Mereka bilang hal yang paling membahagiakan adalah ketika bertemu dengan takdir yang dinamakan 'Mate'. Tapi bagiku satu kata itu adalah sebuah kesialan yang tiada akhir.
Dua pengkhianatan sudah cukup untuk membakar sesuatu di relung hatiku yang dinamakan Cinta dan ku pastikan pada takdir bahwa tidak akan ada lagi Mate ketiga, keempat ataupun seterusnya.
Namun Moon Goddess memberikan lelucon lain dalam hidupku. Dia mempertemukan ku dengan seseorang yang mana hanya dengan tatapan matanya mampu membuatku diam tak berkutik, meski otakku berkata tidak namun hati ku tak bisa menyangkalnya.
Dia adalah tadir ku. Dan ku pastikan ini akan menjadi yang terakhir kalinya. Takkan ada lagi takdir yang lain.
"I AM A WOLF. AND SHE IS MY MOON."
_____________
jangan lupa klik like dan vote ya ❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon masayupuspa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 29 - Sammuel's Liberation
Seorang wanita berusia senja namun hal itu tak menutupi paras nya yang rupawan memasuki aula utama kastil milik penguasa kaum berdarah dingin yang kita kenal sebagai Vampire tersebut. Tampilannya begitu sederhana namun terkesan elegan rambutnya disanggul dengan rapih menunjukan kewibawaannya.
Wanita itu menunduk hormat pada ketiga penguasa yang jarang sekali terlihat duduk bersama di takhta mereka seperti ini. Terutama Amelia Windsor, wanita itu hampir tak pernah menginjakkan kaki di tempat ini hal itu karena wilayah yang ia kuasai berada di daerah yang keseluruhannya ditutupi oleh salju putih yang tebal.
Penyihir wanita itu menyunggingkan senyumnya merasa takjub dengan pemandangan di depannya ini. Sebuah kehormatan baginya untuk bisa berdiri di ruangan ini di hadapan ketiga penguasa ini.
"Irina! senang bertemu denganmu lagi." Ucap Sammuel. Ia tentu mengenal wanita paruh baya itu. Irina lah yang berperan untuk menyegel jiwa kedua Alona.
"Kukira kau ingin merahasiakan ini dari mereka berdua tuanku… apakah kau berubah fikiran?” Sammuel mengeluarkan suara terbatuk nya pelan seakan mencoba menutupi kalimat yang diucapkan Irina, meski begitu Ludwick tidak bodoh ia jelas tahu mengenai keberadaan Alona hanya saja berpura pura seakan ia tak mengetahuinya. Sebuah kesalahan yang ia lakukan di masa lalu sudah cukup menodai integritas mereka sebagai penguasa jika dua puluh lima tahun lalu Ludwick membeberkan kesalahan Sammuel di hadapan semuanya hal itu akan nampak seolah mereka telah melemparkan kotoran ke wajah satu sama lain.
Bahkan pertemuan ini sebuah rahasia, Ludwick membungkam semua penghuni kastil nya mengenai kedatangan Sammuel, terutama memanggil seorang penyihir yang sudah lama bersembunyi di bawah pengawasan Ludwick.
"Ludwick menceritakan semua yang ia ketahui, dan aku juga sudah mengatakan segalanya dengan jujur pada mereka Irina, dan ya Alona sudah bertemu dengan pasangnya dia seorang Alpha di kawanannya, Golden Pack. Aku tidak yakin tapi bisakah kau memperkuat segelnya?" Tanya Sammuel.
"Well.. Golden Pack… Alona cukup beruntung berjodoh dengan keturunan Marcus. Menjadi pasangan seorang Werewolf adalah sebuah ikatan yang istimewa tuanku.” Penyihir tersebut tersenyum mendengar penjelasan Sammuel sungguh sebuah takdir yang unik batinnya.
“Jika kau ingin aku menyegel sosok itu kembali maka jawabannya adalah itu mustahil, segel yang kuberikan adalah segel paling kuat yang pernah ada dan jika segelnya melemah atau hancur tidak ada gunanya menyegelnya kembali dengan cara yang sama. Karena kekuatannya memiliki kesadarannya sendiri dia bukan hanya sekedar kekuatan tapi merupakan sebuah jiwa My Lord, bahkan dulu sudah ku peringatkan pada kalian bahwa segel yang kuberikan tidak akan bertahan lama karena sosok itu terus tumbuh dan mengumpulkan kekuatannya sendiri." Ujarnya.
Sammuel berfikir keras, jika begitu apa mereka harus menerima keadaan ini begitu saja? Tidak adakah cara lain untuk menundukan jiwa kedua itu dan eksistensi jiwa Alona yang sesungguhnya tetap bertahan? Ludwick tertawa getir… ia sudah menduga hal ini bahkan dulu ia tak memiliki pilihan selain menghasut putranya untuk membunuh pasangan jiwanya sendiri. Beruntung anak itu bertemu dengan pasangannya begitu cepat meski akhirnya ia tetap kehilangan putranya karena hal lain.
