Tak pernah terbersit difikiran Adell jika dia akan memiliki Boss berkelakuan minus, yang membuatnya harus terus mengusap dada.
Namun tak pernah sedikitpun ia menyerah, sampai suatu saat Boss minusnya itu mengajaknya menikah dan melamarnya tanpa persetujuan darinya.
Hati adell masih terpaut akan kisah masa lalu yang membuat nya patah hati.
Adell mencintai sahabat nya Daffa, namun cinta nya bertepuk sebelah tangan, Daffa tak pernah mencintai nya sedikitpun.
Berbekal tekad untuk move on dari yang membuatnya patah hati, Adell menerima lamaran sang Boss dengan syarat pernikahan ini hanya kontrak hitam diatas putih.
Disaat Adell mulai terbuka hatinya untuk menerima cinta kembali.
Cinta masa lalu datang kembali
membawanya pergi, menggoyahkan perasaan dan hubungannya.
Akankah Adell bertahan dengan pernikahannya ??
Atau Adell akan kembali meraih cinta dimasa lalu nya yang ia mimpikan ??
semua takdir berada ditangannya, semoga takdir apapun itu, menjadi yang terbaik untuk Adell.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rainbowdash, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 29
Tok tok ..
Suara ketika pintu ditempat ruangan erland bekerja.
"Masuk," Titahnya.
Terdengar suara langkah kaki,namun seperti memakai hak tinggi, Erland melihat sejenak,tak mungkin kalau itu Adell.
Matanya menajam setelah melihat siapa yang datang,orang yang dulu membuat nya sedingin es.
Erland menatap dingin,namun tidak wanita itu,ia justru mendekati Erland.
"Hai El, apa kabar ??" Tanya nya.
"Ada apa kamu kesini ??" Tanya Erland dingin.
"Erland, kenapa kamu masih dingin padaku ??"
Emosinya mulai memuncak " Aku bertanya kenapa kamu ada sini ??!!" Bentaknya.
Namun wanita itu tak sedikitpun bergeming dengan bentakan Erland,ia malah semakin menantang mendekati Erland.
"Erland,aku mau kembali padamu,"Ucapnya.
Erland tersenyum kecut " Hah,, karina !! Kau itu sudah gila !! Aku juga tak menginginkan mu lagi,jadi untuk apa kau disini, pergilah !" Usir Erland pada Karina.
Karina adalah mantan pacar Erland dulu, ada satu cerita dimana dirinya pernah bersama dengan Erland,namun Karina dengan sepihak meninggalkan Erland dan pergi dengan pria lain.
"Tak usah begitu Erland, aku tahu kamu masih mencintaiku,jauh dalam lubuk hatimu, kamu masih menginginkan ku bukan ?" Dengan bangga karina mengucapkan itu.
"Aku bilang keluar !!"
Karina semakin menjadi, dirinya malah memeluk Erland saat itu.
Dan tiba tiba pintunya terbuka,parahnya Adell melihat pemandangan itu.
Pemandangan yang sebenarnya tak ingin ia lihat.
"Maaf," Segera adell menutup kembali pintu itu.
Adell berjalan dengan cepat,bukan ke tempat kerjanya,melainkan ke toilet.
Ia menaruh dahulu file yang ia bawa.
Adell masih teringat kejadian tadi,siapa wanita tadi?? Mengapa Erland memeluknya ?? Dalam hatinya ia ingin melupakannya,namun semakin ia melupakan semakin hatinya terasa perih,apa ini yang cemburu ?? Adell tak bisa menerka apa yang ia rasa saat ini.
Namun air mata mengatakan kalau ini adalah rasa cemburunya, ia menangis, apakah Adell harus kehilangan kembali orang yang ia cintai untuk kedua kalinya ??? Apa ia tak pantas mendapat cinta dari satu orang ? Hatinya berkecamuk tak tertahankan,namun segera ia menghapus air matanya,ia tak ingin ada orang yang tahu,apalagi para karyawan kantor ini.
Adell segera meninggalkan toilet dan kembali bekerja.
"Lho dell kamu dari mana ?"Tanya Mia.
"O oh.. aku dari toilet dulu tadi," Adell mencoba berbohong.
"Kok file nya dibawa lagi ??" Mia bertanya seperti menyelidik.
"Ee..itu.. bos ada tamu,"
"Ohh.."
Adell menyembunyikan nya dari Mia.
Sementara ditempat Erland, ia mendorong Karina kasar saat Adell melihat kejadian tadi.
Erland harus segera menjelaskan nya pada Adell sebelum semakin rumit.
"Karina !!! Kamu pergi saat ini,atau aku panggil security?!!!" Erland tak dapat lagi menahan emosinya.
Karina pun pergi meninggalkan Erland dan kantornya.
Ia tersenyum sinis saat ini, entah apa yang karina pikirkan sekarang.
Erland segera menelpon Mia,untuk menyuruh Adell datang.
Tak lama adell pun datang membawa file tadi.
Erland menatap nya, melihat apakah adell merasa kesal atau marah ?? Tapi Adell hanya memalingkan bola matanya,ia tak menatap Erland.
"E.. dell," Erland juga gugup untuk menjelaskan nya pada Adell.
