah dirimu bukan dia." Arthur
" Priaku mungkin jodohmu itu bukanlah aku melainkan Zeline hanya saja Tuhan menggirimkan nya melalui aku." Thalia
Zeline dia harus bagaimanakah dirinya menerima atau kah menolak? namun Zeline tidak ingin mengecewakan wanita yang telah menyelamatkan nyawa nya itu.
Tidak pernah terlintas sedikitpun dalam benak Zeline menikah dengan seseorang dalam keadaan tidak saling mencintai, akankah pernikahan Zeline berakhir dengan bahagia atau kah mungkin sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30
Zeline menundukan pandagan mata nya ke bawah saat Arthur menatap tajak ke arah Zeline.
" Kalau aku tidak bekerja, bagaimana cara nya aku membayar hutangku kepadamu." kata Zeline.
Arthur mendekat ke arah Zeline ia mengangkat wajah Zeline agar melihat ke hadapan nya, Arthur saja sudah lupa hutang yang mana yang di maksud oleh Zeline.
" Sudah lupakan sekarang aku mau kau berhenti bekerja dan fokus untuk merawatku apa kau bisa memenuhi permintaanku?" tutur Arthur lembut.
Zeline menatap Arthur " Kau tidak perlu takut lagi kepadaku aku suamimu, aku akan selalu menjaga kamu. Maka dari itu berhentilah bekerja karena kamu sudah menjadi tanggung jawabku." Arthur membawa Zeline ke dalam pelukan nya.
Zeline menganggukan kepala Arthur tersenyum istrinya itu mau menuruti perkataan nya, tanpa membantah sedikitpun.
" Zeline aku mencintaimu sekarang, nanti dan selamanya." Arthur mencium kening Zeline cukup lama.
" Ya akupun mencintaimu suamiku." balas Zeline sambil berhambur ke dalam pelukan Arthur.
" You will always be number one for me." ucap Arthur sambil mengeratkan pelukan nya.
" And you will always be my first man." balas Zeline air mata tak dapat lagi kini di bendung oleh nya. Arthur yang menyadari itu segera menghapus buliran air mata Zeline menggunakan tangan nya.
Arthur tersenyum." Jangan menangis kau tidak boleh menanggis, sekali lagi maafkan aku, aku dulu sering membuatmu menanggis."
Zeline menganggukan kepala nya, beberapa saat kemudian acara peluk memeluk pun telah selesai. Zeline dan Arthur segera keluar dari kamar menuju lantai satu untuk sarapan bersama anggota keluarga nya.
" Pagi Ma, Pa, Angel." sapa Zeline sambil mendudukan tubuhnya di atas kursi.
Semua orang yang berada di meja makan menjawab sapaan Zeline dengan kompak.
Keluarga Mahatama pun langsung saja saat Zeline dan Arthur tiba langsung memulai ritual sarapan pagi nya dengan begitu khidmat.
.
.
Frans tersenyum saat melihat Tuan dan Nyonya nya terlihat begitu akur seperti pasangan suami istri pada umum nya.
" Selamat pagi Frans." sapa Zeline saat Frans membukakan pintu untuk nya juga Arthur.
" Selamat pagi Nyonya muda, Tuan muda." balas Frans ramah dan sopan.
Zeline dan Arthur kini telah berada di dalam mobil, kini Arthur tidak akan merasa malu lagi mempunyai istri sepertu Zeline.
" Sayang kalau kau sudah mau pulang jangan lupa hubungiku biar nanti aku menjemputmu, kalaupun aku sibuk biar Frans yang akan menjemputmu."
" Iya Mas kalau gitu Zeline kerja dulu ya Mas." Zeline mengambil tangan Arthur lalu mencium nya, Arthur pun membalas dengan mencium kening Zeline. Masa bodohlah dengan Frans, Arthur menganggap Frans tidak ada di antara mereka.
Zeline keluar dari dalam mobil saat Frans sudah membukakan pintu untuknya.
" Terimakasih Frans." kata Zeline lembut.
" Sama-sama Nyonya muda. Kalau begitu saya permisi naik kembali ke dalam mobil." balas Frans.
Zeline mengangguk " Hati-hati ya Mas.."
