Wanita cantik dan pintar berprofesi sebagai dokter berusia 25 tahun. Terpaksa menikah dengan seorang presdir terkaya di negaranya.
Seorang pria tampan dan kaya raya tapi begitu sombong dan kasar berusia 30 tahun.
"Saya muak dengan wajahmu, jangan coba-coba muncul dihadapanku."
" GLENN VICTOR JANUAR"
"Jika itu maumu, tolong lepaskan saya." Saya berhak mendapatkan kebahagian.
"JASLINE ALEXSANDRA"
#SEASON 2#
Pria tinggi dan tampan berusia 25 tahun baru saja mengantikan posisi sang Daddy sebagai CEO di perusahaan terkenal dan terbesar yaitu "JANUAR GRUP"
"Kau harus membayar atas perbuatan kejimu! kau menghancurkan harapanku! aku sangat membencimu! aku sangat membencimu"
"SKY FIDELL JANUAR"
Wanita cantik dan manis berusia 24 tahun. Dia adalah wanita kurang beruntung dimasa kecilnya, bahkan sampai saat ini masalah selalu membuntutinya. Kesalahan yang menerpanya telah mencoreng namanya, sehingga dia mempertanggungjawabkan. Dia pasrah seak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanzhuella annoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 29
🍁🍁🍁
Masih di gedung
"Kak kenapa Dokter Jas sangat lama kembali?" tanya Via.
"Iya ini sudah cukup lama dia ke toilet" sahut Aldi.
"Apa ada masalah?" khawatir Via.
"Biar ku telepon dia" Aldi langsung menghubungi Jasline tapi tak diangkat.
Tidak lama ada pesan wa dari Jasline.
Kak, maaf Jas duluan pulang karena Vino tadi menelpon ku supaya Jas cepat pulang. Maaf karena Jas tak pamit secara langsung. Tolong antarkan Via pulang karena sudah malam.
Begitulah bunyi pesan yang dikirim Jasline kepada Aldi, supaya mereka tidak khawatir.
Ya mereka sudah mengetahui jika Jasline punya anak angkat karena Jasline sudah cerita.
🍁🍁🍁
Kembali kekamar gedung
"Ayo kita pulang ini sudah larut malam" ujar Glenn.
Jasline tetap duduk dan engan beranjak karena tidak mungkin dia keluar gedung dengan seorang Glenn, apalagi pulang bersama-sama dalam satu mobil.
"Kau akan tetap disini?" sinis Glenn melihat istrinya tak beranjak dari tempat duduknya.
"Tidak mungkin bukan kita keluar gedung dan pulang sama-sama? supir saya sudah menunggu di bawah" sahutnya.
"Cris siapkan mobil! kau pulanglah sendiri, aku akan pulang dengan istri ku" ucapnya tak sadar.
Jasline kaget tak percaya jika Glenn mengatakan nama istri ku.
"*Apa? kenapa bisa ditutup? kaget Glenn.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
"Baiklah" dia menutup ponselnya*.
"Kita tidak bisa pulang malam ini karena jalur kearah rumah ditutup paksa oleh polisi" jelasnya pada Jasline.
"Kok bisa?" tanyanya.
"Jika ingin lebih jelas dan percaya nyalakan televisi" ujarnya.
Merekapun menyalakan televisi dan menonton berita ada penutupan akses jalan x dikarenakan beberapa tiang listrik tumbang melintang ditengah jalan, diakibatkan hujan deras dan angin kencang.
Sudah dua jam hujan masih turun sangat lebat dan angin kencang.
"Apa kau lapar?" tanyanya.
"Tidak tadi sudah makan dipesta" sahutnya.
"Bagaimana dengan Vino?" khawatir Jasline.
"Telpon saja dan kasi tau" sahutnya.
Jasline langsung menghubungi Vino tapi sudah berulang-ulang tak ada jawaban.
"Mungkin Vino sudah tidur" gumamnya sendiri.
Akhirnya dia mengirim pesan pada Vino.
