NovelToon NovelToon
Pernikahan Karena Dendam

Pernikahan Karena Dendam

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Obsesi / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: Zinnia Azalea

"Aku harus menikahi Maura dan membalaskan dendamku kepadanya," Dave mengepalkan tangannya geram setelah ia dinyatakan bebas dari jerat hukum yang menderanya.

Beberapa waktu lalu, dalam keadaan mabuk, Dave menabrak seorang pemuda dan meninggalkannya terkapar seorang diri.

Leo adalah ayah dari Maura yang juga seorang jaksa yang menyelidiki kasus tabrak lari Dave. Leo menyuruh Maura untuk mendekati Dave dan mendapatkan barang bukti agar Dave bisa dijebloskan ke jeruji besi.

"Aku akan menceritakan semua rahasiaku kepadamu, tetapi dua hari lagi kita harus bertunangan," ucap Dave yang sudah tergila gila pada Maura. Tanpa ia sadari, Maura merekam semua ucapannya.

Bagaimanakah kisah cinta antara Dave dan Maura Sanggupkah Dave balas dendam kepada wanita yang masih ia cintai?

Cover Source : Pinterest.

Setting tempat : Paris, Perancis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zinnia Azalea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bergerak Lebih Cepat

Jaksa Leo tampak menunggu Maura pulang, ia melihat jam dinding sudah jam delapan malam tapi Maura dan Dave belum datang juga.

"Maura belum pulang juga?" keluh Jaksa Leo pada istrinya yang sedang asyik menonton TV.

"Tenang saja, sayang! Dave pasti membawa Maura pulang. Dia pria baik!" Sophie menenangkan suaminya

Saat mendengar suara mobil, Jaksa Leo segera membuka tirai jendela. Ia melihat Maura diantarkan oleh Dave. Ia dan istrinya bergegas membuka pintu.

"Paman, bibi? Mohon maaf saya terlambat mengantarkan Maura!" Dave membuka percakapan.

"Tidak apa-apa, Nak. Lagi pula hanya telat 5 menit," Sophie tersenyum ramah.

"Masuklah dulu!" Tawar Jaksa Leo dengan senyumnya yang berwibawa.

"Terimakasih, paman. Tetapi saya harus segera pulang. Sudah malam," Dave menolak dengan halus.

"Dave, terima kasih ya untuk hari ini? Aku senang sekali!" Tutur Maura sembari tersenyum semanis mungkin.

"Justru aku yang terimakasih, kau sudah menemaniku. Kalau begitu paman, bibi saya pamit dulu!" Dave berpamitan dengan gayanya yang sangat sopan

"Hati-hati di jalan!" ucap Jaksa Leo dan Sophie

Dave segera menaiki mobil M*ybach kesayangannya itu, ia segera melajukan mobilnya meninggalkan perumahan Montmortre.

Sepeninggal Dave, Jaksa Leo memperhatikan puterinya. Ia menerka-nerka bagaimana perasaan Maura kepada pria itu. Di hati kecilnya Jaksa Leo sangat takut Maura akan terbawa perasaan kepada pemuda itu. Namun ia pun tidak ada jalan lain untuk menyeret Dave ke meja hijau, mengingat tidak ada bukti sama sekali yang Detektif Martin temukan.

"Maura, ayo kita berbicara diruangan kerja Daddy!" Jaksa Leo berjalan mendahului Maura, Maura hanya mengangguk pelan dan mengikuti ayahnya menuju ruang kerjanya. Sophie hanya melihat dengan tatapan penasaran, tapi ia tidak berani untuk bertanya lebih jauh.

"Bagaimana apa sudah ada kemajuan antara kau dan Dave, Nak? Apa kau sudah membuat Dave terbuka kepadamu?" Jaksa Leo mencerca Maura dengan dua pertanyaan sekaligus.

