NovelToon NovelToon
Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:21.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Eli

Ini season ke 2 dari Istri manja tuan Kusuma. Menceritakan anak kembar mereka, Biru dan Jingga yang telah dewasa.

Biru adalah pengusaha muda berbakat yang bersifat dingin. Tapi dia sangat hangat dan baik kepada saudara kembarnya, Jingga.

Jingga adalah gadis muda yang berusaha mewujudkan mimpinya menjadi model terkenal. Dia terlihat dingin dan acuh tak acuh, tapi sangat manja terhadap sang kakak, Biru.

Mereka selalu saling melindungi tanpa menyebar luaskan identitas mereka sebagai anak dari konglomerat.

Akankah mereka menemukan cinta yang membuat mereka menunjukkan sikap hangatnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akan ku lakukan apapun untuknya agar dia tetap berada disampingku!

" Dokter tolong periksa lukanya! dia terekna tumpahan sup panas "

Kata Bi dengan tenang sambil memapah Bina keruang periksa setelah mereka tiba dirumah sakit terdekat

" Baik, silahkan berbaring disini! "

Bina langsung berbaring di ranjang pasien

dan Biru keluar dari ruangan itu

Dokter pun memeriksa Bina

" Kamu beruntung supnya tidak terlalu panas, jika tidak. sudah pasti akan melepuh dan meninggalkan bekas luka. Nanti saya akan berikan salep untuk luka bakar "

Kata dokter berkata dengan tenang kepada Bina

" Terimakasih dokter!

Dokter hanya tersenyum dan meninggalkan Bina. Binapun mengikuti langkah sang dokter dibelakangnya

" Apakah sudah selesai? "

Tanya Biru ketika melihat Bina keluar dari ruangan

" Iya pak, sudah "

" Ya sudah, ayo pergi dari sini, aku akan mengantarmu pulang. Aku harus kembali ke kantor " Bi berkata sambil berjalan keluar dari rumah sakit

" Kenapa bapak baik terhadap saya? "

Bina menatap Bi dengan wajah yang terlihat penasaran

" Karena aku kesal sendiri melihatmu diam saja ditindas oleh saudaramu itu. Apa kamu tidak ingin memberinya pelajaran? "

Suara Bi masih terdengar tenang namun dimatanya terlihat kemarahan

" Saya tidak berani pak. Mereka terlalu baik pada saya. Hanya saja mereka berubah setelah Hardi mendekati saya. Clarisa selalu mengarang cerita untuk menjatuhkan saya "

" Kamu tidak perlu menjelaskannya padaku. Aku sama sekali tidak berniat menolongmu atau tertarik dengan masalahmu! "

Biru bersikap dingin padanya tapi Bina menganggap itu sebagai perhatian dari Biru, diapun mulai tersenyum sendiri.

Setelah beberapa lama mereka tiba ditempat kos Bina

" Terimakasih pak telah menolong saya "

Dia berkata dengan lembut tapi Bi hanya berkata " Hmn,, " sebagai respon. Bi lalu melanju lagi meninggalkan Bina yang terpesona oleh perhatian Biru

Bi tidak kembali ke Taeson Elektronik, tapi dia datang ke kantor utamanya. dan langsung menuju ruangan Alex. Semua mata tertuju pada Biru yang sudah lama tidak datang ke kantor ini

" *Sudah lama aku tidak melihat wajah tampan pak Biru. Akhirnya aku melihatnya lagi "

" Iya. Pak Bi akhirnya datang lagi ke kantor ini. Ach sungguh hari yang indah* "

Bi tidak menghiraukan pembicaraan bawahannya tersebut. Dia tetap saja berjalan menuju ruangan Alex. Yang ternyata disana sedang ada Emili yang raoat bersama Alex.

Betapa terkejutnya Biru ketika melihat Emili.

" Bagaimana dia berada disini? "

Senyum nan indah terukir di wajah dingin Biru

Dia berjalan dan mendekati mereka

" Sepertinya sedang ada tamu? Maaf, apa aku mengganggu? "

Alex terkejut mendengar suara Bi yang tiba - tiba ada disana

" Hai Bi. Ini Emili kita memiliki kontrak kerja sama dengannya! "

Alex berdiri dan memperkenalkan Emili

Emili berbalik dan menoleh

" Kamu?! "

Emili terkejut saat menoleh kepada Biru

" Bagaimana kamu bisa ada disini? "

Sambungnya lagi dengan senyum di wajahnya

" Kebetulan aku mengenal Alex, dan mampir kemari " Biru menjawab dengan lembut

" Hei, bagaimana bisa wajah yang biasanya kaku ini telihat begitu lembut "

Alex terkejut melihat Biru yang bersikap hangat pada Emili

" Bos apa kamu akan kembali memegang perusahaan ini? "

Sontak Biru memberikan tatapan tajam padanya

" Kamu bekerja disini juga? "