Arthur tersenyum " Iya kaupun hati-hati, jika ada apa-apa jangan lupa hubungi aku."
" Iya Mas.."
" Assalamualikum.." kata Arthur tersenyum.
" Waalaikum salam." balas Zeline.
Zeline menatap mobil Arthur. Setelah mobil Arthur tak terlihat Zeline pun masuk ke dalam tempat kerja nya.
Saat Zeline ingin masuk ke dalam ruangan nya tiba-tiba Reli datang mengahadang Zeline yang akan masuk ke dalam ruangan nya.
" Enak ya jadi simpenan Om-om di anter nya pake mobil engak sekalian tuh pake helikopter." ucap Reli memandang Zeline dengan tatapan sinis.
" Maaf ya kalau kamu ngak ada urusan sama aku, aku mau masuk ke dalem ruangan aku."
" Enak aja lo mau masuk ke dalem emang nya lu siapa." bela Silvi pada Reli.
" Aku kan kerja di sini." tutur Zeline.
Reli tersenyum pada Silvi. Zeline menatap kedua teman itu dengap pandangan curiga ia harus waspada pada kedua orang ini.
" Oh elo kerja kan di sini." ucap Reli dan Zeline pun mengangguk.
" Kalau gitu ikut gue sama Silvi." Reli mulai menarik tangan Zeline.
" Mau ke mana? aku engak mau ya ikut sama kalian." Zeline berusaha melepaskan cegkraman tangan Reli dan Silvi yang sedang menarik nya.
Tanpa menghiraukan ucapan Zeline kedua teman itu menarik paksa tangan Zeline, untung di kantor itu masih sepi belum terlalu rame dan syukurnya si Alena belum dateng pikir Reli dan Silvi.
" Reli,Silvi kalian apa-apaan sih lepasin tangan aku, aku ngak mau ikut sama kalian."
" Udah diem berisik amat sih lo." kata Silvi mereka berdua semakin menarik Zeline entah ke mana karena Zeline masih belum terlalu tau semua ruangan-ruangan yang berada di perusahaan tempat dirinya bekerja.
Dugg..Reli menabrak seseorang bagaimana ini jika perempuan itu melihat kelakuan dan perbuatan nya pada Zeline. Reli dan Silvi pun melepaskan tangan Zeline takut wanita itu akan melaporkan mereka pada atasan perusahaan ini.
" Mau lo apaain temen gue." Lena menarik Zeline agar berada di sebelah nya.
" Apaansih gue cuma mau ngajak Zeline jalan-jalan doang iyakan Sil." Reli menyengol tubuh Silvi.
" bener tuh kata Reli orang kita mau ajak Zeline biar dia tau ruangan-ruangan yang ada di perusahaan ini."
" Halah emang nya gue ngak tau sama kalian berdua dari tadi narik-narik, maksa-maksa temen gue biar ikut sama kalian." Lena membela Zeline ia paling tidak suka ada yang berbuat jahat pada teman baiknya itu.
Sekalipun itu Arthur jika dia berani menyakiti Zeline untuk yang kedua kali nya, Alena tidak akan tinggal diam.
" Udah Len biarin aja, mendingan kita pergi aja dari sini." walaupun Reli dan Silvi berbuat jahat kepada nya Zeline tetap membela kedua orang teman itu.
" Gue perigatin lagi ya sama kalian jangan pernah ganggu temen gue lagi, kalau kalian ngak mau berurusan sama atasan perusahaan ini." Alena pun pergi dari hadapan Reli dan Silvi sambil menarik lengan Zeline membawa nya pergi dari tempat itu.
Silvi dan Reli mencibir Lena saat kedua orang itu telah pergi dari hadapan nya.
" Emang nya situ siapa ya Rel." kata Silvi dengan gaya sok nya.
" Bener yu ah Sil kita masuk keruangan tenang masih banyak waktu buat gangguin tu cewe biar ngak betah dia kerja di sini."
" Cuss." Silvi dan Reli pun berjalan ke arah ruangan tempat di mana mereka bekerja.
.
.