"Belum ada kemajuan Dad, tadi dia mengungkapkan perasaanya padaku. Tapi aku belum menjawab, aku juga belum memancing dia untuk bercerita mengenai insiden yang menimpa Razel," Maura terduduk lesu di sofa yang ada di ruang kerja ayahnya.

"Kau harus lebih berani sedikit, Nak! Buatlah dia nyaman kepadamu! Dan buatlah dia terbuka mengenai apapun kepadamu! Kita tidak bisa menunggu lama. Jika bulan ini belum ada bukti, Pengadilan Paris akan menutup kasus ini. Dan kita tidak akan pernah bisa menyeretnya ke meja hijau," desak Jaksa Leo.

Maura menundukan kepalanya dan menghela nafasnya pelan.

"Baiklah, Dad. Aku akan berusaha lebih keras lagi!"

"Maafkan Daddy, Nak. Daddy tidak ada cara lagi selain cara ini. Walaupun harus melibatkanmu, Daddy tidak bisa membiarkan kejahatan Dave aman-aman saja. Ini negara hukum, dia harus menanggung konsekuensi atas apa yang dia sudah perbuat," Jaksa Leo merapikan rambut Maura kemudian ia memeluk putri kesayangannya itu.

"Tidak apa-apa, Dad. Lagi pula Daddy benar. Dave harus mempertanggung jawabkan apa yang sudah ia lakukan," Maura membalas pelukan ayahnya itu.

 

 

**

 

 

Sore ini Dave baru saja menyelesaikan meeting dengan kolega bisnis ayahnya yang dari kota Piana. Meeting hari ini tidak mengecewakan, sebab saat Dave memberikan presentasinya perusahaan itu nampak tertarik dan setuju untuk memperpanjang kerja sama mereka. Sejak kepemimpinan Dave, perusahaan Abellard Company bertambah maju. Terbukti banyak sekali iklan dan PH beserta agensinya yang ingin bekerja sama dengan perusahaan yang dipimpin oleh Dave.

Abellard Company adalah perusahaan media masa terbesar di Perancis, selain pemilik media, Abellard Company juga menguasai perusahaan penerbangan swasta di negeri mode dunia itu. Tak hanya itu, perusahaannya merambah ke perusahaan makanan instan dan bisnis property. Maka tak heran jika Abellard Company masuk ke nominasi perusahaan paling pesat di Eropa Barat.

Dave merebahkan tubuhnya di sofa ruang kerja miliknya, Sekretaris Keenan seakan mengerti jika tuan mudanya lelah. Ia segera membuka sepatu Dave, dan memberikan bantal di kepalanya.

"Terimakasih, Keen!" Bisik Dave sambil mulai memejamkan matanya.

"Sama-sama, tuan muda. Hari ini anda sudah bekerja keras sekali!"

Terdengar bunyi ponsel milik Dave, Sekretaris Keenan langsung mengambil ponsel yang tergeletak di atas meja, lalu segera memberikannya kepada tuan mudanya.

Saat melihat nama Maura di layar ponselnya, Dave segera bangkit dari posisi rebahannya. Lelahnya hilang dalam sekejap.

"Hallo, Maura? Apa? Kau ingin bertemu denganku? Tentu saja bisa. Aku langsung menjemputmu ya. Aku segera berangkat!" Dave tersenyum sendiri, lalu menutup panggilan ponselnya. Ia segera mengambil jas yang ia simpan di kursi kerjanya.

"Apa perlu saya antarkan, tuan?" Sekretaris Keenan segera bangkit dari duduknya.

"Tidak usah, Keen! Aku akan menyetir sendiri. Aku duluan!" Dave segera berdiri meninggalkan Sekretaris Keenan yang bertanya-tanya dengan keheranan. Dave berjalan dengan bersenandung kecil.

"Tuan muda sudah benar-benar jadi budak cinta nona Maura. Jatuh cinta memang membuat orang menjadi kurang waras*," batin Sekretaris Keenan seraya menggelengkan kepalanya.

