NovelToon NovelToon
Pernikahan Beda Kasta

Pernikahan Beda Kasta

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Tamat
Popularitas:458.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: NCY

Calina Sanders menikahi seorang putra mahkota karena ingin mencari keadilan atas kematian ibunya.

Sedangkan Kama El Barrak menikahi Calina karena ingin mencari seorang pendonor yang sesuai untuk penyakit langkanya.

Siapa yang menyangka, Calina malah terjebak didalam istana megah itu seperti seorang tahanan. Sedangkan Kama perlahan mulai mencintai wanita yang dinikahinya.


Bagaimana mereka bersama setelah kehadiran orang ketiga diantara keduanya? Sedangkan sang Ratu begitu membenci Calina yang hanya seorang wanita dari kasta terendah.

Yuk Simak bersama Kisah Cinta menarik antara Kama dan Calina.
Jangan lupa dukung author berupa like, koment dan vote ya gaes. Jiayou 💪🏻🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NCY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertengkaran Sengit 2

"Bu kenapa ibu bertingkah seperti itu, disini tempat umum. Dan kamu Calina. Kenapa kamu datang kesini? Apa kamu tak lihat sedang banyak tamu diluar sana?" ucap Kama.

"Bukankah tadi ibumu mencariku? Aku hanya melakukan sesuai yang dia perintah," ucap Calina.

"Aku hanya ingin memberi peringatan pada wanita itu. Bagaimana mungkin dia membawa semua teman temannya untuk mabuk mabukan didalam istana."

"Jadi ibu tau semua yang aku lakukan. Berapa banyak mata mata yang telah ibu siapkan disekitarku?" tanya Calina.

"Aku tau setiap tindakan yang kamu lakukan. Kamu bahkan berani mendekati dan memeluk putraku. Kamu berusaha menggodanya agar masuk dalam perangkapmu." Sophia memegang kepalanya yang terasa mulai pening. "Tidak tidak, kamu wanita berbisa tidak bisa berada dekat putraku lagi. Kalian harus segera bercerai," bentak Sophia.

"Bu, tenangkan pikiran ibu. Gimana jika kita keruangan ibu dulu," Kama mengusap pundak ibunya beberapa kali hingga sedikit lebih tenang.

Kama memberi kode ke Calina agar segera pergi dari situ.

Calina keluar dari ruangan penyimpan lukisan itu dengan wajah penuh kekecewaan. Satu keyakinan yang didapatnya saat itu adalah dia harus menceraikan Kama dan kembali ke nagara Walmingham.

Sementara didalam galeri seni, sepasang mata terus memperhatikan Calina yang terus melangkah keluar dari ruangan itu dengan wajah semerawut.

"Dit, malam ini kalian datang gak?" Calina langsung menghubungi Dita begitu keluar dari galeri seni.

"Kayaknya enggak deh Ca. Ini aja gue baru bangun. Rasa pengarku belum ilang nih," ucap Dita.

"Ya udah kalian istirahat deh. Btw Dit, minta pak Fandy anterkan aku 2 botol Chivas lagi dong. Sekalian pak Fandy ambil mobil disini. Maaf gue gak bisa anter. Masih sibuk banget Dit. Ya udah aku tutup dulu ya. Bye," ucap Calina.

"Oke, Ca. bye."

Sore hari itu Calina mengunjungi beberapa stand makanan sendirian dihalaman istana. Tentu saja masih dalam rangka festival. Calina membeli beberapa jajanan dari penjual penjual kecil kemudian membagi bagikan jajanan gratis pada setiap pengunjung.

Calina ikut bergabung dengan sebuah sanggar seni untuk ikut membawakan sebuah alat musik tradisional mengiringi para opera berlakon.

Tanpa sadar setiap perbuatan yang dilakukannya sore itu ditayangkan langsung disebuah siaran tv.

Bagaimana lihainya Calina membawakan alat musik kuno. Saat lakon lucu, Calina akan ikut tertawa senang bersama para penonton. Hanya dengan baju seadanya Calina tampil cantik dilayar Tv. Kegiatannya itu sedikit mengobati sedih dalam hati yang dirasakannya saat itu.

Menjelang malam usai acara opera dan kesenian dihalaman istana. Dita telah menunggu Calina dideretan kursi para penonton.

"Ca," teriak Dita saat Calina turun dari panggung.

"Dit, loh. Kok lu disini?" tanya Calina.

"Iya lah, kangen ama lu," jawab Dita.

"Pesenan lu dimobil Ca, mau diambil sekarang?" tanya Dita.

Calina dan Dita berjalan berbarengan menuju parkiran dimana Mobil Dita terparkir.

"Gimana pengar lu? Udah enakan?" tanya Calina.

"Iyee udah."

"Pak Fandy mana?" tanya Calina begitu tiba dimobil.

