NovelToon NovelToon
Pernikahan Di Atas Luka

Pernikahan Di Atas Luka

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:329.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sity Qhomariah

Hidup Luna hancur setelah di jebak dan di hamili oleh kekasihnya - Gandhi. Terlebih saat Mira, Ibu dari Gandhi menolak untuk bertanggung jawab atas kehamilan Luna. Suatu ketika Mira mengetahui Luna adalah anak tunggal dari Adiyatama Erlangga - Pemilik Perusahaan Erlangga Jaya. Ia menyesal telah menolak Luna dan berusaha mendekati Luna supaya Gandhi menjadi penerus Erlangga Jaya jika menikahi Luna.
Luna hancur saat ia diperalat sebagai boneka pemuas nafsu oleh Gandhi. Kemudian Luna mengetahui niat jahat Mira, ia segera melakukan sesuatu agar perusahaan Ayah tidak jatuh ke tangan orang-orang serakah seperti Mira dan Gandhi. Luna mengorbankan Aditya - Sahabat kecil Luna yang sejak dulu menyukainya. Luna melakukan hubungan intim dengan Aditya. Luna menikah dengan Aditya namun Gandhi mengakui bayi yang dikandung Luna adalah anaknya.

Siapakah ayah yang sebenarnya dari bayi yang dikandung Luna?
Apa rencana Gandhi dan Mira untuk mendapatkan Luna?
Bagaimana dengan pernikahan Luna dan Aditya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sity Qhomariah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Mata Luna mengerjap-ngerjap, ia terbangun dari tubuh. Luna melirik ke samping. Adit tertidur pulas tanpa menggunakan sehelai benangpun begitu juga dirinya namun ditutupi selimut. Luna memeriksa jam. Masih pukul 03.00 dini hari. Rasa ngantuk di matanya mendadak hilang. Luna beringsut dari tempat tidur dengan hati-hati. Ia memungut pakaiannya yang berserak dilantai. Memakainya kembali. Luna berjalan terseok-seok menuju dapur untuk mengambil minum.

Ketika hendak meneguk minum, ia mendengar suara rintihan anak kecil dari kamar Ibunya. Luna mengabaikan karena mengira Ibu pasti akan segera menangani Mentari. Tetapi suara rintihan Mentari masih terus terdengar. Luna penasaran. Ia segera menuju kamar Ibu. Membuka sedikit pintu kamar Ibu yang tidak dikunci. Di lihatnya Ayah dan Ibu tertidur lelap di ranjang. Luna mengalihkan pandangan ke arah keranjang bayi yang tidak jauh dari tempat tidur Ayah dan Ibu. Mentari menggeliat-geliat sambil merintih, menangis, seperti sedang kesakitan.

Luna terdiam. Kembali teringat wajah Mentari yang sangat mirip dengan Gandhi. Ia pun menjadi kesal dan berniat meninggalkan kamar Ibu. Mengabaikan Mentari yang menangis. Baru beberapa langkah, ia kembali membalikkan badan dan masuk ke kamar Ibu. Memeriksa Mentari. Tangannya menyentuh dahi Mentari. Luna terkejut. Tubuh Mentari sangat panas. Sepertinya Mentari terkena demam. Luna hendak membangunkan Ibu namun tidak sampai hati. Karena Luna melihat wajah Ayah dan Ibu yang seperti kelelahan dan menua. Tanpa pikir panjang Luna menggendong Mentari dan membawanya keluar. Ia menyambar kunci di atas meja riasnya dan keluar membawa Mentari ke rumah sakit dengan tergesa-gesa. Tidak lupa ia membawa tas kecil berisi dompet dan ponsel.

“Sus, tolong anak saya panas tinggi!” teriak Luna kepada perawat yang berjaga malam di rumah sakit. Perawat itu segera membantu. Mereka membawa Mentari ke ruang periksa. Luna sedikit was-was sambil sesekali menatap Mentari. Perawat itu sudah selesai memeriksa tubuh Mentari.

“Bagaimana, Sus?” tanya Luna.

“Anak Ibu terkena demam berdarah. Harus dilakukan perawatan lebih. Jadi harus rawat inap. Saya akan menelpon dokter anak untuk menangani anak ibu.” perawat itu menjelaskan. Mata Luna membelalak. Ia berjalan mendekati Mentari yang tertidur sambil sesekali merintih. Hatinya mendadak sakit. Di tatapnya dalam-dalam wajah anak tak bersalah itu. Luna memang tidak pernah menyentuh Mentari sejak lahir. Untuk ASI pun menggunakan pompa. Sehingga tidak perlu menyusui secara langsung. Luna hanya perlu menyimpan ASI nya didalam botol dan Ibu yang memberikan botol berisi ASI itu kepada Mentari.