"E.. maaf, saya harus cepat, ada banyak pekerjaan, permisi,"Ucap Adell cepat dan berjalan meninggalkan Erland.
Erland tak dapat berkata apapun saat ini, memang saat ini terlalu banyak pekerjaan,mungkin lain kali ia akan memberitahu Adell.
Sampai jam kerja usai, Adell tak juga menampakkan wajahnya.
Sampai ia muncul dari arah pantry.
"Ayo dell kita pulang,"Ajak Erland.
Adell hanya mengangguk, dalam perjalanan mobil pun Adell tak berceloteh apapun, ia lebih banyak diam, Erland jadi ragu untuk bertanya.
Sesampainya diapartemen, Adell langsung masuk kamar dan pergi mandi,tanpa mengeluarkan sepatah katapun pada Erland.
Terkesan menghindari Erland.
_
Sampai saat Adell tengah berada dibalkon Erland menghampirinya.
"Dell,mas.."
Belum juga Erland bertanya,namun Adell sudah akan meninggalkannya.
"Maaf mas,Aku.. " Erland menarik tangan tangan Adell.
Adell membelakangi Erland saat ini.
"Mas,gak tahu kamu kenapa,mas tahu kamu marah, tapi tolong dengarkan mas dulu," Ucap Erland.
"Marah ?? Aku ga marah kok mas,kenapa aku harus marah ??"Elak Adell.
Erland memberikan pertanyaan bertubi tubi pada Adell."Lalu ? Kenapa kamu begini ?? Apa ada hal lain yang bikin kamu marah ?? Kenapa kamu menghindar dari mas ?"
Adell menggeleng.
"Tolong dell,jangan begini,mas gak bisa kamu begini," Pinta Erland.
Adell terdiam sejenak, "Mas,kalau mas punya pacar diluar, aku ga apa apa ko, kalau mas mau ninggalin aku dan mas pergi sama pacar mas,aku juga gak apa apa mas, maaf kalau gara² aku hubungan mas sama pacar mas jadi rusak,Aku minta maaf," Ucap adell membuat Erland tak mengerti.
"Apa maksudmu dell ??"
Adell berkata dengan sedikit terisak."Aku tahu pernikahan ini hanya sebuah nama, hanya untuk menyelesaikan masalah saja, tapi selama ini aku menganggap serius pernikahan ini, aku mencoba menerima,dan akhirnya aku pun menerima dengan ikhlas, tapi kalaupun itu tak akan terjadi aku rela, aku rela kehilangan orang yang aku sayang untuk kedua kalinya, Aku rela melepaskan mas,untuk orang yang kamu cintai mas," Ucap Adell panjang lebar,smbil terisak.
Erland terdiam mendengar perkataan nya, Erland mengerti yang dimaksud Adell adalah Karina,tapi Karina hanyalah masa lalu,dan masa depan nya saat ini adalah Adell.
Erland mendekati Adell "aku tak akan melepaskan atau meniggalkan mu dell, lihat mas dell," Erland membalikkan tubuh Adell untuk menghadapnya.
Adell tertunduk,air matanya terus mengalir,walau tak ada suara tangisan yang terdengar.
Erland menyentuh dagu adell mengangkatnya agar adell menatap matanya.
"Adell, siapa yang akan meninggalkan siapa ?? Itu tak akan pernah terjadi, mas tak akan pernah sekalipun melepaskan kamu, katakan apa kamu mencintai mas saat ini?? Jujur dell" Tanya Erland lekat.
Adell tak langsung menjawab,ia terdiam sejenak sampai ia menganggukan kepalanya.
Erland mearik nafasnya dan tersenyum,ia menatap Adell lekat², ia menundukkan kepalanya dan mulai mendekati wajah Adell, di ciumnya lembut bibir Adell,ciuman yang amat lembut tanpa nafsu,tak lama Erland memeluknya dengan sangat erat,ia tahu ternyata perasaannya tak bertepuk sebelah tangan.
"Itulah yang mas rasakan saat ini juga Dell, mas menyayangimu,menyayangimu sepenuhnya,dan juga mencintai mu" Lanjut Erland.
Adell sedikit tak percaya dengan apa yang ia dengar dan ia rasakan, ciuman pertama yang ia rasakan,namun saat ini ia bahagia,ternyata cintanya tak lagi separuh tangan.
Adell membalas pelukan Erland erat,air matanya terus bercucuran,bukan karena sedih namun bahagia.
"Nanti akan mas jelaskan siapa perempuan tadi,"Ucap Erland.
"Janji ??"
"Janji,sayang..."
Erland memeluknya sangat erat, berkali² menciumi ujung kepalanya.
" Jadi ceritanya kamu cemburu ??" Goda Erland.
"Gak tuh,"
"Bohong banget,"
"Kalau iya kenapa ??"
Erland terkekeh "Ga apa²,mas seneng,tandanya kamu sayang sama mas," Ucap Erland bangga.
Mereka tertawa bahagia.
Adell merasa lega, rasa cemburu nya hampir saja merusak hubungannya,jika saja Adell tak berkata yang sebenarnya tentang perasaannya.
mksih😘