Kini waktu telah menujukan pukul 03:00 sore Zeline dan Lena duduk di atas kursi tempat biasanya untuk orang-orang menunggu transportasi umum seperti angkot,bis dan lainnya.
Lena belum pulang bukanya ia berharap ingin di antarkan oleh Zeline ia hanya tidak ingin Reli dan Silvi kembali menjahati Zeline.
" Zel gimana kamu udah hamil belum nih.." goda Lena ia tahu Zeline dan Arthur belum melakukan hubungan itu.
" Aduh Lena kamu ngomong apaan sih..tapi aminin aja deh hehehe." jawab Zeline nyengir kuda.
" Dasar. Berarti kalau suami kamu ngajakin kamu gituan kamu udah mau dong." lagi-lagi Lena menggoda Zeline.
" Ya hmm ah udah ah gak tau.." jawab Zeline.
" Dih. Berarti kamu ngak mau punya anak dong kalo gitu mah."
Zeline menatap Lena dengan sedikit jengah " Siapa sih yang ngak mau punya anak. Semua orang sebelum dan seudah nikah pasti lah punya keiigina buat punya anak." jelas Zeline.
" Yaudah sanah bikin anak buruan." senang sekali Lena bisa menggoda Zeline dengan suka hati.
" Butuh proses dong bro emang nya apaan sekali colok langsung melendung." jawab Zeline tanpa di filter terlebih dahulu.
" ahahahhaahhaa." Lena tertawa terbahak-bahak. Tanpa mereka sadari mobil mewah Arthur telah berada di depan mereka entah sejak kapan itu.
" Nyonya muda.." ucap Frans.
Zeline yang merasa suara itu familiar di telinga nya segera mencari sumber suara tersebut.
" Frans.." kata Zeline.
" Nyonya saya di Tugaskan Tuan muda untuk menjemput Nyonya." jelas Arthur.
" Ehmmm kalau Tuan nya kemana?" tanya Zeline masih dengan sedikit malu-malu.
" Cie sekarang kagak ada laki nya di cariin." Zeline mentapa Lena jengah yang di tanya siapa yang menjawab siapa.
" Tuan muda sedang ada meeting bersama klien penting nya Nyonya." jelas Arthur.
Zeline mengangguk paham " Yasudah ayo Frans kita pulang, Len ayo biar sekalian pulang bareng lumayan kamu nebeng sampe depan sana." ajak Zeline.
" Waseek oke deh mayan si kaki nya jadi engak jadi pegel-pegelnya."
Frans pun membukakan pintu belakang mobil untuk Nyonya muda nya juga teman nya, setelah kedua wanita itu masuk Frans dengan segera menutup pintu nya kembali.
Frans pun mulai melajukan mobil dengan kecepatan di atas rata-rata.
Mobil pun berhenti saat Lena meminta Frans untuk menghentikannya karena dia akan turun di persimpangan jalan saja, karena rumah Zeline dan Lena tidak searah jadinya Lena turun di sini saja.
" Makasih ya Zel, terimakasih Tuan Frans.." kata Lena setelah turun dari mobil.
" Iya hati-hati Len." Zeline.
" Sama-sama Nona Lena." Frans.
Tringg..tringg suara ponsel Zeline berbunyi dengan segera Zeline langsung membuka nya. Zeline tersenyum saat melihat siapa si pengirim pesan.
[ Sayang Mas meeting dulu ya..kamu langsung pulang ke apartement aja engak perlu pulang kerumah Mama] Arthur.
[ Iya Mas. Mas jangan lupa makan ya..] Zeline.
[ Kamu juga ya yank..😘] Arthur.
Senyum Zeline semakin mereka saat Arthur menggirimkan nya emot cium kepada nya.
[ Iya Mas♥] Zeline.
[ Yaudah Mas lanjut kerja dulu ya😘] Arthur.
[ Iya Mas🤗] Zeline.
Zeline tersenyum ia memasukan kembali ponsel nya kedalam tas, sesekali ia pun menatap pepohona jalan dengan tersenyum kecil.
Hai readers jangan lupa dukungan nya ya Like, komen serta vote nya ya..terimkasih☺☺ kalau yang punya vote boleh kok di sumbangin ke sini hehe 😃😃
Semangat ya.