NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:770.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Melly

Bagaimana rasanya ditinggal untuk selamanya oleh kedua orang tua, dan mempunyai ibu tiri yang yang gila harta, menjual anak tirinya kepada lelaki kaya demi uang, inilah yang dirasakan Lusiana gadis malang yang dijual ibu tirinya demi dirinya sendiri, dan harus menikah dengan pria yang membelinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 29 Malam Panjang

Saat Romi telah beranjak pergi tidur, Tama dan Lusiana yang masih berada diruang tamu juga bergegas untuk pergi tidur. Namun saat Lusiana hendak pergi kekamar mandi, Tama langsung menarik tangan Lusiana, hingga Lusiana terjatuh dipelukan Tama.

"Biarkan aku memeluk mu sebentar saja ya, karena saat ini hanya kamu yang bisa menenangkan aku, aku telah mencoba berbagai cara untuk melupakan apa kelakuan papa padaku, tapi aku tidak bisa" pinta Tama sambil memeluk erat Lusiana.

"Iya, bukan hanya sebentar, selamanya juga boleh, tapi sekarang kamu lepasin aku dulu" Lusiana sudah kebelet buang air kecil.

"Kenapa?, apa sekarang kamu yang marah padaku, aku memang salah mencuekin kamu, dan tidak mendengar kata-kata mu, tapi mau bagaimana lagi, terkadang kamu juga bikin aku sebal" tanya Tama kaget, ketika Lusiana ia melepaskan pelukannya.

"Bukan begitu"

"Terus kenapa dong?"

"Aku kebelet pipis" Kata Lusiana langsung lari kekamar kecil

"Hahahaha, ada-ada aja kamu, ngomong dong dari tadi, biar aku nggak salah paham" ucap Tama yang melihat Lusiana terburu-buru kekamar kecil.

Tama merasakan pedih pada luka goresnya, mungkin karena terlalu erat memeluk Lusiana. Tak lama kemudian Lusiana kembali dan melihat Tama seperti orang yang menahan rasa sakit.

"Kan, lukamu mu itu belum sembuh, tapi kamu malah memeluk aku dengan erat"

"Enggak, cuma sakit dikit aja kok, kamu tau kenapa rasa sakit itu kerasa sekarang?"

"Kenapa?" tanya Lusiana penasaran

"Karena kamu tiba-tiba lari dari pelukan ku" ucap Tama

"Kan aku mau buang air kecil"

"Iya, iya" Tama menarik Lusiana kembali dalam pelukannya.

"Nanti luka gores kamu akan terasa perih lagi, mendingan kamu istirahat aja ya" Lusiana mencoba membujuk Tama

"Nggak mau, bukankah dulu kamu pernah berjanji" ucap Tama mengingat akan janji Lusiana beberapa tahun lalu.

"Janji apa?"

"Tuh kan, kamu melupakannya" wajah Tama seketika cemberut.

"Apa? coba deh aku ingat-ingat dulu" Lusiana berusaha untuk mengingat apa yang telah dijanjikannya kepada Tama.

"Ah, kelamaan kamu mah"

"Bentar, aku lupa"

"Dulu kan kamu berjanji mau mempunyai anak setelah kamu selesai kuliah" ucapan Tama langsung mengingatkan Lusiana akan janji yang pernah diucapkannya beberapa tahun lalu.

"Oh iya, aku ingat sekarang"

"Jadi gimana sekarang?" Tama menagih janji itu.

"Jangan sekarang ya, kamu lagi sakit dan kepala ku masih terasa sedikit pusing"

"Kamu banyak alasan" Tama melepaskan pelukannya, karena merasa kecewa.

Namun Lusiana langsung memeluk Tama kembali.

"Aku cuma bercanda kok" ucap Lusiana yang mampu membuat Tama memperlihatkan senyum indahnya.

"Kamu udah bisa ngerjain aku ya" Tama langsung menggendong Lusiana keatas ranjang.

