Ini kelanjutan cerita Tumbal Cinta Tuan Muda (Season 1 dan 2).
Harap membaca season 1 dan 2 nya dulu.
Karena kesalahpahaman dimasa lalu dan sebuah alasan yang menjadi rahasia Vie, gadis cantik bin somplak itu harus terpisah dari Andra, lelaki yang sebenarnya dia cintai.
Begitu pun dengan Andra, merasa tak pantas mencintai anak majikannya dan sebuah kesalahpahaman, dia memutuskan untuk mengubur rasa cintanya kepada Vie.
Namun apa yang terjadi jika mereka dipertemukan lagi empat tahun kemudian? Saat Vie sudah menjadi kekasih Davin. Akankah Andra memperjuangkan cintanya setelah tahu alasan Vie dan rahasia besar itu terbongkar atau malah merelakannya untuk Davin?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZiOzil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
"Menikahlah denganku! Maka aku akan memaafkan mu." Jawaban Davin membuat Vie tersentak kaget dengan mata yang membulat dan mulut yang ternganga.
Tanpa Vie dan Davin sadari, Andra yang baru saja datang dan hendak masuk ke ruang perawatan Davin mendengar semuanya.
Hati lelaki itu bergemuruh dan jantungnya berdetak tak karuan.
"Tapi Vin ...!"
"Kenapa? Kau tidak mau?"
"Vin, aku mohon jangan seperti ini. Aku tidak bisa." Vie menolak.
"Kalau begitu, pergi dari sini dan jangan menemuiku lagi! Kau memang tidak sungguh-sungguh memohon maaf dari ku." Davin memalingkan wajahnya dan membuat Vie semakin terisak, dia tak menyangka Davin akan menjadi egois begini.
"Vin, aku sungguh-sungguh minta maaf. Tapi aku tak bisa menikah denganmu. Aku mohon mengertilah, aku benar-benar tidak bisa. Maafkan aku ..."
Davin memejamkan matanya dengan kuat, setetes cairan bening jatuh dari sudut matanya. Andra yang mengintip dari celah pintu hanya terpaku melihat keduanya tanpa berniat ikut campur, dia tak ingin membuat suasana semakin kacau.
"Maafkan aku! Tak seharusnya aku egois. Aku hanya tidak rela kehilanganmu." Mendadak sikap Davin berubah. Dia memandang Vie dengan tatapan sendu dan mata yang basah. Vie mengerti emosi Davin yang labil karena penyakit yang dia derita.
"Vin, terkadang ada hal-hal yang kita tidak ingin terjadi tetapi harus kita terima, hal-hal yang kita tidak ingin tahu tetapi harus kita lihat dan dengar. Begitu juga dengan orang-orang yang kita inginkan, tetapi harus kita lepaskan. Ikhlas ... itulah yang harus kita lakukan." Vie menasihati Davin. Kata-katanya membuat Davin dan Andra tertegun.
"Aku tidak bisa tanpamu, Vie. Aku membutuhkanmu di sisiku, di hari-hari terakhirku. Semua ini terlalu berat jika aku melaluinya tanpamu." Suara Davin bergetar, air matanya semakin banyak menetes.
"Vin, aku tidak akan meninggalkanmu, aku akan selalu ada untukmu kapanpun kau membutuhkan aku. Aku akan menemanimu melewati semua ini, aku berjanji." Vie menggenggam tangan Davin.
"Terima kasih, Vie. Maafkan sikapku tadi. Maaf juga karena aku telah kasar kepadamu."
"Tidak apa-apa. Kau pantas marah, aku mengerti kok." Vie tersenyum sambil menggenggam erat tangan Davin, mencoba memberi kekuatan dan ketenangan kepada lelaki itu. Dan Davin mengangkat tangannya lalu menghapus air mata Vie.
Andra yang melihat semua itu benar-benar merasa cemburu. Perhatian dan kecemasan Vie kepada Davin sungguh membuat hatinya panas. Andra mengurungkan niatnya untuk masuk ke ruangan Davin dan berlalu pergi.
Di depan sebuah lift tak jauh dari ruangan Davin, Andra berdiri melamun. Dia mencoba menenangkan hatinya, dia terus memperingatkan dirinya agar tidak egois dan mengerti kondisi Davin. Hanya itu caranya agar dia bisa rela Vie dekat dengan Davin. Tapi tetap saja rasa cemburunya tak bisa dia redam begitu saja dan membuat moodnya jelek hari ini.
***
Beberapa saat kemudian, Vie keluar dari ruangan Davin setelah berpamitan kepada Alvin yang sudah kembali. Vie yang melihat Andra, berjalan mendekati lelaki itu yang kini duduk di salah satu kursi tunggu tak jauh dari ruangan Davin sambil bermain ponsel.
"Sudah lama? Kenapa tidak bilang kalau sudah disini?" Tanya Vie.
"Aku baru saja sampai." Jawab Andra singkat dengan wajah yang datar sembari memasukkan ponselnya ke dalam saku. Vie merasa ada yang aneh dengan sikap Andra.