Mata Jasline melirik kearah Glenn yang merangkak naik keranjang dan merebahkan tubuhnya. Glenn merasa cukup lelah dan mengantuk.
"Gantilah baju mu! dilemari ada beberapa pakaian ku" gumamnya disela-sela kantuknya.
Jasline masih diam dan tak beranjak, dia binggung tidur satu kamar dengan orang asing dan dibencinya. Tapi anehnya dimulut berkata benci dan ingin pergi, tapi tubuhnya menolak dengan kata hatinya. Apa ini pengaruh hormon kehamilannya?
Diapun beranjak dan membuka lemari pakaian suaminya dan memilih pakaian mana yang muat. Semua yang bergantung baju kemeja besar dan celana kerja suaminya. Diapun memilih kemeja warna putih.
"Aduh sangat besar tapi pendek" dia berkata sendiri didalam kamar mandi.
"Tak apalah daripada aku pakai gaunku untuk tidur, lagipula dia sudah tidur tak mungkin dia melihat. Nanti kututupi dengan selimut."
Jasline keluar kamar mandi dengan mengendap pelan-pelan seperti seorang pencuri, dia tidak mau suaminya terbangun.
"Apa yang kau lakukan?" suara bariton Glenn mengkagetkannya.
Jasline berhenti melangkah kearah sofa, niatnya akan tidur disofa.
Sedangkan Glenn sedari Jasline keluar dari kamar mandi dia sudah terbangun dan melihat istrinya berjalan mengendap-endap.
Jleb....Glenn menelan ludahnya melihat istrinya memakai baju yang kebesaran, begitu seksi dimatanya.
"Kau mau kemana? tidurlah disini?" ujarnya menepuk kasur.
"Saya di sofa saja" tolaknya.
"Terserahmu bentar lagi akan pemadaman lampu" Glenn pun memejam matanya kembali.
Tak berapa lama lampu benar-benar mati. Jasline kaget dan merasa takut karena sangat gelap ruangan itu karena sedikitpun tak ada cahaya yang masuk.
Jasline meringkuk duduk diatas sofa dan terisak menangis. Glenn menyadari jika istrinya ketakutan dan menangis. Diapun beranjak bangun dan menyalakan senter ponselnya, dia menghampiri istrinya.
"Kenapa menangis? kemana keberanian mu? ledeknya.
"A-aku fobia dengan kegelapan" sahutnya bergetar.
"Bangunlah tidur dikasur dengan ku! aku tak akan berbuat macam-macam tapi hanya satu macam." Godanya.
Jasline menurut karena dia benar-benar ketakutan. Mereka membaringkan tubuhnya, guling menjadi pembatas diantara mereka.
Tidak lama senter ponsel milik Glenn mati. Jasline meringsut mendekat suaminya.
"Kenapa mati?" ucapnya ketakutan.
"Ponselku lobet! mana ponselmu?" sahutnya.
"Didalam tasku, ambillah" ucapnya.
Glenn mengambil tas istrinya yang berada dinakas dekat pembaringannya, dan segera meraihnya.
"Ah sial ponselmu juga mati" ujar kesalnya.
"Aku tidak bisa bernafas dengan ruang gelap seperti ini" keluhnya.
Glenn mendekati istrinya dan memberi ketenangan.
"Tidurlah ada aku disini"
Tanpa sadar karena saking takutnya Jasline memeluk suaminya erat. Glenn kaget dengan semua itu. Diapun membalas pelukan istrinya dan membelai-belai rambutnya.
"Tidurlah" titahnya
Glenn memberikan tangannya buat bantal kepala istrtinya. Lama-kelamaan Jasline tertidur pulas.
"Seandainya kamu masih ada disini! maafkan aku sudah terlalu kejam" gumamnya pelan sembari menyentuh perut rata istrinya.
Akhirnya mereka terlelap dalam mimpi indah.
Bersambung.....
🌷🌷🌷
Jangan lupa like dan comenya