"Tuh," tunjuk Dita ke arah trotoar.

"Pak Fandy balikin mobil Vania ya, trus balik sini ambil gue." ucap Dita sedikit berteriak ke arah pak Fandy duduk.

Calina dan Dita berbarengan masuk ke dalam mobil. Dita meraih sebotol minuman dibagasi mobilnya kemudian menyerahkannya pada Calina.

Saat itu juga Calina langsung membuka dan menegus isi dalam botol itu.

"Ca lu lagi ada masalah ya? Cerita cerita dong ama temen. Jangan dipendam sendiri," ucap Dita

Calina mengangguk. "Dit, tadinya gue pingin mencari keadilan atas kematian ibuku. Tapi semakin kesini kehidupan dibalik tembok istana ini semakin menyesakkanku. Aku nggak bisa berbuat apa apa disini Dit," ucap Calina.

Dita meraih pundak Calina dan memeluknya erat.

"Pangeran, apa dia memperlakukan mu dengan buruk?" tanya Dita.

"Entah lah Dit, apa itu dianggap buruk? Terkadang sikapnya begitu baik. Terkadang Kama berubah menjadi orang yang sangat asing saat didekatku," jawab Calina.

"Kami tau, semalam saat suamimu itu mengantar kami. Chemistri suami istri tidak ada pada kalian. Aku tau dia tidak mencintaimu," Ucap Dita.

Calina sedikit demi sedikit menghabiskan isi dalam botol itu.

"Aku ingin bercerai Dit. Bukan, bukan aku. Tapi mereka ingin agar kami segera bercerai. Padahal aku belum melakukan apapun," ucap Calina.

Beberapa saat pintu terbuka. Vania dan Lupita sudah berada disitu.

Mata Dita langsung mengernyit melihat kedua miss telmi yang baru saja tiba itu.

"Loh, kalian kenapa dateng jam segini?" ucap Calina sambil melirik jam dipergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul 9 malam.

"Perasaan kami rada rada nggak enak, lu pasti kenapa kenapa. Kalau nggak kan nggak mungkin lu cari kami. Maaf ya kami berdua terlambat," ucap Vania sambil memeluk Calina.

"Kami terlambat moment 1 botol ya?" ucap Lupita saat melihat sebotol chivas yang hampir kosong ditangan Calina.

"BTW, udah jan minum lagi nanti lo mabuk siapa yang jagain lu disini?" ucap Vania.

"Caca mau cerai Van," ucap Dita.

"Hah, apa masalahnya seserius itu?" tanya Lupita heran.

"Serius apaan? Bukannya sejak awal Calina memang berncana untuk menceraikan Kama. Jika cerai sekarang bukannya lebih baik?" ucap Vania.

"Haha," Calina tertawa kecil. "Ya cepat atau pun lambat tujuan kami adalah perceraian," ucap Calina.

"Sini berikan botol mu, biar aku temani kamu minum sampai mabuk," ucap Lupita sembari menarik botol ditangan Calina.

"Sembarangan, Semalam aja lu sampe muntah muntah. Sekarang lu mau minum lagi?" protes Dita sambil menarik botol minuman dari tangan Lupita.

"Yee, kita berteman kan harus senasib dan sepenanggungan," ucap Vania.

"Trus siapa yang akan mengurus kalian jika mabuk semua. Lu liat gak si dewi mabuk ini mulai teler. Nggak boleh ada yang mabuk selain Caca, gue nggak sanggup jaga kalian bertiga." ucap Dita.

"Hmmmm, kalian anggap gue patung ya. Membahas gue saat gue masih sadar," ucap Calina.

"Udah Ca, jangan minum lagi . Gue takut lu ngamuk dan..." Lupita membayangkan betapa repotnya saat Calina mabuk.

"Justruuu, gue sengaja pengen rusuh. tadi siang Ratu angkuh itu mengatakan tidak suka melihat orang mabuk diistananya. Aku akan melakukan semua hal yang dibencinya. Kalian lihat? aku memakai pakaian ini. Dia begitu membenci cara ku berpakaian seperti ini. Semakin berantakan rambutku, dia akan semakin marah. Dan? Ah jika aku nggak mandi 3 hari mungkin dia akan pingsan saat didekat ku. Dan putranya Kama sangat menyayangi ibunya. Dia membela dan mendukung setiap tindakan ibunya. Kalian tau? Odette tunangannya terus menempel seperti lintah disisi Kama...." ucap Calina yang mulai berbicara tak karuan panjang dan lebar.

"Bajunu bagus kok Ca? Semua orang memuji caramu berpakaian," bujuk Lupita.

"Kamu tau kan kamu tadi masuk TV, kamu adalah panutan dihati rakyat," ucap Dita.

"Odette itu sangat jelek, kamu jauh lebih cantik dan baik darinya," ucap Vania.