Dave segera melajukan mobilnya menuju Perumahan Montmortre, sebelumya ia mampir terlebih dahulu untuk membeli bunga Zinnia kesukaan Maura. Ia membeli dengan bucket yang lumayan besar.

Satpam yang berjaga di gerbang rumah Maura segera membukakan pintu, saat melihat mobil Dave akan memasuki gerbang. Satpam itu sangat tahu pengendara mobil itu adalah teman dekat Nona mudanya.

"Dave, masuklah Nak!" Sapa Sophie k saat membukakan pintu.

"Terimakasih, Bi," Dave tersenyum ramah.

Dave segera mendudukan dirinya di kursi ruang tamu, tangannya masih menenteng bucket bunga. Ia tidak sabar untuk bertemu dengan gadis yang mulai ia cintai itu.

Maura berjalan menuruni tangga, Dave terbelalak saat melihat Maura yang berbeda dari biasanya. Malam ini, Maura memakai gaun berwarna biru muda, memadukan sepatu flat shoes pita dengan warna senada. Rambutnya yang lurus itu malam ini tampak bergelombang di bagian ujung, mungkin dia mengcurly rambutnya dan menghiasnya dengan bando pita. Sementara make up nya seperti khas Maura biasanya, flawless make up dengan lipstik ombre perpaduan warna nude dan pink.

"Kau cantik sekali!" Dave menatap Maura, ia segera berdiri dari duduknya. Tangannya menyerahkan bucket bunga berukuran besar itu.

"Terimakasih, Dave!" Maura mengambil bunga Zinnia itu, dan mencium aromanya.

"Hari ini kita akan pergi kemana?" Dave bertanya dengan bingung, karena saat pulang dari kantor ia mengira akan diam saja di rumah Maura.

"Hari ini kau akan memperkenalkan aku dengan orang tuamu kan? Katanya kau serius padaku?" Maura tersenyum sinis, lalu menatap Dave dengan tatapan menantang. Dave tampak kaget dengan apa yang ia dengar, namun ia segera mengatasi keterjutannya itu.

"Baiklah, aku akan membuktikan keseriusanku. Kalau begitu malam ini aku akan mengenalkanmu pada keluargaku," Dave menangkup pipi Maura lembut.

 

 

 

 

Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment atau vote untuk mendukung author. Terima kasih 🤗

1
Rossida Sity
ingat Dave benci dan cinta itu bedax cm tipis
Yusria Mumba
semoga saja razel cepat sadar,
Yusria Mumba
Hi amiin kenapa ayah membelah anak, ny yang bersalah,
Rawin Usman
kusuka visualnya .....
Valkarin Lv
baru hadir
Vera Desi Mamahit
bukannya tadi dave nginap di rumah ortunya maura.... lah kabar bahagia ini masa ga di kasih tau sm ortunya maura .🤔🤔🤔
Kim Nari
semangat kak
nobita
awal yg menarik... like dan yg pastinya favourite
Dilawatiadnan
semoga endingnya Bagus
Author_Ay: Permisi

yuk baca kak novelku SUAMIKU 5 MILYAR

BERI LIKE, KOMEN DAN VOTE YA

JANGAN BOOM LIKE
total 1 replies
Dilawatiadnan
seru ceritanya TPI klu boleh namanya jgn panjang2
Vita Angriyanti
baru coba baca
dyve
rambut*
dyve
bahkan*
dyve
pada*
Partiah Yake
bagussssssss
TiEn Lee
suka bgt sama alurnya, dari terpaksa menikahi alula sampai mampir disini
Aisyah Wachs
Dalam kasus ini aku tidak suka dengan sikap Papanya Maura yg libatkan anak demi popularitasnya, begitu juga Maura, menikam dari belakang orang yang tulus menyayanginya
Rhenii RA
Biasanya kalau cumlaude dikasi selempang dan bucket bunga juga gak sih?
rizkijr
keren thorrr👍👍👍👍👍👍👍👍
rizkijr
terima kasihhh thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!