“Jika begitu, tak ada pilihan selain Alona mengorbankan hidup pasangannya sendiri atau ia akan lenyap dan sosok itu berhasil mengambil alih tubuh Alona bukan?” Raut wajah Sammuel keras, jika itu Alona ia akan memilih untuk mengalah dan membiarkan sosok kejam itu mengambil alih tubuhnya atau membunuh dirinya sendiri dan membiarkan Ethan hidup.
“Sammuel. Kau tahu sosok kedua itu tak bisa dikendalikan… dia liar dan buas kita tahu benar bagaimana dan seperti apa putra Ludwick dulu. Jika hal yang tidak kita inginkan itu terjadi aku tahu Ludwick terpaksa untuk turun tangan dan melenyapkan anak itu.” Tegas Amelia. Di samping Sammuel berdiri Eleanor dengan raut wajah cemas nya. Jika Amelia berkata demikian maka itu tak lain berartikan sebuah hukuman bagi mereka. Jelas sekali seluruh anggota Klan nya akan menghadapi akhir yang takkan mereka duga tersebut. Ludwick tersenyum mendengar ucapan Amelia ia seakan menyetujui opini saudari nya tersebut.
"Kau bilang pasangannya adalah seorang werewolf tuanku? dan lagi dia adalah Alpha. Mungkin ada acara untuk melenyapkan jiwa kedua itu dan Jiwa Alona akan aman untuk selamanya. Tapi aku tidak yakin akankah ini bisa karena ini hanya sebuah solusi yang didasari oleh pemikiran ku sendiri dengan kata lain ini hanya tebakkan ku saja.” Irina melipat tangannya di dada dengan satu tangannya menopang dagunya mengusapnya pelan seakan ia tengah berfikir keras, ditengah percakapan tegang para Lord ia ternyata memikirkan sesuatu yang lain sedari tadi. Mendengar ucapan Irina ketiga penguasa itu sontak terperanjat kaget, Ludwick dan Amelia menatap Irina dengan raut wajah penuh rasa penasaran ‘Bagaimana mungkin ada cara lain!?’ batin Ludwick.
“Ya! Dia benar seorang werewolf… seorang Alpha! Katakana bagaimana caranya untuk menyelamatkan jiwa Alona dari jiwa lain itu Irina!?” Elle begitu antusias bertanya mengabaikan kenyataan bahwa tindakannya adalah tidak sopan di depan ketiga penguasa tersebut meski ia merupakan pasangan dari Sammuel sekalipun.
“Apa ia sudah menandai anak itu?" Tanya Irina lagi seraya tersenyum penuh arti dan Samm tidaklah bodoh ia mengerti arah pembicaraan ini. Ia segera berdiri dari tahtanya menatap Ludwick lalu tersenyum miring seakan memberi sebuah isyarat pada Ludwick. Dan Ludwick memutar bola matanya jengah ia jelas bisa membaca apa yang ada di fikiran Sammuel saat ini hanya dari raut wajah menjengkelkan itu.
"Jangan menatapku seperti itu! Selesaikan semua kekacauan itu sendiri. Lagi pula kau seorang Penguasa sama seperti kami. Amelia dan aku tak harus turun tangan membenahi kekacauan karena keegoisan mu.” Ucap Ludwick seraya menopang dagu acuh. Sammuel sudah menceritakan semuanya mengenai pergerakan para penyihir gelap namun Ludwick tidak ingin turun tangan, Sammuel belum mendapatkan hukuman dari pengakuan dosanya pada Ludwick dan inilah hukumannya.
"Well... Jika aku berhasil mengalahkan musuh maka berhentilah marah padaku dan ampuni Ian. Juga biarkan anak itu hidup secara teknis jika Alona di tandai oleh pasangannya kau tak berhak lagi atas nyawanya.” Ludwick menatap Sammuel dengan ketus sedangkan Amelia hanya tersenyum melihat perdebatan di antara keduanya.
“Putra mu sungguh memiliki takdir yang baik Sammuel dan aku benar-benar membencinya camkan itu. Sekarang pergilah! Irina akan membantumu berteleportasi kurasa kau harus cepat kembali ke Klan mu.” Ludwick kemudian berdiri dari kursinya dan dalam hitungan detik ia telah melesat pergi dari ruangan tersebut. Amelia hendak menyusul Ludwick dan meninggalkan ruangan namun sebelum itu ia sempat mengucapkan satu kalimat pada Sammuel.
“Kau dibebaskan dari pengasingan mu dan kuharap kau sering mengunjungi kami seperti ini.” Sammuel hanya tersenyum menanggapi perkataan Amelia sebelum akhirnya Amelia melesat pergi meninggalkan ruangan tersebut yang akan segera di susul oleh kepergian Sammuel berikutnya.
...TBC...
mohon kelanjutan ceritanya
thank you 🥰
orang aja lagi perang gitu 😁🤣
ceritanya bagus thor.. plot nya jg menarik.. gak bertele2..
cm tanda sambung dalam kalimat aja thor yg perlu di perbaiki peletakan koma (,)dan typo sedikit.. msh wajar..
semangat terus berkarya thor..
thanks for your lovely novel..
alur crita tidak membosnkan.
aq maraton bacax..
#I'm A Special Girl