Mentari mengingatkan Luna kepada luka yang diberikan oleh Gandhi. Luna tidak sanggup berdekatan dengan Mentari. Mentari adalah bukti penderitaan Luna di masa lalu. Luna menyentuh pipi Mentari. Bayi berumur 1,5 tahun itu tetap tertidur sambil merintih. Hati Luna mendadak iba.

“Maaf,” bisik Luna lirih. Tiba-tiba dokter khusus anak muncul. Luna menyingkir membiarkan dokter itu mengobati Mentari. Tubuh Mentari di masuki cairan infus. Ia sangat lemah sehingga memerlukan bantuan infus di tubuhnya. Setelah dokter itu selesai, ia meninggalkan Luna dan Mentari di ruangan. Ponsel Luna berdering, Ibu menelponnya.

“Halo, Bu?”

“Luna! Dimana kamu! Mentari hilang!” teriak Ibu panik.

“Ibu, tenang, Mentari sama Luna.”

“Alhamdulillah, kamu bikin Ibu panik!” omelnya.

“Mentari di rumah sakit, Bu.”

“Kenapa dengan Mentari!?” Ibu kembali panik.

“Ibu, tenang dulu. Mentari terkena DBD, tapi sekarang sudah di tangani dokter.”

“Huufftttttt, alhamdulillah.” Terdengar Ibu menarik nafas panjang.

“Terimakasih, Luna.” kata Ibu sembari menutup telepon. Ia meneteskan air mata. Bahagia karena Luna sudah mau menyentuh Mentari.

“Ada apa, Sof?” tanya Ayah yang baru saja bangun.

“Mentari terkena DBD.”

“Hah?! Dimana Mentari! Mentari!” Ayah panik.

“Tenang, Mas. Mentari aman bersama Bundanya.” Ibu tersenyum.

“Maksud kamu Luna?” Ayah memastikan. Ibu mengangguk. Ayah nyaris tidak percaya namun ia akhirnya bersyukur.

Adit keluar dari kamar dengan tergesa-gesa. Ia berpapasan dengan Ibu yang baru saja menyiapkan sarapan.

“Dit?” tegur Ibu. Adit terkejut dan menoleh.

“Adit mau ke rumah sakit, Bu.” Ibu tersenyum.

“Pergilah. Ibu dan Ayah nanti menyusul.” Kata Ibu. Adit berpamitan kemudian bergegas keluar rumah.

Sesampainya di rumah sakit, Luna sudah menunggunya di depan untuk memudahkan Adit menemukan dirinya.

“Bagaimana Mentari?!” Adit panik.

“Tenang, Dit. Mentari sudah ditangani dokter. Aman.” Jawab Luna. Adit memeluk Luna.

“Untunglah ada kamu.” Ucapnya pelan. Luna mengelus punggung suaminya.

“Ayo.” Ajak Luna. Mereka menuju ruangan tempat Mentari di rawat. Sesampainya disana, Adit segera berhambur memeriksa Mentari yang sedang tertidur pulas. Ponsel Luna berdering. Luna mengangkatnya sementara Adit tetap sibuk memperhatikan Mentari.

“Halo, Sas. Iya hari ini aku cuti dulu ya. Iya anak aku masuk rumah sakit. Iya, Sas. Makasih yaa. Tolong urus kantor. Iya, Sas. Assalamualaikum.” Luna menutup teleponnya. Adit memeluknya dari belakang. Luna terkejut.

“Aku senang hari ini kamu mau meluangkan waktu untuk Mentari.” Bisiknya ditelinga Luna. Luna tersenyum sembari melepaskan pelukan Adit.

“Aku akan coba menerima.” Jawab Luna sambil menyentuh wajah suaminya.

Sekitar pukul 10 siang, Ayah dan Ibu tiba di rumah sakit dan langsung bergegas mencari ruangan Mentari di rawat. Sesuai petunjuk dari Luna mereka telah menemukan ruangan itu. Ibu melemparkan senyum ke arah Luna dan langsung memeluknya. Luna menjadi kebingungan.

“Ada apa, Bu?” tanya Luna. Mata Ibu berkaca-kaca.

