Adelia Azzahra seorang gadis mandiri yang mampu mendirikan perusahaannya sendiri dari nol. Dia gadis yang cantik dan akan bertemu dengan Adam Wijaya seorang pembisnis handal yang dingin. Dulu Adam adalah seorang pria yang baik dan ramah. Dia berubah dingi karena saat hari pertunanganya gadis yang ia cintai tak kunjung datang. Dia sangat marah karenan ada seseorang yang mengirimkan foto gadis yang ia cinta tengah tidur bersama seorang pria. Sejak saat itu Adam tidak percara kepada wanita. Dan dia bersikap dingin kepada siapa saja yang mendekatinya.
Bagaimanakah kisah cinta antara mereka bisa berjalan
Yuk ikuti ceritanya.
happy reading 😊😊
by Diyah Nur Arroyan❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon diyah nur arroyan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29
Pagi ini giliran Adel yang ke kantor Adam. Mereka bergantian datang ke kantor masing masing agar mereka selalu bersama. Dan itu mampu membuat Agam selalu bertemu dengan Nanda.
Agam dan Nanda semakin dekat berbeda dengan Agam. Andre semakin menjauh dari Nanda lebih tepatnya di jauhi Nanda.
Sebenarnya setiap hari Andre mencoba menghubungi Nanda mencoba untuk bertemu Nanda di kantor namun semua nya percuma Nanda tidak menangggapi Andre.
Seperti pagi ini Andre mencoba mendatangi Nanda kembali di kantor Adel.
" permisi saya ingin bertemu dengan Nanda sekertaris CEO" ucap Andre ke resepsionis
" maaf pak tapi bu Nanda baru saja keluar." ucap resepsionis
" kalau boleh tau kemana ya?" tanya Andre kembali
" ke kantor Wijaya pak" jawab resepsionis
" baik terima maksih " Andre lalu keluar dari gedung kantor Adel dan masuk ke mobil nya.
" ooow jadi dia di kantir Adam sekarang bagus deh jadi aku bisa bikin alesan untuk ketemu Adam dan nggak sengaja ketemu dia di sana" ucap Andre di dalam mobil nya.
Saat sampai di kantor Adam. Andre melihat Agam sekertaris Adam sedang berjalan bersama Nanda. disana Nanda sangat bahagia entah apa yang mereka bicaran.Dan itu mampu membuat andre naik pitam.
Andre hanya melihatnya saja sampai Agam dan Nanda menghilang dari pandangan nya. Andre langsung masuk ke kantor Adam menuju ruangan nya.
Tanpa mengetuk pintu Andre langsung nyelonong masuk ke ruangan Adam. Adel dan Adam yang berada di dalam ruangan pun terkejut dengan kedatangan Andre.
" elo kalau masuk nggak bisa ketuk pintu dulu apa?" tanya Adam kesal
" kamu kenapa kok mukanya di tekuk gitu ?" tanya Adel yang melihat Andre sudah duduk di sofa berhadapan dengan nya.
" gue lagi betek" ucap Andre singkat
" iya betek kenapa?" sambung Adam
" gue tadi liat Nanda sama asisten lo di bawah lagi ketawa bahagia" ucap Andre yang masih menahan amarah nya.
Adel dan Adam saling pandang dan seketika mereka tertawa bersama.
" sialan lo pada malah ngetawain gue" ucap Andre emosi.
" sorry sorry tapi memang sih sejak gue sering bareng Adel mereka semakin dekat" ucap Adam
" elo krang cepet sih Ndre. ati ati lho Ndre kalau lo nggak cepetan Nanda di ambil duluan sama Agam" goda Adel ke Andre
Karena godaan Adel sekarang Andre semakin panas dan ingin marah saja.
" terus gue harus gimana nih Del?" tanya Andre yang memelas
"kok elo malah tanya gue ya elo pikirin aja sendiri" ucap Adel
"elo kan sahabatnya jadi tolongin gue dong Del plis del bantuin gue" ucap Andre
" nggak akan itu salah elo sendiri kenapa ngelakuin itu ke Nanda jadi urus masalah lo sendiri" ucap Adel yang mulai emosi
" ya udah gue mau pulang percuma gue di sini malah bikin gue gila" ucap Andre lalu keluar ruangan Adam. Adam hanya menggeleng kan kepala saja melihat tingkah Andre.
Ponsel Adam berdering Adam melihat di layar ponselnya siapa yang menghubungi nya. di sana tertera nomer baru namun Adam yakin itu adalah Ratna.