Malam panjang itu mereka lewati dengan penuh bahagia, walaupun ini bukan yang pertama kalinya bagi mereka, tetapi saat ini mereka melakukannya tanpa ada beban lagi.

Saat bangun dipagi hari Lusiana tersenyum bahagia mengingat kejadian semalam dan melihat Tama yang masih tertidur pulas.

Segera Lusiana beranjak dari tempat tidurnya, untuk mandi dan berganti pakaian.

Tak berselang lama, Tama juga terbangun dari tidurnya, dilihatnya Lusiana sudah tak berada disampingnya. Tama langsung membersihkan dirinya dan turun kebawah untuk mencari tahu keberadaan Lusiana, ternyata Lusiana lagi nyiapin sarapan pagi.

"Pagi-pagi gini kamu udah ninggalin aku sendirian" Tama mendekati Lusiana dan memeluknya dari belakang.

"Aku harus nyiapin sarapan pagi, lepasin pelukanmu ya, nggak enak nanti Betri lihat, ini dimeja makan bukan dikamar" Lusiana melihat Betri kearah mereka sambil tersenyum.

"Kenapa?, Betri dapat memahaminya kok, tunggu bentar aku tanya dulu apakah Betri merasa keberatan atau tidak melihat kita bermesraan disini" Tama mencoba menanyakan kepada Betri.

"Apakah kau terganggu melihat aku berpelukan dengan istriku?" tanya Tama kepada Betri

"Enggak, sama sekali tidak tuan, mungkin tuan dan nona yang merasa terganggu dengan kehadiran saya disini, ya sudah saya kebelakang dulu tuan, nona" ucap Betri sembari berlalu dari sana.

"Kamu mah, ada-ada aja, lihat tu Betri buru-buru pergi kebelakang" kata Lusiana melihat Betri berjalan cepat

"Itu namanya Betri pengertian" Tama memeluk dan mencium pipi Lusiana.

Tiba-tiba Romi yang baru bangun melihat mereka berdua lagi bermesraan.

"Selamat pagi" sapa Romi, namun tak ada sahutan dari Tama maupun Lusiana.

"Woi, ada orang yang nyapa disini" seketika Lusiana dan Tama langsung terkejut mendengar suara Romi, Lusiana langsung menjauh dari Tama

"Ngagetin orang aja loe, ganggu aja" ucap Tama kesal

"Habisnya kalian asyik bermesraan aja berdua, nggak dengar apa gue nyapa kalian" ucap Romi ketus

"Udah tau orang lagi bermesraan, ngapain loe ganggu"

"Udah-udah nggak usah berdebat dimeja makan, sarapan dulu" ucap Lusiana yang menghentikan perdebatan Tama dengan Romi.

"Loe masih mau kekantor hari ini?" tanya Romi.

"Sepertinya nggak deh"

"Oh ya, memang loe ada masalah apa sih, sampai-sampai loe mau ngajak Hendrik buat touring, setau gue kalau loe ada masalah pasti loe mau touring kan?" tanya Romi mengingat Tama jika ada masalah berat yang sedang dihadapi dia selalu pergi touring untuk menghilangkan stresnya

"Memangnya Nurin nggak pernah cerita sesuatu sama loe?"

"Cerita apa?" tanya Romi penasaran

"Tentang hubungannya dengan papa gue"

"Apa?" Romi pura-pura terkejut mendengar ucapan Tama.

"Enggak, dia nggak pernah cerita sama gue masalah itu, tapi bukannya papa loe lagi diluar negeri ya sekarang?"

"Enggak dia udah balik, kemaren gue ketemu mereka dihotel berduaan"

"Hah, Nurin dengan papa loe berduaan, dihotel?" tanya Romi tak percaya bahwa hubungan mereka seberani itu.

"Iya, gue sendiri yang memergokinya"

"Gue benar-benar nggak tau hubungan mereka sedekat itu"

"Memangnya loe dengan Nurin nggak ada hubungan spesial sekarang?"