"Kau kenapa? Sakit ya?" Vie meletakkan punggung tangannya di dahi Andra. "Tidak, kau tidak demam." Vie menarik kembali tangannya. Tapi Andra tak merespon, lelaki tampan itu sedang tak enak hati.
"Yuk, pulang!" Andra beranjak dan berjalan meninggalkan Vie, membuat gadis itu semakin curiga dengan sikapnya.
"Kau kenapa sih? Kenapa sikapmu dingin begitu?" Tanya Vie curiga.
Andra berbalik dan memandang Vie sambil memaksakan senyuman. "Aku tidak apa-apa, aku hanya lapar saja. Yuk, buruan sebelum cacing-cacing di perutku berdemo."
"Aku baru tahu, lapar bisa mengubah sikap orang. Aneh sekali!" Vie mengomel sambil berjalan mengikuti Andra.
***
Andra mengajak Vie ke cafe miliknya, awalnya Vie sempat menolak karena malas bertemu duo gesrek yang pasti heboh melihat kedatangannya bersama guru tampan itu. Tapi karena Andra memaksa dengan alasan lapar, akhirnya Vie mengalah dan ikut masuk ke CR7 Cafe and Resto.
Vie dan Andra memasuki cafe, beberapa pelanggan wanita memandang Andra dengan terpesona. Bahkan ada yang terang-terangan tersenyum kepadanya dan Andra membalasnya. Hal itu benar-benar membuat Vie kesal.
"Kau tunggu disini ya! Aku mau ke dalam sebentar." Andra meninggalkan Vie di salah satu meja disudut cafe itu. Dan dia berjalan ke dapur. Tapi lagi-lagi mata pelanggan wanita di cafe itu memandang Andra dengan tatapan tak biasa. Bahkan ada satu wanita yang duduk tak jauh dari Vie, terang-terangan memuji Andra.
"Ganteng benget ya? Andai bisa jadi pacarnya." Oceh wanita itu.
"Iya, jadi yang kedua juga tidak apa-apa." Sambung wanita lainnya.
"Dasar wanita-wanita genit! Kusumpahi matanya pindah ke telapak kaki." Gumam Vie.
Hari ini cafe terlihat ramai, beberapa waiters sibuk melayani pelanggan. Tapi tak terlihat tanda-tanda kehadiran duo gesrek.
Tak lama kemudian Andra kembali dan segera duduk di hadapan Vie, tapi lelaki itu tak bicara apapun, sikapnya tetap dingin. Selang beberapa saat, seorang waiters menghampiri meja Vie dengan membawa dua gelas cappucino dan dua porsi roti panggang dengan toping coklat leleh dan cream keju khas cafe ini.
Andra segera makan tanpa bicara sepatah katapun kepada Vie yang memandangnya dengan curiga.
"Aku yakin ada sesuatu. Dia tak mungkin bersikap acuh tak acuh begini kalau dia memang baik-baik saja." Gumam Vie dalam hati.
Mendadak kedamaian di muka bumi hilang karena duo gesrek tiba-tiba muncul dan ikut bergabung bersama Vie dan Andra.
"Tadaaaa ... kami datang!" Ucap Raja dan Dino serentak sambil mendaratkan bokong mereka di samping Andra dan Vie.
"Vie, kok tidak dimakan? Lagi diet ya?" Tanya Raja heran.
"Vie diet mau mengecilkan apa? Jempol kaki? Badannya saja sudah seperti papan selancar." Ledek Dino.
"Kalian berisik sekali sih? Sana kerja! Entar dipecat, baru tahu rasa." Vie mengomel.
"Yeee ... Pak Bos saja selow, kenapa kau yang sewot sih?" Raja melengos. Tapi seketika menutup mulutnya saat teringat sesuatu. "Ups ... aku lupa! Kau kan calon istri Pak Bos, berarti sebentar lagi kau menjadi Bu Bos kami. Maaf ya, calon Bu Bos."
"Bicara apa sih? Belum minum tapi sudah mabuk." Pipi Vie merona merah. Sementara Andra hanya diam meneruskan makannya.
"Kalau begitu, kami kerja dulu ya, Pak Bos ... Bu Bos. Selamat ngedate." Ucap Raja.
"Heemmm ..." Andra hanya berdehem.
"Sudah, sana!" Usir Vie.
Raja dan Dino berlalu pergi begitu saja meninggalkan duo sejoli itu. Karyawan lain yang melihat tingkah duo gesrek semakin bertanya-tanya, sebenarnya ada hubungan apa antara mereka dengan Andra?
Selain terlihat akrab dengan Bos mereka itu, duo gesrek juga berani melawan Fara.
***
Tak bosan-bosan author minta like nya ya guys ...
tapi panggilan nya cuma Al....🤭🤭🤭
Makasih ya thor... Tetap semangat dan slalu jaga kesehatan ya thor...
sukses....semangat
mksh