Ketiga temennya itu berusaha membuat Calina berbesar hati saat itu dengan berbagai kata kata mutiara. Mereka baru saja sadar ternyata hidup Calina sangat jauh dari ekspektasi mereka sebagai seorang putri.

Calina Terus menceritakan kejadian ketidak adilan didalam istana itu.

Tanpa sadar Vania mulai meneteskan air matanya.

"Maaf Ca, kami nggak tau kamu hidup seperti ini. Kami berpikir dirimu baik baik saja," ucap Vania sambil terisak.

"Van. Shhht," ucap Lupita.

"Lah Lu malah nangis," kata Dita sembari menarik selembar tisu untuk Vania.

"Haha, udah gak heran lagi dong. Vania emang paling cengeng," Kata Calina sambil memeluk Vania.

"Dit, tadi gue pesen dua botol kan? Sini," ucap Calina lagi sambil menjulurkan tangannya.

Dita memberikan lagi sebotol dari dalam laci mobilnya.

🍀🍀🍀

Sementara itu, Didalam istana Rosa sedang kewalahan mencari Calina. Rosa telah menyisir setiap ruangan, dengan diam diam mencari majikannya itu.

Jika aku bertanya keberadaan Calina, semua orang akan membuat kehebohan. Sebaiknya aku mencari pangeran.

Pikir Rosa.

Malam itu Kama dan Odette baru saja keluar bersamaan dari ruang makan, Odette menemani Kama menjamu beberapa investor kerajaan saat itu.

"Yang mulia?" panggil Rosa dari arah belakang Kama.

"Kamu duluan, saya akan meminta Harley mengantar mu," ucap Kama pada Odette.

"Sudahlah, sopirku sudah menungguku dibawah. Bye." ucap Odette sambil memegang pundak Kama kemudian berlalu dari situ.

Dasar genit, dia bahkan mulai berani memegang pangeran. Batin Rosa.

"Ya ada apa Rosa?" tanya Kama.

"Saya sedang mencari putri, dia belum kembali sedangkan dibawah para pedagang sudah mulai pulang semua." ucap Rosa.

Kama menatap arloji yang sudah menunjukkan pukul 22.12.

"Wanita itu. Bukannya tadi dia disanggar seni?" tanya Kama.

"Operanya sudah bubar sejak dua jam yang lalu," jawab Rosa.

"Kamu cari didalam, biar saya yang cari diluar," ucap Kama kemudian pergi dari situ.

Bersambung...

(Jangan lupa dilike ya gaes. Biar author lebih bersemangat update.)

1
[🦉]Susi Soemarsi
puas bgt sama alurnya ceritanya. recommand bgt buat yg suka baca novel🤗🤗
[🦉]Susi Soemarsi
yeyy akhirnya selesai juga bacanya😍. suka sama alurnya plus konfliknya yg nggc mbulet jadi nggc pening bacanya.thank' dan
semangat terus ya thor berkaryanya💪😇
[🦉]Susi Soemarsi
sudah kuduga kalo shopia itu selingkuh sama adipati. soalnya kek gitu bgt sih ngebelanya😌😌
[🦉]Susi Soemarsi
wahh nggc nyangka ternyata calina itu anak bangsawan😍😍
[🦉]Susi Soemarsi
semoga calina cepet hamil, biar nggc jadi cerai🤗
Nurma sari Sari
hadiah Rio mungkin aquarium yg pernah di beli Rio waktu dipelelangan barang antik di kerajaan
Nurma sari Sari
ya ampun sampai segitunya, kok yg lebih berperan memberi perintah adalah ratu, kemana rajanya. kok rajanya seperti GK ada fungsinya di dlm istana
Nurma sari Sari
lanjut
Nurma sari Sari
seru...😊
Nurma sari Sari
lanjut thor 👍
Nurma sari Sari
oooh....sombong nya....
Nurma sari Sari
semangat Carlina karena kamu lah pilihan Kama sang pangeran
Nurma sari Sari
sekolah tinggi bahkan sdh menjadi dosen dan model, diusia yg sdh 27 th Carlina baru merasakan ciuman untuk yg pertama kalinya ???? 🤔
Nurma sari Sari
mampir...
Nurma sari Sari
menyimak
🫧Alinna 🫧: Selamat membaca, semoga terhibur 😊
total 1 replies
R Ghofur Hidayat
jadi penasaran deh, pangeran cinta beneran pa nggak
🫧Alinna 🫧: Terima kasih sudah mampir 🙏🏻😊
total 1 replies
R Ghofur Hidayat
kapan malam pertamanya
🫧Alinna 🫧: Udah deket 🤭
total 1 replies
R Ghofur Hidayat
ikut bahagia deh tapi juga sedih gimana lanjutnya..
R Ghofur Hidayat
l@njut Thor..
R Ghofur Hidayat
penasaran jadinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!