Tanya Emili pada Biru

" Hei apa maksudmu? Aku ini kan hanya bekerja di perusahaan kecil saja, kamu kan yang mengelola ini! "

Biru berkata dengan lembut tapi tatapan matanya yang menyeramkan mengarah pada Alex

" Benar - benar, ku kira kamu akan pindah untuk bekerja disini! "

Alex dengan gugup mengatakannya. Keringat dinginnya mulai bercucuran

" Huh, habislah aku. Apa yang direncanakan gunung es ini? Apa dia sedang berpura - pura dihadapan Emili? Sudahlah! "

Sedangkan Bi berkata dalam hatinya

" Aku tahu Emili lebih suka kesederhanaan. Aku ingin mengenal dia lebih jauh dulu. Aku tidak ingin dia merasa canggung atau terbebani karena status yang ku miliki "

" Emili, apa kamu masih memiliki urusan disini? Bagaimana kalau kita keluar untuk jalan - jalan? "

Bi bertanya dengan lembut

" Hmn, baiklah, urusanku juga telah selesai disini " Emili menjawab dengan senyum di wajahnya, kemudian berbalik menatap Alex " Pak Alex, saya permisi dulu!

Masalah selanjutnya akan kita bicarakan secara langsung ketika pak direktur sudah kembali "

Alex mengerutkan keningnya seraya berpikir

" Kedua orang ini,, Bagimana mereka bisa bersikap hangat satu sama lain, Sedangkan padaku mereka begitu kaku "

Hingga Alex berkata dengan cepat

" Baiklah - baiklah, akan kita bahas lagi nanti "

Emili dan Biru meninggalkan ruangan Alex

" Kita mau pergi kemana? "

Tanya Emili sambil menoleh kepada Biru yang berada disebelahnya

" Hmn,,, Bagaimana kalau kita ke mall dekat sini saja? "Biru berkata dengan tenang, dan Emili mengangguk sambil tersenyum dia juga sedkit melamun saat menatap Biru " Entah kenapa, aku merasa nyaman saat berada disebelahnya. Aku sama sekali tidak ingin menunjukkan sikap dinginku terhadapnya! "

" Dimana kamu memarkirkan mobilmu? "

Pertanyaan Biru membuatnya tersadar dari lamunannya

" Ah,,, disebelah sana "

Mereka berjalan menuju mobil dan berkendara menuju mall terdekat, dengan Biru yang mengendarai mobil

Emili terus memandangi Biru yang sedang mengemudi

" Seandainya dia menyukaiku, akan ku lakukan apapun untuknya agar dia tetap berada disampingku!

1
Yunaidah Samsung
Kecewa
Yunaidah Samsung
Buruk
Zuny Achmad
terlalu bodoh terlalu polos leo kmu itu ihhh greget q nya
Zuny Achmad
akhirnya dnger kbar juga dri nenek gadis tpi kakek buyut pasti udh pada ninggal ya kak
Atiah arini
good suka
Harni Suleman
Kecewa
Harni Suleman
Buruk
aphrodite
para kary tidak punya attitude..masa bergunjing didepan muka boss
aphrodite
percuma menyesal juga kamu membunuh orang yg meyelamatkanmu dari jalanan dasar gila..bunuh diri sana sebagai rasa bersalahmu
aphrodite
iya terlalu mudah
aphrodite
atuh kamu turun tangan Bi kan itu perusahaan kamu juga..jangan apa apa Ji..bantulah sodaramu
aphrodite
loba nanya ..kirimkan!!!..sudah tau lagi buat permainan..kenapa Vio Leo jadi terkesan bego sih
aphrodite
Ji gadis cerdas...kamu Leo kamu pernah jadi assisten harusnya kamu lebih bisa mengenal karakter orang dan lebih sigap..bukan cuma diam terima nasib atau nunggu pertolongan..kamu sendiri harus punya tindakan
aphrodite
egois kalo begitu tidak kasian sama Vio
aphrodite
kalo kamu mencurigai pamanmu harusnya kamu mulai dg menyelidiki Pamanmu..sewa detektif..kirim orang untuk menjadi mata2..pamanmu saja memata mataimu masa kamu engga..pasang alat penyadap ..seperti yg dilakukan Vio
aphrodite
pasti bogoh nya..siapa sih yg tidak terpesona sama Ed..Laura aja sampe gila..Kalina sampe melakukan tanding untuk menyingkirkan Ji
aphrodite
sedih ih😭😭
aphrodite
nya kerja nu bener atuh hayang kaya meunang maling..aneh aneh bae jama teh
aphrodite
otw jadi gembel sokoorr..tapi kasian Bapaknya dia yg lelah berjuang dihancurkan anaknya sendiri
aphrodite
ngapain dimaafin..udah paling bagus gak angkat telp dia..mau main apalagi sih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!