"Enggak, semenjak loe putus dengannya, gue nggak tau dia dekat dengan siapa lagi yang jelas gue nggak pernah pacaran dengan Nurin"

"Kalian nggak pacaran, lalu kenapa waktu itu kalian nekat berciuman dibelakang sekolah, gue lihat loe ada rasa dengan Nurin"

"Iya, tapi gue melakukan itu karena..." Romi menghentikan ucapannya, karena teringat janjinya kepada Adam bahwa rusaknya hubungan Tama dan Nurin itu ulah Adam yang menyuruh Romi.

"Karena apa?" tanya Tama penasaran

"Hmmmm, karena gue cuma ngetes kesetiaan Nurin kepada loe" alasan Romi

"Loe benar juga sih, ternyata dia bukan gadis yang baik-baik"

"Nah itu dia alasan gue ngelakuin nya, sebenarnya gue nggak ada niatan merusak hubungan kalian, hanya sekedar menguji Nurin aja" tutur Romi memperjelas alasannya.

"Ya, gue juga beruntung juga sih dan berterimakasih juga sama loe, karena dengan kejadian itu gue mengetahui sifat Nurin yang sebenarnya, dan akhirnya gue dipertemukan dengan Lusiana gadis yang sangat gue cintai" ucap Tama sambil melirik Lusiana yang senyum-senyum sendiri mendengar perkataan Tama.

"Maafin gue Tama, gue belum bisa jujur sama loe sekarang tentang kelakuan papa loe yang tidak merusak hubungan loe dengan orang yang loe cintai" sesal Romi dalam hatinya.

"Sepertinya gue harus pulang nih, karena gue mau kekantor, terimakasih banyak atas tumpangannya dan sarapan pagi yang begitu istimewa ini" ucap Romi

"Iya, loe lain kali boleh sering-sering kesini kok, dan makan bersama"

"Pastinya"

Romi yang telah selesai sarapan langsung pulang kerumah untuk bersiap-siap kekantor.

Bersambung 😍

Hello semuanya selamat membaca ya, kalau berkenan berikan vote, saran dan like nya ya, supaya author lebih semangat lagi untuk melanjutkan cerita ini, salam sayang buat kalian semua♥️

1
Yuni Sari
Buruk
Yuni Sari
Biasa
imafe
tunggu2 rekaman adam kok ada yg janggal ya,
dr cerita dia (adam) mulai awal sampek kerumah nurin ,dan kehamilan nurin ,sampek diusir gk direstui oleh bram,
padahal habis pulang dr rmh nurin langsung meninggal si adam
imafe
eh eh eh.....knp yg cantik ini jadi nurin sipelakor sih ,padahan dia manis banget apalagi klo senyum,gigi gingsulnya bikin imut,
dan dlm semua dramanya sllu jadi protagonis dan mudah senyum
imafe: murah senyum
total 1 replies
imafe
kurang micin ceritanya dan sedikit gk nyambung
Lastri Gandhi
Kenapa hrs pakai kata ganti org kedua " Kau " sih thor....kaku bgt, lbh enak di baca dgn kata " Kamu. "
Keroppi
Kira-kira apa alasan tama membeli lusiana🤔
Dhina ♑
thor ayo promo
Shalwa Sabil
lanjut
Shalwa Sabil
..lanjut
Shalwa Sabil
lanjut thour
Nur Hayati
bener Tama kl Nurin pengen blk sm Tama Krn harta
Shalwa Sabil
lanjut thour
Nia Bae
nunggu lagi ahhh
Nia Bae
makin suka aja ma ceritanya,, sayang ceritanya gak up tiap hari hehehe😁😁😁😁lama banget nunggu nya
Nilaaa🍒
like
Mirna Watie
lanjuttt
Nilaaa🍒
semangat kak
like episode tertinggal
salam dari IKYD
Shalwa Sabil
lanjut thour... kenapa senyum nya nurin sinis ya....
Kaka Pertama
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!