“Ibu bahagia.” Jawab Ibu. Luna menatap Ibu dan Ayah bergantian. Ia baru menyadari bahwa selama ini ada banyak orang yang mengharapkan dirinya untuk memperdulikan Mentari. Terdengar suara rengekan Mentari. Mereka spontan berhambur ke arah Mentari. Mentari sudah bangun. Ia melihat sekeliling. Semua orang mengerumuninya. Ia masih terlalu kecil untuk memahami situasi. Mentari hanya bisa melemparkan senyum lugu ke arah orang-orang dewasa yang melihatnya.

Ayah dan Ibu pamit untuk pulang. Mereka tidak bisa terlalu lama di rumah sakit karena tubuh yang sudah menua menjadikannya mudah lelah. Adit dan Luna menjaga Mentari. Adit sudah ketiduran di kursi yang tersedia di sebelah ranjang Mentari. Mentari juga sudah tertidur pulas. Luna tetap terjaga. Matanya tidak mengantuk sama sekali. Luna merasa haus dan ia berniat untuk membeli minuman di luar. Ia segera membuka pintu namun mendadak terkejut karena seseorang dibalik pintu itu mengagetkannya.

“Ngapain kamu di sini.” Suara Luna tertekan lirih takut Adit terbangun.

“Aku mau menjenguk anakku.” Paksanya.

“Dia bukan anakmu. Dia adalah anakku.” Jawab Luna.

“Kamu memang ibunya dan aku ayahnya.” Tegasnya.

“Jangan ngaku-ngaku!” Luna melirik ke arah Adit yang masih tertidur.

“Kamu mau bukti? Kita perlu tes DNA.”

“Gak usah macam-macam kamu!”

“Ayolah, Lun, izinkan aku menjenguk anak kandungku sendiri.” Paksa Gandhi sambil mendorong Luna. Tubuh Adit menggeliat, Luna panik ketakutan. Ia mendorong Gandhi keluar ruangan dan menutup pintu. Lalu menarik tangan Gandhi menjauhi ruangan.

1
echa purin
👍🏻
Putri Anggel
di dalam cinta ad kesabaran dan dalam kesabaran ad cinta tapi ketika hati sudah di kecewa kn maka jangan pernah percaya lagi ap kata lelaki buaya
Indah Kustiyarini
pasti anaknya adit
emi arpina
maaf y thor tapi utk mentari stop dulu bacanya masi greget ada org lemah gini
Aryani Dinda
tiap percakapan dispasi dong Thor seperti paragraf baru. jd lebih enak bacanya
Aryani Dinda
di bikin jarak dong Thor tulisannya
Rose Smith
sudah berbohong
egois pula
baguslah adit gag ngemis²
langsung di ceraiin
Rose Smith
hamile cuma seminggu trus brojol ?
Rose Smith
pemeran utamanya malah antagonis ini mah
udah gag suci
gag tau malu pula
RN
l
8 like favorite😍 untuk mu😍
intip playboy mengejar cinta❤😘 yuk
Mami Vanya Kaban
akhir yg bahagia...
Ida Blado
cihh tadinya aq mau baca, tpi setelah baca sinopsis bagian bawahnya,,, amit2 dah, di awal aq rada empat tpi ternyata dia bertingkah seperti pelacur. maaf ya aq komen jht,tp aq sbg perempuan sungguh ilfeel
Jeni Safitri
Itukan derita mu luna siapa suruh ngk jujur sama ortu bahkan sama adith bukankah adit sudah tau keadaanmu dan siapa gandhi. Seharusnya kamu jujur aja dan minta tolong sama dia dgn baik2 pasti dia akan bantu.
Jeni Safitri
Kenapa luna ngk junir aja ya
CallMeLyla
aku gereget mentari nya lemahh😂😂
vanillarose
Baca novel terbaru author bertema pelakor, judulnya Imperfect Marriage. Dijamin menguras emosi. Thanks :)
Ara
si luna hamil anaknya gandhi pasti, karena kan luna baru bbrp hari berhubungan sm adit
mega keyna
mkanya sy bilang perempuan ngk pnya harga diri,kd erosi aku baca kisahnya luna,ada perempuan yg kayak gni
mega keyna
aku perempuan tp ko ngrasa jd sakit hati sm luna,ngk punya harga diri,gampang banget mainin perasaan hati,ngapain msh mau brtu dgn gandi kan udh tau ada magsudnya,bodoh banget kan,,,
mega keyna
udh tau gandi jahat,luna jg bidoh,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!