" sayang aku keluar dulu ya" ucap Adam yang keluar membawa ponselnya
"owh ok mas" Adel
Lalu Adam keluar ruangannya dan masuk keruangan Agam. karena Agam sedang keluar bersama Nanda
" ngapain lagi kamu ngehubungin aku. aku kan udah bilang jangan hubungi aku lagi" ucap Adam marah
" Adam maafin aku tapi aku nggak tau harus telfon siapa lagi. aku sakit Adam aku di rumah sakit sekarang" ucapa Ratna
" apa kamu di rumah sakit? kamu sakit apa?" tanya Adam kawatir
Tidak bisa di pungkiri Adam masih ada rasa untuk Ratna namun dia belum menyadari rasa apa yang ia rasakan saat ini.
Setelah mengetahui Ratna di rumah sakit mana Adam masuk kembali ke ruangannya menemui Adel.
" sayang aku anter kamu pulang sekarang ya aku ada perlu di luar dan mungki pulang larut malam" ucap Adam
" kalau emang penting kamu pergi aja mas nanti aku pulang sama Nanda aja" ucap Adel
" ya sudah aku pergi dulu ya sayang jaga dirimu baik baik sayang" Adam lalu mencium kening Adel dan di jawab anggukan oleh Adel
Adel eempat curiga dengan perubahan sikap Adam namun ia tepis karena ia harus percaya dengan Adam.
Adam telah sampai di rumah sakit. Dia bertanya ke bagian informasi di mana ruangan pasien Ratna di rawat.
" permisi di mana ruang inap pasien bernama Ratna?" tanya Adam
" di ruang nomer 34 A pah lewat jalan sebelah kiri" ucapa penjaga rumah sakit.
" terima kasih " ucapa Adam lalu berlari menuju ruang rawat inap Ratna
"Ratna kamu sakit apa?" tanya Adam kawatir saat sampai di kamar Ratna.
" Adam aku seneng banget kamu kesini aku tau kamu masih sayang sama aku" ucap Ratna
" itu nggak penting sekarang aku udah di sini. Kamu sakit apa?" tanya Adam lagi
" aku sakit tifus dan aku di suruh rawat inap disini satu minggu untuk memulihkan keadaan ku" ucap Ratna
" ya sudah kamu istirahat lah dulu" imbuh Adam
" tapi kamu janji ya jangan tinggalin aku" ucap Ratna
" iya aku bakal nungguin kamu di sini" ucap Adam
Mendengar Adam akan menemaninya membuat hati Ratna sangat senang. Ratna sudah tertidur lalu Adam keluar ruangan untuk menghubungi Adel.
" halo sayang maaf ya aku hari ini nggak bisa pulang karena pekerjaan ini nggak bisa aku tinggal" ucap Adam
" oh iya mas nggak papa" ucap Adel
Adam lalu mematikan panggilnya setelah ngobrol sebentar dengan Adel melalui sambungan telepon.
Adam masuk kembali ke ruangan Ratna. Adam tidur di sofa yang berada di kamar inap Ratna.
Pagi harinya Adam pulang ke rumah untuk membersihkan badan nya dan berganti pakaina.
" lho mas baru pulang?" tanya Adel yang melihat Adam baru masuk kedalam rumah mereka.
" iya sayang aku baru pulang. aku naik dulu ya mau mandi " ucap Adam mencium pucuk kepala Adel lalu masuk ke dalam kamar nya.
Setelah mandi Adam ganti pakaian memakai pakaian kerja. Adam turun ke bawah untuk sarapan bersama Adel.
" kamu mau aku ambilin yang mana mas?" tanya Adel saat Adam sudah duduk di kursi meja makan.
" nasi goreng sama telur aja sayang" ucap Adam. lalu Adel mengambilkan sarapan untuk Adam
Mereka menyelesaikan sarapan nya dengan tenang. lalu Adel naik ke atas untuk mengambil tas kerjanya.
" mas aku ikut kamu ke kantor apa gimana?" tanya Adel yang menghentikan langkah Adam
"em sayang hari ini kamu pakai mobil sendiri ya aku nggak di kantor soalnya. aku ada kerjaan di luar" ucap Adam gugup
"oh ya sudah" ucap Adel sedikit kecewa lalu Adel masuk ke dalam mobil nya sendiri.
# kakak tolong di vote ya
# terima kasih banyak
#Selamat membaca
🙏🙏🙏😊😊😊
mulai deh pelakor nya
sebagai tokoh cep gak memiliki karakter yg kuat
terlalu lemah mudah di jebak.. maaf thor... bye bye
seharusnya sebagai ceo
punya bodyguard atau orang kepercayaan. biar bisa jd tameng gak mudah tersentuh
ini sekretaris nya malah gak ikut di acara penting
kita greget cerita nya
sabah serawak NKRI hartoni 8000aplikasi.